UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Disertai Penandatanganan MoU Kerja Sama Strategis (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Jembatani Kampus dan Dunia Kerja

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Surabaya, anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Rekrutmen Pegawai Khusus Alumni UNUSIDA yang berlangsung di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (24/10/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja bagi lulusan UNUSIDA sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Melalui program ini, para alumni mendapatkan pembekalan seputar kesiapan diri, etika profesional, serta strategi menghadapi proses rekrutmen kerja di perusahaan mitra BUMN.

Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada UNUSIDA yang telah memberi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengasah kompetensi.

“Kami menganggap teman-teman yang hadir di sini adalah lulusan terbaik Universitas NU Sidoarjo. Dunia kerja kini terbuka luas, tetapi tidak semua bisa langsung masuk. Diperlukan persiapan dan mental yang siap bersaing. Karena itu, kami hadir memberikan pembekalan dan kesempatan langsung untuk mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Rusmanto juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah BUMN untuk membuka lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia. Ia menambahkan, pelatihan yang biasanya berbayar ini diberikan secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan PKSS terhadap peningkatan kualitas SDM di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa pihaknya melihat potensi besar dari para alumni UNUSIDA. Selanjutnya, ia dan tim berkomitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam hal pelatihan, magang, serta penyaluran tenaga kerja.

“Kami memandang bahwa mahasiswa dan alumni UNUSIDA adalah generasi yang siap berkembang. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan pembekalan karakter, mental, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan dan rekrutmen bagi alumni, tetapi juga momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNUSIDA dan PKSS Surabaya sebagai langkah awal kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan penyaluran tenaga kerja.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNUSIDA Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dan Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan manajemen PKSS.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini, dengan pembekalan dan rekrutmen tenaga kerja menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kami berharap alumni UNUSIDA dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjukkan kemampuan dan karakter unggul yang mereka miliki,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapat pembekalan materi dari tim PKSS, tetapi juga mengikuti simulasi wawancara, pelatihan kesiapan kerja, dan proses rekrutmen langsung. Suasana penuh semangat tampak dari antusiasme para alumni yang berpartisipasi sejak awal hingga akhir acara.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing tinggi, dan berkarakter Aswaja an-Nahdliyah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap alumni UNUSIDA tidak hanya berilmu, tapi juga siap menjadi bagian dari solusi bagi dunia kerja dan masyarakat,” pungkasnya.

FAI UNUSIDA Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berorientasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Berorientasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan di Hall Lantai 4 Gedung A Universitas NU Sidoarjo, Jum’at-Sabtu (24-25/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa calon guru dari program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik masa depan di era transformasi pendidikan.

Workshop yang berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan berpengalaman dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Agenda ini menjadi momentum penting bagi FAI UNUSIDA dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia pendidikan modern, terutama menjelang pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam arahannya menegaskan pentingnya transformasi pendidikan di era digital yang tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan keislaman.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen UNUSIDA untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai moral dan spiritual. Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan bagi pendidikan hari ini, di mana guru tidak hanya dituntut pintar mengajar, tetapi juga mampu mencintai dan membimbing dengan hati,” ungkapnya.

Menurutnya, workshop ini menunjukkan komitmen FAI UNUSIDA dalam mencetak pendidik yang profesional, berintegritas, dan berkarakter Islami. Workshop ini menjadi langkah konkret menuju ekosistem pendidikan yang merdeka, bermakna, dan berlandaskan cinta, sejalan dengan semangat pendidikan rahmatan lil ‘alamin yang dijunjung tinggi oleh UNUSIDA.

“Mengajar adalah pekerjaan hati. Cinta adalah fondasi dari setiap keberhasilan dalam mendidik. Ketika seorang guru mencintai ilmunya, muridnya, dan tugasnya, maka pembelajaran akan menjadi jalan menuju keberkahan,” tuturnya.

Ia sangat mengapresiasi atas inovasi FAI dalam menyiapkan mahasiswa calon pendidik profesional. “Kami berharap FAI menjadi pionir dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah. Konsep Deep Learning akan membantu mahasiswa mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Anang Abidin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi FAI dalam mewujudkan visi fakultas sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang humanis, inovatif, dan berkarakter.

“Workshop ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi langkah nyata dalam menyiapkan calon guru profesional yang peka terhadap perkembangan kurikulum nasional. Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan mahasiswa agar tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritualitas dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Anang menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang kreatif dan aplikatif.

“Mahasiswa tidak hanya kami latih menyusun RPP atau modul ajar, tetapi juga memahami filosofi pembelajaran merdeka, seperti pembelajaran yang membebaskan, memerdekakan, dan menumbuhkan karakter baik bagi peserta didik,” imbuhnya.

Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik penyusunan perangkat pembelajaran yang dipandu langsung oleh pemateri. Mahasiswa dilatih menyusun modul ajar, asesmen diagnostik, dan media pembelajaran digital sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Mereka juga berdiskusi tentang integrasi nilai spiritual dan emosional dalam pembelajaran, implementasi nyata dari Kurikulum Berbasis Cinta yang diusung UNUSIDA.

Melalui pendekatan Deep Learning, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang bermakna, bukan sekadar menghafal konsep, tetapi memahami dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan jiwa guru yang empatik, penuh kasih, dan berjiwa pendidik sejati.

Anang Abidin menegaskan bahwa hasil workshop ini akan dijadikan rujukan dalam kegiatan PLP dan KKN mahasiswa FAI di sekolah-sekolah mitra.

“Kami ingin mahasiswa siap terjun ke dunia pendidikan dengan membawa semangat menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berlandaskan cinta,” pungkasnya.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Kegiatan AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar AKSARA, Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) dengan tema ‘Fortes Una Familia’ yang berarti ‘Kuat dalam Satu Keluarga’. Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan rasa kebersamaan antar mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, khususnya antara mahasiswa baru 2025 dan angkatan 2024. Melalui kegiatan ini, HIMAKSI berupaya membangun solidaritas, karakter, dan semangat kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi.

Ketua pelaksana Ariesta Maherani Laksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan AKSARA bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat satu rasa menjadi fondasi penting agar mahasiswa Akuntansi dapat berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kepribadian dan kepedulian. Melalui AKSARA, kami ingin memperkuat hubungan emosional dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kampus,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M.

aprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMAKSI yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi positif antar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti AKSARA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Akuntansi memiliki energi besar untuk tumbuh dalam semangat akademik dan kekeluargaan.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari permainan kelompok, sesi refleksi, hingga sharing experience antar angkatan. Suasana hangat dan penuh tawa menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini dalam mempererat hubungan antar mahasiswa.

Selain itu, panitia juga menyisipkan sesi motivasi yang menanamkan nilai-nilai organisasi dan makna kebersamaan di HIMAKSI, agar mahasiswa lebih memahami filosofi dan tujuan dari setiap kegiatan yang dijalankan.

Ketua HIMAKSI, M. Agiel Putra Regianto, menegaskan bahwa semangat kekeluargaan merupakan kekuatan utama HIMAKSI. Ia berharap kegiatan AKSARA dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan dan membawa semangat baru demi kemajuan mahasiswa Akuntansi UNUSIDA di masa mendatang.

Dengan semangat satu jiwa, satu rasa, mahasiswa Akuntansi UNUSIDA membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan akademik yang solid, inspiratif, dan berdaya saing.

“Melalui Fortes Una Familia, mahasiswa Akuntansi harus terus menjaga kekompakan dan menjadikan HIMAKSI sebagai rumah kedua yang menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi. Satu jiwa, satu rasa, Akuntansi luar biasa!,” pungkasnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Seminar Nasional, FGD, dan Talkshow: Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar FGD Untuk Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), dan Talkshow dengan tema ‘Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital’. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan Prodi Akuntansi agar selaras dengan kebutuhan industri dan dinamika dunia kerja di era transformasi digital.

Membangun Sinergi Akademik dan Profesional

Kegiatan yang dihadiri oleh mitra industri, alumni, dosen, dan mahasiswa ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam merumuskan visi dan misi program studi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, menekankan pentingnya integritas moral dan tanggung jawab ilmiah bagi seluruh mahasiswa.

“Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab ilmu dan moral. Menyelesaikan kuliah tepat waktu bukan hanya soal akademik, tetapi juga komitmen untuk menggapai cita-cita dan membanggakan orang tua. Saya percaya mahasiswa UNUSIDA memiliki semangat tinggi dalam menerapkan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat berprestasi harus menjadi karakter utama mahasiswa Akuntansi UNUSIDA agar mampu bersaing secara global dan membawa nama baik program studi.

Kurikulum Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Ketua Program Studi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., menjelaskan bahwa penyusunan visi, misi, dan kurikulum prodi dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Fokus kami ada pada bidang Perpajakan dan Akuntansi Manajemen, karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Prodi Akuntansi UNUSIDA juga didukung oleh dosen dengan kompetensi yang mumpuni di bidangnya,” jelas Dian.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Prodi Akuntansi UNUSIDA senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), mengedepankan keunggulan IPTEK dan akademik, serta menjunjung tinggi etika profesi.

“Melalui FGD ini, kami mengundang mitra, alumni, dosen, dan mahasiswa untuk bersama-sama menentukan arah visi dan misi prodi yang selaras dengan Universitas dan Fakultas Ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap, hasil dari FGD ini dapat menjadi acuan pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE) dan memperkuat profil lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Aswaja.

“Kami terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kemampuan adaptif, dan daya saing tinggi di dunia kerja modern,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi talkshow inspiratif yang membahas tantangan profesi akuntan di era digitalisasi dan peluang pengembangan karier di sektor publik maupun swasta. (MY)

Pengenalan Maskot PMB UNUSIDA Jadi Tanda Kick Off PMB UNUSIDA saat Upacara Hari Santri 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Semarak Hari Santri 2025, UNUSIDA Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

SIDOARJO — Dalam semarak peringatan Hari Santri Nasional 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026–2027 di Halaman Masjid KH. Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Tampak hadir, jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) di Kabupaten Sidoarjo.

Kick Off PMB ini menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk menegaskan jati dirinya sebagai kampus mahasantri modern yang siap mencetak lulusan berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Pembukaan secara simbolis dibukanya pendaftaran UNUSIDA Tahun Akademik 2026/2027 ditandai dengan peluncuran maskot resmi PMB yang mengambil bentuk udang dengan almamater UNUSIDA dan Udeng Pacul Gowang, yang menjadi semangat kebanggaan akan budaya dan kekayaan alam yang menjadi identitas daerah.

Dalam kesempatan tersebut,  Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin sangat mengapresiasi langkah UNUSIDA yang menjadikan Hari Santri sebagai awal dimulainya pendaftaran mahasiswa baru. Menurutnya, keputusan tersebut memiliki nilai simbolik yang kuat dan relevan dengan jati diri kampus Nahdlatul Ulama.

“Saya sangat mengapresiasi UNUSIDA yang menjadikan momentum Hari Santri sebagai pembukaan PMB kali ini. Ini langkah yang luar biasa dan penuh makna. Karena semangat santri adalah semangat menuntut ilmu dan mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh kader NU dan generasi muda santri untuk menjadikan UNUSIDA sebagai pilihan utama dalam menempuh pendidikan tinggi. “Kalau kader-kader NU mengaku sebagai kader NU, mari bersama-sama kuliah di UNUSIDA. Insyaallah, ilmu yang didapat akan bermanfaat dan berkah,” pesannya.

Momentum Hari Santri Sebagai Spirit Mahasiswa Baru

Kepala Biro PMB UNUSIDA, Achmad Wahyudi, M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan momentum Hari Santri untuk memulai program PMB memiliki makna simbolik yang kuat.

“Hari Santri memiliki makna mendalam bagi UNUSIDA karena kampus ini lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Semangat santri adalah semangat keilmuan, pengabdian, dan nasionalisme. Dengan memulai Kick Off PMB bertepatan dengan Hari Santri, kami ingin menanamkan nilai bahwa mahasiswa UNUSIDA bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga pejuang peradaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluncuran PMB ini menjadi langkah awal memperkenalkan berbagai inovasi UNUSIDA untuk tahun akademik baru, seperti pembukaan program studi unggulan, sistem penerimaan berbasis digital, hingga peningkatan layanan akademik dan non-akademik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa UNUSIDA siap menjadi pilihan utama bagi generasi muda NU dan masyarakat luas yang menginginkan pendidikan tinggi berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Mahasantri Unggul, Berkarakter, dan Siap Mengabdi

Achmad Wahyudi menegaskan bahwa PMB ini bukan sekadar peluncuran administratif, tetapi juga gerakan moral dan kultural untuk melahirkan lulusan yang berdaya guna bagi masyarakat.

“Output yang kami harapkan adalah mahasiswa santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul secara spiritual dan sosial. Mahasiswa UNUSIDA harus mampu berpikir global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan keislaman Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi antara nilai pesantren dan sistem pendidikan tinggi modern menjadi fondasi utama UNUSIDA dalam mencetak generasi unggul. “Santri itu adaptif. Santri bisa menjadi teknokrat, birokrat, desainer, pengusaha, atau peneliti, tapi tetap berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya.

Inovasi dan Kolaborasi sebagai Strategi Branding UNUSIDA

Dalam kegiatan Kick Off ini, UNUSIDA juga memperkenalkan sejumlah inisiatif baru, antara lain:

  • Program Beasiswa Santri Berprestasi,

  • Kerjasama strategis dengan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur, dan

  • Kampanye digital nasional untuk menjangkau calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Wahyudi menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat branding UNUSIDA sebagai universitas berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“UNUSIDA berkomitmen terus berinovasi tanpa kehilangan ruh keislaman dan ke-NU-annya. Kuliah di UNUSIDA berarti menempuh pendidikan yang berlandaskan nilai, karakter, dan semangat perjuangan,” ungkapnya.

Berikut timeline Pendaftaran Mahasiswa Baru UNUSIDA Tahun Akademik 2026/2027:

📌Gelombang 1
22 Oktober 2025 s.d 09 Januari 2026
📌Gelombang 2
12 Januari s.d 03 April 2026
📌Gelombang 3
06 April s.d 03 Juli 2026
📌Gelombang 4
06 Juli s.d 28 Agustus 2026

Pendaftaran bisa dilakukan secara tatap muka di Kampus II UNUSIDA: JI. Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61234. Mulai jam 08.00-16.00 WIB. Atau pendaftaran secara online melalui Website PMB UNUSIDA.

Sinergi Santri dan Kampus Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat. Bagi mahasiswa, menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai santri yang menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan solidaritas. Bagi masyarakat, kegiatan ini memperkuat citra UNUSIDA sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu dan akhlak secara seimbang.

Achmad Wahyudi menegaskan, dengan semangat Hari Santri, UNUSIDA menegaskan kembali jati dirinya bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia berkarakter santri yang tangguh, cerdas, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“UNUSIDA akan terus menjadi wadah bagi generasi muda NU untuk mengasah potensi, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa. Dari kampus mahasantri inilah akan lahir generasi emas Indonesia. Generasi yang berilmu, beriman, berintegritas, dan ikhlas,” pungkasnya. (MY)

Civitas Akademika UNUSIDA Turut Meriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Civitas Akademika UNUSIDA Turut Meriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Sidoarjo

SIDOARJO – Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut ambil bagian dalam memeriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo di Halaman Masjid KH Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan ini diikuti oleh ratusan santri, dosen, mahasiswa, dan warga NU dari berbagai lembaga. UNUSIDA sebagai kampus berbasis Nahdlatul Ulama menjadi tuan rumah sekaligus bagian dari penyelenggara kegiatan tersebut.

Salah satu mahasiswa UNUSIDA, Ainina Halizah, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung dalam upacara tersebut. Ia dipercaya menjadi petugas protokoler dalam pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional tahun ini.

“Saya senang sekali bisa ikut berkontribusi dalam mensukseskan Upacara Hari Santri Nasional 2025. Bagi saya, Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi simbol jati diri dan perjuangan bangsa Indonesia, terutama bagi para santri,” ujar Nina usai upacara.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para santri masa kini mampu menepis berbagai stigma negatif yang sering muncul di media sosial mengenai budaya pesantren.

“Kita sering melihat framing buruk tentang pesantren. Padahal, santri adalah anak bangsa yang justru mampu berkontribusi besar dalam berbagai disiplin ilmu, bukan hanya bidang agama,” tegasnya.

Ainina menambahkan, menjadi santri berarti memiliki semangat belajar yang luas dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. “Santri bukan hanya orang yang pandai dalam ilmu agama, tetapi juga bisa berprestasi di berbagai bidang. Seperti sains, teknologi, sosial, dan budaya. Itulah semangat santri yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menyampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan santri di masa lalu dan relevansinya bagi generasi hari ini.

“Hari ini kita mungkin hanya kepanasan saat upacara, tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan para syuhada, para kiai, dan para pejuang yang mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia,” terangnya saat menyampaikan amnat upacara.

Lebih lanjut, KH Zainal menegaskan bahwa kader Nahdlatul Ulama bukan hanya mampu dalam hal ritual keagamaan seperti tahlil, istighosah, dan sholawat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Kader-kader NU hari ini mampu menunjukkan kemampuan, bahwa kita adalah bagian dari hasil perjuangan bangsa yang siap mengawal keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya disambut takbir oleh peserta upacara.

KH Zainal juga menepis pandangan miring terhadap pesantren dan NU yang dianggap hanya sibuk dengan kegiatan keagamaan. “Mereka yang nyinyir itu tidak pernah tahu bagaimana para kiai dan santri meneteskan keringat, air mata, dan darah demi mempertahankan kemerdekaan. Maka nyinyiran itu harus kita jawab dengan karya dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Partisipasi civitas akademika UNUSIDA dalam upacara ini menunjukkan komitmen kampus dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ke-NU-an kepada seluruh mahasiswa. Semangat Santri Siaga Jiwa Raga tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga wujud nyata dedikasi santri masa kini untuk menjaga agama dan mengawal bangsa.

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 1

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Cabang IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor GOR Sidoarjo, Jum’at-Ahad (10-12). Dua mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama kampus.

Tri Maharani, mahasiswa Manajemen angkatan 2024, sukses meraih Juara 1 Jurus Baku sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Kategori Seni. Sementara itu, Romaldi Jabbar R, mahasiswa Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra.

Perjuangan dan Tekad Seorang Pesilat Terbaik

Tri Maharani menceritakan awal perjalanannya dalam dunia pencak silat yang berawal dari keinginannya mengikuti jejak sang kakak. Namun, tekad itu sempat terhalang restu orang tua yang tidak mengizinkan putri satu-satunya untuk terjun ke dunia bela diri.

“Saya akhirnya tetap mengikuti pencak silat meskipun berbeda perguruan dengan kakak. Tahun 2019 saya diam-diam ikut kejuaraan seni pencak silat virtual untuk pertama kalinya. Dengan tekad, mental, dan kemampuan finansial yang terbatas, saya berusaha semampunya dan Alhamdulillah meraih juara 3. Dari situ saya membuktikan kepada keluarga bahwa saya bisa berprestasi di pencak silat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (21/10/2025).

Perjuangannya tidak berhenti di sana. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, terutama menjaga kesehatan dan stamina di tengah padatnya aktivitas.

“Untuk memperoleh gelar pesilat terbaik itu tidak mudah. Saya berlatih rutin dua hingga tiga kali sehari sejak 2019 hingga 2025,” ungkapnya.

Selain sebagai mahasiswa, ia juga aktif bekerja dan menjadi pelatih silat bagi siswa-siswi di sekolah.

“Mengatur waktu kuliah, kerja, dan latihan bukan hal mudah. Pagi kuliah, siang mengajar pencak silat, malam latihan. Tapi dari situ saya belajar menjadi pribadi yang profesional,” jelasnya.

Rani mengaku tak menyangka berhasil membawa pulang gelar Pesilat Terbaik Putri, apalagi bersama 100 atlet binaannya yang semuanya juga berhasil meraih juara.

“Ini bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang kerja keras, dedikasi, dan ketekunan. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga, pelatih, dan UNUSIDA yang selalu mendukung kami,” tuturnya.

Bagi Tri, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga wujud nyata nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang menekankan kesederhanaan, kerja keras, dan kepedulian sosial. Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk terus berproses dan mengembangkan potensi diri.

Romaldi Jabbar: Menang dengan Sportivitas dan Disiplin

Sementara itu, Romaldi Jabbar R, peraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra, juga mengakui bahwa perjalanan menuju podium tidak mudah.

“Perjalanan ini memerlukan proses panjang, mulai dari latihan rutin, menjaga kedisiplinan, hingga menghadapi tantangan fisik dan mental. Setiap pertandingan memberi pengalaman berharga, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menghargai proses,” jelasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program (Himaprodi) Manajemen tersebut, menekankan pentingnya keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual dalam menghadapi kompetisi.

“Saya menjaga pola makan, istirahat cukup, banyak berdoa, dan menjaga niat. Mental itu penting, karena di arena yang diuji bukan hanya tenaga, tapi juga ketenangan,” katanya.

Baginya, sportivitas adalah nilai utama seorang pesilat. “Kemenangan sejati bukan hanya soal skor, tapi bagaimana kita menghormati lawan. Nilai-nilai seperti disiplin, hormat, dan tanggung jawab yang saya pelajari dari pencak silat juga saya terapkan di kehidupan kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jabbar berpesan kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba dan terus berproses.

“Prestasi itu bukan hanya hasil, tapi perjalanan. Setiap orang punya jalannya masing-masing, yang penting tetap rendah hati dan terus belajar,” tutupnya.

Kemenangan dua mahasiswa ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri. Semangat juang, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan Tri Maharani dan Romaldi Jabbar menjadi inspirasi bahwa mahasiswa santri NU mampu bersaing dan berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. (MY)

Dosen FILKOM UNUSIDA Beri Pelatihan Content Creator bagi Warga Glagaharum (Foto: FILKOM UNUSIDA)

Dosen FILKOM UNUSIDA Beri Pelatihan Content Creator bagi Warga Glagaharum: Dorong Branding Desa dan Kreativitas Digital

SIDOARJO — Dalam upaya memperkuat literasi digital dan memperkenalkan potensi lokal, Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan pelatihan content creator bagi warga Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Ahad (19/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang mengusung tema ‘Branding Desa dan Personal Branding Menuju Desa Kreatif Digital’, dengan peserta terdiri dari perangkat desa, karang taruna, dan pelaku UMKM lokal.

Pelatihan ini menghadirkan Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, M.T., sebagai narasumber utama dengan materi tentang Branding Desa: Membangun Citra Positif dan Identitas Lokal’. Dalam paparannya, Dr. Arda menjelaskan bahwa branding desa bukan sekadar membuat logo atau slogan, tetapi tentang membangun citra positif melalui identitas visual, cerita, dan aktivitas digital.

“Branding desa adalah upaya membangun citra positif desa melalui identitas visual, cerita, dan aktivitas digital. Tujuannya agar desa dikenal, dipercaya, dan menarik bagi wisatawan, investor, serta masyarakat luas,” jelasnya.

Menurutnya, manfaat branding desa meliputi peningkatan daya tarik wisata dan produk lokal, memperkuat rasa bangga warga terhadap desanya, menarik mitra dan investor, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan inovasi.

Dalam sesi materi, peserta juga diajak memahami unsur penting dalam membangun citra digital desa, antara lain logo dan tagline desa yang mudah diingat, warna dan simbol khas lokal, cerita unik (storytelling), aktivitas media sosial yang aktif, produk unggulan seperti UMKM, hasil pertanian, dan wisata.

Dr. Arda juga menekankan langkah-langkah praktis untuk memulai branding desa, seperti mengidentifikasi potensi lokal, membuat logo dan slogan, mendokumentasikan kegiatan positif, menggunakan media sosial secara konsisten, serta melibatkan warga dalam promosi digital.

Selain branding desa, pelatihan juga membahas branding personal dan pembuatan konten kreatif. Mahasiswa dan dosen FILKOM UNUSIDA memberikan panduan teknis tentang pembuatan video pendek, fotografi digital, hingga strategi storytelling untuk media sosial.

“Content creator bukan hanya pekerjaan, tetapi juga peluang besar dalam ekonomi digital. Siapa pun bisa menjadi kreator asalkan memiliki ide, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi dengan tren,” terangnya.

Menurut Dr. Arda, profesi content creator kini tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru. Banyak pelaku UMKM, komunitas, dan individu yang berhasil mengembangkan usahanya melalui strategi digital marketing dan konten kreatif yang menarik.

“Dengan kemampuan storytelling yang kuat dan konsistensi dalam membangun audiens, masyarakat desa pun bisa memasarkan produk dan potensi lokalnya ke tingkat nasional, bahkan global,” tambahnya.

Dr. Arda juga menerangkan bahwa menjadi content creator sukses memerlukan strategi dan etika yang kuat, bukan hanya sekadar aktif di media sosial. Ia menyampaikan lima langkah utama dalam membangun karier sebagai kreator digital:

 

  • Temukan niche, yakni topik spesifik yang disukai dan dikuasai,
  • Buat konten yang bermanfaat dan konsisten, agar audiens percaya dan setia,
  • Gunakan gaya dan ciri khas pribadi, untuk membedakan diri dari kreator lain,
  • Bangun interaksi dengan audiens, melalui komentar, diskusi, dan kolaborasi,
  • Evaluasi insight dan kembangkan kualitas konten, agar tetap relevan dan menarik.

Selain strategi teknis, Dr. Arda juga menekankan pentingnya etika dalam membuat konten. Ia menegaskan beberapa prinsip etika yang harus dijunjung tinggi oleh content creator, yakni Gunakan konten untuk mendidik dan menginspirasi, Hindari hoaks, ujaran kebencian, dan plagiarisme, Jaga citra diri dan nama baik desa, serta Gunakan bahasa yang sopan dan visual yang positif.

Tak hanya fokus pada konten digital, Dr. Arda juga mengupas pentingnya personal branding, terutama bagi pemuda Karang Taruna sebagai garda depan perubahan sosial di desa. Oleh karena itu itu, ia mendorong pemuda setempat untuk menjadi content creator yang dapat membagikan berbagai bentuk konten digital di platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, hingga Facebook.

“Personal branding bukan pencitraan palsu, tapi cara menampilkan diri dengan karakter dan kontribusi nyata. Dari sanalah kepercayaan publik tumbuh,” ujarnya.

Menurutnya, personal branding yang baik dapat membantu pemuda menjadi teladan positif di masyarakat, membangun kepercayaan publik terhadap Karang Taruna, memudahkan kolaborasi dengan mitra desa, serta meningkatkan peluang kerja dan usaha.

Karang Taruna Desa Glagaharum juga didorong menjadi duta digital desa, dengan peran aktif seperti membuat konten kreatif di media sosial, meliput dan mendokumentasikan kegiatan masyarakat, serta mengedukasi warga tentang pentingnya citra positif di dunia digital.

“Kreator digital harus bertanggung jawab atas apa yang dibagikan. Konten seharusnya mengedukasi, menginspirasi, dan membawa nilai positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, warga akan diajak membuat aktivitas branding desa, seperti video promosi wisata dan produk lokal, poster digital kegiatan karang taruna, kampanye kebersihan, hingga lomba foto desa.

Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis desa dalam menghadapi era digital, sekaligus mendorong masyarakat untuk bangga, kreatif, dan mandiri melalui identitas desanya sendiri.

“Kami ingin masyarakat Glagaharum mampu memanfaatkan media digital secara bijak dan kreatif untuk kemajuan desanya,” pungkasnya. (MY)

LSDM UNUSIDA Serahkan SK Bagi 11 Pegawai Tetap (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM UNUSIDA Serahkan SK Bagi 11 Pegawai Tetap: 1 Dosen, 9 Tendik, dan 1 Tenaga Operasional

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Tetap, Kamis (tanggal kegiatan menyesuaikan). Sebanyak 11 pegawai resmi menerima SK sebagai pegawai tetap, terdiri dari 1 dosen tetap dan 10 tenaga kependidikan, termasuk satu tenaga operasional.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNUSIDA ini dihadiri oleh pimpinan universitas, kepala biro, serta seluruh pegawai penerima SK. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi langkah LSDM serta menyampaikan pesan agar seluruh pegawai yang telah diangkat dapat terus berkontribusi meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan kepada mahasiswa.

“Menjadi pegawai tetap bukanlah akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mari kita bersama-sama memperbaiki manajemen, memperkuat pelayanan, dan menjaga semangat kebersamaan agar UNUSIDA terus tumbuh menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing,” pesannya.

Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., sebagai bentuk apresiasi dan pengukuhan status kepegawaian di lingkungan universitas. Dalam laporannya, Jeziano menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan bagian dari komitmen LSDM dalam membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, adil, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.

“Hari ini kami menyerahkan SK kepada 11 pegawai yang telah melalui proses penilaian kinerja dan dinilai layak menjadi pegawai tetap. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan dosen tetap, sembilan tenaga kependidikan, dan satu tenaga operasional,” jelasnya.

Adapun penerima SK pegawai tetap tersebut antara lain:

  • Nur Asitah, S.Pd., M.Pd. – Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD),

  • Dewi Sri Rahayu, S.Ak. – Staf LSDM, Biro Umum,

  • Febriyanti Ryan Ariyani, S.Pd., M.Pd. – Tata Usaha Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM),

  • Lestari, S.Pd. – Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),

  • Mahmudi – Tenaga Operasional (Security), Biro Umum,

  • Maschan Yusuf Musthofa, S.T. – Biro Humas dan Kerja Sama,

  • Nuzula Firdaus, S.Pd. – Tata Usaha Fakultas Agama Islam (FAI),

  •  Suci Lestari, S.Ak. – Biro Keuangan,

  • Tantri Risda Zubaidah, S.Ak. – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),

  • Yusuf Bagus Sholihin, S.Kom. – UPT Teknologi dan Digitalisasi,

  • Anita Fudiana, S.Pd.,M.M. – Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA.

Jeziano menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan pegawai tetap dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kinerja, komitmen, dan loyalitas. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas SDM UNUSIDA secara berkelanjutan.

“Setiap hari kami menerima banyak lamaran kerja, baik secara daring maupun langsung. Itu artinya banyak yang ingin bergabung di UNUSIDA. Karena itu, kami berharap rekan-rekan yang hari ini menerima SK dapat menjaga kepercayaan ini dengan bekerja sebaik-baiknya di bidang masing-masing,” pungkasnya.

Suasana Kompak Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Saat Mengikuti Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 Secara Virtual (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Kompak Ikuti Capital Market Summit & Expo 2025 Secara Virtual

SIDOARJO — Puluhan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 kompak turut berpartisipasi secara virtual dalam kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 48 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kali ini, dengan mengusung tema ‘Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang’, CMSE 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan pasar modal Indonesia. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, serta dapat diikuti secara daring oleh masyarakat luas, termasuk sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, menyampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan komitmen seluruh ekosistem pasar modal untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pasar modal bukan hanya arena investasi, tetapi juga ruang yang mampu membuka berjuta peluang nyata, mulai dari investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pertumbuhan positif pasar modal Indonesia. Hingga saat ini, jumlah investor hampir menyentuh 19 juta orang, termasuk lebih dari 8 juta investor saham, di mana sebagian besar berasal dari generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya berinvestasi sejak dini.

Selain seminar utama bertajuk ‘Peran Dunia Usaha dan Pasar Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional’, CMSE 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti podcast ‘Investasi Saham No Ribet’, serta talkshow lintas agama bertema ‘Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Bagaimana?’, yang diikuti oleh tokoh dari Islam, Kristen, dan Buddha.

Salah satu mahasiswa peserta, Rizky Oktavian Ramadhan, mengaku sangat antusias dapat mengikuti kegiatan nasional tersebut. Ia berharap melalui kegiatan CMSE 2025 ini dapat memperluas wawasan mahasiswa UNUSIDA mengenai peran pasar modal dalam perekonomian nasional, sekaligus menumbuhkan semangat literasi keuangan di kalangan generasi muda.

“Saya senang bisa ikut CMSE 2025, meskipun secara daring. Banyak ilmu yang bisa diterapkan dari materi kuliah manajemen ke dunia investasi nyata. Semoga ke depan bisa ikut langsung di acara seperti ini untuk menambah relasi dan pengalaman,” ungkapnya. (MY)