Pos

Dari Kampus untuk Negeri: Aksi Nyata Mahasiswa FE UNUSIDA di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang Sidoarjo (Foto: Sekara 2026 SDN Kupang/Angelia Salvana)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Program SEKARA, Perluas Akses Pendidikan di Sekolah Terpencil Sidoarjo

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan kegiatan Sinergi Edukasi & Kepedulian untuk Akses Ruang Aktivitas dengan Program Bakti Sosial (SEKARA) di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjaga Asa, Memperluas Akses: Gerakan Pendidikan & Charity untuk Sekolah dengan Keterbatasan Akses’, Kamis (8/1/2026) lalu.

Ketua Pelaksana, Malinda Dwi Hanjani Setyo menyebutkan bahwa kedua sekolah tersebut diketahui memiliki keterbatasan akses geografis, sehingga mahasiswa harus menempuh perjalanan dengan medan yang cukup menantang untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat kepedulian serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Program SEKARA merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Character Education Program Studi Manajemen angkatan 2024 serta Akuntansi 2023 kelas A dan B yang diikuti oleh 115 mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran karakter melalui aksi edukasi dan kepedulian sosial di sekolah dengan keterbatasan akses pendidikan,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial berbasis edukasi, pembuatan pojok baca sebagai ruang literasi siswa, permainan edukatif, pembagian hadiah apresiasi, hingga nonton bareng film bertema Character Education yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta semangat meraih cita-cita.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Pohon Harapan, di mana siswa-siswi menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada lembaran kertas untuk kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon. “Seluruh kegiatan ini dirancang menjadi simbol semangat dan mimpi besar anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, buku-buku di pojok baca merupakan hasil sumbangan yang dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mampu mendorong minat baca siswa.

Jumlah siswa di kedua sekolah relatif sedikit, dengan satu angkatan tidak mencapai 20 siswa. Mayoritas berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perikanan dan tambak. Melalui program SEKARA, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial secara langsung.

Malinda berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga asa serta memperluas akses pendidikan bagi sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses di wilayah Sidoarjo, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa terlihat tinggi melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Penulis: Angelia Salvana

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar International Seminar Secara Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Seminar International Bahas Perang Dagang hingga Volatilitas Pasar Minyak

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik berwawasan global melalui penyelenggaraan International Seminar bertajuk ‘Trade Wars, Sanctions, and Oil Market Volatility under Trump-Era Policies’, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini digelar secara hybrid di Hall Kampus2 UNUSIDA dan Zoom Meeting.

Dekan FE UNUSIDA menyampaikan bahwa seminar internasional sebagai forum ilmiah untuk membedah dinamika ekonomi global yang terus bergerak dan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membuka wawasan mahasiswa terkait perkembangan ekonomi global serta kebijakan internasional yang terus mengalami perubahan.

“Forum ini sangat baik untuk membuka wawasan mahasiswa tentang ekonomi global hingga kebijakan internasional yang pergerakannya secara langsung memengaruhi ekonomi nasional. Mahasiswa harus memiliki perspektif luas dan tidak hanya melihat ekonomi dalam lingkup domestik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, tantangan ekonomi global menjelang tahun 2026 saat ini semakin kompleks. Kebijakan proteksionisme dan sanksi ekonomi telah menjadi instrumen utama dalam diplomasi internasional yang berdampak signifikan terhadap arus perdagangan global serta stabilitas harga energi, termasuk minyak dunia. Oleh karena itu, kajian akademik yang mendalam sangat diperlukan agar mahasiswa mampu memahami konteks global secara komprehensif.

“Saya harap kampus dapat terus menjadi ruang dialog akademik yang responsif terhadap isu-isu global, sekaligus memperkuat kontribusi kampus NU dalam menjawab tantangan ekonomi dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara umum.

“Memasuki tahun 2026, kita menyaksikan dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Perang dagang, kebijakan sanksi, serta volatilitas pasar energi menjadi isu strategis yang perlu dipahami secara akademis. Saya berharap seminar ini dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA sebagai kampus Nahdlatul Ulama terus berupaya menghadirkan forum akademik yang religius, ilmiah, dan progresif, sejalan dengan semangat membangun generasi intelektual yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas perspektif sivitas akademika terhadap dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat budaya akademik yang kritis, analitis, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya.

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Konsentrasi (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Konsentrasi: Bekali Mahasiswa Kenali Potensi Diri di Bidang Marketing, Finance, dan HR

SIDOARJO – Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Konsentrasi bertajuk ‘Starting Your Journey: Discovering Your True Potential in Marketing, Finance, and Human Resources’, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum menentukan konsentrasi bidang studi yang akan ditempuh.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari dunia praktisi, yakni Nur Rahmawati, S.E. (Owner Rahma Fashion dan SBR Fruit Salad), Ina Diyanti, S.E. (HRD CV Sari Bakery), serta Rinaldi Nugraha (Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan/OJK Jawa Timur).

Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menegaskan pentingnya spesialisasi di era modern. Menurutnya, perkembangan dunia kerja menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memahami ilmu manajemen secara umum, tetapi juga mendalami bidang tertentu seperti pemasaran, sumber daya manusia, atau keuangan.

Ia berharap, melalui seminat ini mahasiswa dapat mampu mengenali minat serta kekuatan masing-masing, sehingga dapat menentukan konsentrasi secara tepat dan siap menjadi lulusan Manajemen UNUSIDA yang kompeten, mandiri, serta berdaya saing.

“Dulu manusia memenuhi kebutuhannya sendiri. Sekarang semuanya berbasis spesialisasi. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini sesuai minat dan potensinya, agar setelah lulus benar-benar siap terjun ke dunia profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UNUSIDA, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., menyampaikan bahwa seminar ini dirancang agar mahasiswa tidak memilih konsentrasi secara asal, melainkan berdasarkan pemahaman yang matang. Sehingga tidak memilih secara asal, melainkan berdasarkan minat, potensi diri, serta gambaran nyata dunia kerja.

“Kami hadirkan langsung praktisi marketing, HR, dan keuangan agar mahasiswa mendapat gambaran nyata dunia kerja. Selain itu, profil lulusan Manajemen juga diarahkan pada jiwa wirausaha, sehingga mahasiswa bisa belajar langsung dari pelaku usaha,” ujarnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., turut memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa kesiapan karier harus dibangun sejak awal perkuliahan, termasuk melalui penguatan karakter dan kompetensi diri.

“Konsentrasi ini bukan sekadar pilihan akademik, tapi langkah strategis membangun masa depan. Yang terpenting adalah kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian mengembangkan potensi diri,” pesannya.

Panitia BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Setelah Sukses Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II (Foto: BEM FE UNUSIDA)

BEM Fakultas Ekonomi dan KSPM UNUSIDA Gelar Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Volume II

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UNUSIDA sukses menyelenggarakan Webinar Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (23/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum dari berbagai daerah. Webinar tersebut menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk memahami dasar-dasar investasi dan pasar modal sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial.

Webinar menghadirkan dua pemateri berkompeten di bidang pasar modal, yakni Rahmat Fajar Basarda selaku Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur Bursa Efek Indonesia (IDX) sebagai pemateri utama, serta Adrian Fajar Eka Putra selaku Trainer PT Phintraco Sekuritas Surabaya sebagai pemateri pendamping. Acara dipandu oleh moderator Nurul Hikmah A. dan Alfiorence Devarareza S.

Dalam pemaparannya, Rahmat Fajar menyampaikan materi pengenalan pasar modal, berbagai jenis instrumen investasi, mekanisme transaksi, serta menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang investasi yang aman, legal, dan berkelanjutan sebagai bekal awal membangun kemandirian finansial.

“Mahasiswa harus mulai melek finansial. Tidak hanya menabung, tetapi juga memahami investasi yang aman dan sesuai regulasi. Ini penting sebagai bekal membangun kemandirian finansial sejak usia muda,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi. Rahmat Fajar menjelaskan prinsip dasar memilih investasi yang legal, terdaftar di OJK, serta memiliki risiko yang terukur dan berkelanjutan.

Ia berharap melalui kegiatan Edukasi Sekolah Pasar Modal Level 1 Volume II ini mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi BEM FE dan KSPM UNUSIDA, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong masyarakat agar lebih mengenal pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran akan perencanaan keuangan jangka panjang, sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dengan pemahaman investasi yang tepat dan bertanggung jawab,” terangnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi diskusi interaktif. Selain memperoleh wawasan teoritis, peserta juga mendapatkan insight praktis seputar dunia investasi, khususnya bagi pemula yang ingin mulai terjun ke pasar modal.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan fasilitas berupa e-sertifikat, kesempatan memperoleh fee top up Rekening Dana Nasabah (RDN), serta peluang networking dengan sesama peserta dan praktisi pasar modal.

Penulis: Mawan Ardiansyah

Mahmuda, S.M., Alumni Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Kerja: Kisah Inspiratif Mahmuda, Alumni Manajemen UNUSIDA

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus melahirkan alumni-alumni yang mampu berkiprah di dunia profesional. Salah satunya adalah Mahmuda, S.M., alumni Program Studi Manajemen pertama tahun 2014, yang kini berkarier di PT Sinar Surya Trans pada bagian Administrasi.

Mahmuda mengungkapkan bahwa mengungkapkan bahwa UNUSIDA memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya. Menurutnya, kampus tidak hanya membekali ilmu akademik, tetapi juga menyediakan ruang pengembangan diri melalui organisasi dan program magang yang membantunya memahami dunia kerja secara nyata. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkannya lebih percaya diri memasuki dunia profesional.

Perjalanan kariernya tidak lepas dari pengalaman aktif selama masa kuliah. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Menurutnya, organisasi menjadi ruang penting untuk mengasah soft skill sekaligus memperluas jejaring.

“Lewat organisasi, kita bisa memperluas jaringan dengan sesama mahasiswa maupun dosen. Dari situ wawasan dan pengalaman juga bertambah,” ujarnya saat dihubungi oleh Humas UNUSIDA, Selasa (27/1/2026).

Tak hanya itu, Mahmuda juga menyebut bahwa UNUSIDA memiliki peran besar dalam pengembangan dirinya melalui program magang. Ia pernah menjalani magang di The Sun Hotel pada bagian HR & GA, pengalaman yang menjadi bekal berharga saat memasuki dunia kerja profesional.

“Kampus menyediakan wadah untuk pengembangan diri, salah satunya lewat magang. Dari sana saya belajar langsung bagaimana dunia kerja berjalan,” tuturnya.

Kini, sebagai staf administrasi di PT Sinar Surya Trans, Mahmuda terus mengembangkan kompetensinya dengan semangat belajar yang sama seperti saat masih menjadi mahasiswa. Ia berharap kisahnya ini dapat memotivasi mahasiswa UNUSIDA untuk aktif berorganisasi, memanfaatkan peluang magang, dan berani mengembangkan potensi diri sejak dini.

Bagi Mahmuda yang lulus pada tahun 2019 lalu, masa kuliah bukan hanya tentang mengejar nilai akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, relasi, dan pengalaman hidup yang kelak menjadi bekal berharga di dunia kerja.

“Pengalaman akademik maupun non akademik di luar kelas ketika kuliah adalah bekal berharga untuk membentuk karakter, memperluas jejaring, dan menyiapkan diri menghadapi dunia kerja. UNUSIDA, kampus yang tepat untuk tumbuh, berprestasi, dan menjemput masa depan,” ungkapnya.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M. Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prospek Ekonomi 2026: Tantangan Digitalisasi, Ekonomi Hijau, dan SDM

Menatap tahun 2026, Indonesia berada pada persimpangan penting dalam perjalanan pembangunan ekonominya. Di tengah dinamika global yang terus berubah, mulai dari disrupsi teknologi hingga tekanan isu lingkungan. Indonesia dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan serius. Setidaknya terdapat tiga isu strategis yang akan sangat menentukan arah dan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional, yakni digitalisasi, pengembangan ekonomi hijau, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Digitalisasi: Peluang Inklusif yang Masih Menyisakan Kesenjangan
Digitalisasi telah menjadi keniscayaan dalam kehidupan ekonomi modern. Pemanfaatan kecerdasan buatan, big data, serta otomatisasi kini bukan lagi sekadar inovasi, melainkan standar baru dalam dunia usaha dan industri. Transformasi digital memberikan peluang efisiensi, perluasan pasar, serta peningkatan daya saing nasional.

Namun demikian, tantangan besar masih membayangi, terutama kesenjangan digital yang dialami sektor UMKM. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang belum memiliki literasi digital memadai, keterbatasan infrastruktur, maupun akses pembiayaan untuk adopsi teknologi. Tanpa kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas UMKM, digitalisasi justru berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui pelatihan, perluasan infrastruktur digital, serta skema pembiayaan yang inklusif menjadi kebutuhan mendesak.

Ekonomi Hijau: Antara Potensi Besar dan Tantangan Transformasi
Di sisi lain, ekonomi hijau menjadi agenda strategis yang tak terpisahkan dari komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan. Tekanan global akibat perubahan iklim mendorong negara-negara, termasuk Indonesia, untuk mengadopsi praktik ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi energi terbarukan yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau.

Meski demikian, transisi menuju ekonomi hijau bukanlah proses yang mudah. Diperlukan keberanian untuk mengubah pola produksi konvensional, investasi serius pada teknologi hijau, serta konsistensi kebijakan publik dalam mendukung transisi energi. Tanpa komitmen jangka panjang, ekonomi hijau berisiko hanya menjadi jargon tanpa dampak nyata.

SDM: Fondasi Utama Transformasi Ekonomi
Keberhasilan digitalisasi dan ekonomi hijau pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Tantangan terbesar Indonesia ke depan adalah memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kemampuan analitik, literasi teknologi, kreativitas, hingga green skills menjadi kompetensi kunci yang harus dimiliki generasi mendatang.

Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peran strategis. Institusi pendidikan tinggi dituntut untuk adaptif melalui pengembangan kurikulum yang relevan, pembelajaran berbasis praktik, serta kolaborasi erat dengan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga motor penghasil SDM unggul yang siap menjawab tantangan ekonomi masa depan.

Bagi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), tantangan ekonomi tersebut selaras dengan identitas kampus NU yang mengusung motto Religius Campus With Entrepreneurship Spirit. Artinya, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus berpijak pada nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kemaslahatan umat.

UNUSIDA memandang penguatan SDM sebagai proses menyeluruh: mengintegrasikan keilmuan, nilai ke-NU-an, dan semangat kewirausahaan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang berorientasi pada kemaslahatan.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan sektor bisnis, tantangan digitalisasi, ekonomi hijau, dan penguatan SDM bukanlah hambatan, melainkan peluang strategis. Saya optimis, jika dikelola secara terencana dan berkelanjutan, tahun 2026 dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melangkah menuju ekonomi yang lebih tangguh, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Oleh: Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M.
Dekan Fakultas Ekonomi

Dekan dan Tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hadiri Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hadiri Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo

SIDOARJO – Tim Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) turut hadir dalam acara Peresmian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo, Jabon yang menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan koperasi.

Acara yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo Daud Alexander Tindi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, S.T., M.M., beserta jajaran, perwakilan BUMN seperti PGN dan Pertamina, pihak perbankan, supplier seperti Bulog dan Rajawali, serta civitas akademika UNUSIDA.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pendirian Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Gerai sembako ini akan memutus rantai pasokan dengan konsep dari dan untuk masyarakat. Dengan demikian, kesejahteraan warga akan meningkat dan ekonomi desa akan semakin kuat,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah, perbankan, BUMN, supplier, serta perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang profesional dan berkelanjutan. Fakultas Ekonomi UNUSIDA siap berperan aktif dalam memberikan pembinaan SDM dan pendampingan manajemen usaha koperasi.

“Kami ingin kehadiran UNUSIDA tidak hanya simbolis, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis desa dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, acara juga dipandu oleh Alvin, Duta Favorit UMKM Jawa Timur yang juga mahasiswa Prodi Manajemen UNUSIDA, bersama Zulfa dari Prodi Akuntansi. Tampak hadir Kaprodi Akuntansi: Dian Fahriani, S.E., M.S.A. Kehadiran mereka menambah semangat dan kebanggaan tersendiri bagi kampus dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Selain menghadiri peresmian, tim Fakultas Ekonomi UNUSIDA juga sedang melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) hibah Kemdiktisaintek di Desa Tambak Kalisogo. Program ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara kampus dan desa.

Dengan hadirnya Gerai Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan ekonomi pedesaan semakin tumbuh, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan kesejahteraan masyarakat Tambak Kalisogo semakin meningkat.

Ia menyebutkan, koperasi ini menjadi pijakan awal program jangka panjang. Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta, dan lembaga ekonomi, gerai koperasi desa diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal yang membuka lapangan kerja baru di desa.

Koperasi juga dinilai sebagai penggerak kemandirian desa dalam mengurangi ketergantungan pada supplier luar. Selain itu, juga menjadi ruang praktek bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang manajemen usaha, akuntansi koperasi, dan pengabdian masyarakat. Serta menjadi pusat sinergi antar stakeholder, termasuk pemerintah, perbankan, BUMN, supplier, dan warga desa.

Tak hanya itu, koperasi merah putih juga menjadi jawaban terhadap tantangan pembangunan ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan. Dengan begitu, Desa Tambak Kalisogo akan menjadi desa mandiri inspiratif di mata publik, sekaligus bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan bisa ditegakkan dari bawah bersama-sama.

“Harapan kami, Desa Tambak Kalisogo dapat menjadi desa binaan Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang mampu menginspirasi desa-desa lain di sekitarnya. Potensi desa ini luar biasa, ditambah dukungan kuat dari pemerintah desa, menjadi modal penting menuju desa mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (MY)

Dosen UNUSIDA Dampingi Peternak Kambing dan Sapi di Sidoarjo Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi dan Pelatihan (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Dampingi Peternak Kambing dan Sapi di Sidoarjo Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi dan Pelatihan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan ekonomi lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini giliran Dosen UNUSIDA yang berkesempatan untuk mendampingi kelompok peternak kambing dan sapi di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan mereka melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan intensif.

Desa Tambak Kalisogo dikenal sebagai salah satu desa dengan sektor peternakan rakyat yang cukup berkembang. Namun, metode tradisional yang masih digunakan dalam pengelolaan pakan, kesehatan hewan, dan pemasaran, membuat produktivitas belum optimal, biaya operasional tinggi, serta potensi digitalisasi belum tergarap maksimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian UNUSIDA yang diketuai oleh Dr. Hj. Muhafidhah Novie, M.M., merancang program komprehensif yang mencakup investasi alat, pelatihan tematik, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi peternakan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi menyeluruh: mulai dari penyediaan alat, pelatihan praktis, hingga pendampingan lapangan. Tujuannya agar peternak dapat mengelola usaha mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Bantuan Alat Penunjang Produktivitas Peternakan

Langkah awal yang dilakukan adalah penyerahan peralatan pendukung untuk meningkatkan efisiensi operasional peternakan:

  • 4 Mesin Chopper (termasuk 1 mesin pencetak pelet): untuk mencacah hijauan pakan agar lebih mudah dicerna ternak.

  • 19 Tong Silase: untuk menyimpan pakan fermentasi berkualitas tinggi, terutama saat musim kemarau.

  • 19 Bak Minum Ternak: memastikan ketersediaan air bersih dan mengurangi risiko penyakit.

  • 1 Timbangan Ternak: untuk memantau bobot hewan secara akurat dan menentukan waktu jual yang tepat.

“Pemberian alat ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan kualitas produk ternak,” jelas Novie.

Pelatihan Komprehensif: Dari Silase hingga Digital Marketing

Program dilanjutkan dengan tiga jenis pelatihan tematik yang dirancang berdasarkan kebutuhan kelompok peternak:

  1. Pelatihan Pembuatan Silase
    🗓 Senin, 28 Juli 2025
    📍 Peternakan Bapak Katirin
    👥 30 peserta
    ➤ Peternak diajarkan teknik memilih bahan hijauan, menambahkan molases, serta proses fermentasi yang benar. Peternak menjadi lebih siap menghadapi musim kemarau, tidak khawatir kekurangan pakan lagi.

  2. Pelatihan Pemasaran Online
    🗓 Kamis, 21 Agustus 2025
    📍 Balai Desa Tambak Kalisogo
    👥 25 peserta
    ➤ Fokus pada strategi promosi digital melalui media sosial, pembuatan konten, dan transaksi daring. Hal tersebut mendorong agar peternak berani masuk ke pasar digital karena potensi pasarnya jauh lebih luas.

  3. Pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan
    🗓 Senin, 1 September 2025
    📍 Balai Desa Tambak Kalisogo
    👥 25 peserta
    ➤ Peserta belajar menyusun pembukuan sederhana, menghitung biaya produksi, serta membuat rencana usaha.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah adanya pendampingan pasca-pelatihan. Tim UNUSIDA melakukan 5 kali kunjungan lapangan untuk memantau implementasi materi pelatihan dan memberikan saran teknis secara langsung kepada 19 peternak aktif.

“Pendampingan ini menjadi kunci agar program tidak hanya berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar memberi dampak nyata,” tegas Novie.

Dampak Nyata: Hemat Biaya, Harga Jual Meningkat, dan Jangkauan Pasar Lebih Luas

Sejak program berjalan, para peternak mulai merasakan berbagai manfaat langsung, seperti:

  • Penggunaan silase menurunkan ketergantungan pada pakan hijauan segar.

  • Kesehatan hewan membaik berkat pasokan air bersih dan pakan yang lebih terkontrol.

  • Timbangan ternak membantu menentukan waktu jual ideal, sehingga harga jual meningkat.

  • Pemasaran online mulai dilakukan oleh beberapa peternak, bahkan telah menerima pesanan dari luar daerah.

  • “Dulu kami hanya menunggu pembeli datang. Sekarang, kami bisa promosi lewat media sosial dan mulai mendapat pesanan dari luar,” kata salah satu peternak dengan bangga.

Sinergi Kampus dan Desa: Contoh Kolaborasi yang Menginspirasi

Kepala Desa Tambak Kalisogo menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, program ini sangat membantu peternak di Kalisogo untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hasil ternaknya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari UNUSIDA. Program ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak, bahkan ekonomi desa secara keseluruhan,” ujarnya.

Novie menambahkan bahwa program ini juga memberi peluang riset lanjutan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menyebutkan, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, perguruan tinggi dapat menjadi motor perubahan sosial yang signifikan. Ia berharap, inisiatif ini dapat menjadi model pemberdayaan peternak rakyat yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Pengabdian adalah jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami akan terus mendampingi dan membuka peluang kerja sama agar peternak semakin mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.

Rektor UNUSIDA saat membersamai Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dalam HARMONIKAFE 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HARMONIKAFE UNUSIDA 2025: Tanamkan Rasa Memiliki dan Bangun Mental Progresif

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hamonisasi Keluarga Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi (Harmonikafe) 2025, pada Jumat-Sabtu, (19–20/9/2025). Kegiatan orientasi tersebut mengusung tema ‘Sense of Belonging sebagai Pondasi Awal Membangun Mental Progresif’, yang bertujuan menanamkan rasa memiliki terhadap almamater serta membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dari berbagai program studi, dengan rangkaian acara yang meliputi pengenalan akademik, pelatihan soft skill, talkshow motivasi, serta dinamika kelompok yang membangun solidaritas antar mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan pentingnya mentalitas progresif dan rasa memiliki terhadap institusi sebagai fondasi awal dalam menempuh dunia perkuliahan.

“Saya mohon maaf karena pada pembukaan PKKMB Universitas saya tidak bisa hadir karena sedang berada di Kuala Lumpur memenuhi undangan Duta Besar RI untuk program KKN Internasional. Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir di Fakultas Ekonomi untuk menyambut kalian secara langsung,” tuturnya.

Fatkul menegaskan bahwa kemandirian adalah kualitas pertama yang harus dimiliki mahasiswa ketika memasuki dunia kampus.

“Kalau di SMA kalian masih dibimbing guru, maka di kampus kalian harus mengelola diri sendiri. Harus mampu memanajemen waktu, membagi antara belajar, organisasi, bahkan bekerja bagi yang sambil kerja. Tugas utama kalian adalah kuliah,” pesannya.

Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga komitmen akademik, terutama bagi penerima beasiswa. Ia menjelaskan bahwa program bantuan seperti KIP Kuliah akan dievaluasi setiap semester dan dapat dicabut jika tidak menunjukkan prestasi yang konsisten. Selain itu, ia menekankan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA juga berarti menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Karena kalian berkuliah di Universitas NU, kalian adalah kader NU. Maka soft skill seperti gotong royong, bertanggung jawab, bisa dipercaya, dan siap memimpin harus kalian bangun sejak sekarang melalui organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.

Ia juga membanggakan prestasi yang telah diraih oleh Fakultas Ekonomi dan UNUSIDA secara keseluruhan, mulai dari medali emas di kompetisi bisnis internasional, hibah program kewirausahaan, hingga penghargaan nasional di bidang pengabdian masyarakat. Rektor juga memaparkan capaian UNUSIDA dalam klasterisasi perguruan tinggi nasional. Saat ini, UNUSIDA masuk dalam Cluster Utama dan berada pada peringkat ke-116 nasional dalam Indeks Sains dan Teknologi, serta peringkat ke-3 di antara seluruh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia.

“Tahun 2024 saja, UNUSIDA mencatat 99 prestasi mahasiswa, termasuk 6 prestasi internasional. Fakultas Ekonomi termasuk yang paling aktif berkontribusi. Ini bukti bahwa kalian berada di tempat yang tepat untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, S.E., M.M., berharap agar Harmonikafe 2025 menjadi awal yang inspiratif bagi mahasiswa baru. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menandai semangat baru untuk memasuki dunia kampus yang penuh tantangan dan peluang.

“Kami ingin menciptakan iklim akademik yang harmonis, penuh semangat, dan kolaboratif. Dengan tema ‘sense of belonging’, kami ingin mahasiswa merasa menjadi bagian penting dari fakultas ini,” pungkasnya. (MY)

Wisudawan Terbaik UNUSIDA, Dewi Sri Rahayu saat menyampaikan Pesan Wisudawan saat Wisuda KeIX (Foto: Humas UNUSIDA)

Simak Pesan Wisudawan Terbaik UNUSIDA 2025: Gelar Sarjana adalah Bukti Perjuangan

SURABAYA – Momentum Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh wisudawan, khususnya bagi Dewi Sri Rahayu, S. Ak, wisudawan terbaik dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi angkatan 2021 dengan IPK 3,94. Wisuda tersebut dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dewi sapaan akrabnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan untuk berdiri mewakili rekan-rekan wisudawan dalam memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Dewi mengajak wisudawan untuk sejenak menoleh ke belakang, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui sejak awal perkuliahan.

“Rasanya baru kemarin kita mengikuti PKKMB, masih canggung, masih mencari teman karena semester awal kita masih melakukan kuliah daring akibat pandemi. Tapi dari situlah perjalanan kita dimulai,” ujarnya.

Ia mengenang suka duka masa kuliah, mulai dari menumpuknya tugas, menghadapi dosen yang tegas namun penuh perhatian, begadang demi menyelesaikan makalah, hingga melewati fase penting seperti LKMM-TD, PKL, KKN, hingga menyusun skripsi. Semua momen tersebut, menurutnya, kini berbuah manis dengan toga dan gelar sarjana yang disandang.

Dewi juga menegaskan bahwa perjalanan setiap wisudawan tidaklah mudah. Ada yang berjuang mempertahankan beasiswa, ada yang membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, bahkan ada yang tetap berjuang sambil memikul tanggung jawab keluarga.

“Semua punya cerita, tapi satu pesan yang sama: dengan usaha, tidak ada yang mustahil. Seperti pesan Presiden ke-3 RI, Prof. B.J. Habibie: Keberhasilan bukan milik orang yang pintar, melainkan milik mereka yang senantiasa berusaha,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dewi menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari orang tua, dosen, tenaga kependidikan, sahabat, hingga almamater tercinta, UNUSIDA. Ia juga menekankan kebanggaannya atas prestasi UNUSIDA yang meski masih berusia muda, sudah mencatatkan berbagai pencapaian gemilang, seperti penghargaan Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama 2025, peringkat Klaster Utama Perguruan Tinggi Nasional 2024, hingga Gold Winner Anugerah Diktiristek 2023 dalam bidang pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, Dewi juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih UNUSIDA sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Sebab UNUSIDA telah membuktikan bahwa mahasiswa dan alumninya memiliki daya saing, kreativitas, dan kemampuan untuk berdiri sejajar dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya.

“Di sini, Anda tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik yang mumpuni, tetapi juga tumbuh dalam suasana kampus yang mendidik karakter, memperkuat akhlak, serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru. Ia berharap UNUSIDA semakin maju, semakin dikenal, tidak hanya di Sidoarjo tetapi juga di kancah nasional maupun internasional, serta terus memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

“Apapun jalan yang kita tempuh setelah ini bekerja, melanjutkan studi, berwirausaha, maupun membangun keluarga yang terpenting adalah tetap berusaha, terus belajar, dan menjaga nama baik almamater. Semoga ilmu yang kita peroleh menjadi amal jariyah bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (MY)