Bedah Buku “Trilogi Kartini” Semarakkan Hari Kartini 2026 di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Semarak Peringatan Hari Kartini 2026, UPT Perpustakaan UNUSIDA Gelar Bedah Buku “Trilogi Kartini”

SIDOARJO — Memperingati Hari Kartini 2026, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNUSIDA bersama Divisi Pendidikan, Gender, dan Anak UNUSIDA berkolaborasi dengan PARI serta Yayasan Pustaka OBOR Indonesia menggelar Bedah Buku Trilogi Kartini karya Wardiman Djojonegoro pada Ahad (26/4/2026) di Hall A Lantai 5 Gedung A UNUSIDA. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dilaksanakan secara hybrid.

Tiga pemateri hadir mengulas pemikiran Kartini dari perspektif literasi, pendidikan perempuan, dan relevansinya hari ini: Suherman (Pustakawan BRIN Jakarta), Dr. Tri Soesanti, Dra., M.Si (Dosen Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP Unair), serta Kuswanto, S.S., M.A (Mutiara Rindang). Diskusi dipandu moderator Ani Nur Karimah, S.Hum.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa literasi akademisi merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendorong kemajuan Indonesia. Ia mengapresiasi semangat para peserta yang tetap hadir dan berkontribusi tanpa mengharapkan imbalan materi. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan jauh lebih besar dibandingkan kepentingan pribadi.

“Pengorbanan waktu dan tenaga yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan, melainkan bentuk cinta yang besar terhadap kemajuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk pengalaman kerja sama dengan lembaga pendidikan dan perpustakaan. Namun, ia mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam memenuhi kebutuhan literasi masyarakat, terutama dalam akses dan minat baca yang belum merata.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto menjelaskan bahwa literasi memiliki korelasi erat dengan kebahagiaan dan kemajuan suatu bangsa. Menurutnya, masyarakat yang memiliki budaya membaca yang baik cenderung lebih maju dan sejahtera.

Ia juga menyinggung pentingnya optimalisasi sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan literasi, termasuk di bidang sains dan teknologi. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai langkah nyata dalam menjawab kebutuhan pendidikan di masa depan.

“Semangat membaca itu berkorelasi dengan kebahagiaan, dan literasi berkorelasi dengan kemajuan. Inilah yang harus terus kita dorong bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 1993-1998 Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro yang turut hadir secara online melalui zoom meeting menyoroti gagasan emansipasi Kartini yang ditempuh melalui pendidikan dan kemandirian perempuan. Ia menekankan bahwa kesetaraan partisipasi laki-laki dan perempuan dalam pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial merupakan prasyarat kemajuan bangsa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bahwa semangat Kartini tetap relevan: literasi sebagai jalan pemberdayaan, pendidikan sebagai pintu kemerdekaan, dan kolaborasi sebagai kunci keberlanjutan gerakan.

“Kartini tidak melawan dengan kekerasan, tetapi dengan gagasan. Ia mendorong perempuan agar merdeka melalui pendidikan, keterampilan hidup, dan literasi,” tuturnya.

Mahasiswa Kelompok KKN dan PLP FKIP UNUSIDA di Sanggar Belajar Pantai Dalam Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

Tumbuhkan Semangat Kartini: Mahasiswa UNUSIDA Padukan Karakter, Nasionalisme, dan Budaya di Sanggar Belajar Malaysia

KUALA LUMPUR — Semangat Hari Kartini menyeberangi batas negara dan menemukan wujud nyatanya di tengah aktivitas Sanggar Belajar Pantai Dalam Malaysia. Di ruang belajar sederhana itu, mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Internasional dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menginisiasi rangkaian kegiatan yang memadukan pendidikan karakter, nasionalisme, dan pelestarian budaya bagi anak-anak Indonesia di perantauan.

Kelompok KKN dan PLP Internasional Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSIDA tersebut terdiri dari M. Ainur Rofik, Muhammad Firman Firdaus, M. Adani Maulidan, dan Ahmad Isroki Kholilurrohman bersama dosen pembimbing lapangan, Wahyu Maulida Lestari, M.Pd.

Bagi M. Ainur Rofik, peringatan Kartini di luar negeri bukan sekadar seremonial. Ia memaknai Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai simbol perjuangan melawan keterbatasan. Bukan hanya akses sekolah, tetapi keberanian untuk bermimpi dan berdaya meski jauh dari tanah air.

“Cahaya terang itu sudah ada, sudah menyinari ruang kelas di sanggar belajar ini. Namun, tugas kita bukan sekadar menikmati terangnya, melainkan menjadi penyambung cahaya tersebut,” ungkapnya di sela kegiatan, Jumat (24/4/2026).

Rangkaian program yang disusun meliputi upacara bendera untuk menumbuhkan jiwa nasionalis, seminar anti-bullying demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta workshop membatik eco-print untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia. Melalui seminar, ia ingin menghapus kegelapan berupa krisis empati dan tekanan sosial di kalangan siswa; melalui batik, ia mengajak mereka bangga pada identitas bangsanya.

Tantangan di lapangan terutama keragaman kemampuan belajar siswa menjadi pengingat bahwa terang adalah proses berkelanjutan. Baginya, menjadi guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi hadir sebagai teman, pendengar, dan pembimbing.

“Tidak ada yang langsung mahir menjadi guru. Murid akan tumbuh, begitu juga dengan dirimu,” tambahnya.

Menurutnya, pengalaman KKN dan PLP Internasional ini, sangat relevan dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah seperti Manajemen Pendidikan dan Bimbingan Konseling, yang kini dipraktikkan sebagai bentuk nyata pengabdian.

Ia berharap langkah kecil yang dilakukan dapat memicu para siswa menjadi kartini-kartini kecil yang berani bermimpi dan berusaha meraih cita-cita. Sekecil apa pun jejak kebaikan, diyakininya, adalah bagian dari upaya memastikan cahaya pendidikan Indonesia terus berpendar hingga ke sudut-sudut terjauh.

“Menjadi perempuan adalah fitrah, tetapi menjadi tangguh dan mandiri adalah pilihan. Mari terus menyalakan cahaya bagi masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

LKMM-TD FKIP UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LKMM-TD FKIP UNUSIDA 2026: Sinergi Manajemen Diri dan Organisasi Hadapi Tantangan Global

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2026 dengan mengusung tema ‘Sinergi Manajemen Diri dan Organisasi Menghadapi Tantangan Global (SIGMA) yang dilaksanakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA dan Villa Asia Jaya, Pecet, Mojokerto pada Rabu–Kamis (21–23/4/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan momentum Hari Kartini, sebagai pengingat bahwa semangat emansipasi pendidikan harus diwujudkan melalui kapasitas diri, karakter, dan kepemimpinan mahasiswa.

Ketua Pelaksana Wahyu Maulida Lestari, M.Pd., melaporkan bahwa LKMM-TD tahun ini diikuti 157 peserta dari angkatan 2023–2025, dengan rincian 136 mahasiswa PGSD dan 21 mahasiswa PBI. Ia menegaskan, program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan manajemen diri, manajemen waktu, dan manajemen konflik sebagai fondasi kepemimpinan.

“Semoga tidak hanya digaungkan slogan Ibu Kartini. Mari bersama menyongsong FKIP yang gemilang. Kita membutuhkan sinergi kuat mahasiswa untuk mampu memanajemen diri, waktu, dan konflik. Tanpa kalian, FKIP sulit memancarkan gemilangnya,” ujarnya.

Melalui tema SIGMA, ia menekankan bahwa momentum LKMM-TD menjadi ruang strategis untuk menyatukan kesadaran personal dan kecakapan organisasi dalam menghadapi tantangan global. Harapannya, lahir calon guru yang tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga kuat karakter, matang kepemimpinan, dan siap memberi dampak nyata bagi kampus, masyarakat, dan dunia pendidikan.

“LKMM-TD ini diharapkan tidak berhenti di forum, tetapi diaplikasikan dalam kehidupan akademik dan organisasi,” tandasnya.

Dekan FKIP UNUSIDA Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menekankan bahwa mahasiswa calon pendidik tidak hanya dituntut profesional dan kompeten, tetapi juga harus menjadi agen perubahan yang kritis, inovatif, dan solutif di tengah masyarakat.

“Tunjukkan karakter baik dalam hal-hal kecil, seperti adab saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada pembukaan. Ikuti kegiatan ini dengan tanggung jawab. Harga diri dijaga, kesehatan dijaga, dan patuhi aturan panitia. Tanggung jawab ada pada diri kalian sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengaitkan semangat Kartini dengan peran mahasiswa FKIP sebagai calon pemimpin pendidikan masa depan.

“Mahasiswa FKIP harus menjadi pimpinan tertinggi suatu hari. Jangan minder, jadikan momen ini latihan untuk menjadi lebih baik. Pertahankan prestasi, terus berkembang, dan niatkan mencari ilmu yang bermanfaat,” tuturnya.

Kolaborasi UKM Pramuka Khatulistiwa dan HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Workshop Keprotokoleran (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa dan HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Workshop Keprotokoleran, Tingkatkan Soft Skills Mahasiswa

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa. Kali ini melalui kolaborasi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang Workshop Keprotokoleran di Aula Kampus UNUSIDA, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mengasah keterampilan organisasi dan manajemen acara.

Ketua UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA, M Syafi’i, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah pemahaman mahasiswa terkait pentingnya keprotokoleran dalam dunia organisasi dan akademik.

Menurutnya, keprotokoleran merupakan aspek penting yang sangat menentukan kelancaran, ketertiban, serta profesionalitas sebuah kegiatan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan yang memadai agar mampu terlibat aktif dalam penyelenggaraan berbagai agenda resmi di masa depan.

“Workshop ini kami hadirkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang tata kelola acara resmi maupun nonresmi. Dalam organisasi dan akademik, keprotokoleran menjadi unsur penting yang menentukan kelancaran dan profesionalitas kegiatan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemampuan keprotokoleran merupakan bekal penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai kegiatan resmi di lingkungan kampus, organisasi, maupun dunia kerja nantinya.

“Kami berharap, melalui kegiatan mahasiswa semakin percaya diri, sigap, dan profesional dalam mengelola kegiatan, sekaligus memperkuat soft skill kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim,” ungkapnya.

Sejak awal hingga akhir, suasana kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.  Pada sesi inti, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar keprotokoleran, peran dan fungsi protokol dalam sebuah acara, teknik penyusunan susunan acara, hingga etika pelaksanaan kegiatan resmi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya.

Menariknya, peserta juga diberi kesempatan melakukan simulasi keprotokoleran. Melalui praktik ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana menjalankan peran sebagai protokol yang baik, mulai dari mengatur jalannya acara, pengelolaan waktu, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang berbagi pengalaman terkait pelaksanaan acara di organisasi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi kali ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membangun budaya organisasi yang solid dan produktif.

Ia menekankan pentingnya untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang keprotokoleran sekaligus mendorong penerapannya dalam berbagai kegiatan organisasi maupun akademik. Ia menegaskan pentingnya pengembangan soft skills mahasiswa melalui pelaksanaan Workshop Keprotokoleran yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

“Mahasiswa saat ini harus mampu meningkatkan keterampilan di bidang keprotokoleran dan mengaplikasikannya dalam kegiatan organisasi maupun akademik,” pungkasnya.

Penulis: Rifa Maslahatulrifa (MY)

Aininna Halizah Rahma, Putri Kampus UNUSIDA saat Magang menjadi Pengajar di WIJABA (Foto: NU Delta)

Magang di WIJABA Jadi Momentum untuk Belajar, Mengabdi, dan Menginspirasi Bagi Calon Guru

SIDOARJO — Semangat Hari Kartini menemukan wujud nyatanya dalam diri Aininna Halizah Rahma, Putri Kampus dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang saat ini menjalani magang sebagai pengajar di WIJABA. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini memaknai Kartini bukan sekadar simbol kebaya dan seremoni, melainkan simbol pendidikan, kebebasan berpikir, dan keberanian mengambil peran.

Motivasinya mengikuti program WIJABA terbilang sederhana: keluar dari zona nyaman. Berawal dari ajakan teman lombanya, Ainina tertarik pada program edukasi lingkungan yang menantang dirinya untuk mengenal karakter anak, memahami sistem sekolah, sekaligus melatih emosi dan kemampuan adaptasi. Dari sejumlah pendaftar, ia menjadi satu-satunya mahasiswa dari Prodi PGSD yang lolos seleksi.

“Bagi saya, Hari Kartini adalah simbol pendidikan dan kebebasan. Esensinya bisa diambil siapa saja, terutama calon guru yang idealis,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (21/4/2026).

Selama mendampingi proses belajar, Ainina mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan. Ia belajar memahami beragam karakter anak, mendengarkan cerita-cerita polos mereka, hingga berinteraksi langsung dengan kepala sekolah dan guru fasilitator. Pengalaman ini juga membawanya menjangkau sekolah-sekolah di daerah yang sebelumnya belum pernah ia datangi.

Tantangan terberat yang ia hadapi adalah perbedaan kemampuan belajar anak dalam satu kelas, terlebih ketika mendampingi anak berkebutuhan khusus yang belum memiliki shadow teacher. Untuk mengatasinya, Ainina menggunakan pendekatan variatif seperti ice breaking kreatif, belajar sambil bermain dan bernyanyi, serta membangun komunikasi personal dengan siswa.

Menurutnya, semangat Kartini tercermin dari keberanian untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak menyerah dalam mendidik. Prinsip yang selalu ia pegang adalah, “Tidak ada yang langsung mahir menjadi guru. Muridmu akan tumbuh, begitu juga dengan dirimu,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan kemandirian kepada anak-anak generasi saat ini. Harapannya, mereka bisa menjadi Kartini kecil zaman now yang berani bermimpi dan berusaha meraih impian. Ia merasa pengalaman magang ini terasa sangat relevan dengan perkuliahannya di PGSD. Beberapa mata kuliah yang paling ia rasakan manfaatnya di lapangan antara lain Manajemen Pendidikan, Dasar-dasar Perencanaan Pembelajaran, dan Bimbingan Konseling SD.

Lebih jauh, Aininna menyadari bahwa profesi guru bukan sekadar mengajar. Guru adalah teman, pendengar, pembimbing, bahkan figur orang tua di sekolah. Ia menilai profesi ini sangat prestisius, namun masih sering diremehkan dari sisi kesejahteraan, yang berdampak pada kualitas pendidikan nasional.

Ainina berpesan agar setiap langkah hidup meninggalkan jejak kebaikan. Baginya, menjadi perempuan adalah fitrah, tetapi menjadi tangguh dan mandiri adalah pilihan yang memperkuat martabat.

“Negara tidak akan maju jika kualitas pendidikannya tidak baik. Sudah saatnya profesi guru dihargai melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraannya,” tegasnya.

Sinergi Hebat Alumni untuk Kemajuan Bersama, IKA Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Gelar Silaturahmi dan Penguatan Jejaring 1

Sinergi Hebat Alumni untuk Kemajuan Bersama, IKA Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Gelar Silaturahmi dan Penguatan Jejaring

Sidoarjo – Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sukses menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan penguatan jejaring alumni pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan kampus UNUSIDA dan dihadiri oleh para alumni lintas angkatan, civitas akademika, serta perwakilan fakultas. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar alumni sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan fakultas dan mahasiswa aktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang berkelanjutan antara alumni, kampus, dan dunia kerja.

Kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh panitia. Dalam sambutannya, perwakilan Fakultas Ekonomi menyampaikan bahwa peran alumni sangat strategis dalam mendukung kemajuan institusi pendidikan. Alumni tidak hanya menjadi cerminan kualitas lulusan, tetapi juga mitra penting dalam membuka peluang kerja, magang, serta pengembangan kompetensi mahasiswa. Acara inti diisi dengan sesi sharing dan diskusi interaktif yang menghadirkan beberapa alumni sukses dari berbagai bidang, mulai dari wirausaha, perbankan, hingga sektor pemerintahan. Para alumni berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi dalam membangun karier setelah lulus dari bangku kuliah. Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta karena memberikan wawasan praktis dan inspirasi yang relevan dengan kondisi dunia kerja saat ini.

Dalam sambutannya, Ketua IKA Fakultas Ekonomi terpilih Maulana Nasir menyampaikan, “Kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi menjadi momentum untuk membangun kekuatan bersama. Alumni memiliki potensi besar untuk berkontribusi, baik dalam bentuk pemikiran, jaringan, maupun peluang bagi adik-adik mahasiswa.” Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang berkelanjutan agar hubungan antar alumni tetap solid. Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ekonomi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat bangga melihat antusiasme alumni yang hadir. Ini menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan almamater masih sangat kuat. Ke depan, kami berharap alumni dapat terlibat aktif dalam berbagai program fakultas, termasuk pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri,” ujarnya.

Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya jejaring alumni yang lebih terstruktur dan aktif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi fakultas. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara alumni dan pihak kampus, baik dalam bentuk pelatihan, seminar, maupun rekrutmen tenaga kerja. Bagi mahasiswa, kehadiran alumni menjadi sumber motivasi sekaligus referensi dalam merencanakan karier di masa depan.
Salah satu alumni yang hadir juga menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini. “Saya merasa bangga bisa kembali ke kampus dan bertemu dengan teman-teman lama serta adik-adik mahasiswa. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi dan berbagi pengalaman. Harapannya, ke depan acara seperti ini bisa rutin diadakan dengan skala yang lebih besar,” ungkapnya.
Selain sesi diskusi, acara juga diisi dengan ramah tamah dan networking antar peserta. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk saling bertukar informasi, membangun relasi, serta menjajaki peluang kerja sama di berbagai bidang.

Sebagai penutup, panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan kegiatan IKA Fakultas Ekonomi UNUSIDA ini dapat menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi alumni, mahasiswa, dan institusi. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, alumni Fakultas Ekonomi UNUSIDA diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas (Aldy Alfauzi)

Kolaborasi Ormawa FKIP UNUSIDA Sukses Gelar Gebyar Lomba Islami Pelajar (Foto: Humas UNUSIDA)

Kolaborasi Ormawa FKIP UNUSIDA Sukses Gelar Gebyar Lomba Islami Pelajar: Semangat Meraih Berkah Syawal

SIDOARJO — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Gebyar Lomba Islami Pelajar. Kegiatan bertajuk ‘Semangat Meraih Berkah Syawal’ dilaksanakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (11/4/2026).

Tiga cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan ini, yaitu Da’i Cilik, MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an), dan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an). Masing-masing cabang menampilkan kemampuan terbaik para pelajar dalam berdakwah, menghafal, dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan.

Ketua Pelaksana, Muhammad Nur Ilyas, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum Syawal untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih keberanian tampil di ruang publik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang syiar sekaligus ajang pengembangan bakat pelajar dalam bidang keislaman, yang dilaksanakan di lingkungan kampus UNUSIDA dengan antusiasme peserta dari berbagai sekolah.

“Gebyar ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga media pembinaan karakter Islami pelajar. Kami ingin menghadirkan suasana Syawal yang penuh nilai ibadah, ilmu, dan prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNUSIDA, Zakiyatul Fakhiroh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda kolaboratif Ormawa FKIP yang dinilai mampu menghadirkan atmosfer akademik religius dan inspiratif di lingkungan fakultas.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul suksesnya sinergi antarorganisasi mahasiswa, khususnya kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dalam menyelenggarakan kegiatan yang memadukan nilai akademik, kreativitas, dan nuansa keislaman.

Menurutnya, kolaborasi lintas prodi menjadi contoh nyata bagaimana Ormawa tidak hanya bergerak pada ranah kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menciptakan ruang-ruang pembinaan yang berdampak bagi mahasiswa maupun pelajar.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Ormawa FKIP mampu berkontribusi aktif dalam membangun kultur akademik yang religius, kolaboratif, dan inspiratif. Sinergi antar Hima Prodi seperti PGSD dan PBI patut diapresiasi dan dijadikan model untuk agenda-agenda berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut selaras dengan visi FKIP UNUSIDA dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki sensitivitas sosial-keagamaan.

“Kami harap melalui Gebyar Lomba Islami Pelajar ini, dapat terus menghadirkan kegiatan positif yang mendorong pelajar untuk mencintai Al-Qur’an, mengasah potensi diri, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

LKMM TD Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026: Satu Dekade Inspiratif dalam Membangun Kepemimpinan Adaptif dan Berdampak 2

LKMM TD Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026: Satu Dekade Inspiratif dalam Membangun Kepemimpinan Adaptif dan Berdampak

Sidoarjo – Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) dengan tema “A Decade of Growth: Membangun Kepemimpinan yang Adaptif dan Berdampak”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 22–23 April 2026, dengan rangkaian persiapan yang dimulai sejak masa pendaftaran pada 23 Februari hingga 31 Maret 2026. Bertempat di lingkungan UNUSIDA serta lokasi kegiatan lapangan di Villa Panorama Claket, Pacet, Mojokerto, acara ini diikuti oleh mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan, manajerial, serta membangun relasi antar mahasiswa melalui pendekatan pelatihan yang interaktif dan aplikatif.

LKMM TD tahun ini menjadi momentum penting karena menandai satu dekade perjalanan kegiatan dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki soft skills yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan berbagai materi terkait kepemimpinan, kerja tim, komunikasi efektif, serta problem solving. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dirancang dengan konsep yang menyenangkan melalui aktivitas outdoor dan simulasi kasus nyata sehingga peserta dapat belajar secara langsung dari pengalaman. Fasilitas yang diberikan kepada peserta meliputi tempat penginapan, konsumsi selama kegiatan, transportasi, sertifikat resmi, hingga kaos LKMM TD sebagai identitas peserta.

Ketua pelaksana kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa LKMM TD bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter mahasiswa. “Kami berharap melalui LKMM TD ini, mahasiswa mampu mengembangkan potensi dirinya, terutama dalam hal kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan teori, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat membentuk mental dan pola pikir mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik. “Mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim yang baik. LKMM TD ini menjadi salah satu sarana untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur beliau.

Plt Rektor UNUSIDA juga turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa LKMM TD merupakan bagian penting dari proses pembentukan generasi muda yang unggul. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena mampu membangun karakter mahasiswa yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Harapannya, peserta LKMM TD dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas,” ungkapnya.

Adapun dampak atau output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan solutif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antar mahasiswa, sehingga tercipta jaringan yang solid dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Dengan adanya pengalaman langsung selama kegiatan, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi.

Ketua pelaksana kembali menambahkan bahwa keberhasilan LKMM TD tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada peserta setelah mengikuti kegiatan. “Kami ingin melihat peserta yang awalnya pasif menjadi lebih aktif, yang awalnya ragu menjadi lebih percaya diri, dan yang awalnya belum memiliki arah menjadi lebih terarah dalam mengembangkan potensi dirinya,” jelasnya.

Dengan konsep kegiatan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, LKMM TD Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026 diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membentuk generasi mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi lingkungan sekitarnya. Sebagai penutup, seluruh panitia berharap agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peserta, serta menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan pengembangan mahasiswa di masa yang akan datang. (arya)

LKMM-TD FAI UNUSIDA di Pondok Darul Muta'alimin, Trawas, Mojokerto (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Sukses Gelar LKMM-TD, Tekankan Kepemimpinan yang Berakhlak dan Berdampak

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) bertema ‘Pemimpin Muda Berakhlaqul Karimah, Inovatif, Kolaboratif, dan Berdampak’ yang dilaksanakan di i Kampus 2 UNUSIDA dan Pondok Darul Muta’alimin, Trawas, Mojokerto, Selasa–Rabu (14–15/4/2026).

Selama dua hari, peserta mengikuti sesi materi kepemimpinan, manajemen kegiatan, komunikasi tim, serta refleksi nilai akhlak dalam kepemimpinan. Kegiatan juga menyesuaikan kondisi peserta, termasuk yang sudah bekerja dan berkeluarga.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya arah dan perencanaan yang jelas dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, LKMM-TD menjadi bagian dari ikhtiar kampus menyiapkan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Perguruan tinggi harus memiliki kompas yang jelas. LKMM ini bagian dari perencanaan itu, agar mahasiswa memiliki kapasitas manajerial, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi tantangan nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bekal interaksi global mahasiswa di masa depan.

Menurutnya, mahasiswa saat ini harus memiliki kesiapan menghadapi dunia yang semakin terhubung secara internasional. Penguasaan bahasa Inggris dinilai menjadi salah satu kompetensi penting agar lulusan mampu bersaing, berjejaring, serta beradaptasi di tingkat global.

“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan bahasa asing sebagai sarana komunikasi dan interaksi global,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia LKMM-TD, Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini difokuskan sebagai pembekalan dasar manajemen organisasi, penguatan kemampuan problem solving, serta keterampilan mengelola diri dan tim.

Ia menyampaikan, LKMM-TD dirancang sebagai fondasi dalam membangun kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang belajar bersama melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga simulasi yang aplikatif.

“Melalui LKMM-TD ini, kami berharap akan lahir pemimpin muda dari FAI UNUSIDA yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga berakhlak, adaptif, dan mampu berkolaborasi memberi dampak di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” pungkasnya.

Pembekalan dan Pelepasan PLP PIAUD FAI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Lepas Peserta PLP Perdana, Siap Memberi Dampak di Sekolah

SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersiap menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) perdana di sejumlah sekolah mitra. Sejumlah mahasiswa telah diberikan bekal dan secara resmi dilepas pada Senin (13/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengapresiasi kesiapan Prodi PIAUD dalam menyiapkan PLP perdana ini melalui perencanaan yang terstruktur.

“Menjadi pendidik anak usia dini membutuhkan fondasi karakter yang kuat. Pengalaman praktik ini penting agar mahasiswa siap menghadapi tantangan nyata di lapangan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Ia berharap, setelah PLP perdana ini, mahasiswa PIAUD UNUSIDA tidak hanya belajar dari praktik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif di sekolah mitra melalui pembelajaran yang inspiratif dan bermakna bagi anak-anak.

“Menjadi guru anak usia dini membutuhkan fondasi karakter yang kuat. PLP ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi penguatan kualitas mahasiswa sekaligus perkembangan UNUSIDA,” ungkapnya.

Sebelum diterjunkan, mahasiswa mengikuti pembekalan yang menekankan kesiapan pedagogik, kemampuan beradaptasi, serta penguatan karakter sebagai calon pendidik. Pembekalan ini juga membahas peran guru pamong di sekolah mitra yang akan mendampingi proses belajar mahasiswa selama PLP berlangsung.

Wakil Dekan FAI UNUSIDA Shofiyatuz Zahroh, M.Pd., menyampaikan bahwa PLP bukan sekadar agenda akademik, tetapi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kelas, karakter anak, serta manajemen pembelajaran yang kreatif dan ramah anak. Menurutnya, kegiatan ini menjadi tahap awal mahasiswa terjun langsung ke lingkungan pendidikan anak usia dini dengan bekal kompetensi, etika profesi, dan semangat pengabdian.

“Mahasiswa saya harap mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan, menjaga etika, dan membawa nama baik almamater selama berada di sekolah,” pesannya.

Ia menyebutkan bahwa mahasiswa yang mengikuti PLP telah memenuhi persyaratan akademik dan dinilai siap mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Kegiatan ini menjadi momentum peneguhan peran mahasiswa sebagai calon guru yang siap belajar dari praktik nyata, beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, serta menghadirkan pembelajaran yang ramah, kreatif, dan bermakna bagi anak-anak. Selain pembekalan kompetensi, mahasiswa juga mendapat penguatan etika profesi dan kesiapan mental sebelum diterjunkan ke sekolah.

“Silakan kembangkan ilmu di sekolah mitra dengan bimbingan guru pamong. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan buktikan bahwa kalian calon guru yang profesional. Jaga nama baik almamater, patuhi arahan pembimbing, serta terus belajar mengembangkan diri,” pungkasnya.