LPPM UNUSIDA dan LPPM UNUGIRI Jalin Kerja Sama (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA dan UNUGIRI Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama bersama LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, di ruang pertemuan Kampus 2 UNUSIDA, Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri agenda kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan institusi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kemitraan strategis antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang lebih luas dan berdampak nyata. Sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dr. Hadi Ismanto juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas tridarma tidak hanya bergantung pada sumber daya internal, tetapi juga pada jejaring kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan lain, dunia industri, maupun pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama strategis. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, hadir bersama jajaran tim untuk menyambut rombongan tamu Ketua LPPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dan tim.

Elsa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menuturkan bahwa benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman pengelolaan lembaga, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian yang kolaboratif.

“Mari terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanfaatan dan keberlanjutan,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi kelembagaan, pemaparan program unggulan masing-masing LPPM, serta prosesi penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya kemitraan antar kedua institusi.

Workshop Digital Marketing Batch 4 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Workshop Digital Marketing Batch 4, Bekali Mahasiswa UNUSIDA Strategi Bisnis Digital Berbasis AI

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo kembali menyelenggarakan Workshop Digital Marketing Batch 4 pada Rabu (11/2/2026) di Hall kampus UNUSIDA, Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mempelajari strategi pemasaran digital terkini untuk menunjang kesiapan di dunia kerja maupun wirausaha.

Workshop menghadirkan narasumber Fidi Handoko, seorang konsultan bisnis yang juga aktif sebagai praktisi di bidang pemasaran digital. Dalam pemaparannya, ia membahas tema seputar pembuatan konten otomatis, strategi mendapatkan cuan melalui affiliate marketing, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam platform e-commerce seperti Shopee.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan sumber pendapatan baru tanpa harus memiliki modal besar.

“Sekarang siapa pun bisa memulai bisnis digital, kuncinya adalah konsisten membuat konten, memahami pasar, dan memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat proses kerja,” ujarnya di hadapan peserta.

Ketua Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo tersebut menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan peluang teknologi sebagai sarana membangun usaha mandiri sekaligus meningkatkan daya saing. Menurutnya, era digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk berinovasi tanpa harus terbatas pada modal besar, selama memiliki kreativitas dan kemauan belajar yang tinggi.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi soft skills, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan di era digital. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin ekonomi masa depan. Mereka harus berani mencoba, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkembang,” ujarnya.

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai peluang bisnis digital. Ia merasa termotivasi untuk mencoba mengembangkan konten kreatif sekaligus belajar membangun personal branding di media sosial.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan contoh praktik langsung terkait strategi pemasaran digital yang efektif dan relevan dengan tren saat ini.

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar LENTERA 2026, Orientasi Jurusan Perdana bagi Calon Pendidik Bangsa 1

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar LENTERA 2026, Orientasi Jurusan Perdana bagi Calon Pendidik Bangsa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sukses menggelar acara orientasi jurusan perdana bertajuk LENTERA, Ahad (15/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 5 Kampus UNUSIDA di Sidoarjo, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk memulai langkah sebagai calon pendidik bangsa.

Dengan mengusung tema ‘Menghidupkan Nilai Luhur Pendidikan Dasar dalam Langkah Awal Calon Pendidik Bangsa’, kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara penguatan akademik dan pembentukan karakter. Peserta tidak hanya menerima materi mendalam mengenai ke-PGSD-an, tetapi juga dibekali sesi motivasi untuk menumbuhkan rasa bangga dan dedikasi terhadap profesi guru sekolah dasar.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA PGSD) UNUSIDA, Zafrina Jihan Sajida, menegaskan pentingnya peran mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

Hal tersebut ia sampaikan dalam salah satu kegiatan kemahasiswaan PGSD UNUSIDA yang diikuti mahasiswa lintas angkatan. Menurutnya, organisasi mahasiswa menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi yang akan sangat dibutuhkan ketika terjun ke dunia pendidikan.

“Mahasiswa PGSD bukan hanya belajar menjadi guru di dalam kelas, tetapi juga harus belajar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui organisasi, kita dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Zafrina juga menekankan bahwa HIMA PGSD UNUSIDA berkomitmen menghadirkan program kerja yang inovatif dan bermanfaat bagi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter. Ia berharap seluruh mahasiswa PGSD dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar perkuliahan formal.

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi guru sekolah dasar, mengingat peran guru sangat penting dalam membentuk generasi masa depan bangsa.

“Kita adalah calon pendidik yang akan membentuk karakter anak-anak Indonesia. Maka sejak sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan ilmu, sikap, dan pengalaman organisasi yang baik,” tambahnya.

Ketua Pelaksana, Abdillah Daffa Wahyu menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara inklusif untuk menyatukan seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2025, baik dari kelas reguler maupun mahasiswa yang berdomisili di pondok pesantren.

“Melalui LENTERA, kami ingin membangun sinergi dan rasa kekeluargaan tanpa sekat. Nilai-nilai luhur pendidikan dasar kami tanamkan dengan cara yang menyenangkan. Saya berterima kasih kepada seluruh panitia serta dosen fakultas maupun prodi atas dukungan dan support-nya sehingga acara ini dapat berjalan maksimal. Cinta PGSD, jaya selalu UNUSIDA,” jelasnya.

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi outbound dan berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk melatih kerja sama tim. Aktivitas tersebut berhasil mencairkan suasana sekaligus mempererat keakraban antar mahasiswa dari latar belakang yang berbeda.

Salah satu peserta mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Acaranya sangat seru, terutama saat sesi permainan kelompok. Selain mendapatkan ilmu tentang prodi PGSD, kami juga lebih semangat untuk kuliah karena banyak motivasi baru. Saya jadi lebih kenal dekat dengan teman-teman. Walaupun agendanya sebentar, tapi pokoknya seru banget,” ungkapnya.

Penulis: Akmal Khuluq

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental (Foto: UKM KSR-PMI UNUSIDA/Faris)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga di Tengah Krisis

SIDOARJO — Membawa misi pentingnya kesejahteraan psikologis dalam situasi darurat, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan seminar kesehatan mental bertajuk “Mental Health in Crisis Response: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga’. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) ini dipusatkan di Aula Lantai 4 Kampus UNUSIDA dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi serta masyarakat umum.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA, Mochammad Fahris Fanani mengatakan, seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi.

Melalui seminar ini, ia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan raga, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menambahkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tekanan akademik yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya kemampuan adaptasi serta pengelolaan emosi yang baik agar tidak mudah mengalami stres berlebihan.

“Saat ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kesehatan mental secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan strategi praktis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Esa Kartika Dewantari Samudra, S.Psi., M.Pd, yang menjadi narasumber mengupas berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap muncul di masa sulit, sekaligus menekankan bahwa kesehatan jiwa memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fisik dalam merespons permasalahan.

“Kesehatan mental bukan hanya tentang ketiadaan gangguan jiwa, tetapi bagaimana kita tetap mampu berdiri teguh dan merawat diri di tengah situasi krisis,” ungkap salah satu pemateri.

Ia juga membagikan tips praktis mengenai teknik self-care, manajemen stres, serta peran individu dalam menjadi sistem pendukung bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh wawasan teoritis, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung terkait strategi mitigasi krisis dari perspektif kesehatan mental.

Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat. “Acara ini sangat membuka mata. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mengelola kecemasan dan tetap adaptif saat berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026, Kembangan Keterampilan Analisis Data dan Penelitian Ilmiah

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pelatihan bertema ‘Analytical Skills for Future Scholars: Excel, SPSS, dan SmartPLS’. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (13/2/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan analisis data dan penelitian ilmiah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini merupakan panggung berharga untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.

“Saya harap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu meningkatkan kualitas penelitian, lulus tepat waktu, serta memiliki kompetensi unggul yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik berbasis data,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan riset bagi mahasiswa sebagai bekal masa depan akademik maupun profesional. Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama kampus.

“Riset akan melekat pada diri kita sepanjang karier akademik. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar bisa menghasilkan karya terbaik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan dapat terselenggara sesuai dengan perencanaan. Ia menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kemampuan analisis data untuk kebutuhan akademik dan riset ilmiah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya mewakili panitia pelaksana.

Ia menjelaskanbahwa kegiatan ini merupakan upaya organisasi dalam menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap penguasaan keterampilan analisis data yang semakin penting di dunia akademik maupun profesional. Menurutnya, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya dalam penyusunan skripsi dan penelitian ilmiah.

Workshop ini  menjadi langkah strategis dalam mencetak future scholars yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis data. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan analitis sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir, penelitian, maupun persiapan menghadapi kompetisi akademik,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.SI saat menjadi narasumber (Foto: Muchammad Waziruddin)

LKMM-TD Season V, Fakultas Teknik Perkuat Gagasan Berdampak Mahasiswa untuk PKM, PPK Ormawa, dan P2MW

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menyelenggarakan LKMM-TD Season V Tahun 2026 di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (7–8/2/2026). Dengan mengusung tema ‘Empowering Skills, Inspiring Future Leaders’, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa melalui pembekalan materi strategis yang berorientasi pada luaran prestasi dan kebermanfaatan.

Pada sesi lanjutan, fokus pembelajaran diarahkan pada perumusan gagasan, penyusunan rencana kerja, serta penguatan sistem pendukung organisasi mahasiswa agar mampu berkompetisi secara terukur dan berkelanjutan. Materi pertama bertajuk Mindset Building Mahasiswa Teknik Berprestasi dan Berdampak disampaikan Dekan Fakultas Teknik, Listin Fitrianah, S.P., M.Si.

Ia menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibentuk melalui pola pikir yang konsisten. Menurutnya, mahasiswa teknik harus berani berpikir solutif sekaligus memiliki orientasi dampak sosial. Ia menyampaikan bahwa mindset berprestasi dimulai dari keberanian menetapkan standar tinggi bagi diri sendiri sehingga dampak yang dihasilkan akan semakin luas.

Penguatan teknis perumusan gagasan dilanjutkan oleh Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan. Ia menjelaskan bahwa proposal yang baik harus berbasis masalah nyata, memiliki kebaruan, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, konsistensi antara latar belakang, metode, dan luaran menjadi kunci keberhasilan proposal dalam kompetisi nasional.

Pendalaman program pengabdian masyarakat disampaikan oleh Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya analisis kebutuhan mitra serta keberlanjutan program. Ia menjelaskan bahwa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi fokus materi berikutnya oleh Untung Usada, S.Si., M.T. Ia membagikan pengalaman pendampingan tim wirausaha hingga tingkat nasional serta menekankan pentingnya validasi pasar dan model bisnis yang realistis. Menurutnya, ide kewirausahaan mahasiswa harus memiliki kelayakan usaha, proyeksi keberlanjutan, dan daya saing.

Aspek pengorganisasian kegiatan dibahas oleh Taqwanur, S.T., M.MT., yang menjelaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada koordinasi dan komunikasi yang sistematis dalam kepanitiaan. Ia menilai bahwa tanpa kejelasan peran, gagasan besar sekalipun dapat kehilangan arah implementasi.

Materi terakhir mengenai administrasi disampaikan oleh Zahrotul Azizah, S.T., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik. Ia menegaskan bahwa ketertiban administrasi dan transparansi keuangan merupakan bentuk profesionalitas organisasi mahasiswa serta fondasi pertanggungjawaban kegiatan.

Melalui rangkaian materi tersebut, LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA Tahun 2026 tidak hanya menjadi forum pembelajaran manajerial, tetapi juga laboratorium gagasan yang diarahkan pada capaian konkret dalam berbagai program nasional kemahasiswaan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa Fakultas Teknik yang berdaya saing tinggi, berprestasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Jajaran Kemahasiswaan saat menghadiri LKMM-TD Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik, Wakil Rektor 3 UNUSIDA Apresiasi Konsistensi prestasi mahasiswa

MOJOKERTO — Komitmen penguatan kapasitas mahasiswa dalam LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA turut mendapat perhatian dari Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi prestasi mahasiswa Fakultas Teknik yang setiap tahun berhasil menorehkan capaian membanggakan, khususnya dalam program-program unggulan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), serta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pembinaan terarah dan budaya prestasi yang terus dijaga. Lebih lanjut, ia berharap LKMM-TD Season V menjadi instrumen strategis untuk memperkuat capaian melalui target luaran yang lebih terukur.

“Jangan hanya hadir secara administratif. Jadikan forum ini sebagai momentum transformasi diri. Dari sini harus lahir proposal, gagasan, dan kolaborasi yang siap bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara fakultas dan universitas dalam mendorong capaian mahasiswa agar lebih terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pembinaan kemahasiswaan yang menekankan penguatan kapasitas kepemimpinan dan kompetensi mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang solid antara unit fakultas dengan institusi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang efektif. Menurutnya, ketika arah pembinaan disusun secara terpadu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman organisasi, tetapi juga memiliki peta pengembangan diri yang jelas.

“Kegiatan seperti LKMM-TD bukan sekadar agenda pembinaan rutin, melainkan fondasi strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik maupun dunia profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sinergi pembinaan harus terus dilakukan secara konsisten agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi. Ia menilai bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kesiapan karier yang matang.

Menurutnya, melalui program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu merancang arah pengembangan karier sejak dini. Hal ini penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang kompetisi nasional.

“Kampus akan terus mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada prestasi dan luaran nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan capaian yang terukur serta berdampak bagi institusi dan masyarakat,” pungkasnya.

Pembukaan LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: BEM FT UNUSIDA)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA 2026, Perkuat Kepemimpinan dan Budaya Prestasi Mahasiswa

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Season V Tahun 2026 pada Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026) yang dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto.

Mengusung tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran manajerial yang terstruktur dan terukur guna membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan yang adaptif, progresif, serta berorientasi pada capaian prestasi. Suasana kawasan Trawas yang kondusif turut memperkuat atmosfer reflektif sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta sejak hari pertama pelaksanaan.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menekankan pentingnya mahasiswa Fakultas Teknik menjadi pribadi berprestasi dan berdampak. Beliau menegaskan bahwa tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders harus dimaknai sebagai komitmen membangun kapasitas diri sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa Fakultas Teknik harus berani tampil, berani bersaing, dan berani memberikan dampak. Prestasi bukan pilihan, melainkan keniscayaan,” tuturnya.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra menegaskan bahwa LKMM-TD bukan sekadar agenda formal kemahasiswaan, melainkan proses penguatan mental dan arah gerak organisasi. Menurutnya, forum ini menjadi ruang pembentukan daya juang dan komitmen mahasiswa dalam menyatukan gagasan dan tindakan.

Sementara itu, Koordinator Pembantu Panitia Pelaksana dari pengurus BEM Fakultas Teknik, Nur Cahyo Febrianto menekankan pentingnya kesiapan teknis serta keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci keberhasilan forum pembelajaran ini.

“Kami menginginkan seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan tertib dan terarah. Lebih dari itu, forum ini harus mampu melahirkan luaran nyata yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akademik maupun organisatoris,” ujar Koordinator Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) tersebut.

Ketua Pelaksana LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga Ketua Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa LKMM-TD tahun ini dirancang dengan orientasi luaran yang konkret dan selaras dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa teknik. Ia menyampaikan bahwa setiap proses dalam kegiatan tersebut diupayakan menghasilkan keterampilan aplikatif, bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional.

“Setiap proses dalam LKMM-TD ini kami desain agar menghasilkan keterampilan nyata. Bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional,” jelasnya.

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 (Foto: UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ke-X Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/2/2026) dengan rangkaian agenda edukatif dan aplikatif.

Ketua UKM Pramuka UNUSIDA, M Syafi’i menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.

Melalui Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 ini, ia berharap para peserta dapat memahami nilai-nilai kepramukaan secara komprehensif, meningkatkan keterampilan praktis, serta siap menjadi anggota Racana yang aktif, tangguh, dan berkarakter.

“Kami terus berkomitmen menunjukkan UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, dan siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Racana. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada seluruh peserta.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan dan keterampilan. Materi Wawasan Kebangsaan menjadi sesi pembuka yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui materi ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi pramuka yang berjiwa patriotik dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta menerima materi dari Pemadam Kebakaran mengenai dasar-dasar penanggulangan kebakaran, prosedur keselamatan diri, serta langkah-langkah penanganan situasi darurat. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis yang relevan dan bermanfaat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas kepramukaan.

Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Survival. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, mulai dari mengenali kondisi lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga teknik dasar survival yang diperlukan dalam kondisi darurat.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Mountaineering. Peserta dilatih teknik dasar pendakian, penggunaan peralatan dengan benar, serta aspek keselamatan dalam kegiatan alam bebas. Materi ini bertujuan meningkatkan keterampilan fisik, ketahanan mental, serta kerja sama tim antar peserta.

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar International Seminar Secara Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Seminar International Bahas Perang Dagang hingga Volatilitas Pasar Minyak

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik berwawasan global melalui penyelenggaraan International Seminar bertajuk ‘Trade Wars, Sanctions, and Oil Market Volatility under Trump-Era Policies’, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini digelar secara hybrid di Hall Kampus2 UNUSIDA dan Zoom Meeting.

Dekan FE UNUSIDA menyampaikan bahwa seminar internasional sebagai forum ilmiah untuk membedah dinamika ekonomi global yang terus bergerak dan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membuka wawasan mahasiswa terkait perkembangan ekonomi global serta kebijakan internasional yang terus mengalami perubahan.

“Forum ini sangat baik untuk membuka wawasan mahasiswa tentang ekonomi global hingga kebijakan internasional yang pergerakannya secara langsung memengaruhi ekonomi nasional. Mahasiswa harus memiliki perspektif luas dan tidak hanya melihat ekonomi dalam lingkup domestik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, tantangan ekonomi global menjelang tahun 2026 saat ini semakin kompleks. Kebijakan proteksionisme dan sanksi ekonomi telah menjadi instrumen utama dalam diplomasi internasional yang berdampak signifikan terhadap arus perdagangan global serta stabilitas harga energi, termasuk minyak dunia. Oleh karena itu, kajian akademik yang mendalam sangat diperlukan agar mahasiswa mampu memahami konteks global secara komprehensif.

“Saya harap kampus dapat terus menjadi ruang dialog akademik yang responsif terhadap isu-isu global, sekaligus memperkuat kontribusi kampus NU dalam menjawab tantangan ekonomi dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara umum.

“Memasuki tahun 2026, kita menyaksikan dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Perang dagang, kebijakan sanksi, serta volatilitas pasar energi menjadi isu strategis yang perlu dipahami secara akademis. Saya berharap seminar ini dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA sebagai kampus Nahdlatul Ulama terus berupaya menghadirkan forum akademik yang religius, ilmiah, dan progresif, sejalan dengan semangat membangun generasi intelektual yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas perspektif sivitas akademika terhadap dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat budaya akademik yang kritis, analitis, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya.