Kegiatan yang dipusatkan di area Kampus 2 UNUSIDA ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari mahasiswa. Adapun Pemilu Raya ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai program studi untuk memilih pengurus inti ORMAWA UNUSIDA mulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas maupun fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi).
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Pemilu Raya menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus fokus pada penguatan kapasitas organisasi, konsistensi pelaporan dan dokumentasi kegiatan, kegiatan yang selaras dengan indikator SIMKATMAWA, pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap lingkungan kampus.
“Pemilu Raya bukan hanya soal memilih ketua organisasi, tetapi juga proses edukasi demokrasi. Di sini mahasiswa belajar bagaimana mengelola aspirasi, menjaga integritas, dan menghargai perbedaan. Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan berlangsung jujur, adil, dan transparan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Biro Kemahasiswaan terus mendorong ORMAWA untuk menciptakan persaingan sehat, menyusun visi-misi yang relevan, serta mendorong program yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.
Ketua KPU-M UNUSIDA, Mohammad Irsyad Haki sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa pada tahun ini yang secara tertib mengikuti prosedur PEMIRA dari awal. Nampak, mahasiswa mulai memadati lokasi pemungutan suara untuk memberikan hak pilih mereka sejak pagi. Hal tersebut menunjukkan euforia Pemilu Raya terasa kuat, menandakan tingginya kesadaran berdemokrasi di kalangan mahasiswa.
“Alhamdulillah mahasiswa dari berbagai angkatan terlibat aktif dalam tahapan kampanye hingga pemungutan suara. Semoga momentum Pemilu Raya merupakan kesempatan untuk memperkuat organisasi mahasiswa agar lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan kampus,” ungkapnya.
Irsyad memastikan seluruh proses berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, panitia sejak awal sudah menerapkan tahapan verifikasi kandidat yang ketat, penyampaian visi-misi secara terbuka melalui masa kampanye, hingga penghitungan suara secara transparan.
Ia berharap para ketua terpilih dapat menjalankan amanah dan menyusun program kerja yang selaras dengan visi universitas. Sebab melalui partisipasi yang tinggi dan pelaksanaan yang profesional, ia mengajak agar Pemilu Raya ini menjadi momentum penting dalam menghasilkan pemimpin mahasiswa yang berintegritas dan visioner.
“Penyelenggaraan Pemilu Raya ORMAWA 2025 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berupaya membangun iklim organisasi yang sehat, inklusif, dan demokratis. Saya harap pemimpin terpilih mampu membawa energi baru, gagasan segar, dan semangat kolaboratif untuk memajukan organisasi mahasiswa sekaligus mendukung prestasi kampus di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.