Panitia BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Setelah Sukses Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II (Foto: BEM FE UNUSIDA)

BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Volume II

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UNUSIDA sukses menyelenggarakan Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (23/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum dari berbagai daerah. Webinar tersebut menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami dasar-dasar investasi dan pasar modal sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial.

Webinar menghadirkan dua pemateri berkompeten di bidang pasar modal, yakni Rahmat Fajar Basarda selaku Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur Bursa Efek Indonesia (IDX) sebagai pemateri utama, serta Adrian Fajar Eka Putra selaku Trainer PT Phintraco Sekuritas Surabaya sebagai pemateri pendamping. Acara dipandu oleh moderator Nurul Hikmah A. dan Alfiorence Devarareza S.

Dalam pemaparannya, Rahmat Fajar menyampaikan materi pengenalan pasar modal, berbagai jenis instrumen investasi, mekanisme transaksi, serta menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang investasi yang aman, legal, dan berkelanjutan sebagai bekal awal membangun kemandirian finansial.

“Mahasiswa harus mulai melek finansial. Tidak hanya menabung, tetapi juga memahami investasi yang aman dan sesuai regulasi. Ini penting sebagai bekal membangun kemandirian finansial sejak usia muda,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi. Rahmat Fajar menjelaskan prinsip dasar memilih investasi yang legal, terdaftar di OJK, serta memiliki risiko yang terukur dan berkelanjutan.

Ia berharap melalui kegiatan Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II ini mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi BEM FE dan KSPM UNUSIDA, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong masyarakat agar lebih mengenal pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran akan perencanaan keuangan jangka panjang, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan pemahaman investasi yang tepat dan bertanggung jawab,” terangnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi interaktif. Selain memperoleh wawasan teoritis, peserta juga mendapatkan insight praktis seputar dunia investasi, khususnya bagi pemula yang ingin mulai terjun ke pasar modal.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan fasilitas berupa e-sertifikat, kesempatan memperoleh fee top up Rekening Dana Nasabah (RDN), serta peluang networking dengan sesama peserta dan praktisi pasar modal.

Penulis: Mawan Ardiansyah

Latihan Alam IV UKMTeater SAE UNUSIDA (Foto: Dwi Anggraeni Novita Sari/Humas UNUSIDA)

UKM Teater SAE UNUSIDA Sukses Gelar Latihan Alam IV, Perkuat Karakter dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Teater SAE sukses menggelar Latihan Alam IV dengan mengusung tema ‘Panggung Tanpa Batas: Ruang Tumbuh dan Berkarya’. Kegiatan ini dipusatkan di Gondang, Pacet, Mojokerto selama tiga hari, Jum’at-Ahad (23-25/1/2026).

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda yang meliputi penyampaian materi, diskusi, praktik lapangan, refleksi, hingga aktivitas seni dan kebersamaan di alam terbuka. Seluruh kegiatan dirancang untuk melatih mental, fisik, serta pola pikir peserta agar mampu berproses secara disiplin, bertanggung jawab, dan kolaboratif.

Ketua Umum UKM Teater SAE UNUSIDA, Agus Muhsinin, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Latihan Alam IV bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang tumbuh bagi setiap peserta. Ia menyebutkan, kegiatan pengkaderan ini berfokus pada pembentukan karakter, solidaritas, serta pengembangan kreativitas dan kepemimpinan mahasiswa.

“Latihan Alam IV ini diharapkan menjadi proses pembelajaran berkelanjutan. Melalui kebersamaan selama tiga hari, kami ingin membangun kesadaran peran individu dalam organisasi serta membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan peka terhadap dinamika kerja kolektif,” ujarnya, Jumat (24/01/2026).

Melalui kegiatan ini, ia berharap Latihan Alam IV menjadi wadah berkelanjutan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kepedulian peserta terhadap alam dan lingkungan. Lebih dari sekadar pengkaderan, kegiatan ini menjadi ruang proses yang menumbuhkan kebersamaan, kepekaan rasa, dan semangat berkarya.

“Semoga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan, baik dalam perjalanan berteater maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, mulai dari materi, diskusi, hingga praktik lapangan. Kegiatan ini juga didampingi pemateri berpengalaman yang memberikan arahan serta ruang dialog, sehingga proses pembelajaran berlangsung terarah dan bermakna.

Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, Rafly Alfandi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Latihan Alam IV menjadi ruang belajar untuk mengolah rasa terhadap diri sendiri, alam, dan lingkungan sekitar.

“Nikmati alamnya, resapi prosesnya, dan tetap berkarya di mana pun kalian berada,” pesannya.

Salah satu peserta, Nur Izzah, mengungkapkan bahwa Latihan Alam IV membantunya menyadari pentingnya hubungan manusia dengan alam. “Alam memberi kehidupan, ketenangan, dan pelajaran berharga tentang rasa syukur atas ciptaan-Nya,” tuturnya.

Penulis: Dwi Anggraeni Novita sari

Katib Syuriyah PCNU Sidoarjo Tekankan Muhasabah dan Kekompakan dalam Momentum Serah Terima SK Plt. Rektor UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

PCNU Sidoarjo Tekankan Muhasabah dan Kekompakan dalam Momentum Serah Terima Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Sihabudin Sholeh, menegaskan pentingnya menjadikan setiap laporan dan capaian institusi sebagai bahan muhasabah (introspeksi diri) bersama. Menurutnya, setiap amanah yang diemban merupakan catatan yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan serah terima Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor UNUSIDA dan penyerahan laporan pertanggungjawaban pembangunan Gedung B Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Senin (26/1/2026).

Kiai Sihab mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga nilai amanah dan tanggung jawab, sekaligus menanamkan komitmen agar UNUSIDA benar-benar menjadi warisan peradaban yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Jadikan universitas ini sebagai peninggalan kebaikan untuk masa depan anak cucu kita. Semua yang kita kerjakan hari ini akan dimintai pertanggungjawaban,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, mengajak seluruh elemen UNUSIDA untuk terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat kolektif dalam melanjutkan capaian-capaian yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan baru nantinya merupakan kelanjutan dari pondasi yang sudah dibangun, bukan untuk merombak, melainkan memperkuat dan mengembangkan.

“Mari kita lanjutkan dan kembangkan apa yang sudah baik. Nahkoda boleh berganti, tapi arah perjuangan harus tetap sama. Kita dorong bersama agar UNUSIDA terus melaju,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan sumber daya manusia, termasuk calon doktor yang tengah dipersiapkan, sebagai modal penting penguatan UNUSIDA menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Gedung B UNUSIDA secara resmi menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Rektor UNUSIDA. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan LPJ dari Rektor kepada Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, PCNU Sidoarjo, dan PC Muslimat NU Sidoarjo.

“Mari meneguhkan komitmen bersama untuk terus membangun UNUSIDA sebagai kampus NU yang berdaya saing, berkarakter, dan memberi manfaat luas bagi umat,” pungkasnya.

Ketua BPP UNUSIDA Sampaikan Kesan Mendalam atas Kepemimpinan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua BPP UNUSIDA Sampaikan Kesan Mendalam atas Kepemimpinan Prof. Fatkul Anam Sebagai Rektor

SIDOARJO — Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menyampaikan kesan mendalam dan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., selama menjabat sebagai Rektor UNUSIDA masa khidmat 2014-2026. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Serah Terima Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Dalam kesempatan tersbeut, Kiai Arli Fauzi mengungkapkan bahwa pertemuan dan perpisahan merupakan bagian dari siklus kehidupan yang telah digariskan Allah SWT. Menurutnya, setiap amanah kepemimpinan harus disikapi dengan penuh kebijaksanaan, keikhlasan, serta doa kebaikan.

“Allah yang mempertemukan dan Allah pula yang memisahkan. Maka yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebaikan dalam setiap fase kehidupan. Perpisahan bukan akhir, tetapi bagian dari perjalanan khidmah,” tuturnya.

Kiai Arli Fauzi menegaskan bahwa Prof. Fatkul Anam tidak hanya berperan sebagai Rektor sejak UNUSIDA resmi berdiri hingga tahun 2026 ini, tetapi juga merupakan salah satu tokoh pendiri yang paling aktif mengawal proses perizinan hingga berdirinya UNUSIDA. Di bawah kepemimpinan beliau, UNUSIDA mengalami kemajuan signifikan, baik dari sisi tata kelola, akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun penguatan sumber daya manusia.

Berbagai capaian gemilang berhasil diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional. UNUSIDA tercatat menerima Anugerah Gold Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dari Kemenristekdikti selama dua tahun berturut-turut, serta penghargaan dari PBNU sebagai perguruan tinggi terbaik di antara perguruan tinggi NU berbadan hukum perkumpulan.

“Ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi investasi amal jariyah. Tata kelola yang beliau bangun, pola komunikasi yang beliau rajut, dan fondasi manajemen yang beliau letakkan akan terus memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh civitas akademika untuk melanjutkan kebaikan yang telah dirintis, seraya menegaskan bahwa siapa pun yang menanam kebaikan, maka pahala akan terus mengalir, termasuk bagi mereka yang melanjutkannya.

Ia berharap agar hubungan kultural antara Prof. Fatkul Anam dan UNUSIDA tetap terjalin erat, sehingga pengalaman dan inspirasi beliau tetap menjadi energi penggerak bagi pengembangan UNUSIDA ke depan.

“Semoga UNUSIDA terus berkembang, melahirkan generasi hebat, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sinergi kuat untuk UNUSIDA yang semakin maju,” pungkasnya.

Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si saat menyampaikan Laporan Kinerja di depan BPP, PCNU, dan PC Muslimat NU Sidoarjo (Foto: NU Delta)

Serah Terima SK Plt Rektor UNUSIDA, Prof. Fatkul Anam Sampaikan Laporan Kinerja dan Capaian Institusi 2025

SIDOARJO — Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Masa Khidmat 2014-2026 Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan laporan kinerja tahun 2025. Laporan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Serah Terima Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026). Laporan kinerja tersebut disampaikan di depan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, PCNU Sidoarjo, dan PC Muslimat NU Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan bahwa salah satu kekuatan utama UNUSIDA adalah soliditas internal dan komunikasi yang terjaga dengan baik. Menurutnya, harmonisasi antar unsur pimpinan dan civitas academica menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kampus.

“Alhamdulillah, di UNUSIDA kita bisa menjaga komunikasi dan perundingan dengan baik. Ini menjadi kelebihan kita, sehingga dinamika organisasi dapat dilalui tanpa konflik yang berarti,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari perjalanan sejarah UNUSIDA, mulai dari proses perizinan hingga pengembangan institusi saat ini. Dalam laporan kinerja 2025, ia memaparkan sejumlah capaian strategis di berbagai bidang.

Dalam laporannya, Prof. Fatkul Anam menjelaskan, di bidang akademik dan kelembagaan, UNUSIDA berhasil meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya pengakuan sebagai perguruan tinggi terbaik dalam ajang Anugerah Perkumpulan pada Januari 2025, serta ditutup dengan perolehan lima penghargaan di akhir tahun. Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UNUSIDA mencatat peningkatan peringkat nasional hingga berada di posisi 1.611.

Sementara pada sektor kemahasiswaan, UNUSIDA mengalami peningkatan prestasi secara signifikan, termasuk capaian mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Terbukti, sepanjang tahun 2025 UNUSIDA mencatat berbagai prestasi membanggakan, di antaranya meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terbaik LPT PBNU, Gold Winner BIMA Award 2025 pada kategori Pengabdian kepada Masyarakat, serta predikat Baik Sekali Klaster SIMKATMAWA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Capaian ini diperkuat dengan penguatan sistem penjaminan mutu, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kinerja tridarma perguruan tinggi.

Di bidang sumber daya manusia, UNUSIDA saat ini didukung oleh 91 dosen dengan mayoritas berkualifikasi magister dan terus mendorong percepatan studi lanjut doktoral. Pada sektor riset, produktivitas publikasi mengalami akselerasi signifikan dengan capaian skor SINTA yang terus meningkat, publikasi Scopus yang berkembang, serta penguatan budaya penelitian lintas program studi.

“Dari sisi sumber daya manusia, hingga akhir 2025 UNUSIDA terus memperkuat kualitas dosen dengan bertambahnya doktor baru dan peningkatan jabatan fungsional. Bahkan, diproyeksikan pada 2027 sekitar 40 persen dosen UNUSIDA telah bergelar doktor,” jelasnya.

Selain itu, UNUSIDA juga memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Ia juga menyampaikan gambaran umum kondisi keuangan dan aset universitas. Di antaranya pelunasan sebagian pinjaman perbankan, penguatan aset kampus, serta optimalisasi kerja sama dengan lembaga keuangan syariah. Per 23 Januari 2026, saldo kas UNUSIDA tercatat masih di angka yang sehat menunjukkan kesiapan menghadapi agenda akademik awal tahun.

“Saya berharap silaturahmi antar pimpinan dan civitas academica tetap terjaga demi keberlanjutan pembangunan UNUSIDA,” harapnya.

Ia juga menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fondasi penting menuju UNUSIDA yang unggul, mandiri, dan berdampak, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik, prestasi mahasiswa, penguatan tata kelola kelembagaan, serta keberlanjutan keuangan dan aset institusi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan kuat bagi kepemimpinan selanjutnya untuk melanjutkan akselerasi pembangunan UNUSIDA.

“Insyaallah seluruh proses ini kita lakukan bersama-sama, untuk menjaga amanah dan terus membangun UNUSIDA agar semakin maju,” pungkasnya.

Penyerahan SK Plt. Rektor UNUSIDA oleh Ketua BPP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Resmi, Dr. Hadi Ismanto Menjabat Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menunjuk Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, menggantikan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang akan purna tugas. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo serta PC Muslimat NU Sidoarjo untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan roda akademik dan kelembagaan kampus tetap berjalan optimal.

Dr. Hadi Ismanto dipercaya mengemban amanah tersebut dengan membawa komitmen kuat dalam melanjutkan program-program strategis UNUSIDA, khususnya penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta akselerasi capaian visi kampus sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penunjukan Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. UNUSIDA dinilai tepat, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam kepemimpinan kampus. Sebelumnya, Dr. Hadi Ismanto menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUSIDA selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Selama mengemban amanah tersebut, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan akademik, penguatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan akreditasi institusi dan program studi. Pengalaman panjang ini membuatnya sangat memahami karakteristik internal UNUSIDA sekaligus blueprint pengembangan kampus ke depan.

Kedekatannya dengan civitas academica serta keterlibatan aktif dalam berbagai agenda strategis universitas menjadi modal penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan. Dr. Hadi Ismanto juga dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong integrasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam sistem pendidikan tinggi, sejalan dengan visi besar UNUSIDA sebagai kampus berbasis keislaman dan kebangsaan.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. Rektor UNUSIDA diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus melanjutkan program-program prioritas, terutama dalam penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta akselerasi capaian menuju kampus unggul dan berdaya saing. Serta tetap konsisten melangkah dalam mencetak lulusan berkarakter, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Tampak hadir, ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Katib Syuriyah KH Syihabuddin Sholeh, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Th.I., Bendahara Umum PCNU Sidoarjo H Royyan, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, beserta seluruh pimpinan UNUSIDA.

UNUSIDA Sambut Mahasiswa Asing Penerima Beasiswa USoF dari Nigeria (Foto: Humas UNUSIDA)

Abdurrashid Lawal, Mahasiswa Asing di UNUSIDA Pertama Penerima Beasiswa USoF dari Nigeria

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berdaya saing global melalui program UNUSIDA Scholarship for Foreign Students (USoF). Awal tahun 2026 ini, Abdurrashid Lawal asal Nigeria resmi menjadi penerima beasiswa penuh UNUSIDA untuk menempuh pendidikan jenjang Sarjana (S1) pada Program Studi (Prodi) Informatika, Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UNUSIDA.

Kehadiran Abdurrashid disambut hangat oleh sivitas akademika UNUSIDA. Ia pertama kali dikenalkan pada saat rapat pimpinan dalam rangka Serah Terima Plt. Rektor UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Sebelum resmi diterima sebagai mahasiswa UNUSIDA, Abdulrashid Lawal telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Proses tersebut dimulai dari pendaftaran daring, sesi wawancara, hingga melengkapi berbagai persyaratan administratif, termasuk pengurusan visa dan izin belajar. Seluruh tahapan itu dijalaninya dengan penuh kesungguhan hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa di UNUSIDA

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional UNUSIDA, Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa program beasiswa mahasiswa asing telah lama dirancang sebagai bagian dari visi internasionalisasi kampus. Program USoF sendiri merupakan inisiatif strategis kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional sekaligus memperluas jejaring global UNUSIDA.

“Program ini kami siapkan untuk membuka peluang studi di UNUSIDA bagi mahasiswa dari berbagai negara. Harapannya, UNUSIDA dapat menjadi ruang perjumpaan lintas budaya sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Melalui program USoF, pihaknya tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga menanamkan nilai toleransi, keberagaman, dan persaudaraan global. Kehadiran mahasiswa asing diharapkan mampu memperkaya atmosfer akademik kampus serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk berani bermimpi dan berkiprah di tingkat internasional.

“Selamat datang di UNUSIDA, Abdulrashid Lawal. Semoga perjalanan akademikmu sukses dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdulrashid Lawal mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya bisa memperoleh kesempatan belajar di Indonesia, khususnya di UNUSIDA. Ia mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia sejak pertama kali tiba.

“Saya sangat senang dan bersyukur mendapatkan beasiswa ini. Orang Indonesia sangat baik dan ramah,” tuturnya.

Selama menempuh pendidikan di Prodi Informatika, Abdurrashid juga akan menetap di Pondok Pesantren Sabilur Rosyad untuk memperdalam ilmu keislaman. Baginya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus spiritual.

Mahmuda, S.M., Alumni Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Kerja: Kisah Inspiratif Mahmuda, Alumni Manajemen UNUSIDA

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus melahirkan alumni-alumni yang mampu berkiprah di dunia profesional. Salah satunya adalah Mahmuda, S.M., alumni Program Studi Manajemen pertama tahun 2014, yang kini berkarier di PT Sinar Surya Trans pada bagian Administrasi.

Mahmuda mengungkapkan bahwa mengungkapkan bahwa UNUSIDA memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya. Menurutnya, kampus tidak hanya membekali ilmu akademik, tetapi juga menyediakan ruang pengembangan diri melalui organisasi dan program magang yang membantunya memahami dunia kerja secara nyata. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkannya lebih percaya diri memasuki dunia profesional.

Perjalanan kariernya tidak lepas dari pengalaman aktif selama masa kuliah. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Menurutnya, organisasi menjadi ruang penting untuk mengasah soft skill sekaligus memperluas jejaring.

“Lewat organisasi, kita bisa memperluas jaringan dengan sesama mahasiswa maupun dosen. Dari situ wawasan dan pengalaman juga bertambah,” ujarnya saat dihubungi oleh Humas UNUSIDA, Selasa (27/1/2026).

Tak hanya itu, Mahmuda juga menyebut bahwa UNUSIDA memiliki peran besar dalam pengembangan dirinya melalui program magang. Ia pernah menjalani magang di The Sun Hotel pada bagian HR & GA, pengalaman yang menjadi bekal berharga saat memasuki dunia kerja profesional.

“Kampus menyediakan wadah untuk pengembangan diri, salah satunya lewat magang. Dari sana saya belajar langsung bagaimana dunia kerja berjalan,” tuturnya.

Kini, sebagai staf administrasi di PT Sinar Surya Trans, Mahmuda terus mengembangkan kompetensinya dengan semangat belajar yang sama seperti saat masih menjadi mahasiswa. Ia berharap kisahnya ini dapat memotivasi mahasiswa UNUSIDA untuk aktif berorganisasi, memanfaatkan peluang magang, dan berani mengembangkan potensi diri sejak dini.

Bagi Mahmuda yang lulus pada tahun 2019 lalu, masa kuliah bukan hanya tentang mengejar nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, relasi, dan pengalaman hidup yang kelak menjadi bekal berharga di dunia kerja.

“Pengalaman akademik maupun non akademik di luar kelas ketika kuliah adalah bekal berharga untuk membentuk karakter, memperluas jejaring, dan menyiapkan diri menghadapi dunia kerja. UNUSIDA, kampus yang tepat untuk tumbuh, berprestasi, dan menjemput masa depan,” ungkapnya.

Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia (Foto: Istimewa)

Refleksi Hari Pendidikan Internasional 2026, Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia

Hari Pendidikan Internasional 2026 hadir sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan untuk segera mengakhiri era standarisasi manusia. Di tengah kemajuan kecerdasan artifisial yang mampu menggantikan kemampuan kognitif rata-rata, pendidikan dituntut melakukan lompatan paradigmatik. Kearifan klasik Islam telah lama memberi peringatan yang relevan lintas zaman: “La tahtaqir man dunaka, fa inna likulli syai’in maziyyah” jangan meremehkan siapa pun, karena pada setiap diri terdapat keistimewaan.

Ungkapan ini kini bertransformasi menjadi sebuah Manifesto Pedagogis. Jika sekolah masih mendidik murid untuk sekadar menjadi rata-rata, maka cepat atau lambat peran mereka akan digantikan oleh mesin. Tantangan guru abad ke-21 bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan menjadi penemu keunikan menggali maziyyah yang membuat setiap murid tak tergantikan.

Konsep demokrasi kecerdasan menjadi keniscayaan untuk meruntuhkan kasta intelektual yang selama ini memuja satu standar tunggal. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner telah lama membongkar mitos kecerdasan tunggal. Meremehkan murid yang tidak unggul secara akademik bukan sekadar kesalahan pedagogis, melainkan kekeliruan epistemologis yang fatal.

Fenomena global tentang neurodiversity semakin menegaskan hal ini. Anak dengan disleksia, ADHD, atau spektrum autisme justru kerap menunjukkan human signature yang luar biasa: kemampuan visual, kreativitas spasial, empati mendalam, hingga pola pikir visioner yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma. Jangan meremehkan mereka yang sulit mengeja, sebab bisa jadi merekalah arsitek masa depan atau pemimpin inovatif dengan cara berpikir yang melampaui kelaziman.

Dalam konteks inilah, pedagogi berdiferensiasi pada tahun 2026 bukan lagi pilihan metodologis, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap martabat manusia. Carol Ann Tomlinson menegaskan bahwa keadilan di ruang kelas bukanlah memberi perlakuan yang sama, tetapi memberi dukungan yang tepat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing murid. Di era hyper-personalized learning, homogenisasi pembelajaran justru menjadi bentuk ketidakadilan.

Ketika guru berani mendiferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran, sejatinya ia sedang mempraktikkan keadilan sosial dalam bentuk paling konkret. Setiap murid diberi jembatan yang sesuai untuk menyeberang dari keterbatasan menuju aktualisasi diri. Inilah pendidikan yang memerdekakan, bukan menyingkirkan.

Lebih jauh, menuntun kodrat murid hari ini berarti membekali mereka dengan Human Flourishing Skills kemampuan untuk tetap bermakna di tengah dominasi mesin. Filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang guru sebagai pamong kembali menemukan relevansinya, terutama saat dunia menghadapi krisis kesehatan mental remaja secara global. Murid yang terus-menerus diremehkan karena nilai akademik sering kali kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan makna hidup.

Guru masa kini adalah kurator bakat. Seperti petani yang bijaksana, ia merawat padi agar tumbuh menjadi padi unggul tanpa pernah memaksanya menjadi jagung. Menghargai keistimewaan anak bukan sekadar soal prestasi, melainkan tentang menjaga nyala api potensi agar tidak padam di tengah disrupsi zaman.

Pesan penutup dari refleksi ini adalah pentingnya kerendahan hati intelektual dalam dunia pendidikan. Sikap meremehkan lahir dari pola pikir kaku (fixed mindset), sementara pengakuan atas maziyyah tumbuh dari visi masa depan yang memahami bahwa diversitas bukan ancaman, melainkan sumber stabilitas. Dalam ekonomi kolaborasi 2026, keberhasilan tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling mampu berharmoni dengan beragam jenis kecerdasan.

Mari jadikan ruang kelas sebagai panggung simfoni, tempat setiap instrumen kecerdasan memainkan perannya. Jangan biarkan satu pun cahaya murid padam hanya karena kita gagal mengenalinya.

Penulis: Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Momen Mujahadah, UNUSIDA Berikan Apresiasi kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Mujahadah Jumat Kliwon di Masjid K.H. M. Hasyim Asy’ari UNUSIDA, Jumat (23/1/2026).

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta prestasi gemilang mahasiswa dan dosen pembimbing dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi.

Adapun mahasiswa dan dosen pembimbing yang menerima apresiasi antara lain:

  1. Dr. Arda Surya Editia, M.T. beserta mahasiswa peraih Juara 1 Innovation Design Startup Competition,

  2. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 2 World Entrepreneurial Case Competition (WECC),

  3. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 3 International Business Plan Competition,

  4. Anggay Luri Pramana, M.Kom. beserta mahasiswa peraih Juara 1 National Applied Science Project Olympiad,

  5. M. Fathir Firmansyah – Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi,

  6. Lailatul Ma’rifah – Juara 3 Lomba Esai Nasional FORPIMAWA 2025,

  7. Indah Dwi Cahyani – Lomba Poster Nasional THEORIST 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia UNUSIDA yang mampu bersaing di level nasional dan internasional. Selaras dengan suasana Mujahadah Jumat Kliwon, pemberian penghargaan kali ini sekaligus menjadi refleksi spiritual atas capaian prestasi yang diraih serta menginspirasi mahasiswa lain.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. UNUSIDA akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berani berkompetisi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, riset, dan inovasi. UNUSIDA sebagai perguruan tinggi tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya prestasi, inovasi, dan karakter mahasiswa yang berdaya saing global.

“Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.