Pos

Suasana English Festival UNUSIDA 2026 yang dilaksanakan oleh Hima PBI dan UKM English Club UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Meriah! Puluhan Peserta Unjuk Bakat dalam English Festival 2026 di UNUSIDA

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) bersama UKM English Club Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar English Festival 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka melalui empat kategori perlombaan, yakni Speech, Singing, Storytelling, dan News Anchor. Melalui kategori tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, ekspresi, kreativitas, serta keberanian tampil di depan publik.

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA, Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, English Festival memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran formal sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi bahasa Inggris melalui praktik langsung.

“English Festival menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

English Festival 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menyalurkan kreativitas dan bakat melalui kompetisi yang edukatif dan kreatif. Kegiatan ini mengusung semangat untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan aplikatif.

Tampak antusiasme puluhan peserta terlihat dalam berbagai kategori perlombaan. Mereka tampil dengan gaya dan kreativitas masing-masing, sekaligus menunjukkan keberanian dalam mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris.

Evi menjelaskan Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PBI UNUSIDA menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses belajar, pengalaman, dan pengembangan potensi peserta.

Melalui tema ‘Speak with Confidence, Perform with Passion, Shine with Excellence’, ia ingin mendorong Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingungan program studi untuk aktif dalam menghadirkan ruang yang mendorong peserta untuk berani berkomunikasi, berkarya, dan mengembangkan potensi melalui bahasa Inggris.

“English Festival 2026 ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berbahasa Inggris yang lebih aktif di lingkungan pendidikan serta memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.

Seluruh yudisiawan berfoto bersama dengan Dosen dan Tenaga Kependidikan dalam Yudisium ke-11 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-11 FKIP UNUSIDA Cetak 171 Calon Pendidik Berkarakter, Inovatif, dan Adaptif

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-11 dengan mengusung tema ‘Mencetak Pendidik yang Berkarakter, Inovatif, dan Adaptif untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berdampak’ di Graha Delta Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (5/8/2026).

Sebanyak 171 mahasiswa resmi diyudisium, terdiri atas 23 lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan 148 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Para peserta berasal dari beberapa angkatan, yakni mahasiswa angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 yang berhasil menuntaskan studinya pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H., M.Pd., Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Dekan FKIP Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., jajaran pimpinan universitas dan fakultas, dosen, orang tua, serta para yudisiumwan.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UNUSIDA Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya prosesi yudisium yang diikuti 171 lulusan. Ia berharap momen tersebut menjadi awal keberkahan bagi seluruh lulusan dalam mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.

Menurutnya, tema yudisium tahun ini menegaskan pentingnya tiga kompetensi utama yang harus dimiliki seorang calon pendidik, yaitu berkarakter, inovatif, dan adaptif. Ketiga kompetensi tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika dunia pendidikan.

“Jadilah pendidik yang memiliki karakter positif, mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta terus menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa terdapat satu nilai yang lebih utama daripada seluruh kompetensi tersebut, yakni akhlakul karimah yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah. “Jadilah pendidik yang berakhlakul karimah dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Akhlak menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap lulusan FKIP UNUSIDA,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa seorang guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik melalui ucapan, sikap, dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa momen Yudisium awal pengabdian sebagai lulusan untuk menjadi pendidik profesional, berkarakter, inovatif, adaptif, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Mulai hari ini, apa yang kalian lakukan akan menjadi contoh bagi peserta didik. Jadikan seluruh proses selama kuliah sebagai pengalaman positif yang dapat dibanggakan dan diceritakan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H., M.Pd. menyampaikan apresiasi atas capaian para lulusan FKIP. Ia menekankan bahwa guru merupakan sosok yang menjadi role model bagi peserta didik sehingga harus terus meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi keilmuan maupun akhlak.

Menurutnya, seorang pendidik tidak boleh berhenti belajar karena perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung.

“Guru adalah teladan bagi muridnya. Seorang guru tidak boleh berhenti menambah ilmu, kemampuan, dan kualitas dirinya,” katanya.

Hadi juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, khususnya salat lima waktu, sebagai kunci keselamatan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan maupun profesi sebagai pendidik.

“Kunci hidup adalah menjaga salat lima waktu. Kalau bisa berjamaah dan dilaksanakan di awal waktu. Insyaallah Allah akan menjaga setiap langkah kehidupan kita,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa profesi guru merupakan salah satu profesi yang paling mulia karena mendidik manusia dengan penuh ketulusan.

“Seorang guru mengajar dan mendidik dengan hati. Guru menerima peserta didik apa adanya, membimbing yang sudah baik menjadi lebih baik, dan membantu yang belum baik agar berkembang. Itulah amal jariyah seorang pendidik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak berkecil hati apabila nantinya berkarier di luar profesi guru. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah tetap dapat memberikan manfaat dalam berbagai bidang pekerjaan.

“Kesuksesan seseorang tidak selalu ditentukan oleh kesesuaian antara ijazah dan profesinya. Yang terpenting adalah tetap menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Suasana pembukaan Workshop INACOM IoT Series 2026 Hima Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Informatika UNUSIDA Gelar INACOM IoT Series 2026, Ajak Generasi Muda Bangun Smart System

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop INACOM IoT Series 2026 bertema “Misi Otomasi: Bangun Smart System dengan Tanganmu Sendiri” di Hall Lantai 5 Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo dengan menghadirkan praktisi Diam Pratiwi, S.T. dan Firstanta Winawan Khansa R., S.T. sebagai narasumber.

Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA, SMK, MA, mahasiswa UNUSIDA, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai konsep Internet of Things (IoT) sekaligus praktik langsung membangun sistem otomatisasi menggunakan perangkat yang telah disiapkan oleh panitia.

Ketua HIMA Informatika UNUSIDA, M. Satrio Rahmatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi otomasi dan Internet of Things kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor kehidupan. Melalui kolaborasi dengan BPVP Sidoarjo, HIMA Informatika ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu menjembatani teori dengan praktik.

“Pemahaman tentang Internet of Things bukan lagi sekadar sesuatu yang menarik untuk dipelajari, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan wadah agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membangun sistem cerdas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPVP Sidoarjo, para narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar bersama praktisi harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UNUSIDA, Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan agenda tahunan HIMA Informatika yang setiap tahun mengangkat tema berbeda sesuai perkembangan teknologi.

“Workshop ini merupakan program tahunan HIMA Informatika. Tahun-tahun sebelumnya kami mengangkat tema digital marketing, pembuatan website, hingga artificial intelligence (AI). Tahun ini kami fokus pada Internet of Things agar peserta memiliki pengalaman baru dalam bidang otomasi dan sistem cerdas,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Informatika UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang teknologi informasi.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan perangkat IoT di bawah pendampingan para instruktur dari BPVP Sidoarjo. Selama sesi praktik, peserta diberi kesempatan untuk mencoba merancang sistem otomatisasi sederhana sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis yang ditemui.

“Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah, kampus, maupun lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” tambahnya.

Pihaknya terus mendorong UNUSIDA sebagai kampus yang terus mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi digital. Ia mengajak para peserta, khususnya siswa SMA, SMK, dan MA, untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Informatika UNUSIDA dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus Nahdlatul Ulama tersebut.

“Semoga melalui Workshop INACOM IoT Series 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan sistem cerdas berbasis Internet of Things sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri dan transformasi digital di masa depan,” pungkasnya.

Suasana Pelepasan dan Pembukaan KKN 2026 di Pendopo Delta Wibawa (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berangkatkan 448 Mahasiswa KKN, Fokuskan Program Berbasis Keilmuan Fakultas

SIDOARJO — Sebanyak 448 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA BERDAYA 2026. Pelepasan peserta digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian.

KKN tahun ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah’. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 19 lokasi KKN yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, perwakilan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

“Sebanyak 448 mahasiswa UNUSIDA resmi diberangkatkan untuk mengabdi kepada masyarakat di 19 lokasi KKN. Saudara akan menjadi representasi UNUSIDA di tengah masyarakat, mulai dari Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran hingga Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik universitas dan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan berkomunikasi harus senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang akan membentuk kepekaan sosial dan kemampuan problem solving mahasiswa.

“Di masyarakat, kita belajar memahami kehidupan, membangun empati, serta menyelesaikan persoalan bersama,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat UNUSIDA BERDAYA, setiap fakultas menghadirkan program unggulan berbasis keilmuan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) fokus pada penguatan literasi dan pendidikan karakter. Fakultas Ekonomi mengembangkan UMKM melalui inovasi produk, digitalisasi, hingga pemasaran digital.

Sementara Fakultas Ilmu Komputer mendorong transformasi digital desa, Fakultas Teknik mengusung konsep eco-friendly residential, dan Fakultas Agama Islam memperkuat edukasi Islam moderat berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebanyak 19 desa yang menjadi lokasi pengabdian meliputi wilayah Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran, hingga Kecamatan Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Sidoarjo ini merupakan kebanggaan kita bersama. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa diaktualisasikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerjemahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa hendaknya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat serta membawa nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan sosial,” pesannya.

Peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan fakultas berfoto bersama setelah pemaparan Program Kerja KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA. (Foto: LPPM UNUSIDA)

Matangkan Program Pengabdian, Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Gelar Pemaparan Program Kerja Berbasis SDGs

SIDOARJO — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Program Kerja di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Selasa-Rabu (14-15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap program yang akan dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa serta memiliki dampak yang berkelanjutan.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 tahun ini mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa sebagai peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan desa dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.

Pemaparan program kerja diikuti oleh kelompok KKN yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Setiap kelompok diwakili oleh dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran kegiatan, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program yang dipresentasikan mencerminkan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Bidang pendidikan menghadirkan inovasi penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi mengusung program pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penguatan tata kelola usaha masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan program pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa. Adapun Fakultas Ilmu Komputer fokus pada literasi digital, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan media informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.

Seluruh program kerja disusun dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Oleh karena itu, setiap kelompok didorong untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi riil desa sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Dalam sesi presentasi, para Dosen Pembimbing Lapangan dan pimpinan fakultas memberikan berbagai masukan terhadap kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga peluang keberlanjutan program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan rencana kerja sehingga implementasinya di lapangan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan pemaparan juga menjadi sarana menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat diterima, dilaksanakan secara kolaboratif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui KKN UNUSIDA BERDAYA 2026, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menghasilkan karya yang mendukung kemajuan desa.

“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 kali ini menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dekan FILKOM beserta Kaprodi DKV UNUSIDA saat membuka KASINEMA 24 (Foto: Humas UNUSIDA)

DKV UNUSIDA Gelar KASINEMA 24, Tampilkan Film Pendek Karya Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan KASINEMA ’24, sebuah ajang pemutaran film pendek karya mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembelajaran mata kuliah Videografi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 506 Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa-Kamis (14–16/7/2026).

Melalui KASINEMA ’24, penonton diajak menikmati beragam film pendek hasil kreativitas mahasiswa DKV UNUSIDA, di antaranya Parasosial, Titik Balik, Come and Go, Rumpang, Perfect, dan Sesal.

Kepala Program Studi DKV UNUSIDA, Putra Uji Deva Satrio, menjelaskan bahwa seluruh film yang diputar merupakan hasil Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Videografi yang dikemas secara profesional agar layak dinikmati oleh masyarakat luas. Ia berharap kegiatan  menjadi ruang apresiasi sekaligus media edukasi mengenai perkembangan industri film pendek di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap film pendek. KASINEMA ’24 menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa karya mahasiswa DKV UNUSIDA memiliki kualitas yang luar biasa dan tidak kalah dengan karya mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mungkin selama ini yang kurang hanya eksposurnya, padahal dari poster hingga teaser yang dibuat sudah sangat menarik perhatian penonton,” ujarnya.

Menurutnya, KASINEMA ’24 tidak hanya menjadi ajang penayangan karya, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada publik. Melalui apresiasi dan masukan dari penonton, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di industri kreatif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan kemampuan mahasiswa kepada masyarakat.

“Karya yang bagus harus berani ditampilkan. Jangan hanya mahir membuat film, tetapi juga harus mampu mempresentasikan, mempromosikan, dan mengajak masyarakat untuk menontonnya. Di era digital saat ini, kemampuan membangun promosi dan menarik perhatian publik menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi seorang kreator,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi pendukung, mulai dari penyajian audio visual, pengemasan karya, hingga strategi promosi melalui berbagai platform digital. Menurutnya, kualitas sebuah karya akan memberikan dampak yang lebih luas apabila mampu menjangkau lebih banyak penonton.

“Melalui penyelenggaraan KASINEMA ’24, kami berharap akan tercipta ruang apresiasi yang mampu mempertemukan karya mahasiswa dengan masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan kompetitif. Selain menjadi bagian dari proses akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat budaya berkarya, berkolaborasi, dan membangun ekosistem industri kreatif di lingkungan kampus,” pungkasnya.

Mahasiswa UNUSIDA Mendapatkan Pelatihan Pembuatan Dimsum dan Minuman Kekinian dari Mitra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Pelatihan Wirausaha Baru

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Baru bagi mahasiswa sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (23/6/2026) tersebut berlangsung dengan antusias dan menghadirkan materi praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara langsung.

Menurutnya, program ini menjadi langkah positif karena mahasiswa kini mulai dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak menyasar masyarakat umum.

“Alhamdulillah, saat ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, menimba ilmu, dan berlatih menjadi seorang wirausaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik serta pembinaan manajemen usaha yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026 dengan peserta yang sama guna memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena para narasumber yang hadir merupakan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berpengalaman di bidangnya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan dimsum dan minuman kekinian yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Selain mempraktikkan proses produksi, peserta juga dibekali wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.

Materi tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan modal usaha yang relatif terjangkau, sehingga cocok dijadikan alternatif usaha bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus melatih jiwa entrepreneur sejak dini.

Novie menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu menciptakan peluang usaha baru serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis akan lahir wirausahawan muda dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Pelatihan Software ANSYS untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Simulasi Teknik 1

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Pelatihan Software ANSYS untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Simulasi Teknik

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Software ANSYS. Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja HIMA Teknik Kimia ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 4 Kampus 2 Lingkar Timur UNUSIDA, Sabtu (28/6/2026).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 17 mahasiswa Teknik Kimia yang antusias untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan perangkat lunak ANSYS. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Nazarullah, mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pemanfaatan software simulasi teknik.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan wawasan tambahan kepada mahasiswa di luar materi yang diperoleh di bangku perkuliahan. Di era industri modern yang semakin mengandalkan teknologi digital dan perangkat lunak rekayasa, kemampuan mengoperasikan software simulasi menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh calon lulusan Teknik Kimia.

“Pelatihan ANSYS ini merupakan salah satu bentuk pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan software tersebut dalam berbagai kebutuhan analisis dan simulasi teknik,” ujarnya.

ANSYS sendiri merupakan salah satu perangkat lunak berbasis simulasi yang banyak digunakan dalam berbagai bidang teknik, termasuk teknik kimia, teknik mesin, teknik sipil, dan teknik industri. Software ini memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis, pemodelan, serta simulasi berbagai fenomena teknik secara virtual sehingga dapat membantu proses perancangan dan pengambilan keputusan secara lebih efektif dan efisien.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia pelaksana. Setelah itu, peserta mendapatkan pengenalan mengenai software ANSYS, mulai dari fungsi, fitur utama, hingga penerapannya dalam dunia akademik maupun industri. Materi yang disampaikan dirancang agar mudah dipahami oleh mahasiswa yang baru pertama kali mengenal software tersebut maupun peserta yang telah memiliki dasar pengetahuan sebelumnya.

Dalam pemaparannya, Muhammad Nazarullah menjelaskan pentingnya penguasaan perangkat lunak simulasi sebagai salah satu keterampilan pendukung bagi mahasiswa teknik. Menurutnya, perkembangan teknologi industri saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menguasai konsep teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat menunjang proses kerja secara profesional.

“Penggunaan software simulasi seperti ANSYS dapat membantu mahasiswa memahami berbagai fenomena teknik secara lebih visual dan terukur. Selain itu, kemampuan ini juga menjadi nilai tambah ketika nantinya memasuki dunia kerja karena banyak perusahaan yang memanfaatkan simulasi untuk meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi risiko kesalahan dalam perancangan,” jelasnya.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi praktik langsung. Pada sesi ini, narasumber membimbing peserta dalam mengoperasikan software ANSYS, mulai dari proses pembuatan model sederhana, pengaturan parameter simulasi, hingga interpretasi hasil analisis yang dihasilkan oleh program.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai berbagai kendala yang sering ditemui saat menggunakan software simulasi. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik ini dinilai mampu membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Menurutnya, kemampuan menggunakan software ANSYS akan menjadi bekal penting dalam menunjang proses pembelajaran maupun pengembangan kompetensi di bidang teknik kimia.

“Saya merasa pelatihan ini sangat membantu karena kami bisa langsung mencoba menggunakan software ANSYS. Selama ini kami hanya mendengar tentang software simulasi, tetapi melalui kegiatan ini kami dapat memahami cara kerjanya secara langsung,” ungkapnya.

Selain sesi praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai fitur-fitur ANSYS, penerapan software dalam penelitian, hingga peluang penggunaannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan teknik di dunia industri.

Melalui kegiatan ini, HIMA Teknik Kimia UNUSIDA berharap dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan rekayasa. Pelatihan semacam ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Software ANSYS berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa pelatihan berbasis keterampilan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai pelengkap pembelajaran akademik.

Melalui program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, HIMA Teknik Kimia UNUSIDA terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan. Diharapkan, pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saingnya di era industri berbasis teknologi. (Dharma Putra)

Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin saat menyampaikan sambutan dalam International Guest Lecture di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua PCNU Sidoarjo Ajak Mahasiswa UNUSIDA Bangun Mimpi Besar untuk Berdaya Saing Global

SIDOARJO — Semangat untuk terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, dan menghilangkan rasa malas menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Muhammad Zainal Abidin dalam kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan Associate Professor Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zainal mengingatkan para mahasiswa bahwa kemajuan individu maupun bangsa tidak akan tercapai jika seseorang merasa bangga dengan kebodohan dan berhenti belajar. Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, generasi muda harus memiliki komitmen kuat untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan internasional mengenai perkembangan kecerdasan buatan dan peradaban masa depan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk terus belajar, bermimpi besar, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas serta berdaya saing global.

“Kalau kita tidak ingin tertinggal dengan negara lain, kampus lain, atau kelompok lain, maka jangan pernah bangga dengan kebodohan. Bangun komitmen untuk terus ingin tahu, terus belajar, dan terus mengejar cita-cita,” pesannya di hadapan mahasiswa dan civitas akademika UNUSIDA.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki impian yang besar dan tidak membatasi diri pada target-target yang terlalu kecil. Menurutnya, cita-cita harus digantungkan setinggi langit agar mampu melahirkan semangat dan kerja keras yang luar biasa.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi dokter atau dosen. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Jika ingin memiliki banyak dokter sebagai bawahan, berarti Anda harus memiliki rumah sakit. Jika ingin memiliki banyak dosen sebagai bawahan, berarti Anda harus memiliki kampus. Cita-cita besar akan melahirkan langkah besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang saat ini telah memiliki ratusan satuan pendidikan dan ribuan tenaga pendidik. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari keberanian untuk bermimpi besar dan konsisten bekerja mewujudkannya.

Selain itu, Kiai Zainal juga menyoroti tantangan terbesar yang sering dihadapi generasi muda, yaitu rasa malas. Ia menilai Indonesia, khususnya Sidoarjo, memiliki berbagai kemudahan dan kenyamanan yang seharusnya menjadi modal untuk berkembang, bukan justru menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

“Allah telah memberikan lingkungan yang nyaman kepada kita. Tetapi sering kali dari kenyamanan itu muncul rasa malas. Jika rasa malas tidak dilawan, kita akan tertinggal dari kelompok lain yang lebih giat belajar dan bekerja,” tuturnya.

Menurutnya, Islam sendiri telah mengajarkan umatnya untuk memerangi kemalasan. Oleh karena itu, mahasiswa harus membangun semangat belajar sepanjang hayat dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang dimiliki saat ini.

Lebih lanjut, Kiai Zainal menyampaikan harapannya agar mahasiswa UNUSIDA, khususnya kader-kader Nahdlatul Ulama, menjadi generasi penerus yang mampu membawa organisasi, masyarakat, dan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

“Jika hari ini kalian memiliki semangat belajar yang luar biasa dan mampu menghilangkan rasa malas, maka kalian pantas menjadi pemimpin Nahdlatul Ulama, pemimpin Kabupaten Sidoarjo, pemimpin Jawa Timur, bahkan pemimpin bangsa di masa depan,” tegasnya.