Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Banjarmasin

SIDOARJO – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., secara resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 6–9 Oktober 2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan pesan dan motivasi kepada para delegasi UNUSIDA. “Atas nama pimpinan, saya mengucapkan selamat kepada teman-teman yang berhasil lolos dari pra seleksi MTQMN. Ambillah pengalaman sebanyak-banyaknya. Kalau lolos, alhamdulillah, kalau tidak tetap jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga yang bisa ditularkan kepada yang lain,” ujarnya, Jum’at (3/10/2025).

Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para peserta selalu menjaga nama baik universitas dan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. Ia berharap, keikutsertaan mahasiswa UNUSIDA dalam ajang MTQMN 2025 ini dapat memperkuat semangat dakwah, memperluas jejaring akademik, serta mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

“Tetap jaga nama baik UNUSIDA, dan semoga selamat dari berangkat hingga pulang kembali,” tambahnya.

Adapun mahasiswa yang mewakili UNUSIDA dalam cabang Musabaqah Maulid Nabi (MMN) adalah:

  • Adinda Sayyidah (PGMI 23A)

  • Zanuba Zulfa (PGSD 24C)

  • Fastabikul Ilma Nabillah (PGMI 23A)

  • Lailatul Rahma Agustina (PGSD 23B)

  • Farah Fauziah (PGSD 24B)

Para delegasi UNUSIDA mengaku terus mematangkan persiapan sebelum pemberangkatan. Salah satunya datang dari Adinda Sayyidah, yang mengungkapkan bahwa persiapan yang ia lakukan tidak hanya sebatas latihan teknis, tetapi juga penguatan mental dan penghayatan makna bacaan.

“Kami berlatih rutin membaca dan memahami syair maulid, memperhatikan ketepatan bacaan, kekompakan, serta penghayatan agar bisa menyampaikan dengan penuh makna. Selain itu, kami juga saling memberikan masukan antar tim untuk memperbaiki kekurangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adinda menekankan bahwa motivasi utama keikutsertaannya adalah menimba pengalaman sekaligus membawa nama baik UNUSIDA di kancah nasional. Dengan penuh optimisme, Adinda dan tim bertekad dapat tampil maksimal sekaligus mempersembahkan yang terbaik bagi UNUSIDA.

“Target kami tentu ingin memberikan hasil terbaik. Namun yang lebih penting, kami ingin membawa semangat syiar melalui Musabaqah Maulid Nabi ini dan belajar dari peserta lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (MY)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan di Dapur Umum Musibah Ambruknya Bangunan Pesantren Al Khoziny (Foto: MAPALA UNUSIDA)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan Dapur Umum di Lokasi Musibah Pesantren Al Khoziny Buduran

SIDOARJO – Musibah ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) lalu tidak hanya menyisakan kepanikan di kalangan santri dan pengurus, tetapi juga memunculkan gelombang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang sigap hadir sebagai relawan di dapur umum.

Sejak kabar musibah tersebar, puluhan anggota MAPALA UNUSIDA langsung berkoordinasi dan memutuskan terjun ke lokasi. Mereka tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para santri, khususnya makanan, tetap terpenuhi. Para mahasiswa pecinta alam itu bekerja sama dengan pengurus pesantren, warga, dan tim tanggap darurat lain untuk mengolah logistik, memasak, hingga mendistribusikan makanan bagi santri, relawan, dan aparat yang berjibaku di lapangan.

Suasana kebersamaan terasa ketika mahasiswa dengan penuh semangat mengaduk panci besar, menyiapkan nasi bungkus, hingga membagikan air minum. Bahkan sebagian dari mahasiswa juga ikut mendata kebutuhan logistik agar aliran bantuan tepat sasaran.

Pembina MAPALA UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di dapur umum adalah wujud nyata pengabdian sosial sekaligus pembelajaran karakter.

“Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada aktivitas akademik, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Membantu di dapur umum bukan perkara sepele, ini adalah kerja kemanusiaan yang memastikan semua pihak memiliki energi untuk bertahan. Saya bangga anak-anak MAPALA UNUSIDA mampu menjalankan tugas dengan semangat, disiplin, dan kepedulian,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MAPALA UNUSIDA, Reza Sujali, menambahkan bahwa peran di dapur umum sama pentingnya dengan evakuasi di lapangan. Keterlibatan MAPALA UNUSIDA dirasakan langsung oleh pesantren dan para santri. Kebutuhan pangan tetap terpenuhi meski kondisi penuh keterbatasan, sehingga relawan lain dapat fokus pada evakuasi.

“Kami sadar tidak semua orang bisa langsung terlibat dalam evakuasi, tetapi semua orang butuh makan untuk bertahan. Karena itu kami memilih fokus juga di dapur umum, menyiapkan makanan bagi santri, relawan, dan aparat. Dari sinilah semangat gotong royong terus hidup,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (2/10/2025).

Mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut menjelaskan, melalui aksi sederhana tetapi vital ini, MAPALA UNUSIDA membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam teori, melainkan juga garda kemanusiaan di lapangan. Pengalaman ini menjadi ruang belajar berharga untuk melatih kedisiplinan, kerjasama tim, dan kepekaan sosial, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus, pesantren, dan masyarakat.

Ia berharap dapat terus menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, sesuai dengan jati diri mahasiswa dan spirit Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi landasan UNUSIDA.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa mahasiswa juga memiliki peran sosial dalam setiap musibah kemanusiaan,” pungkasnya. (MY)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah dan Koordinasi ke Makam Auliya di Kota Pasuruan (Foto: Humas UNUSIDA)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Gelar Ziarah ke Makam Auliya di Pasuruan

PASURUAN – Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan ziarah sekaligus koordinasi ke sejumlah makam ulama dan auliya di Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (2/10/2025)). Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Syarifah Khodijah atau yang dikenal sebagai Mbah Ratu Ayu, dilanjutkan ke Makam KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) Pasuruan, Makam Mbah Sholeh Semendi, hingga Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Fabet Ali Thoufan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk tawasul untuk memperoleh berkah doa dari para wali Allah, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pengurus.

Menurutnya, Ziarah ke makam para wali bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya spiritual dalam memperkuat ikatan hati dengan perjuangan para ulama terdahulu. Melalui ziarah, dapat mengingat jasa-jasa para waliyullah dalam menegakkan agama, menyebarkan ilmu, dan menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Ziarah ini menjadi pengingat akan perjuangan para ulama dalam menegakkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, kami juga memanfaatkannya untuk memperkuat kebersamaan dan menyusun agenda-agenda penting JPZIS ke depan,” ungkap Fabet.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditopang oleh kerja keras lahiriah, tetapi juga oleh kekuatan doa dan spiritualitas. Dengan limpahan doa dan keberkahan para kekasih Allah, menjadi ikhtiar nyata dalam pengembangan kampus, baik dalam peningkatan kualitas akademik, penguatan penelitian, maupun pengabdian masyarakat semakin dimudahkan oleh Allah SWT.

“Kami berharap melalui ziarah ini, UNUSIDA senantiasa dinaungi doa para auliya sehingga mampu berkembang menjadi kampus yang membawa manfaat luas, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga akar tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah,” harapnya.

Di tengah perjalanan, para pengurus juga melakukan koordinasi internal terkait program dan langkah strategis JPZIS LAZISNU UNUSIDA. Ia berharap, melalui doa dan teladan para auliya, program kerja yang dijalankan semakin membawa manfaat dan keberkahan bagi umat.

“Dengan demikian, ziarah bukan hanya perjalanan ruhani, melainkan juga sumber energi spiritual yang memperkuat tekad bersama dalam memajukan UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah dan Khidmah Aswaja

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar General Studium dengan tema Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sekaligus meneguhkan khidmah dalam pengabdian di masyarakat. Kepala UPT PIK UNUSIDA, H. Arisy Karomi, menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana memperdalam wawasan keislaman yang berpijak pada prinsip Aswaja.

“General Studium Kuliah bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja adalah kesempatan yang sempurna untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang Aswaja,” jelasnya.

Dalam acara ini, membahas konsep-konsep dasar Aswaja, sejarah, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di sini mahasiswa UNUSIDA belajar bagaimana Aswaja dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana kita dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, UPT PIK UNUSIDA berharap kultur Aswaja tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, melainkan juga menjadi pedoman dan karakter yang melekat dalam setiap aktivitas akademik maupun sosial,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendatangkan 2 narasumber berkompeten yang merupan dosen Aswaja UNUSIDA, yaitu Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I. dan Milla Ahmadia Apologia, S.Pd.I, M.Pd.I. Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Mereka diajak untuk merefleksikan peran mahasiswa dalam mengamalkan Aswaja di lingkungan kampus, program studi, maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rangga Mata kuliah Aswaja) di UNUSIDA tidak hanya dipahami sebagai kajian keislaman semata, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh bidang keilmuan.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai program studi dapat menerapkan nilai-nilai dan amaliyah Aswaja sesuai dengan bidang kependidikannya. Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dapat mengembangkan teknologi untuk berdakwah secara digital dengan tetap berlandaskan prinsip-prinsip Aswaja.

Mata kuliah Aswaja di UNUSIDA membahas secara komprehensif praktik keagamaan dan tradisi keislaman yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Materi meliputi pemahaman konsep bid’ah, dasar-dasar ibadah mahdlah dan ghairu mahdlah, praktik ibadah Aswaja seperti shalat, puasa, doa, dan sholawat, serta tradisi keagamaan khas NU seperti tahlil, manaqib, haul, maulid Nabi, hingga peringatan hari besar Islam.

Selain praktik, mahasiswa juga diajak untuk mengkaji argumentasi fiqhiyah di balik amaliyah Aswaja serta memahami perbedaannya dengan aliran lain. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menekankan ritual, tetapi juga landasan ilmiah yang mendasarinya.

Dr. Rangga menegaskan bahwa tujuan utama dari mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa agar mampu memahami, menghargai, dan melestarikan tradisi keagamaan Islam Nusantara yang ramah, moderat, dan toleran. Melalui penguatan nilai Aswaja dalam seluruh lini keilmuan, UNUSIDA berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus menjaga kearifan lokal Islam Nusantara.

“Aswaja menjadi nilai dasar yang bisa diterapkan di semua disiplin ilmu, sehingga melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Aswaja an-Nahdliyah,” tegasnya. (MY)

Rektor dan LAZISNU UNUSIDA Kunjungi Pondok Pesantren Al Khoziny (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor dan LAZISNU UNUSIDA Salurkan Bantuan untuk Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo

SIDOARJO – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., bersama Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) UNUSIDA menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (30/9/2025), sebagai bentuk kepedulian atas musibah ambruknya bangunan musholla pesantren beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA bersama Direktur JPZIS LAZISNU UNUSIDA secara langsung diterima oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, KHR Abdussalam Mujib, dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi. Ia berharap bantuan yang diberikan UNUSIDA dapat membantu meringankan beban para korban, keluarga santri, hingga para relawan yang tengah bekerja keras di lokasi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp12.500.000, yang merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh elemen kampus UNUSIDA, mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, hingga pimpinan universitas, yang diinisiasi oleh LAZISNU UNUSIDA.

Hingga hari ini, proses evakuasi korban ambruknya bangunan musholla di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung. Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama sejumlah relawan dari berbagai unsur, termasuk GP Ansor, Banser, BPBD, dan organisasi kemanusiaan lainnya, masih berjibaku di lapangan untuk menyisir dan mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kondisi reruntuhan yang cukup parah menyulitkan proses pencarian. Tim SAR harus menggunakan alat berat secara hati-hati guna menghindari risiko tambahan terhadap korban yang masih hidup. Proses ini juga diperkuat dengan anjing pelacak dan alat pendeteksi detak jantung untuk memaksimalkan pencarian.

Dari pantauan tim Humas UNUSIDA, beberapa keluarga korban masih menanti kabar sambil berharap cemas di posko darurat yang didirikan di sekitar area pesantren. Layanan kesehatan, dapur umum, hingga posko-posko pengamanan pun telah mulai disiagakan untuk menangani para korban dan keluarga yang terdampak secara psikologis.

Guna menjaga ketertiban dan kondusivitas selama proses evakuasi, pihak keamanan bersama relawan telah menerapkan pengamanan ketat di area terdampak. Sejumlah titik akses ditutup sementara untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses penanganan pasca bencana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merilis jumlah pasti korban yang masih tertimbun, namun tim SAR memastikan proses pencarian akan terus dilakukan hingga area dinyatakan benar-benar aman dan bersih dari korban. (MY)

Kerja Sama UNUSIDA dan RSUD R.T Notopuro (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Salurkan Mahasiswa Magang di Bidang IT

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kerja sama strategis dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo melalui rapat pembahasan yang digelar pada Jum’at (26/9/2025) lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak membahas sejumlah program kolaborasi, mulai dari penyelenggaraan magang mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.

Secara khusus, agenda pertemuan menyoroti rencana penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA dengan Tim IT RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari program studi Informatika dan Sistem Informasi di UNUSIDA akan memperoleh kesempatan magang di bidang teknologi informasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung pengembangan sistem digital rumah sakit.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran pimpinan RSUD atas sambutan serta dukungan yang diberikan.

“Kerja sama ini sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, mahasiswa juga bisa memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem IT di rumah sakit,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit, diharapkan lahir inovasi serta solusi nyata dalam menjawab tantangan era digital di bidang pelayanan publik.

Namun demikian, ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada satu fakultas saja. Menurutnya, kerja sama lintas fakultas akan memperluas cakupan manfaat, baik bagi mahasiswa UNUSIDA maupun bagi RSUD R.T. Notopuro. Hal ini juga sejalan dengan komitmen universitas untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di berbagai bidang.

“Kami ingin kerja sama ini bisa terus berkembang, tidak hanya di Fakultas Ilmu Komputer, tetapi juga diikuti oleh fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi. Dengan begitu, semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan pengalaman praktis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan di rumah sakit,” jelasnya.

Turut hadir, Kaprodi Informatika Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., Dosen Informatika Anggay Luri Pramana, S.Kom., M.Kom., dan Kepala Bagian Humas Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. (MY)

Potret Gedung Kampus 2 UNUSIDA, di Jl. Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Masuk 5 Besar Kampus NU dengan SINTA Score Tertinggi di Indonesia

SIDOARJO — Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali mencatat pencapaian membanggakan dari jaringan kampus Nahdlatul Ulama (NU). Melalui pengukuran Science and Technology Index (SINTA) Score yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), sejumlah kampus NU menunjukkan kemajuan signifikan dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

Pada periode September 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menempati peringkat ke-5 dengan SINTA Score sebesar 83 ribu. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi UNUSIDA sebagai salah satu kampus unggulan dalam jaringan perguruan tinggi NU di Indonesia.

Seperti diketahui, SINTA Score merupakan indikator utama dalam menilai kinerja akademik perguruan tinggi, khususnya dalam hal publikasi ilmiah, penelitian, dan sitasi. Semakin tinggi skor yang diraih, semakin menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kontribusi riset bagi masyarakat.

Selain UNUSIDA, terdapat sembilan kampus NU lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar dengan SINTA Score tertinggi. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi calon mahasiswa maupun akademisi yang tengah mencari kampus NU terbaik untuk studi dan riset.

Melalui laman resmi SINTA Kemendikbud Ristek sinta.kemdiktisaintek.go.id, tercatat 12 program studi di UNUSIDA konsisten melaksanakan budaya penelitian dan pengabdian yang berdampak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi dan kerja keras dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian selama ini.

Pihaknya mengaku selalu memfasilitasi untuk memperkuat kegiatan penelitian, seperti secara rutin dan berkelanjutan menggelar pelatihan dan workshop, termasuk kegiatan terbaru bertajuk Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM untuk seluruh Dosen di setiap Program Studi dan Fakultas di UNUSIDA. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun arah penelitian yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Saya terharu dengan semangat bapak-ibu dosen yang menunjukkan progress dalam melaksanakan penelitian seperti ini. Saya berharap setiap program studi dan fakultas dapat terus bersinergi dalam melaksanakan penelitian yang lebih terarah,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Elsa juga menegaskan bahwa keberhasilan UNUSIDA menembus lima besar nasional menjadi bukti nyata keseriusan sivitas akademika dalam membangun budaya penelitian yang kuat serta memperkuat reputasi kampus di tingkat nasional.

“Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga, UNUSIDA optimis dapat terus menghasilkan riset yang inovatif, berdaya guna, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (MY)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Pagar Nusa Championship Vol. 2 dengan mengusung tema ‘Seni dalam Kendali: Menjaga Tradisi Mewujudkan Prestasi’. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (24–25/9/2025) di GOR Serbaguna Sidoarjo dan diikuti puluhan kontingen dari berbagai daerah.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo, Muhammad Khoiri, yang memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya event ini adalah buah dari komitmen dan semangat yang luar biasa, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kami bangga dengan kerja keras panitia. Perjuangan ini tidak mudah, tapi semangat dan pengorbanan mereka patut menjadi teladan bagi para atlet dan peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa menggelar kejuaraan pencak silat berskala besar di luar kegiatan akademik rutin.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pesilat, pelatih, dan komunitas Pagar Nusa. Ia berharap, event ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMA Manajemen yang mampu melaksanakan event ini untuk kedua kalinya. Semoga bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan berkembang ke edisi berikutnya dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri Nur Yahya, Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur, serta para pelatih dan pendamping dari berbagai kontingen. Pertandingan digelar dalam berbagai kategori mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Lebih lanjut, Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerja keras panitia, dukungan dari kampus, serta semangat luar biasa para atlet dan pelatih, acara ini bisa berjalan sukses hingga akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga Pagar Nusa Championship berikutnya bisa lebih meriah dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Juara Umum Pagar Nusa Championship Vol. 2

  • Juara 1: Padepokan Bina Bangsa Surabaya – 21 Emas, 8 Perak, 11 Perunggu,

  • Juara 2: CR Club – 14 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu,

  • Juara 3: Harmoni Club – 5 Emas, 4 Perak, 3 Perunggu. (MY)

Suasana MAKRAB PEMABA-FT IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik UNUSIDA Dikenalkan Soliditas Engineer Muda dalam Harmoni Keberagaman

SIDOARJO – Hari kedua Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berlangsung penuh energi dan makna, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan bertema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’. Acara yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA Sabtu-Ahad (20–21/9/2025) ini menghadirkan perpaduan materi inspiratif, aktivitas kolaboratif, hingga malam puncak yang merayakan kebersamaan.

Sesi pagi diawali dengan materi Tips & Trik Menjadi Mahasiswa Berprestasi Bidang Akademik oleh Ihsan Abu Ridho, mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2023 sekaligus penerima hibah PKM-RE. Ihsan berbagi strategi menembus pendanaan riset, menekankan pentingnya ide unik, data konsisten, dan ketekunan belajar.

Dilanjutkan dengan Tracer Study/Survival Kit Alumni oleh Moch. Syaifudin, S.T., alumni Teknik Kimia angkatan 2020. Ia menekankan pentingnya membangun portofolio, jejaring, dan pengalaman organisasi sejak dini.

Setelah sesi awal, suasana mencair lewat berbagai fun game, mulai dari estafet hanger hingga voli balon air. Permainan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat kerja sama, komunikasi, dan solidaritas mahasiswa baru.

Selain itu, peserta mendapat materi Tips & Trik Berprestasi di Bidang Non Akademik dari Aisyah Widayani, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2024 sekaligus peraih medali perak World Economics Challenge and Competition 2025. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mengeksplorasi potensi diri di luar kelas.

Momentum semakin bermakna dengan hadirnya Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang berpesan agar mahasiswa teknik menjadi pembelajar sejati, pejuang inovasi, dan agen kebaikan.

Tak hanya itu, mahasiswa baru mengikuti sesi pengenalan organisasi HIMA Prodi dan jejaring nasional seperti IMTII, IMTLI, dan BKKMTKI. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan Pentas Seni berupa musik, tari, teater, hingga musikalisasi puisi, menampilkan bakat beragam mahasiswa baru.

Puncaknya, Malam Keakraban digelar dengan api unggun, perkusi, kembang api, serta lantunan chant Fakultas Teknik yang membaurkan semangat mahasiswa baru, panitia, dan alumni dalam satu harmoni.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha menjelaskan, PEMABA FT menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk semakin mengenal, membangun kebersamaan, sekaligus meneguhkan identitas mereka sebagai calon engineer muda.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan makrab ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan penguatan soliditas mahasiswa.

“Seorang engineer bukan hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu membangun kebersamaan, komunikasi, dan solidaritas. Makrab ini adalah miniatur dari kehidupan nyata yang akan mereka hadapi di dunia kerja nanti,” ujarnya.

Menurutnya, Fakultas Teknik UNUSIDA menegaskan kembali misinya untuk melahirkan engineer muda yang unggul secara akademik, matang dalam karakter, serta solid dalam kebersamaan. PEMABA-FT ke-IX bukan hanya orientasi, tetapi langkah awal menuju generasi insinyur yang siap menghadapi masa depan dengan keberanian, kreativitas, dan solidaritas.

“Kami ingin mengajak mahasiswa baru untuk memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga nilai persatuan, gotong royong, serta menjunjung tinggi sikap toleransi. Keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan besar dalam membentuk atmosfer belajar yang dinamis dan inovatif,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

PEMABA FT UNUSIDA Ke IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA: Cetak Engineer Muda Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman

SIDOARJO – Menjadi seorang engineer di era transisi teknologi bukan hanya soal menguasai rumus atau perangkat laboratorium, tetapi juga tentang kesiapan mental, karakter, dan kemampuan merajut keberagaman. Semangat inilah yang mengalir dalam kegiatan Pekan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (20-21/9/2025).

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas, seperti Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Teknik Lingkungan. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan dunia kampus, membangun semangat kolaborasi lintas jurusan, serta menanamkan etos kerja seorang engineer muda yang tangguh, inovatif, dan inklusif. Dengan mengusung tema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kultur akademik, regulasi fakultas, dan membangun identitas keinsinyuran yang tangguh dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa PEMABA-FT bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan orientasi studi mahasiswa baru.

“PEMABA Fakultas Teknik bukan hanya acara penyambutan, tetapi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik dan regulasi fakultas. Kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat administratif penting sebelum mengikuti yudisium,” ujarnya.

Rangkaian Materi Hari Pertama: Integrasi Ilmu, Nilai, dan Praktik

Sesi pertama diawali dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi pertama oleh Ibu Listin Fitrianah yang menjelaskan visi dan misi fakultas, yaitu menjadi pusat keunggulan dalam riset terapan berwawasan lingkungan dengan landasan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara penguasaan teknologi, pengembangan karakter, dan kontribusi sosial dalam mencetak lulusan yang kompeten dan beretika.

Dilanjutkan dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi kedua oleh Wakil Dekan, Ibu Zahrotul Azizah, S.T., M.T., yang memaparkan alur perkuliahan, praktikum, hingga kerja praktik (KP) sebagai bekal awal mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar tidak hanya secara teoritis, tetapi juga praktis melalui laboratorium dan kerja lapangan.

Sesi berikutnya menghadirkan para Ketua Program Studi yang memperkenalkan keunggulan dan peluang dari masing-masing program studi. Mulai dari Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Kaprodi Teknik Kimia, Yulia Tri Rahkadima, S.T., M.T.

Ketiganya menekankan pentingnya riset aplikatif, keterampilan analisis, dan jaringan profesional sebagai modal utama lulusan teknik dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan karakter dan nilai-nilai Aswaja yang disampaikan oleh Bapak A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., dosen Teknik Kimia sekaligus Kepala Divisi Amaliyah Aswaja UNUSIDA.

Dengan pendekatan yang interaktif dan reflektif, beliau mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan tawadhu (rendah hati) sebagai fondasi kepribadian seorang engineer berintegritas.

Tak hanya itu, peserta juga diajak mengenal lebih dalam fasilitas riset melalui sesi Pengenalan Laboratorium Fakultas Teknik, yang dipandu oleh Khilyatul Afkar, S.T., Kepala Laboratorium. Para mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai peralatan dan perangkat riset di Laboratorium Kualitas Lingkungan dan Laboratorium Teknik Kimia, sekaligus memahami peran laboratorium sebagai pusat inovasi dan eksperimen.

Solid dalam Keberagaman, Siap Berkarya untuk Masa Depan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha mengatakan, PEMABA-FT IX tidak hanya menyajikan materi pengenalan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat inklusif. Melalui interaksi dengan dosen, staf laboratorium, dan sesama mahasiswa lintas prodi, para peserta mulai merajut jaringan sosial dan akademik yang akan menjadi bekal penting selama masa studi.

“Melalui PEMABA ini, kami ingin mahasiswa siap menghadapi dunia kampus yang dinamis dan beragam, serta membentuk komunitas akademik yang solid dan kolaboratif,” ungkapnya.

Erlangga mengungkapkan, kegiatan orientasi ini menjadi bukti komitmen Fakultas Teknik UNUSIDA dalam mencetak engineer muda yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga peka secara sosial, siap berinovasi, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Menurutnya, PEMABA-FT IX menjadi titik awal perjalanan panjang mahasiswa menuju profesionalisme teknik yang bermakna. Di sinilah awal mula mereka ditempa, dibimbing, dan diarahkan untuk menjadi lulusan berdaya saing tinggi dan kontributif bagi pembangunan bangsa. Menjadi gerbang awal pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai kebersamaan bagi para mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Teknik UNUSIDA. Mari kita tumbuh bersama, belajar bersama, dan berkontribusi bersama. Engineer muda tidak hanya membangun sistem dan infrastruktur, tapi juga membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)