Pos

Seluruh peserta, panitia dan Dosen dan Pimpinan FILKOM UNUSIDA Berfoto Bersama dalam Pembukaan Pafiliun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2026 Jadi Awal Mahasiswa Baru Mengembangkan Potensi dan Mengenal Teknologi

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema “Connecting Minds, Creating Futures”. Kegiatan berlangsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Wakil Ketua BEM FILKOM UNUSIDA, Siti Aisyah, mengatakan Pafiliun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan awal dari perjalanan mahasiswa untuk terus belajar, berkembang, membangun relasi, dan menciptakan berbagai prestasi.

“Dari kegiatan penyambutan, tetapi menjadi awal dari perjalanan untuk belajar, berkembang, dan membangun relasi serta menciptakan banyak prestasi,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar keberhasilan di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, keberanian untuk berproses, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk berkontribusi menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.

“Semoga teman-teman tidak hanya sukses secara akademik, tapi juga menjadi mahasiswa aktif, berani, dan bertanggung jawab serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Fakultas Ilmu Komputer,” tuturnya.

Aisyah mengajak untuk menikmati setiap proses selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Selamat datang di Pafiliun 2026, selamat berproses dan juga selamat berkembang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan FILKOM UNUSIDA, Neni Kurniati, S.Kom., M.T., memberikan pengenalan mengenai perkembangan teknologi serta bidang-bidang keilmuan yang dapat dipelajari mahasiswa selama menempuh pendidikan di FILKOM.

Ia menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak semestinya membuat mahasiswa berhenti belajar. Menurutnya, meskipun teknologi dapat membantu berbagai pekerjaan, pemahaman terhadap konsep dan kemampuan berpikir tetap menjadi hal mendasar yang harus dimiliki mahasiswa.

“AI itu banyak yang pakai. Tetapi konsepnya harus tetap pintar,” jelas Neni.

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai salah satu bidang yang dapat dipelajari mahasiswa Informatika, yakni computer vision. Bidang tersebut berkaitan dengan bagaimana komputer dapat memproses dan memahami informasi visual melalui gambar atau video.

“Computer vision itu membuat bagaimana komputer punya mata seperti matanya manusia,” terangnya.

Neni memberikan contoh sederhana mengenai penerapan computer vision, seperti sistem yang dapat menganalisis gambar dari kamera dan mengenali objek maupun karakteristik tertentu berdasarkan data yang diproses.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang yang luas bagi mahasiswa FILKOM untuk mempelajari berbagai bidang. Tidak hanya computer vision, mahasiswa juga dapat mengenal bidang seperti data science, kecerdasan bisnis, arsitektur bisnis, hingga pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi bekerja dan mampu mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Manfaat kesempatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal potensi keilmuan di fakultas sekaligus membangun jejaring dengan sesama mahasiswa. Manfaatkan masa perkuliahan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta menciptakan karya dan prestasi di bidang teknologi,” pungkasnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya saat menyampaikan sambutan dalam PAFILIUN 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN 2026, Dekan FILKOM UNUSIDA Tekankan Konsistensi Prestasi Internasional Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema ‘Connecting Minds, Creating Futures’, di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjalani perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi dan mengambil berbagai kesempatan yang tersedia selama menjadi bagian dari FILKOM UNUSIDA.

“Marhaban, selamat datang untuk teman-teman mahasiswa angkatan 2026 di Fakultas Ilmu Komputer,” ujar Arda.

Menurutnya, FILKOM merupakan salah satu fakultas di UNUSIDA yang memiliki tingkat aktivitas dan capaian prestasi yang cukup tinggi. Ia menyebut, mahasiswa FILKOM secara konsisten mencatatkan prestasi dalam kompetisi internasional setiap tahunnya sejak 2022.

“Mulai tahun 2022 sampai sekarang, alhamdulillah setiap tahun pasti ada yang juara, ada yang ketiga dan satu. Jadi kalian tidak usah berkecil hati ketika kalian kuliah di sini,” ungkapnya.

Arda menegaskan bahwa mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Dukungan dari dosen serta lingkungan akademik di FILKOM diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai bidang sesuai minat masing-masing.

FILKOM UNUSIDA sendiri terdiri atas tiga program studi, yakni Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Dalam sambutannya, Arda juga menyinggung semakin berkembangnya teknologi internet, media sosial, serta kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, mahasiswa FILKOM tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi sebagai solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Di Fakultas Ilmu Komputer saya harapkan kalian ini bukan hanya jadi pengguna teknologi, tapi kalian juga bisa memanfaatkan AI ini untuk membantu atau untuk mengembangkan solusi di masyarakat,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari perguruan tinggi memiliki peran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak ragu mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki sejak awal masa perkuliahan.

Selain bidang akademik dan teknologi, Arda juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi di lingkungan kampus. Bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap kompetisi, FILKOM siap memberikan ruang untuk mengikuti berbagai ajang, termasuk kompetisi tingkat internasional.

Sementara bagi mahasiswa yang tertarik pada organisasi dan pengembangan kemampuan nonakademik, ia mendorong mereka untuk aktif berproses dan belajar mengelola kegiatan.

“Apapun bakat kalian, silakan kembangkan di Fakultas Ilmu Komputer. Jangan takut, karena kita lihat dosennya juga support,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara mahasiswa dan dosen. Menurutnya, suasana akademik yang akrab dan komunikatif dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan diri, dengan tetap menjaga etika serta batasan sebagai sivitas akademika.

Lebih lanjut, Arda menyinggung keberadaan mahasiswa internasional di FILKOM sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pembelajaran yang semakin terbuka. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun komunikasi lintas negara.

Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, prestasi, organisasi, maupun kemampuan personal. “Harapan kami, kalian bisa mengembangkan potensi dan pengembangan diri kalian, sehingga besok ketika lulus kalian bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Momen foto bersama seluruh mahasiswa FILKOM UNUSIDA saat kunjungan industri di OMADATA, Surabaya (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FILKOM UNUSIDA Kenali Dunia Industri melalui Kunjungan ke Suara Surabaya dan OMADATA

SURABAYA — Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan Kunjungan Industri Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengunjungi Radio Suara Surabaya dan OMADATA, Selasa (8/9/2026).

Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan, ilmu, dan pengalaman yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar kampus seperti kunjungan industri penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa. Interaksi langsung dengan praktisi dan lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional.

Dr. Arda menjelaskan bahwa kunjungan industri menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus mendapatkan gambaran lebih konkret mengenai peluang dan dinamika industri di bidang teknologi informasi.

“Dari ruang kelas menuju dunia industri, dari teori menuju pengalaman nyata,” ujarnya.

Menurut Arda, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FILKOM UNUSIDA dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa dapat mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus melihat bagaimana teknologi dan kompetensi di bidang ilmu komputer diterapkan dalam praktik.

Kunjungan industri juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengamati proses kerja secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri sekaligus membantu mereka menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan profesional di lapangan.

Dengan mengunjungi dua institusi yang bergerak di bidang media dan teknologi, mahasiswa FILKOM UNUSIDA mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses kerja maupun pengembangan berbagai layanan industri.

Arda menegaskan bahwa pembelajaran tidak seharusnya hanya berhenti di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia profesional agar memiliki gambaran mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai kompetensi, keterampilan, dan budaya kerja yang dibutuhkan ketika memasuki dunia industri,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri teknologi yang terus berubah.

“Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap berkarya dan berkontribusi di dunia profesional,” pungkasnya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory. (Foto: NU Delta)

Menko Zulhas Apresiasi Inovasi UNUSIDA, Dorong Perkuat Khidmah NU melalui Transformasi Digital

JOMBANG — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengapresiasi berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis-Senin (27/8/2026).

Dalam kunjungannya, Zulhas melihat langsung sejumlah inovasi digital yang ditampilkan UNUSIDA, termasuk platform kecerdasan buatan (AI) GUS GPT yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pengetahuan keislaman dan khazanah pesantren.

Zulhas mengaku terkejut melihat perkembangan teknologi di lingkungan pesantren, khususnya kemampuan generasi santri dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa santri dan pesantren saat ini telah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah GUS GPT. Zulhas menilai platform tersebut memiliki keunggulan karena tidak hanya memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga memiliki karakter khas Aswaja dalam memberikan jawaban.

“GUS GPT sangat bagus, terlebih lagi ada ciri khas Aswaja dalam setiap jawabannya,” ungkapnya saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory usai Kegiatan literasi kesehatan, lingkungan hidup, dan ketahanan pangan, Jum’at (28/8/2026).

Selain mengapresiasi inovasi teknologi, Zulhas juga memberikan perhatian terhadap peran perguruan tinggi NU dalam mendorong digitalisasi organisasi dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, keberadaan kampus NU seperti UNUSIDA memiliki posisi strategis dalam menghadirkan inovasi sekaligus memperluas akses pelayanan NU kepada masyarakat.

Ia menilai pengembangan teknologi yang dilakukan UNUSIDA sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kampus NU juga berperan dalam meningkatkan digitalisasi organisasi dan lembaga NU. Ini menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan akses pelayanan NU bagi umat,” ujarnya.

Zulhas juga menilai langkah UNUSIDA dalam mengambil posisi sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi merupakan langkah yang tepat di tengah percepatan transformasi digital.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga perlu mengambil peran dalam menggagas dan mempelopori pemanfaatannya untuk kebutuhan masyarakat dan organisasi.

“UNUSIDA mengambil positioning yang tepat sebagai perguruan tinggi yang menggagas dan mempelopori penggunaan teknologi,” katanya.

Sementara itu, Dosen Informatika Anggay Luri Pramana mengatakan bahwa kehadiran UNUSIDA Tech Factory di Muktamar ke-35 NU menjadi ruang bagi UNUSIDA untuk memperkenalkan berbagai solusi digital yang dikembangkan untuk organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, yayasan, hingga masyarakat.

Selain GUS GPT, ia dan tim juga memperkenalkan sejumlah produk seperti Smart Presence ASWAJA, SITASNUDA, dan SIMAYA, serta membuka ruang konsultasi pengembangan website, aplikasi, sistem informasi, dan solusi berbasis AI.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan teknologi sebagai bagian dari khidmah kepada umat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi NU dalam menghadapi tantangan transformasi digital,” tandasnya.

Suasana forum Program Guru Besar Infokom Mengabdi (GBIM) di UGM (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Kurikulum dan Akreditasi, FILKOM UNUSIDA Ikuti Program Guru Besar Infokom Mengabdi APTIKOM di UGM

YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui keikutsertaan dalam Program Guru Besar Infokom Mengabdi (GBIM) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Turing, Lantai 4, Gedung D Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (7/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, FILKOM UNUSIDA memperoleh pendampingan langsung dari dua akademisi terkemuka di Indonesia, yakni Prof. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Dewan LAM INFOKOM, dan Prof. Agus Harjoko, M.Sc., Ph.D. Kehadiran kedua guru besar tersebut memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pengembangan kurikulum, tata kelola akademik, hingga strategi peningkatan mutu program studi sesuai dengan standar nasional akreditasi.

Pendampingan difokuskan pada bedah kurikulum dan pengkajian dokumen akreditasi yang meliputi Instrumen Akreditasi Program Studi (APS) serta Laporan Evaluasi Diri (LED). Kegiatan ini melibatkan seluruh program studi di lingkungan FILKOM UNUSIDA, yaitu Program Studi Sistem Informasi, Informatika, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Seluruh dosen dan tim penyusun dokumen akreditasi berpartisipasi aktif dalam proses diskusi, evaluasi, dan penyempurnaan berbagai dokumen akademik yang menjadi indikator penilaian mutu program studi.

Selama proses pendampingan, kedua guru besar memberikan berbagai masukan strategis mengenai penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital yang terus berubah. Selain itu, pembahasan juga menitikberatkan pada implementasi Outcome-Based Education (OBE), penguatan capaian pembelajaran lulusan, pemetaan mata kuliah terhadap profil lulusan, serta penyempurnaan dokumen akreditasi agar sesuai dengan standar dan instrumen terbaru dari LAM INFOKOM.

Tidak hanya berfokus pada aspek administratif, pendampingan juga memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun budaya mutu secara berkelanjutan di lingkungan fakultas. Kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, didukung tata kelola akademik yang baik, dinilai menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Program Guru Besar Infokom Mengabdi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas akademik di lingkungan fakultas. Menurutnya, pendampingan dari para guru besar memberikan banyak perspektif baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan program studi.

“Program ini menjadi langkah strategis bagi FILKOM UNUSIDA untuk memperkuat kualitas kurikulum, tata kelola akademik, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi di bidang informatika. Berbagai rekomendasi yang diberikan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan memperkuat daya saing program studi di tengah tantangan transformasi digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk selalu melakukan pembaruan kurikulum secara berkala. Oleh karena itu, masukan dari para guru besar menjadi referensi penting dalam memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebijakan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Selain mendukung peningkatan kualitas akreditasi, pihaknya juga ingin membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FILKOM UNUSIDA dengan berbagai perguruan tinggi anggota APTIKOM. Ia berharap, melalui kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam bentuk penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen, pengembangan kurikulum, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di bidang informatika.

“Kami optimistis mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang teknologi informasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, serta mampu menjawab tantangan transformasi digital di berbagai sektor,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti komitmen fakultas untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan visi UNUSIDA dalam menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki karakter yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Hasil kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi penyempurnaan kurikulum, penguatan akreditasi program studi, peningkatan tata kelola akademik, serta lahirnya berbagai kolaborasi inovatif yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komputer dan teknologi informasi di Indonesia. Sebagai ikhtiar dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul di era digital.,” jelasnya.

Selain agenda pendampingan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Aina Musdholifah, Ph.D., Head Department of Computer Science and Electronics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UGM. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan diskusi mengenai peluang kerja sama antarperguruan tinggi di bidang computer science.

Pembahasan mencakup pengembangan kurikulum, kolaborasi penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan program akademik bersama, hingga penguatan jejaring internasional. Diskusi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih luas untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi di bidang informatika.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T. saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-12 (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-12, Dekan FILKOM UNUSIDA: Jadilah Sarjana yang Berilmu dan Berakhlak

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-12 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Hall Lantai 5 Kampus UNUSIDA, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa Program Studi Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual sebelum mengikuti prosesi wisuda.

Acara tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H., M.Pd., Kepala Biro Akademik Muhammad Mansur Yafi, M.T., Wakil Dekan FILKOM Neni Kurniati, S.Kom., M.T., Ketua Program Studi Sistem Informasi Syahri Mukmin, S.Kom., M.T., Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn., Ketua Program Studi Informatika Muhammad Mahlul Alamin, S.Kom., M.Kom., serta perwakilan sponsorship dari Bank Raya Indonesia Cabang Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Dekan FILKOM UNUSIDA Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas keberhasilan mereka menyelesaikan studi hingga meraih gelar sarjana. Ia optimis sarjana FILKOM UNUSIDA dapat terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui bidang teknologi informasi dan industri kreatif.

“Tiada kata yang mampu menggambarkan perasaan kami kecuali kata selamat. Selamat bagi kalian yang telah berjuang sampai akhir dalam penyelesaian studi di Fakultas Ilmu Komputer,” ujarnya.

Ia mengajak para lulusan untuk mengenang kembali perjalanan akademik mereka sejak awal menjadi mahasiswa hingga mencapai titik kelulusan. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki cerita dan dinamika perjuangan yang berbeda, yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup ke depan.

“Setiap orang memiliki cerita yang berbeda-beda. Semua pengalaman itu akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi kehidupan selanjutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arda menegaskan bahwa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. Ia mengingatkan pentingnya peran dosen sebagai orang tua dalam dunia pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Ia juga berpesan kepada para lulusan untuk senantiasa menghormati dan meminta restu kepada dosen agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat.

“Saya berharap setelah prosesi yudisium ini, kalian menemui dosen-dosen kalian, meminta maaf dan meminta restu. Keberkahan ilmu juga datang dari ridha para guru,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Arda juga mengungkapkan kebiasaannya membaca Basmalah setiap kali menandatangani Surat Keterangan Lulus (SKL) sebagai doa agar para lulusan senantiasa mendapatkan perlindungan dan pertolongan Allah SWT dalam menjalani kehidupan setelah lulus.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal kehidupan, yakni menjaga tauhid dengan tidak menyekutukan Allah SWT, menjaga salat, serta menjauhi sikap sombong.

“Apapun profesi kalian nanti, tetap pegang nilai-nilai tersebut. Semoga kalian menjadi pribadi yang sukses, bermanfaat bagi masyarakat, dan mampu mengharumkan nama almamater,” pungkasnya.

Suasana pembukaan Workshop INACOM IoT Series 2026 Hima Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Informatika UNUSIDA Gelar INACOM IoT Series 2026, Ajak Generasi Muda Bangun Smart System

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop INACOM IoT Series 2026 bertema “Misi Otomasi: Bangun Smart System dengan Tanganmu Sendiri” di Hall Lantai 5 Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo dengan menghadirkan praktisi Diam Pratiwi, S.T. dan Firstanta Winawan Khansa R., S.T. sebagai narasumber.

Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA, SMK, MA, mahasiswa UNUSIDA, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai konsep Internet of Things (IoT) sekaligus praktik langsung membangun sistem otomatisasi menggunakan perangkat yang telah disiapkan oleh panitia.

Ketua HIMA Informatika UNUSIDA, M. Satrio Rahmatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi otomasi dan Internet of Things kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor kehidupan. Melalui kolaborasi dengan BPVP Sidoarjo, HIMA Informatika ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu menjembatani teori dengan praktik.

“Pemahaman tentang Internet of Things bukan lagi sekadar sesuatu yang menarik untuk dipelajari, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan wadah agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membangun sistem cerdas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPVP Sidoarjo, para narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar bersama praktisi harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UNUSIDA, Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan agenda tahunan HIMA Informatika yang setiap tahun mengangkat tema berbeda sesuai perkembangan teknologi.

“Workshop ini merupakan program tahunan HIMA Informatika. Tahun-tahun sebelumnya kami mengangkat tema digital marketing, pembuatan website, hingga artificial intelligence (AI). Tahun ini kami fokus pada Internet of Things agar peserta memiliki pengalaman baru dalam bidang otomasi dan sistem cerdas,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Informatika UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang teknologi informasi.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan perangkat IoT di bawah pendampingan para instruktur dari BPVP Sidoarjo. Selama sesi praktik, peserta diberi kesempatan untuk mencoba merancang sistem otomatisasi sederhana sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis yang ditemui.

“Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah, kampus, maupun lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” tambahnya.

Pihaknya terus mendorong UNUSIDA sebagai kampus yang terus mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi digital. Ia mengajak para peserta, khususnya siswa SMA, SMK, dan MA, untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Informatika UNUSIDA dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus Nahdlatul Ulama tersebut.

“Semoga melalui Workshop INACOM IoT Series 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan sistem cerdas berbasis Internet of Things sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri dan transformasi digital di masa depan,” pungkasnya.

Suasana Kunjungan Industri 2026 di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Kunjungan Industri 2026, Bekali Mahasiswa dengan Pengalaman Dunia Kerja

GRESIK — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Kunjungan Industri 2026 ke Radio Suara Surabaya dan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi.

Mengusung konsep learning beyond the classroom, kunjungan industri ini diikuti oleh mahasiswa FILKOM UNUSIDA untuk memperluas wawasan mengenai implementasi ilmu komputer di sektor media dan industri manufaktur.

Di Radio Suara Surabaya, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat proses kerja media profesional, mulai dari mekanisme penyiaran, pengelolaan ruang redaksi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, peserta memperoleh pengalaman mengenai sistem produksi, inovasi, serta manajemen industri manufaktur berskala nasional. Mahasiswa juga diperkenalkan pada penerapan teknologi dalam proses bisnis, pengendalian kualitas produk, hingga budaya kerja yang diterapkan perusahaan.

Selain memperoleh pengetahuan teknis, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, pengembangan karier, kemampuan adaptasi, serta pentingnya kolaborasi dan inovasi di era transformasi digital.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dengan mengenalkan mahasiswa secara langsung pada dunia industri.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan lulusan FILKOM UNUSIDA yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Melalui kunjungan industri ini, ia terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, dan kesiapan untuk berkontribusi di dunia profesional.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk atas sambutan hangat serta kesempatan belajar yang diberikan kepada seluruh peserta. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di era digital,” pungkasnya.

Iyung Fachrur Rozi, Alumni Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri: Iyung Fachrur Rozi, Alumni Informatika UNUSIDA yang Kini Berkarier sebagai Programmer

Dunia teknologi yang terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta memiliki kemampuan problem solving yang kuat. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan karier Iyung Fachrur Rozi, S.Kom., alumni Program Studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025 yang kini berkarier sebagai Programmer di PT. Madina Mentari Teknologi.

Bagi Iyung, menjadi mahasiswa Informatika UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahannya menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kemampuan berpikir logis, keterampilan pemrograman, hingga kesiapan menghadapi kebutuhan industri teknologi yang dinamis.

“Menjadi mahasiswa Informatika UNUSIDA adalah pengalaman berkesan karena saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik membangun sistem nyata yang relevan dengan dunia kerja,” ungkap Iyung kepada Humas UNUSIDA, Ahad (17/5/2026).

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya saat ini. Di tengah perkembangan industri digital yang menuntut inovasi cepat dan kemampuan adaptasi tinggi, pengalaman praktik yang diperoleh selama masa kuliah memberikan nilai tambah tersendiri.

Selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, Iyung merasakan bahwa proses pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan aspek implementasi. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam berbagai proyek, pengembangan sistem, serta penyelesaian studi kasus yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Pendekatan pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami bagaimana konsep pemrograman, pengembangan perangkat lunak, serta manajemen sistem diterapkan secara nyata dalam lingkungan profesional. Melalui berbagai pengalaman proyek, mahasiswa tidak hanya belajar menulis kode, tetapi juga memahami proses analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, hingga penyelesaian masalah berbasis teknologi.

Menurut Iyung, lingkungan akademik yang suportif menjadi salah satu faktor penting yang mendukung perkembangan kompetensinya. Dukungan dosen yang kompeten dan terbuka terhadap diskusi membuat proses belajar terasa lebih dinamis dan aplikatif.

“Lingkungan akademik yang suportif dan dosen yang kompeten membantu saya mengembangkan kemampuan problem solving serta logika pemrograman secara mendalam,” jelasnya.

Kemampuan problem solving sendiri menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam profesi programmer. Dalam dunia kerja, seorang programmer tidak hanya dituntut mampu membuat program berjalan dengan baik, tetapi juga harus mampu menemukan solusi atas berbagai tantangan teknis yang muncul selama proses pengembangan teknologi.

Kini, sebagai seorang programmer di PT. Madina Mentari Teknologi, Iyung merasakan secara langsung bagaimana fondasi yang dibangun selama kuliah berperan besar dalam mendukung pekerjaannya. Ia menghadapi berbagai tantangan industri yang membutuhkan ketelitian, kemampuan analitis, serta kecepatan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, dunia teknologi adalah bidang yang bergerak sangat cepat. Bahasa pemrograman, framework, hingga kebutuhan industri dapat berubah dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, seseorang yang berkarier di bidang teknologi harus memiliki pola pikir pembelajar dan kesiapan untuk terus mengembangkan kompetensi.

“Kini, sebagai seorang programmer, saya merasakan bahwa fondasi yang dibangun selama kuliah sangat berperan dalam menghadapi tantangan industri teknologi,” ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, pengalaman proyek selama kuliah juga menjadi bekal berharga dalam memahami kebutuhan industri secara nyata. Keterlibatan dalam proyek pengembangan sistem membuat Iyung terbiasa bekerja secara sistematis, memahami alur kerja pengembangan teknologi, serta berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas berbasis tim.

Ia menilai bahwa kampus memiliki peran besar dalam membentuk dasar keilmuan sekaligus pola pikir profesional seorang mahasiswa. Melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diajarkan bagaimana menghadapi tantangan pekerjaan secara profesional.

“Kampus berperan penting dalam membentuk dasar keilmuan dan pola pikir saya sebagai seorang programmer melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif. Dukungan dosen serta pengalaman proyek selama kuliah membantu saya memahami kebutuhan industri secara nyata,” tuturnya.

Bekal tersebut membuatnya lebih siap dan percaya diri dalam memulai serta mengembangkan karier di bidang teknologi. Baginya, kesiapan memasuki dunia kerja tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses belajar yang konsisten, lingkungan yang mendukung, dan kemauan untuk terus berkembang.

Kisah Iyung Fachrur Rozi menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan penting dalam membentuk generasi profesional yang siap bersaing di dunia kerja. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa kombinasi antara pembelajaran teoritis, praktik nyata, dan dukungan akademik mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Sebagai alumni Informatika UNUSIDA, Iyung juga memberikan pesan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin untuk memperkuat kompetensi dan memperluas pengalaman.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut mencoba hal baru, mengikuti proyek, maupun mengasah keterampilan di luar ruang kelas. Sebab, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional.

“Alumni UNUSIDA harus membuktikan bahwa lulusan muda hari ini mampu bersaing dan berkontribusi dalam industri teknologi. Kisah inspiratif ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA untuk terus membangun kompetensi, mengembangkan inovasi, dan berani mengambil peran dalam menghadapi tantangan era digital,” pungkasnya.

Dosen Informatika UNUSIDA, Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perjalanan Inspiratif Ahmad Khoir Alhaq, Alumni yang Kini Mengabdi Sebagai Dosen Informatika UNUSIDA

Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari keberanian mencoba dan terus belajar. Hal ini tercermin dari sosok Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom., alumni S1 Informatika tahun 2020 yang kini mengabdi sebagai dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Sejak masa kuliah, Ahmad dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kampus menjadi titik awal terbentuknya karakter dan kepercayaan dirinya. Ia tidak hanya berperan sebagai anggota, tetapi juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai wakil ketua panitia dalam sebuah seminar.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan hidupnya. Dalam peran tersebut, ia mendapatkan kesempatan untuk membawakan sambutan di hadapan banyak peserta. Meski sempat merasa gugup, Ahmad justru melihat hal itu sebagai bagian dari proses belajar yang berharga.

“Saya aktif berorganisasi hingga dipercaya menjadi wakil ketua panitia seminar dan membawakan sambutan. Meski sempat gugup, pengalaman tersebut melatih kemampuan komunikasi publik saya dan memperkuat rasa percaya diri dalam menghadapi audiens yang luas,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (29/4/2026).

Dari pengalaman sederhana itulah, Ahmad mulai menyadari bahwa organisasi bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga ruang pembentukan diri. Ia belajar bagaimana mengelola tanggung jawab, bekerja dalam tim, serta menyampaikan ide dengan baik di depan publik.

Menurutnya, kemampuan komunikasi publik menjadi salah satu keterampilan penting yang sering kali tidak disadari manfaatnya sejak dini. Padahal, di dunia akademik maupun profesional, kemampuan ini sangat dibutuhkan baik saat presentasi, mengajar, maupun berinteraksi dengan banyak orang.

Perjalanan Ahmad tidak berhenti setelah menyelesaikan studi sarjana. Semangat belajarnya membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa untuk melanjutkan studi S2, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya.

Selama menempuh pendidikan magister, Ahmad semakin mengasah kemampuan akademiknya sekaligus memperkuat visi untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Hingga akhirnya, ia kembali ke almamater sebagai dosen Informatika, mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya kepada generasi berikutnya.

Sebagai dosen, Ahmad tidak hanya mengajarkan materi perkuliahan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting kepada mahasiswa. Ia sering membagikan pengalaman pribadinya tentang pentingnya aktif berorganisasi dan berani keluar dari zona nyaman.

“Aktif berorganisasi bukan hanya soal pengalaman, tapi juga tentang membentuk keberanian dan kepercayaan diri. Dari rasa gugup hingga mampu berbicara di depan banyak orang, semua adalah proses yang berharga,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan dalam organisasi membuka banyak peluang belajar yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Mulai dari melatih kepemimpinan, manajemen waktu, hingga kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakter.

Menurut Ahmad, mahasiswa yang aktif cenderung memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi dunia kerja. Mereka terbiasa menghadapi tantangan, berkomunikasi, serta mengambil keputusan dalam situasi tertentu.

Kisah Ahmad menjadi bukti nyata bahwa pengalaman organisasi memiliki peran besar dalam membentuk masa depan seseorang. Dari rasa gugup saat pertama kali berbicara di depan umum, hingga kini mampu berdiri sebagai dosen yang mengajar di depan banyak mahasiswa, semuanya adalah hasil dari proses panjang yang dijalani dengan konsisten.

Ia berharap mahasiswa saat ini tidak ragu untuk mencoba berbagai pengalaman selama kuliah. Baginya, kegagalan atau rasa tidak percaya diri di awal bukanlah hambatan, melainkan bagian dari perjalanan menuju versi terbaik diri.

“Jangan takut untuk mencoba. Semua orang pernah merasa tidak percaya diri. Tapi dari situlah kita belajar dan berkembang,” pesannya.

Sebagai alumni, Ahmad juga merasa bangga dapat kembali ke UNUSIDA, tidak hanya sebagai lulusan, tetapi juga sebagai pengajar yang turut berkontribusi dalam mencetak generasi unggul di bidang teknologi.

Perjalanannya menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh keberanian mengambil peluang, kemauan belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan diri.

Dari organisasi, Ahmad belajar berbicara. Dari pengalaman, ia belajar percaya diri. Dan dari proses itulah, ia tumbuh menjadi sosok pendidik yang menginspirasi.

Kisah Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom. mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini dapat menjadi fondasi besar di masa depan. Aktif berorganisasi bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga membuka jalan menuju peluang yang lebih luas—bahkan hingga kembali mengabdi sebagai dosen di kampus tercinta.