FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 3 Resmi Dimulai, Bekali 143 Mahasiswa Jadi Calon Guru Inspiratif 1

FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 3 Resmi Dimulai, Bekali 143 Mahasiswa Jadi Calon Guru Inspiratif

Sidoarjo, 17 September 2026Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pembekalan FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 3 sebagai langkah strategis mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke satuan pendidikan. Mengusung tema “Mendidik, Mengabdi, Menginspirasi”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai calon pendidik.

Sebanyak 143 mahasiswa FKIP UNUSIDA akan mengikuti program mengajar yang ditempatkan di 12 Sekolah Dasar (SD), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan mengajar tersebut dijadwalkan berlangsung mulai akhir September hingga akhir November 2026.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembekalan merupakan tahapan penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan sebelum menghadapi kondisi pembelajaran secara langsung di sekolah.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan penguasaan materi akademik, tetapi juga kemampuan pedagogik, sosial, dan profesional. Selama berada di sekolah mitra, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik dan guru, serta memahami dinamika pembelajaran secara nyata.

“Pembekalan ini menjadi bagian penting agar mahasiswa memiliki kesiapan akademik, pedagogik, sosial, dan profesional ketika melaksanakan kegiatan mengajar di sekolah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan mengajar tidak semata-mata menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Lebih dari itu, pengalaman di sekolah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, membangun karakter, sekaligus memahami tanggung jawab seorang pendidik.

Ia mendorong mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi pembelajaran yang sesungguhnya. Dengan demikian, pengalaman mengajar dapat menjadi proses pembelajaran yang utuh bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi positif kepada sekolah mitra.

Baca juga:  Spirit Qurani Sambut Harlah ke-11 UNUSIDA: Tumbuh Bersama, Berdampak untuk Bangsa

“Mahasiswa harus mampu hadir sebagai pembelajar sekaligus calon pendidik yang profesional. Jadikan setiap pengalaman di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi positif bagi peserta didik,” pesan Dr. Hadi.

Pembekalan semakin relevan dengan hadirnya Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., yang memberikan pengarahan mengenai kebijakan pendidikan di Sidoarjo melalui materi “Upgrade Calon Guru: sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital.”

Dalam paparannya, Dr. Netti membahas tantangan calon guru di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekosistem pendidikan. Ia juga menyampaikan penerjemahan Asta Cita Kemendikdasmen melalui berbagai program prioritas pendidikan di Indonesia