Jejak Kreatif Athfal Hanif Azwara: Mengubah Estetika Menjadi Strategi di Industri Creative Marketing
Dunia desain komunikasi visual bukan sekadar tentang menciptakan tampilan yang menarik, melainkan bagaimana sebuah pesan mampu menggerakkan audiens dan memberi nilai strategis bagi sebuah jenama. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Athfal Hanif Azwara, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).
Lulus pada tahun 2022, Hanif sapaan akrabnya, kini menapaki karier profesional sebagai tenaga ahli Creative Marketing di PT Inayalesy Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di UNUSIDA mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di industri kreatif yang terus berkembang.
Menghubungkan Kreativitas dengan Kebutuhan Pasar
Hanif mengungkapkan bahwa bekal ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNUSIDA memberikan fondasi kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Di perusahaan tempatnya bernaung saat ini, ia tidak hanya berperan sebagai desainer visual, tetapi juga terlibat dalam perumusan strategi pemasaran kreatif yang mampu menghubungkan produk dengan emosi konsumen.
“DKV UNUSIDA mengajarkan saya bahwa desain adalah proses pemecahan masalah. Di dunia Creative Marketing, kami dituntut berpikir kritis: bagaimana visual tidak hanya menarik, tetapi juga selaras dengan tujuan bisnis perusahaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman tentang psikologi visual, manajemen branding, dan riset audiens menjadi aspek penting yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Tantangan Era Digital dan Bekal dari UNUSIDA
Bekerja di era digital menuntut kecepatan adaptasi terhadap tren dan teknologi. Menurut Hanif, penguasaan perangkat lunak desain saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan storytelling dan komunikasi visual yang kuat.
Pengalaman berorganisasi serta pendampingan dosen selama kuliah di UNUSIDA turut membentuk mentalitas profesional yang tangguh, komunikatif, dan beretika.
“Keunggulan lulusan UNUSIDA terletak pada nilai etika dan kemaslahatan. Setiap karya tidak hanya berorientasi pada visual, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai alumni, Hanif memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa DKV dan generasi muda UNUSIDA agar memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang eksplorasi dan pembentukan portofolio.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu menjelajahi bidang-bidang pendukung seperti riset pemasaran, analisis data media sosial, hingga strategi konten digital. Menurutnya, industri kreatif saat ini membutuhkan talenta multidisipliner yang mampu berpikir strategis sekaligus kreatif.
Keberhasilan Athfal Hanif Azwara di PT Inayalesy Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA. Hal ini menegaskan bahwa lulusan S1 DKV UNUSIDA memiliki daya saing tinggi dan mampu menempati posisi strategis di dunia industri, sekaligus membawa semangat inovasi yang berkelanjutan.










