Pos

Altara Dea Kumala Sari, S.T., lulusan Teknik Kimia tahun 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Kiprah Alumni Teknik Kimia UNUSIDA Berkontribusi Nyata di Desa melalui Riset dan Perencanaan

Kiprah alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Altara Dea Kumala Sari, S.T., alumni Program Studi Teknik Kimia tahun 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Kaur Perencanaan di Balai Desa Kedungsumur, Krembung.

Dalam perannya sebagai perangkat desa, Dea sapaan akrabnya terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa bekal ilmu selama kuliah di UNUSIDA sangat membantunya dalam memahami permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Menurutnya, lingkungan akademik di Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki kultur kekeluargaan yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa.

“Teknik UNUSIDA sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Para dosen sangat mendukung dan membimbing saya dengan sabar, sehingga saya mampu berkembang dan percaya diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Dea menekankan pentingnya pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata.

“Pengembangan riset perlu diarahkan pada permasalahan yang ada di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang tepat, inovatif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Selain itu, Dea mengungkapkan bahwa pengalaman selama berkuliah tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan non-akademik yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu faktor penting adalah lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk aktif dalam organisasi.

Ia tercatat pernah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik. Keterlibatan tersebut, menurutnya, memberikan banyak pembelajaran berharga, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan dan kemampuan problem solving.

“Lingkungan kampus sangat mendukung. Saya banyak belajar dari organisasi mahasiswa, mulai dari himpunan hingga BEM. Pengalaman itu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat membantu ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman organisasi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. Hal ini menjadi bekal penting dalam menjalankan perannya saat ini, di mana ia harus berhadapan langsung dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada akademik, tetapi juga perlu aktif mengembangkan diri melalui organisasi agar lebih siap menghadapi tantangan nyata setelah lulus.

Peran yang dijalankan Dea saat ini menjadi contoh bagaimana lulusan perguruan tinggi mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil di masyarakat. Sebagai Kaur Perencanaan, ia turut berkontribusi dalam menyusun program pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Ia berharap, setiap pengabdian di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UNUSIDA lainnya bahwa peluang berkontribusi tidak hanya terbatas di dunia industri, tetapi juga terbuka luas di sektor pemerintahan dan masyarakat.

“UNUSIDA memiliki lingkungan kampus yang suportif dan kesempatan berorganisasi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan kepemimpinan. Mari (mahasiswa dan alumni) UNUSIDA terus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Fakultas Teknik UNUSIDA Gelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Gelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025

SIDOARJO – Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025 yang dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A, Lingkar Timur, Sidoarjo, Jum’at (19/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Teknik, jajaran kemahasiswaan, dosen, serta para wali mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Mahfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tidak terlepas dari tiga elemen utama. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisitif Fakultas Teknik sebagai upaya memperkuat sinergi antara kampus dan orang tua dalam mendukung keberhasilan akademik maupun non-akademik mahasiswa.

“Keberhasilan belajar mahasiswa ditentukan oleh tiga kesungguhan. Pertama, kesungguhan mahasiswa itu sendiri dalam mencari ilmu. Kedua, kesungguhan bapak ibu dosen dalam mendidik dan membimbing. Ketiga, kesungguhan orang tua dalam mendukung putra-putrinya. Jika salah satu dari tiga elemen ini tidak sungguh-sungguh, maka mustahil mahasiswa dapat sukses dalam belajarnya,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran para wali mahasiswa dalam forum tersebut menjadi wujud nyata dukungan orang tua terhadap proses pendidikan anak-anak mereka. Mahfudzil juga menyinggung pentingnya komunikasi dan kerja sama antara kampus dan wali mahasiswa, khususnya terkait kedisiplinan perkuliahan, kehadiran mahasiswa di kelas, serta kewajiban administrasi, termasuk pelaporan penggunaan dana secara berkala.

“Tanpa kerja sama dari bapak ibu semua, tentu akan menghambat kinerja kami di bidang kemahasiswaan. Karena itu, forum ini sangat penting agar informasi bisa tersampaikan dengan baik dan terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa Fakultas Teknik ke depan akan membentuk forum komunikasi wali mahasiswa sebagai wadah koordinasi yang lebih intensif.

“Setelah ini kami akan mencoba membangun forum bersama wali mahasiswa. Kami akan saling bertukar nomor kontak, baik dengan pimpinan maupun administrasi Fakultas Teknik, sehingga komunikasi bisa lebih mudah dan cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut dikemas secara semi formal, agar tercipta suasana kekeluargaan antara pihak fakultas dan wali mahasiswa. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi erat dengan wali mahasiswa demi menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dan mendukung kesuksesan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Monggo, forum ini kita buat santai dan kekeluargaan. Jika ada pertanyaan atau masukan untuk kami, silakan disampaikan. Fakultas Teknik ini kita bangun bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik juga memaparkan visi dan misi Fakultas Teknik UNUSIDA, yang selaras dengan visi universitas, yakni menjadi fakultas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa yang berwawasan global dan berkelanjutan, berlandaskan akidah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Adapun misi Fakultas Teknik meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, penguatan tata kelola fakultas yang baik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra.

Selain itu, seluruh wali mahasiswa dikenalkan sistem My Unusida untuk memonitoring aktivitas akademik mahasiswa. Melalui kanal tersebut, setiap orang tua dapat memantau perkembangan akademik, seperti progres nilai di setiap mata kuliah. Ia berharap sinergi antara dosen, mahasiswa, dan orang tua ini dapat menjadi kunci utama dalam mensukseskan studi mahasiswa Fakultas Teknik UNUSIDA

“Keberhasilan mahasiswa tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kampus, tetapi juga pada dukungan dan kerja sama orang tua. Kami di Fakultas Teknik berkomitmen untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter. Namun, upaya tersebut akan lebih optimal apabila didukung oleh peran aktif wali mahasiswa dalam mendampingi dan mengawasi putra-putrinya,” pungkasnya.

Enam Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek RI (Foto: Humas UNUSIDA)

6 Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek

SIDOARJO Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik dan riset. Kali ini, 6 Dosen UNUSIDA resmi terpilih sebagai Penerima Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan pemerintah terhadap dosen perguruan tinggi yang aktif menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berkontribusi dalam publikasi pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA dalam menguatkan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Adapun dosen UNUSIDA yang menerima bantuan tersebut adalah:

  • A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • Achmad Mufliq, M.Kom. – Dosen Program Studi Sistem Informasi,

  • Medya Ayunda Fitri, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • M. Mansur Yafi, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Industri,

  • Rofiqoh Nirwana, M.Pd.I. – Dosen Program Studi Pendidikan Guru MI,

  • Zahrotul Azizah, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi, sekaligus memperkuat reputasi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang produktif dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan para dosen ini menunjukkan bahwa UNUSIDA tidak hanya berfokus pada pengembangan pembelajaran, tetapi juga serius mendorong dosen untuk aktif dalam riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dengan raihan Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 ini, kami semakin optimistis dalam mewujudkan kampus unggul yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., menegaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki peran strategis, baik bagi dosen maupun institusi perguruan tinggi. Menurutnya, publikasi bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata aplikasi keilmuan dari bidang yang ditekuni.

“Publikasi ilmiah menjadi sarana untuk menunjukkan kontribusi keilmuan dosen sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kualitas perguruan tinggi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (17/12/2025).

Lebih lanjut, Dosen Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA menjelaskan bahwa fokus pengembangan keilmuannya saat ini berada pada bidang rekayasa bioproduk dan bioteknologi berkelanjutan. Riset yang ia kembangkan diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan krisis energi dan pangan yang tengah dihadapi Indonesia.

“Bidang Teknik Kimia memiliki kontribusi besar untuk masyarakat. Banyak topik riset yang dapat diarahkan pada pengembangan energi terbarukan dan ketahanan pangan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” jelasnya.

Sebagai dosen yang relatif baru, Aziz sapaan akrabnya membagikan pengalamannya dalam membangun kapasitas akademik. Ia menekankan pentingnya memperbanyak diskusi dan berbagi pengalaman dengan dosen-dosen senior. Menurutnya, proses belajar dari para akademisi yang lebih berpengalaman menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

Ke depan, ia menekankan adanya kolaborasi riset lintas program studi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset agar mereka memperoleh pengalaman akademik yang berharga sejak dini.

“Kolaborasi akan melahirkan riset yang lebih variatif dan berdampak. Mahasiswa juga perlu dilibatkan agar mereka terbiasa dengan budaya riset dan siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus bergerak dinamis,” pungkasnya.

Flyer Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos Tingkat Nasional ONMIPA 2025 (Foto: Istimewa)

Dua Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos ke Tingkat Nasional ONMIPA 2025

SIDOARJO – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka adalah Kelvin Wahyu Putro (13423024) dan Novan Mokhamad Misbakhus S. (13423005) yang berhasil lolos ke Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPA) bidang Kimia Tahun 2025. Keduanya akan mewakili UNUSIDA dalam ajang bergengsi tersebut yang akan digelar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 16–20 November 2025 mendatang.

Perjalanan Tak Terduga Menuju Nasional

Baik Kelvin maupun Novan sama-sama mengaku tidak menyangka bisa lolos ke tingkat nasional. Bagi mereka, keberhasilan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang proses dan pembelajaran.

“Sejujurnya saya nggak nyangka bisa lolos ONMIPA, apalagi di bidang kimia. Awalnya cuma ikut-ikutan teman, nggak ada ekspektasi bakal lolos. Tapi ternyata bisa jadi motivasi juga buat teman-teman lain agar jangan takut mencoba,” ungkap Novan kepada Humas UNUSIDA, Kamis (16/10/2025).

Sementara Kelvin menuturkan bahwa keikutsertaannya di ONMIPA berawal dari dorongan dosen dan pimpinan kampus. “Sebenarnya saya nggak minta ikut, tapi waktu itu disuruh sama Pak Yai pas menjelang PKKMB, ya saya manut saja,” katanya.

Namun di balik ketidaksengajaan itu, Kelvin justru menunjukkan kemampuan luar biasa. Ia mengaku sempat tidak yakin dengan hasil pekerjaannya, tetapi tetap berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya nggak nyangka bisa lolos, padahal banyak soal yang saya kerjakan asal-asalan. Tapi ya, mungkin karena berusaha fokus pada konsep dasar dan penerapan kontekstual,” tambahnya.

Tantangan dan Persiapan

Bagi Kelvin, tantangan terbesar dalam mengikuti ONMIPA adalah kemampuan untuk mengintegrasikan ilmu kimia klasik dengan kemajuan teknologi modern. Ia mengaku memperdalam konsep dasar kimia dengan berdiskusi bersama dosen pembimbing serta rekan-rekan sejawat.

Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi dorongan bagi UNUSIDA untuk terus mendukung mahasiswa berprestasi. “Saya berharap UNUSIDA bisa memberikan dukungan dan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa yang ingin mengharumkan nama kampus,” ucapnya penuh harap.

Sedangkan Novan lebih menyoroti aspek mental dan rasa percaya diri. “Tantangannya sih antara takut dan bingung, karena saingannya dari seluruh Indonesia. Tapi dosen-dosen Teknik Kimia sangat mendukung dan selalu memberi semangat serta materi tambahan,” ujarnya.

Keduanya juga menilai bahwa praktik-praktik di mata kuliah seperti Kimia Fisika dan Kimia Organik menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi. “Dari situ kami belajar berpikir analitis dan sistematis, sekaligus terbiasa menghadapi permasalahan kontekstual,” tambah Novan.

Bagi Novan, prestasi ini bukan semata tentang hasil, tetapi tentang perjalanan. Ia berpegang pada prinsip:

“Proses lebih berharga daripada hasil. Karena di situ kita ditempa secara pikiran dan mental, dan justru itu yang seru. Kita dapat pengalaman baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya,” ungkapnya.

Menutup wawancara, Novan menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain. Menurutnya, prestasi menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat belajar, bimbingan yang tepat, dan tekad kuat untuk terus maju.

“Jangan takut mencoba hal baru. Ikuti saja lomba seperti ONMIPA atau kegiatan akademik lainnya. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar dan mengasah kemampuan. Ini bukan soal piala atau sertifikat, tapi tentang bagaimana kita berkembang,” tuturnya.

Keduanya kini tengah fokus mempersiapkan diri untuk babak nasional, dengan target memberikan hasil terbaik bagi almamater tercinta.

Company Visit Fakultas Teknik UNUSIDA di PT Garuda Food (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Lakukan Company Visit ke PT. Garuda Food dan PT. Smelting Gresik

GRESIK — Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan Company Visit ke dua perusahaan besar di Jawa Timur, yakni PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dan PT Smelting Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran lapangan untuk memberikan wawasan industri kepada mahasiswa di luar ruang kelas.

Kunjungan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari 3 Program Studi, yaitu Teknik Industri, Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia, didampingi oleh dosen dan staf akademik. Rombongan mengawali kunjungan ke PT Garudafood yang berlokasi di Gresik. Di sana, para mahasiswa diajak melihat langsung proses produksi makanan ringan, pengemasan otomatis, serta manajemen mutu dan keselamatan kerja di lingkungan industri makanan.

“Dengan melihat langsung proses produksi di pabrik, mahasiswa dapat memahami penerapan ilmu yang selama ini dipelajari secara teori di kampus,” ujar Zahrotul Azizah, M.T., salah satu dosen pendamping dari Teknik Kimia.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata kampus dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Ia sangat mengapresiasi sambutan hangat dan kesempatan belajar yang diberikan kepada para mahasiswa.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja serta menjalin relasi yang bisa membuka peluang magang maupun kerja sama riset di masa depan,” terangnya.

Setelah dari PT Garudafood, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Smelting Gresik, satu-satunya perusahaan pemurnian tembaga di Indonesia. Di lokasi ini, mahasiswa dikenalkan dengan teknologi pemurnian tembaga, sistem pengolahan limbah, dan protokol keselamatan kerja di industri berat.

Senior Staff General Affairs PT. Smelting, Budi Setiawan, menyampaikan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang menuntut kompetensi teknis dan soft skills yang kuat. Ia menekankan bahwa dunia industri saat ini tidak hanya menuntut penguasaan ilmu dan keterampilan teknis, tetapi juga soft skills yang kuat, seperti komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Kami sangat mendukung kunjungan seperti ini karena menjadi wadah awal pengenalan dunia industri bagi calon-calon tenaga kerja profesional,” ungkapnya.

Ia juga menyambut baik kunjungan dari UNUSIDA ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk memahami realitas lapangan serta membentuk pola pikir yang lebih siap dan terbuka terhadap tantangan kerja ke depan.

Selain mendapatkan paparan materi, para mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung proses pemurnian tembaga serta sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja yang diterapkan PT Smelting sebagai salah satu perusahaan strategis di sektor pertambangan dan metalurgi di Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi industri dan memperluas wawasan sebelum terjun ke dunia profesional. Kompetensi teknis tentu penting, tapi yang membedakan antara satu kandidat dengan lainnya sering kali justru ada di soft skills-nya. Dunia kerja sangat dinamis, dan kesiapan mental serta sikap profesional menjadi kunci untuk bisa bertahan dan berkembang,” pungkasnya.

Software Training Aspen Hysys, Hima Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Software Training Aspen Hysys 2025: Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Smart Process Development

Sidoarjo – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk Software Training Aspen Hysys 2025 dengan tema ‘Software-X: Software Exploration Aspen Hysys for Smart Process Development’. Acara ini diselenggarakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Senin (4/8/2025) yang diikuti antusias oleh puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan.

Software Training kali ini menghadirkan narasumber Wakil Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Zahrotul Azizah, S.T., M.T., yang sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan Aspen Hysys, salah satu perangkat lunak simulasi proses kimia yang banyak digunakan dalam industri teknik kimia.

Dalam pemaparan materi, Zahrotul Azizah menyampaikan pentingnya penguasaan perangkat lunak simulasi bagi mahasiswa teknik kimia sebagai bekal untuk menghadapi tantangan dunia industri yang semakin kompleks dan berbasis digital.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori proses kimia, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara praktis melalui simulasi. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan pengembangan proses yang lebih cerdas dan efisien,” ujarnya.

Dosen Teknik Kimia tersebut menjelaskan bahwa Aspen Hysys merupakan software simulasi yang sangat vital dalam bidang teknik kimia. Perangkat lunak ini mampu memodelkan proses kimia secara matematis, mulai dari unit operasi sederhana seperti reaktor dan menara distilasi, hingga sistem proses terintegrasi di pabrik dan kilang kimia berskala besar.

Aspen Hysys memungkinkan mahasiswa memahami proses kimia secara lebih nyata. Mereka tidak hanya belajar dari teori di buku, tetapi bisa langsung melihat bagaimana suatu proses berjalan, menganalisis performanya, dan melakukan optimasi terhadap parameter-parameter yang ada,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibimbing secara langsung dalam mengenal antarmuka Aspen Hysys, menyusun alur proses simulasi, hingga melakukan analisis hasil. Praktik langsung ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penggunaan software ini melatih mahasiswa berpikir kritis dan sistematis dalam menyusun skema proses, serta menganalisis dampak perubahan variabel terhadap efisiensi produksi.

Menurutnya, penguasaan Aspen Hysys menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon engineer teknik kimia, karena simulasi proses adalah bagian integral dalam perencanaan, pengendalian, dan pengembangan sistem produksi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Pelatihan ini sejalan dengan kebutuhan dunia industri modern yang mengedepankan efisiensi dan akurasi berbasis data simulasi. Ia berharap mahasiswa Teknik Kimia semakin siap untuk berperan aktif dalam pengembangan teknologi proses yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan global di sektor industri kimia.

“Saya harap pelatihan semacam ini dapat menjadi agenda rutin dan menjadi bekal untuk mengerjakan tugas akhir hingga menjadi jembatan mahasiswa dalam menerapkan ilmu di dunia kerja nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua HIMA Teknik Kimia UNUSIDA, Novan Mokhammad menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut keterampilan digital tinggi.

Ia berkomitmen terus menghadirkan program-program edukatif yang mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang siap bersaing secara profesional dan mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi proses kimia yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi di lingkungan akademik Teknik Kimia UNUSIDA,” ungkapnya. (MY)

Kuliah Tamu Hima Prodi Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: istimewa)

Kuliah Tamu Teknik Kimia UNUSIDA Hadirkan Ahli Petrokimia, Bahas Optimalisasi Produk Urea

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar acara Kuliah Tamu yang berlangsung meriah pada Ahad (29/6/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Kantor PCNU Sidoarjo mengusung tema ‘Optimalisasi Proses Produk Urea: Dari Bahan Baku Gas Hingga Pupuk’ dengan menghadirkan narasumber ahli dari Petrokimia Gresik, Muh. Muhtadin.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya mahasiswa aktif mengikuti kegiatan seperti ini guna memperkaya wawasan dan keterampilan non-akademik, serta mengenal lebih dekat dunia industri.

Ia menyebutkan, kegiatan ini diikuti oleh hampir 60 peserta dari berbagai kalangan, baik dari internal UNUSIDA, mahasiswa kampus lain, hingga praktisi industri. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk mendukung perkembangan akademik mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menyerap ilmu langsung dari praktisi berpengalaman seperti Bapak Muhtadin yang telah lama berkecimpung di industri pupuk,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Program Studi (Prodi) Studi Teknik Kimia, A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., mengatakan acara ini merupakan bagian dari upaya Prodi Teknik Kimia UNUSIDA dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, sekaligus meningkatkan wawasan serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja.

Kuliah tamu ini juga disambut baik oleh peserta, yang aktif berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber. Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber serta sesi foto bersama.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan aplikatif dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Muh. Muhtadin menjelaskan secara komprehensif proses produksi urea, mulai dari pengolahan bahan baku gas alam hingga menjadi produk akhir berupa pupuk urea yang siap digunakan oleh petani. Ia mengupas setiap tahapan penting dalam proses tersebut, termasuk konversi gas alam menjadi amonia, reaksi pembentukan urea, hingga teknik pengemasan dan distribusi produk pupuk.

“Pemahaman tentang proses industri pupuk sangat penting, khususnya bagi mahasiswa teknik kimia yang akan terjun langsung ke lapangan industri. Harapannya, para mahasiswa dapat memiliki perspektif praktis dalam memahami teknologi produksi dan aplikasinya,” jelasnya.

Kuliah tamu ini juga disambut baik oleh peserta, yang aktif berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber. Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan atau cinderamata kepada narasumber serta sesi foto bersama. (MY)