Pos

FILKOM UNUSIDA Gelar Sertifikasi Cisco Networking Academy (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Sertifikasi Cisco Networking Academy, Cetak Talenta Jaringan Berstandar Global

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan Sertifikasi Cisco Networking Academy sebagai wujud komitmen peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di bidang teknologi jaringan.

Melalui program resmi dari Cisco Systems, para peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang mencakup dasar-dasar jaringan komputer, konfigurasi perangkat router dan switch, hingga penguatan aspek network security sesuai standar industri global.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung di laboratorium jaringan. Peserta berlatih melakukan instalasi, pengkabelan, pengalamatan IP, konfigurasi perangkat, serta simulasi pemecahan masalah jaringan (troubleshooting) yang lazim ditemui di dunia kerja.

Dekan FILKOM UNUSIDA Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin lulusan FILKOM UNUSIDA memiliki daya saing tinggi, tidak hanya dibekali ijazah akademik, tetapi juga sertifikasi profesional yang diakui secara internasional,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Senin (6/4/2026).

Dengan mengikuti sertifikasi Cisco Networking Academy, peserta memiliki peluang lebih besar untuk meniti karier di bidang IT Networking, Network Administrator, System Engineer, hingga Cybersecurity. Sertifikat yang diperoleh menjadi nilai tambah signifikan saat memasuki dunia kerja.

Menurutnya, kegiatan sertifikasi ini menunjukkan komitmen Fakultas dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi melalui berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa. Pihaknya berharap sertifikasi ini dapat menjadi program berkelanjutan dan unggulan di tingkat fakultas. Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan mahasiswa, khususnya di bidang jaringan dan teknologi digital, agar mampu bersaing di era transformasi digital.

Dr. Arda menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan dirancang untuk dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan skill teknis, memperluas peluang karier, serta mempersiapkan diri menjadi profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak talenta digital yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya dalam bidang jaringan komputer. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

“Dengan adanya program ini, kami berharap dapat melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, serta siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi informasi di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

LKMM-TD Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar LKMM TD, Perkuat Kepemimpinan Etis dan Kolaboratif Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) dengan mengusung tema ‘Ethical and Mindful Youth Leadership, Berkarya dalam Kolaborasi Berdampak dalam Aksi’. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, Selasa-Rabu (6-7/1/2026) di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA & Villa CMA Pacet, Mojokerto.

Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus jeli melihat peluang, baik dalam hal akademik maupun dalam membangun relasi sosial. Tingkatkan kemampuan leadership dan problem solving, karena dua hal tersebut akan sangat dibutuhkan ketika terjun langsung di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa sejak dini. LKMM TD memiliki peran penting dalam menunjang capaian akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam berbagai situasi.

“Kegiatan ini penting untuk menunjang akademik dan karakter mahasiswa. Kepemimpinan yang baik harus dibangun sejak awal, agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Melalui LKMM TD ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA dibekali berbagai materi dasar manajemen organisasi, kepemimpinan etis, serta penguatan pola pikir kolaboratif yang berdampak nyata dalam aksi.

Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ia mangatakan, kegiatan LKMM TD ini merupakan bagian dari ikhtiar Fakultas Ilmu Komputer dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan.

“Kami berharap mahasiswa FILKOM mampu menjadi pribadi yang beretika, memiliki kesadaran sosial, serta mampu berkolaborasi dan memberi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Manfaatkan setiap proses pembelajaran, baik di ruang kelas maupun melalui kegiatan kemahasiswaan, sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pemimpin muda yang adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Alumni DKV UNUSIDA, Hadi Mukhlasin saat menjadi narasumber Workshop Digital Marketing HIMASI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Workshop Digital Marketing HIMA Sistem Informasi UNUSIDA, Bahas Peluang Cuan di Era AI

Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop Digital Marketing bertajuk ‘Panen Cuan di Era AI’, Jumat (11/7/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA kali ini mendatangkan Alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV)  UNUSIDA, Hadi Mukhlasin sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Hadi menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) telah menjadi alat yang sangat penting dan efektif dalam mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk dalam dunia bisnis dan pemasaran digital. Menurutnya, AI tidak hanya mempermudah proses kerja, tetapi juga membuka peluang cuan melalui konten kreatif, branding UMKM, hingga pengelolaan akun bisnis online.

“AI bisa digunakan untuk membuat konten, menyusun strategi pemasaran, bahkan membantu UMKM dalam branding produk atau jasa mereka secara digital. Asalkan kita tahu cara pakainya dan paham target pasar, AI bisa menjadi senjata ampuh di era sekarang,” jelasnya.

Hadi yang sehari-sehari juga sebagai konten kreator, mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI memiliki peluang besar untuk mendatangkan penghasilan tambahan di era digital saat ini. Ia menuturkan bahwa pemanfaatan AI menjadi peluang emas bagi para pelaku industri kreatif, khususnya di era digital yang sangat kompetitif seperti sekarang.

“AI bukan sekadar tren, tetapi alat yang bisa membantu kita bekerja lebih cepat, efisien, dan bahkan membuka sumber penghasilan baru,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong peserta workshop untuk mulai mempelajari AI lebih dalam, memahami fungsinya, serta terus mengasah kemampuan berpikir kreatif. Selain untuk personal branding, AI juga sangat potensial dimanfaatkan untuk branding organisasi agar lebih dikenal luas melalui platform digital.

“Semoga workshop digital kali ini dapat membuka wawasan mahasiswa UNUSIDA mengenai potensi teknologi AI dalam dunia pemasaran dan kewirausahaan digital,” harapnya.

Hadi menyebutkan bahwa saat ini banyak platform AI yang bisa digunakan untuk membuat konten visual, copywriting, desain produk, hingga video dalam waktu singkat. Hal ini memudahkan kreator untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin cepat dan dinamis.

“Dengan menggabungkan kemampuan desain yang saya pelajari di kampus dan teknologi AI, saya bisa menjangkau lebih banyak klien, menyelesaikan lebih banyak proyek, bahkan menjual karya secara online di platform internasional,” terangnya.

Menurut Hadi, mahasiswa memiliki bekal dasar yang sangat kuat dalam berpikir kreatif dan visual. Dengan mempelajari serta memanfaatkan AI secara bijak, para kreator dapat lebih produktif dan mampu bersaing di kancah global. Ia menekankan, mahasiswa untuk terus mengeksplorasi teknologi baru dan tidak takut mencoba hal-hal inovatif.

“Jangan alergi sama teknologi. Justru di situ peluang kita berkembang. Dengan AI, satu ide sederhana bisa dikembangkan jadi karya luar biasa dan bernilai ekonomi,” pungkasnya. (MY)

Mahasiswa Unusida Raih Juara 1 Best Prototype dalam Pekan Demo Day Program Wirausaha Merdeka (PWK) yang dilaksanakan oleh Unesa (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Sukses Raih 2 Penghargaan dalam Program Wirausaha Merdeka

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Program Wirausaha Merdeka (WMK) Bootcamp UNESA Kewirausahaan (Bonek) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Prestasi tersebut ditorehkan oleh 2 Tim mahasiswa Unusida yang berhasil meraih berbagai penghargaan pada ajang Pitching dan Demo Day WMK Unesa di Trans Icon Mall, Surabaya, Sabtu-Ahad (14-15/12/2024).

Pertama, tim Bonek 7 dari Unusida berhasil meraih Juara 1 Best Prototype, berkat karya inovatif mereka yaitu aplikasi yang diberi nama Digibite, yang mencuri perhatian juri dengan kualitas dan keunggulannya.

Ketua tim Bonek 7, Ismawati Ainol Robbi menjelaskan aplikasi Digibite yang dirancangnya dapat membantu mahasiswa mengetahui kandungan nutrisi dalam makanan yang mereka konsumsi. Menurutnya, Digibite dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengevaluasi kandungan gizi dari makanan sehari-hari.

Dengan fitur yang intuitif dan mudah digunakan, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindai barcode atau memasukkan informasi makanan secara manual, dan kemudian mendapatkan analisis lengkap mengenai kandungan kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang terdapat dalam makanan tersebut.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas riset dan pengembangan yang dilakukan secara mendalam, serta kemampuan mereka dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” katanya, Senin (16/12/2024).

Mahasiswi jurusan Sistem Informasi tersebut mengungkapkan tujuan utama merancang aplikasi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat di kalangan mahasiswa, terutama dalam menghadapi tuntutan akademik yang padat. Dengan aplikasi ini, mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih bijak mengenai konsumsi makanan mereka, yang tentunya akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Dengan adanya aplikasi Digibite ini menjadi upaya untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan di kalangan generasi muda, serta membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut di bidang teknologi kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, tim lainnya juga berhasil meraih Juara 2 Best Stand dan Sosial Media, yang berhasil menunjukkan keunggulan usaha kreatif yang bergerak di bidang jasa Wedding Organizer dengan mengusung tema ‘Tradisi Kita’.

Ketua tim, Ayutah Ryanda Maghfiroh menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lepas dari kerja sama tim. Berkat pengelolaan media dan konsep usaha yang matang, Tim Bonek 6 yang diketuainya pun dapat menarik perhatian juri sehingga terkesan dalam menyajikan produk dan jasa dengan tampilan stand yang menarik serta memanfaatkan platform sosial media dengan sangat efektif.

“Dengan konten yang kreatif dan konsisten, kami berhasil menarik perhatian juri dan audiens, serta membangun engagement yang kuat dengan para pengikutnya,” ungkapnya.

Ayutah menyebutkan bahwa pihaknya akan menyediakan berbagai layanan pernikahan dengan mengusung konsep tradisional yang kental. Melalui konsep ini, tidak hanya menawarkan layanan wedding organizer, tetapi juga memperkenalkan budaya dan tradisi lokal dalam setiap detail acara pernikahan yang mereka kelola. Dari dekorasi, busana, hingga tata rias untuk memastikan setiap elemen pernikahan memiliki sentuhan khas budaya yang memperkaya pengalaman pelanggan.

“Dengan sentuhan tradisional yang kaya akan makna, kami hadir untuk memberikan pengalaman pernikahan yang tak terlupakan. Terinspirasi dari kekayaan warisan budaya, kami bangga menjadi bagian dari perjalanan cinta yang penuh makna,” terangnya.

Lebih lanjut, ia sangat mengapresiasi usaha timnya dalam berinovasi dan berkreasi di dunia bisnis, serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha. Menurutnya, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar dalam merintis dan mengelola usaha di berbagai bidang, termasuk industri jasa.

“Selamat untuk kita semua, semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

(my)