KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Siap Digelar, UNUSIDA Bangun Kolaborasi Kuat dengan Dinas PMD
Sidoarjo, 10 Juni 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (LPPM UNUSIDA) melaksanakan koordinasi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan KKN UNUSIDA BERDAYA 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan program pengabdian yang lebih terarah, aplikatif, dan berkelanjutan.
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun kolaborasi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan berbasis keilmuan dan kebutuhan riil masyarakat.
Pada tahun 2026, KKN UNUSIDA mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jama’ah.” Tema tersebut mencerminkan komitmen UNUSIDA dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
Melalui program KKN ini, mahasiswa akan didorong untuk terlibat secara langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga berperan dalam memetakan potensi desa, mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menyusun program kerja yang relevan, melaksanakan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat, hingga memberikan rekomendasi keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.
Dalam audiensi tersebut, LPPM UNUSIDA memaparkan konsep pelaksanaan KKN yang akan berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing fakultas. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih spesifik, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.
Ruang lingkup program KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 meliputi berbagai bidang strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini. Pada bidang pendidikan dan pengasuhan anak, mahasiswa akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan, literasi, serta pendampingan anak dan keluarga. Pada bidang ekonomi, program akan diarahkan pada penguatan UMKM, pemasaran digital, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Selain itu, mahasiswa juga akan berkontribusi dalam bidang lingkungan dan sanitasi melalui berbagai program edukasi serta pendampingan masyarakat terkait pengelolaan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Di bidang transformasi digital desa, mahasiswa akan membantu meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan publik, administrasi desa, dan promosi potensi lokal. Sementara itu, pada aspek ketahanan sosial dan keislaman, mahasiswa akan mendorong penguatan nilai-nilai sosial, keagamaan, serta karakter Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi ciri khas UNUSIDA sebagai perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Keberhasilan pelaksanaan program tersebut tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak. Dalam hal ini, DPMD Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai mitra utama dalam memastikan program KKN dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. DPMD akan memberikan arahan terkait isu-isu prioritas pembangunan desa, membantu proses penelaahan program kerja mahasiswa, serta memfasilitasi penyelarasan antara program KKN dengan agenda pembangunan desa yang sedang berjalan.
Tidak hanya itu, DPMD juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara UNUSIDA, mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan koordinasi yang baik, program yang disusun mahasiswa dapat lebih realistis untuk dilaksanakan, tepat sasaran, dan memiliki peluang lebih besar untuk dilanjutkan oleh pemerintah desa setelah kegiatan KKN selesai.
KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 direncanakan akan dilaksanakan di 19 desa yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Sidoarjo, dan Buduran. Sebaran lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan potensi desa, kebutuhan masyarakat, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan program.
Program ini akan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNUSIDA, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Agama Islam. Keterlibatan lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program inovatif yang menjawab berbagai tantangan pembangunan desa secara komprehensif.
LPPM UNUSIDA menegaskan bahwa KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 bukan sekadar kewajiban akademik mahasiswa, melainkan sebuah ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang mendorong lahirnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan problem solving yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
Mengusung semangat “Berkhidmah dan Berkarya di Desa,” UNUSIDA berkomitmen menghadirkan pelaksanaan KKN yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain menghasilkan berbagai program pemberdayaan, kegiatan ini juga ditargetkan menghasilkan luaran akademik dan dokumentatif berupa laporan akhir, artikel pengabdian kepada masyarakat, poster publikasi, video dokumentasi kegiatan, serta rekomendasi keberlanjutan program yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa.
Melalui sinergi yang kuat antara UNUSIDA, DPMD Kabupaten Sidoarjo, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai mitra lokal, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 diharapkan menjadi model pengabdian yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan desa yang cerdas, mandiri, produktif, sehat, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jama’ah.




