Dosen FKIP UNUSIDA - Fajar Nur Yasin (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen FKIP UNUSIDA: Peringatan Hari Ayah Momentum Menguatkan Peran Orang Tua sebagai Pendidik di Era Digital

Peringatan Hari Ayah Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran ayah sebagai pendidik utama dalam keluarga, terutama di tengah tantangan era digital. Hal ini disampaikan oleh Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Momentum peringatan Hari Ayah menjadi refleksi ilmiah untuk menegaskan kembali peran strategis sosok ayah dalam membentuk karakter dan literasi emosional anak. UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan keluarga, khususnya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, cerdas digital, dan berakhlakul karimah.

Menurutnya, di tengah dinamika era digital, peran ayah tidak lagi cukup hanya sebagai pencari nafkah. Lebih dari itu, ayah memiliki fungsi edukatif dan moral yang penting dalam menumbuhkan nilai-nilai tanggung jawab, kedisiplinan, serta keteladanan di lingkungan keluarga.

“Ayah perlu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan pendidik digital di rumah. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga bimbingan nilai dan karakter dari sosok ayah,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Ia menambahkan, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki korelasi positif terhadap perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak. Anak yang tumbuh dengan peran aktif ayah cenderung memiliki literasi emosional, kemandirian, dan kepercayaan diri yang lebih kuat dibandingkan dengan anak yang mengalami pola pengasuhan tunggal.

Dalam perspektif pendidikan, Fajar menekankan bahwa dosen dan calon guru perlu memahami posisi ayah sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan keluarga.

“Di FKIP, kita mendidik calon guru agar memahami bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Kolaborasi antara ayah, ibu, dan guru merupakan kunci keberhasilan pembentukan karakter,” jelasnya.

Baca juga:  Mahasiswa Teknik Industri Unusida Berkunjung Ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Pabrik Tuban

Selain itu, Fajar juga menyoroti pentingnya program literasi keluarga dan pendidikan pengasuhan berbasis nilai, agar para ayah di Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi tanpa kehilangan peran dasarnya sebagai pendidik pertama bagi anak.

“Momentum Hari Ayah Nasional harus menjadi pengingat bahwa pendidikan dimulai dari rumah. Keteladanan seorang ayah akan menjadi pelajaran pertama yang diingat anak seumur hidup,” pungkasnya.