Pesona Pendidik Masa Depan, Cak dan Neng PGSD UNUSIDA 2026 Resmi Terpilih
SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), sukses menggelar Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026 pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Program Studi PGSD UNUSIDA ke-12.
Mengusung tema “Charm of Educators: Pesona Pendidik Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Pemilihan Cak dan Neng PGSD Tahun 2026. Para finalis sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, pembekalan, hingga penampilan pada malam grand final.
Ajang Cak dan Neng PGSD tidak hanya menjadi kompetisi untuk menentukan pasangan duta mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan potensi, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi PGSD. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tampil percaya diri, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berwawasan luas, berjiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi representasi mahasiswa PGSD dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.
Grand final dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta alumni Cak dan Neng PGSD. Kehadiran para alumni turut memberikan dukungan dan semangat kepada para finalis yang tampil membawa semangat baru bagi Prodi PGSD UNUSIDA.
Dalam malam puncak tersebut, Moch. Ricky Alfiansyah dari kelas 2025E dan Munzilatun Jinan dari kelas 2025B berhasil terpilih sebagai Cak dan Neng PGSD 2026. Keduanya dinilai mampu menunjukkan performa terbaik melalui rangkaian penilaian yang meliputi pengetahuan, komunikasi, kepribadian, penampilan, serta kemampuan menjawab pertanyaan dari dewan juri.
Ketua Himpunan Mahasiswa PGSD FKIP UNUSIDA, Zafrina Jihan Sajida, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seluruh proses pemilihan Cak dan Neng PGSD 2026 telah dipersiapkan secara maksimal oleh panitia dengan dukungan dari berbagai pihak.
“Kegiatan ini dirancang dengan sebaik mungkin agar dapat berjalan dengan semestinya. Kami segenap panitia berharap kegiatan ini dapat membangun sinergi dan rasa kekeluargaan tanpa sekat,” ujarnya.
Zafrina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dosen fakultas, dosen program studi, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan acara.
“Saya berterima kasih banyak kepada seluruh panitia dan dosen, baik fakultas maupun prodi, atas dukungan dan support-nya untuk tetap memaksimalkan acara ini. Cinta PGSD, jaya selalu UNUSIDA,” tambahnya.
Ia berharap terpilihnya Cak dan Neng PGSD 2026 dapat menjadi awal bagi lahirnya generasi mahasiswa yang semakin aktif, inspiratif, dan mampu meneruskan berbagai prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya. Selain menjadi ikon prodi, Cak dan Neng PGSD diharapkan mampu membangun citra positif serta memperkuat eksistensi PGSD UNUSIDA di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA, Wahyu Maulida Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pemilihan Cak dan Neng PGSD merupakan wadah penting dalam pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.
“Kompetisi ini bukan hanya sekadar kegiatan biasa. Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat wajah-wajah regenerasi Cak dan Neng PGSD yang akan bersiap menjadi ikon PGSD serta membawa nama program studi menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026 yang bertepatan dengan Hari Lahir Prodi PGSD ke-12 menjadi bentuk rasa syukur sekaligus wujud cinta seluruh civitas akademika terhadap program studi.
“Kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur dan cinta kita karena hari ini bertepatan dengan lahirnya prodi kita tercinta, yaitu Prodi PGSD,” lanjutnya.
Wahyu Maulida Lestari turut mengapresiasi seluruh panitia, pembina, dan finalis yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, semangat para mahasiswa dalam mengikuti proses seleksi hingga grand final menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UNUSIDA memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FKIP UNUSIDA memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar Cak dan Neng sebagai simbol prestasi semata. Lebih dari itu, gelar tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas pengalaman, serta membawa nilai-nilai keaswajaan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.
Para finalis juga didorong untuk berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif. Dengan kemampuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki, Cak dan Neng PGSD diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan mahasiswa, inspirasi bagi rekan-rekannya, serta mitra program studi dalam memperkenalkan berbagai prestasi dan program unggulan PGSD UNUSIDA.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang dilakukan secara objektif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, berikut hasil Pemilihan Cak dan Neng PGSD 2026:
- Winner Cak PGSD 2026: Moch. Ricky Alfiansyah
- Winner Neng PGSD 2026: Munzilatun Jinan
- Runner-up Cak PGSD 2026: M. An’im Falakhudin
- Runner-up Neng PGSD 2026: Rahma Aulia
- Cak Favorit PGSD 2026: Ahmad Mauluddin Yushan
- Neng Favorit PGSD 2026: Zumrotul Mardliyah
Terpilihnya para pemenang diharapkan dapat membawa amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA. Semangat “Charm of Educators: Pesona Pendidik Masa Depan” menjadi pengingat bahwa calon pendidik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial.
Melalui Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026, PGSD UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus mencetak calon guru sekolah dasar yang unggul, berkarakter, adaptif, serta siap menjadi pendidik masa depan yang membawa manfaat bagi bangsa dan masyarakat.






2025


