Pos

KKN Desa Binaan FE UNUSIDA Hidupkan Kembali Tradisi Jimpitan (Foto: Ainur Rokhmah)

Mahasiswa KKN Binaan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hidupkan Kembali Tradisi Jimpitan di Desa Gempol Klutuk

SIDOARJO – Tradisi jimpitan, sebuah budaya gotong royong yang sempat terlupakan, kini kembali menghidupkan semangat kebersamaan di Desa Gempol Klutuk, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Inisiatif ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) 2025 dengan mengadaptasi jimpitan sebagai program penggalangan dana masjid yang modern dan transparan.

Dalam kurun waktu dua minggu, mahasiswa KKN berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 6,8 juta melalui jimpitan rutin tiap pekan. Masing-masing warga menyumbang ‘sejimpit’, kontribusi kecil yang jika dikumpulkan bersama mampu menghadirkan dampak besar.

Ketua Kelompok KKN Desa Binaan Fakultas Ekonomi 2025, Ainur Rokhmah menuturkan bahwa program ini lahir dari keresahan melihat tradisi kebaikan yang mulai ditinggalkan. “Kami ingin menghadirkan kembali budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan, sekaligus membantu kebutuhan nyata masyarakat, yaitu pembangunan masjid,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Ainur menjelaskan bahwa ia dan tim juga memperkenalkan sistem pencatatan keuangan yang jelas serta laporan berkala kepada warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap hasil jimpitan yang terkumpul.

Masjid Al-Hikmah, satu-satunya masjid di desa dengan luas tanah 404 m² dan bangunan utama sekitar 300 m², selama ini menghadapi keterbatasan ruang. Pada hari Jumat maupun perayaan hari besar Islam, banyak jamaah terpaksa melaksanakan ibadah di halaman hingga pinggir jalan. Kondisi ini diperparah dengan masalah banjir yang menyebabkan kesulitan air bersih serta ketiadaan lahan parkir memadai.

“Sejimpit dari warga, jika dijumlahkan akan menjadi kontribusi besar. Ini bukan hanya soal dana, tapi juga semangat kebersamaan yang ingin kami hidupkan kembali di Desa Gempol Klutuk,” tuturnya.

Program jimpitan yang digagas mahasiswa UNUSIDA ini membuktikan bahwa tradisi lama dapat diadaptasi menjadi solusi modern yang berdampak nyata. Lebih dari sekadar mengumpulkan dana, gerakan ini mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa memiliki, dan memberdayakan warga desa secara kolektif.

Hasil dari jimpitan yang terkumpul dalam beberapa pekan pertama menunjukkan respon positif masyarakat. Dana yang terkumpul terus bertambah, menandakan antusiasme warga untuk ikut berpartisipasi.

Dosen pembimbing lapangan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak menekankan bahwa program ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan kecil dapat memberi dampak besar. Selain bernilai sosial-ekonomi, kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa tentang pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berharap jimpitan tidak hanya berhenti pada pembangunan Masjid Al-Hikmah, tetapi dapat berlanjut sebagai budaya kolektif warga dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan desa ke depan.

“Dengan semangat gotong royong, kami bersama warga Gempol Klutuk optimistis pembangunan Masjid Al-Hikmah dapat segera terwujud, sekaligus menjadikan jimpitan sebagai warisan budaya yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Foto Bersama Pengurus Ormawa Usai Mubes ke-10 Fakultas Ekonomi (Foto: Humas UNUSIDA/Feni)

Mubes Fakultas Ekonomi X Unusida: Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-X pada Senin (25/8/2025). Kegiatan tersebut dipusatkab di Kampus 2 lantai 3 yang berlangsung dari pagi hingga malam dengan semangat demokrasi dan kebersamaan yang tinggi.

Mubes yang menjadi sebuah agenda penting dalam Ormawa kali ini mengusung tema ‘Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner’. Kegiatan ini dihadiri oleh tiga elemen utama Ormawa di lingkungan Fakultas Ekonomi, yaitu Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi (HIMAKSI), Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (HIMAMASDA), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi.

Sidang Pleno: Transparansi, Evaluasi, dan Gagasan Baru

Agenda utama Mubes X adalah sidang pleno yang membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari setiap organisasi. Sidang ini menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah dilaksanakan selama satu periode.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, M. Agiel Putra, menyampaikan berbagai capaian organisasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kegiatan seperti seminar akuntansi, pelatihan, dan aksi sosial dipaparkan secara transparan.

Sementara itu, Ketua HIMAMASDA, Romaldi Jabbar, menekankan fokus program kerja pada pengembangan soft skill dan kewirausahaan. Beberapa pelatihan berhasil diselenggarakan dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, menjadi catatan positif dalam LPJ organisasi.

Tak kalah penting, Gubernur Fakultas Ekonomi, M. Alvin Dwi Yunianto, menjelaskan peran BEM sebagai lembaga eksekutif yang mengoordinasikan himpunan mahasiswa. Program BEM menitikberatkan pada sinergi antar organisasi, advokasi mahasiswa, dan penguatan citra fakultas di lingkungan kampus. Alvin juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama dalam hal koordinasi, yang akan menjadi perhatian bagi kepengurusan selanjutnya.

Regenerasi: Menata Estafet Kepemimpinan

Setelah penyampaian LPJ, sidang berlanjut ke pembahasan program kerja ke depan dan proses regenerasi kepemimpinan. Forum menyepakati perlunya kaderisasi yang lebih terstruktur dan terarah demi mencetak pemimpin muda yang progresif, visioner, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ketua pelaksana Mubes X Fakultas Ekonomi, Achmad Misbachul Farid, menegaskan bahwa Mubes bukan hanya agenda tahunan, tetapi wadah pembelajaran demokrasi dan ruang melahirkan pemimpin baru. Menurutnya, Mubes juga sebagai bentuk komitmen terhadap pentingnya proses kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Mubes adalah ruang diskusi gagasan, dan wadah regenerasi. Ini sangat vital untuk keberlangsungan organisasi mahasiswa,” ujarnya.

Seluruh rangkaian sidang berlangsung kondusif dan dinamis, dipandu oleh pimpinan sidang Rizal Idul Fitrianto. Meski berlangsung sepanjang hari, para peserta tetap konsisten dan antusias mengikuti jalannya sidang hingga selesai.

Harapan Baru untuk Kepemimpinan Mahasiswa

Mubes X Fakultas Ekonomi Unusida ditutup dengan semangat baru dan harapan besar bagi lahirnya kepengurusan yang lebih solid dan adaptif. Hasil-hasil Mubes menjadi pondasi awal bagi keberlanjutan organisasi kemahasiswaan yang lebih terarah dan berdampak.

Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen dalam pembangunan karakter, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial. Proses regenerasi yang sehat dan partisipatif inilah yang akan menjadi motor utama lahirnya pemimpin muda NU yang progresif dan visioner di masa mendatang.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Dewi Sri Rahayu, S.Ak saat Menerima Piagam Penghargaan Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

Dewi Sri Rahayu: Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Bukti Kerja Keras dan Doa

SIDOARJO – Dewi Sri Rahayu, S.Ak, menjadi lulusan terbaik Program Studi Akuntansi sekaligus Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Hal tersebut disampaikan saat Yudisium ke-9 FE UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025) lalu.

Dewi berhasil lulus dengan IPK 3,94 mengungguli lulusan Fakultas Ekonomi UNUSIDA lainnya. Meskipun begitu, Dewi mengaku bahwa pencapaian ini menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tentu perasaan saya sangat bersyukur dan terharu bisa mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Saya percaya pencapaian ini bukan hanya hasil usaha saya pribadi, tapi juga doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman,” ungkapnya saat diwawancara oleh Tim Humas UNUSIDA, Selasa (26/8/2025).

Motivasi Ganda: Membanggakan Orang Tua dan Membuktikan Diri

Bagi Dewi, motivasi terbesar selama kuliah adalah kedua orang tua dan keluarga. Sejak awal menempuh pendidikan tinggi, ia tidak hanya belajar, tetapi juga bekerja untuk membiayai studinya sendiri.

“Selain ingin membuat orang tua bangga, saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa dengan kerja keras dan doa, semua bisa tercapai,” tuturnya.

Tantangan yang Menguatkan

Menjalani kuliah sembari bekerja bukan perkara mudah. Dewi harus pintar membagi waktu, tenaga, dan pikiran agar semua kewajiban dapat terselesaikan.

“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan. Ada kalanya benar-benar lelah, tapi justru dari situ saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, manajemen waktu, dan pentingnya konsistensi,” ujarnya.

Peran UNUSIDA dalam Perjalanan Akademik

Dewi juga menegaskan bahwa peran UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, sangat besar dalam perjalanan akademiknya. Selain mendapatkan bekal ilmu, ia juga mendapat kesempatan bekerja di lingkungan kampus yang sangat membantunya.

“Saya berterima kasih kepada dosen-dosen yang bukan hanya membimbing di kelas, tetapi juga memberi arahan tentang kehidupan dan karier. Dukungan itu menjadi salah satu alasan saya bisa menyelesaikan studi sampai akhir,” jelasnya.

Pesan untuk Mahasiswa

Sebagai lulusan terbaik, Dewi memberikan pesan berharga untuk adik tingkatnya. Menurutnya, hal terpenting dalam hidupnya adalah dapat menikmati setiap proses dalam kuliah maupun bekerja.

“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Nikmati prosesnya, jangan hanya mengejar hasil. Dan yang paling penting, libatkan doa orang tua dalam setiap langkah, serta jangan takut meminta arahan dari dosen. Percayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Rencana ke Depan

Setelah lulus, Dewi berencana untuk terus mengembangkan diri melalui studi lanjut maupun memperluas pengalaman kerja.

“Kalau soal menikah, tentu itu bagian dari rencana hidup juga, tapi waktunya biar Allah yang atur. Yang jelas, saya ingin tetap produktif dan bermanfaat, di jalur apa pun yang saya tempuh,” ujarnya.

Harapan untuk UNUSIDA

Lebih lanjut, Dewi menyampaikan harapannya untuk kampus tercinta. Ia berharap, UNUSIDA dapat berkembang menjadi kampus yang diperhitungkan di tengah masyarakat.

“Semoga UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, terus berkembang menjadi kampus yang melahirkan generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak. Semoga semakin banyak inovasi, kesempatan, dan fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dan semoga nama UNUSIDA semakin harum, bukan hanya di Sidoarjo, tapi juga di tingkat nasional dan internasional,” harapnya. (MY)

Yudisium Ke-9 Fakultas Ekonomi UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-9 FE UNUSIDA: Tekankan Pentingnya Kompetensi, Profesionalisme, dan Nilai Aswaja Bagi Alumni

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi para mahasiswa-mahasiswi yang resmi dinyatakan lulus dan bersiap memasuki dunia profesional.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengelola Pendidikan (BPP) UNUSIDA, sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran Fakultas Ekonomi, khususnya para dosen, yang dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan, terutama mereka yang juga tinggal di pesantren.

“Kalau tidak karena kasih sayang Allah, tidak mungkin dosen bisa meladeni mahasiswa, apalagi yang tinggal di pesantren. Artinya, dosen-dosen ini sedang dititipkan rahmat oleh Allah. Bisa jadi, mereka adalah wali-wali Allah,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, S.E., M.M, menegaskan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Tugas kami bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujar Novie.

Ia menekankan bahwa tantangan di era saat ini sangat kompleks, mulai dari perubahan ekonomi global, dampak konflik internasional, hingga perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, lulusan Fakultas Ekonomi harus memiliki jiwa entrepreneur, kemampuan membaca perubahan, serta kecakapan dalam menghitung dan mengelola risiko.

“Pemimpin yang entrepreneur bukan hanya mampu membangun usaha, tetapi mampu membaca kondisi, membuat inovasi, dan tanggap terhadap setiap perubahan. Dunia kerja saat ini sangat dinamis, dan kita harus siap menghadapinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting bagi para lulusan untuk mulai membiasakan diri bekerja sejak dini, mengingat kompetisi di dunia kerja semakin ketat. Ia menyoroti bahwa meski pemerintah tidak membatasi usia untuk melamar pekerjaan, sebagian besar perusahaan tetap memiliki preferensi terhadap usia pelamar.

“Realitanya, perusahaan akan memilih calon yang lebih muda karena dianggap lebih mudah dilatih dan diarahkan. Maka dari itu, mulai dari sekarang, bangun kesiapan dan pengalaman kerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novie menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses perkuliahan, serta berpesan agar lulusan selalu menjaga nama baik almamater.

“Jangan lupa untuk selalu berperan aktif di masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan diri. UNUSIDA adalah rumah dan kebanggaan kita bersama. Semoga kalian semua sukses dan diberi jalan terbaik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Acara yudisium ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan pengumuman kelulusan, penyematan alumni secara simbolis, dan berbagai penampilan dari mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama menjalani studi di Fakultas Ekonomi UNUSIDA. (MY)

Flyer Best Idea 22INSYMA (Humas Unusida)

Mahasiswi UNUSIDA Raih Best Idea dalam International Call for Paper 22 INSYMA di Vietnam

Dua mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi International Call for Paper 22nd International Symposium on Management (INSYMA) yang berlangsung di Vietnam pada 12–15 Mei 2025. Mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen Qonita Muslikhatun Amalia dan Mahasiswi Program Studi (Prodi) Akuntansi Nadia Amaliani berhasil meraih penghargaan Best Idea untuk kategori Online Participants.

Nadia Amaliani mengangkat judul penelitian ‘Pengaruh Penerapan E-Registration, E-Filing, E-Billing, dan E-SPT terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi’. Ia mengulas bagaimana kemudahan layanan digital perpajakan dapat mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajaknya.

“Intinya, kami ingin menunjukkan bahwa fasilitas digital pajak itu sangat membantu dan bisa meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak,” jelasnya.

Meski meraih prestasi, perjuangan menuju penghargaan ini tidaklah mudah. Ia mengakui tantangan terbesar adalah manajemen waktu, terlebih mendekati tenggat akhir pengumpulan paper yang disertai revisi berulang.

“Revisi selalu datang mendekati deadline. Jadi saya harus ekstra keras membagi waktu antara kuliah dan persiapan paper,” ujarnya.

Ia berharap ide yang diajukannya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak ragu meneliti isu-isu terkini dan berani tampil di forum ilmiah internasional. “Semoga ini jadi pemicu semangat teman-teman untuk ikut aktif dalam penelitian dan publikasi yang bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Mahasiswi Prodi Manajemen Qonita Muslikhatun Amalia mengusung paper yang berjudul ‘The Role of Subjective Occupational Success as a Mediator of Self-Efficacy on Remuneration at PT Young Tree Industries / Stella Indonesia’. Dalam penelitiannya, ia membahas bagaimana kesuksesan kerja subjektif memediasi pengaruh self-efficacy terhadap remunerasi karyawan, dengan fokus pada perusahaan PT Young Tree Industries / Stella Indonesia.

Qonita mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti INSYMA 22 berawal dari pemilihan oleh dosen pembimbing serta keinginannya untuk mengembangkan potensi riset dan memperluas jejaring akademik internasional.

“Saya merasa sangat senang karena dipilih untuk mengikuti kompetisi INSYMA. Dengan mengikuti kompetisi ini, saya ingin mengembangkan potensi riset serta memperluas jejaring akademik internasional,” katanya.

Selama persiapan, Qonita menceritakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah pengelolaan waktu dan tenaga. Namun, berkat dukungan penuh dan bimbingan dari dosen pendamping, kendala tersebut dapat dilalui dengan lancar.

“Tantangan terbesar adalah kendala masalah waktu dan tenaga karena sangat dituntut ekstra, namun berkat dukungan penuh dan bimbingan dari dosen pendamping, kendala tersebut bisa dilalui dengan lancar,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah ide ini dikonferensikan, dapat dikembangkan lebih lanjut dan dipublikasikan di jurnal bereputasi. “Harapan ke depannya setelah ide ini kami konferensikan, bisa saya kembangkan dan bisa dipublikasikan ke jurnal bereputasi,” harapnya.

Dua capaian prestasi ini menambah deretan pencapaian mahasiswa UNUSIDA di tingkat internasional. Ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. (MY)

Fakultas Ekonomi Unusida Gelar Research Camp 2025 (Foto: Humas Unusida)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Research Camp 2025, Bekali Mahasiswa Cara Menulis Artikel Ilmiah

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar acara Research Camp 2025 yang bertajuk ‘Exploring Research Potential Contributing to Society’. Acara ini dipusatkan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (4/2/2025) yang diikuti puluhan mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen angkatan 2021.

Kegiatan ini juga disertai dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dengan sejumlah mitra, di antaranya Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemnaker RI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur, dan dengan Kepala Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Laili Muzdalifah, menyampaikan bahwa acara ini dirancang khusus untuk mahasiswa semester akhir, yang sedang mempersiapkan diri dalam menyelesaikan penulisan artikel ilmiah.

Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi penelitian dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat nantinya. Ia mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk menciptakan solusi berbasis riset dari hasil artikel ilmiah mahasiswa.

“Kami menyadari bahwa tantangan utama bagi mahasiswa semester akhir adalah bagaimana menulis artikel ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan riset dan menghasilkan karya yang aplikatif,” ujarnya.

Laili Muzdalifah juga mengungkapkan bahwa hasil survei internal menunjukkan 90% mahasiswa yang mengikuti acara ini memiliki minat besar untuk melakukan riset yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat senang melihat antusiasme mahasiswa dalam penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan masalah sosial-ekonomi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan masyarakat melalui riset yang mereka lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam, dalam kesempatan yang sama memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, melalui kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang cara menulis artikel ilmiah yang baik. Serta dapat menjadi ajang untuk menggali potensi riset yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

“Kegiatan Research Camp 2025 ini merupakan terobosan baru yang sangat penting bagi mahasiswa. Karena dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang solutif bagi masyarakat,” terangnya.

Ia berharap mahasiswa UNUSIDA dapat menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berfokus pada pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Ia yakin melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah penting dalam menumbuhkan budaya riset yang aplikatif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebab, mahasiswa FE UNUSIDA terbukti dapat berprestasi Internasional di ajang Bussiness Plan Competition berkat inovasi bisnis yang menarik dan membangun. Prestasi ini membuktikan bahwa UNUSIDA telah berhasil menempatkan diri sebagai perguruan tinggi yang berkompeten dalam menghasilkan penelitian yang berpengaruh.

“Saya sangat bangga dengan prestasi internasional yang sudah diraih oleh Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan riset yang relevan dan bermanfaat.” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan dua narasumber yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi UNUSIDA, yaitu Achmad Zaki, S.E., M.M., dan Muhammad Taufiq, M.Pd yang membahas berbagai topik tentang pengembangan penelitian serta aplikasi hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah sosial-ekonomi di Indonesia.

Dosen Manajemen, Achmad Zaki menjelaskan bahwa ide riset yang inovatif bukan hanya soal mencari topik yang belum pernah diteliti sebelumnya, tetapi juga bagaimana menemukan solusi baru untuk masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Inovasi dalam riset dimulai dengan kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif yang berbeda dan mencari cara baru untuk menyelesaikannya. Hal ini sangat penting untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat,” terangnya.

Ia menerangkan pentingnya riset dalam menciptakan inovasi yang dapat diimplementasikan secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan menulis artikel ilmiah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih luas tentang bagaimana riset mereka dapat memberikan solusi konkret dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Penelitian bukan hanya untuk meningkatkan pemahaman akademik, tetapi lebih dari itu, riset dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi. Kami perlu menggali lebih dalam bagaimana hasil riset dapat diimplementasikan di lapangan,” pungkasnya.

 

(my)

Penganugerahan Pemenang Duta Jawa Timur (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta UMKM Jawa Timur

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Pingkia Angelica Taufani, salah satu mahasiswi Unusida, berhasil meraih gelar Winner Duta UMKM Jawa Timur, sementara rekan sesama mahasiswa manajemen, Alvin Dwi Yunianto, berhasil meraih penghargaan Duta Favorit & Best Project UMKM Jawa Timur dalam Grand Final Pemilihan Duta UMKM Jawa Timur tahun 2024 tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Surabaya, Ahad (15/12/2024).

Pingkia Angelica Taufani dinobatkan sebagai Duta UMKM Jawa Timur setelah berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempromosikan serta mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Timur. Dalam proses seleksi yang ketat, Pingkia menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan UMKM lokal, sekaligus menciptakan dampak positif yang signifikan melalui ide-ide inovatif yang ia tawarkan.

Melalui ide-ide inovatif yang ia tawarkan, Pingkia tidak hanya menciptakan dampak positif bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur, tetapi juga membuktikan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Semangat berinovasi dan berkembang, karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Bareng-bareng, kita bikin UMKM Jawa Timur makin keren dan berdaya saing!,” katanya.

Mahasiswi jurusan Manajemen tersebut telah lama menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UMKM dengan memberikan solusi kreatif yang dapat mengoptimalkan potensi bisnis lokal. Dalam ajang Duta UMKM Jawa Timur, ia mengusung konsep pemberdayaan UMKM berbasis teknologi digital yang bertujuan untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk mereka dengan lebih efektif, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui berbagai inisiatif dan proyek yang ia jalankan, Pingkia berhasil memperkenalkan strategi-strategi inovatif yang memanfaatkan platform digital, seperti pembuatan aplikasi e-commerce khusus UMKM, pelatihan pemasaran digital, dan pengelolaan media sosial yang lebih efektif. Dengan pendekatan ini, ia tidak hanya membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

“Ikut Duta UMKM Jawa Timur 2024 itu pengalaman yang seru banget. Tidak hanya menambah ilmu soal UMKM, tapi juga ketemu orang-orang inspiratif dan belajar banyak dari mentor. Jadi Winner di ajang ini tentu jadi kebanggaan sekaligus motivasi buat terus dukung UMKM biar makin maju,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pengembangan yang berkelanjutan. Dengan komitmen dan ide-ide segar yang ia tawarkan menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap transformasi digital dan modernisasi UMKM lokal di Jawa Timur.

Sementara itu, Alvin Dwi Yunianto meraih penghargaan sebagai Duta Favorit dan Best Project UMKM Jawa Timur berkat pendampingan proyek UMKM yang sangat kreatif dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Hal ini menunjukkan dedikasinya dalam memberikan solusi nyata bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur. “Semoga prestasi ini semakin memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia UMKM, serta mengharumkan nama Unusida di berbagai ajang bergengsi,” harapnya.

Keberhasilan Pingkia dan Alvin semakin membuktikan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Unusida dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan dan UMKM. Keduanya juga pernah dinobatkan sebagai Duta Fakultas Ekonomi Unusida tahun 2023. Selain itu, prestasi ini juga mencerminkan peran aktif mahasiswa Unusida dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta memajukan sektor UMKM di Jawa Timur.

 

(my)

Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida (Foto: Humas Unusida)

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida

Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Pagar Nusa Championship. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, Jum’at (30/08/2024) – Ahad (01/09/2024) tersebut dipusatkan di Gedung Serbaguna Pulo Kencono, Rangkah Kidul, Sidoarjo.

Tampak antusias ratusan peserta yang mengikuti kejuaraan pencak silat tingkat Jawa Timur tersebut diikuti sebanyak 386 peserta dari 38 kontingen. Yang mempertandingkan kategori seni dan kelompok usia mulai dari usia dini, pra remaja, remaja, sampai dewasa.

Wakil Rektor Unusida, Hadi Ismanto menyampaikan pentingnya kejuaraan pagar nusa yang diselenggarakan oleh Himaprodi Manajemen Unusida. Menurutnya, pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga Amaliyah NU, menjaga para kiai NU serta menjaga NKRI.

“Pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga ketentraman di Indonesia. Menjadi benteng bagi bangsa Indonesia dan juga para kiai,” terangnya saat membuka kegiatan tersebut.

Anggota DPRD Sidoarjo, Zakaria Dimas Pratama mengatakan, kegiatan ini tidak sekedar sebagai kompetisi, tapi menjadi ajang silaturahmi dari seluruh penderkar pagar nusa. Tidak hanya sekedar olahraga, akan tetapi seni bela diri bagi para pelajar.

Alumni Unusida tersebut sangat mengapresiasi hasil program kerja untuk memfasilitasi pendekar pagar nusa untuk dapat berkompetisi dan berprestasi. Melalui kegiatan kejuaraan seperti ini yang dapat mengasah skill dan mental para atlet ketika bertanding.

“Semoga kegiatan ini rutin diselenggarakan Ormawa Unusida untuk mewadahi atlet-atlet berbakat yang akan meneruskan prestasi yang sudah ditorehkan Kabupaten Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga tingkat provinsi selanjutnya,” harapnya.

Dimas berpesan untuk tetap semangat dalam berlatih untuk mencapai sebuah prestasi. Ia mengatakan bahwa latihan yang tekun merupakan sebuah proses untuk mendapatkan hasil terbaik dalam sebuah kompetisi

“Jika ingin berprestasi, harus lebih banyak berlatih daripada lawan. Jika lawan berlatih 1x, kita harus berlatih 2x, semangat menjadi pendekar pagar nusa,” tuturnya.

Ketua Himaprodi Manajemen, Hilmi Ubaidillah menambahkan melalui kejuaraan ini akan melahirkan potensi atlet-atlet pencak silat di daerah Sidoarjo.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dosen yang telah memberikan arahan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

 

(my)

Yudisium Fakultas Ekonomi Unusida ke-6 1

Yudisium Fakultas Ekonomi Unusida ke-6

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sidoarjo – Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menyelenggarakan agenda Yudisium ke-6 tahun 2022. Acara tersebut dilaksanakan di ruang Auditorium lantai 5 Kampus 2 Unusida, Selasa (9/8/2022).

Kegiatan yudisium ini diikuti oleh 118 Yudisiawan/Yudisiawati dari dua Program Studi (Prodi), yaitu Akuntansi dan Program Studi Manajemen dengan menerapkan protokol kesehatan. Diawali dengan prosesi masuk ruangan yang dilakukan oleh peserta yudisium, dilanjutkan dengan iftitah, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Mars Unusida.

Selanjutnya, seluruh peserta yudisium mengikuti dengan khidmah pembacaan SK Yudisium yang dibacakan oleh masing-masing Kepala Program Studi Akuntansi dan Kepala Program Studi Manajemen.

Diantara 118 orang peserta yudisium, terpilih satu mahasiswa dengan nilai terbaik dari masing-masing Prodi.  Yaitu Saudari Issanul Hikmah dari Prodi Akuntansi dengan IPK 3.80 dan Saudari Erwinda Eka Prasetyowati dari Prodi Manajemen dengan IPK 3.78 dengan gelar Cumlaude. Kedua mahasiswa berprestasi tersebut mendapatkan hadiah berupa emas murni sebagai penghargaan atas prestasi diraih.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir menyampaikan sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Ibu Hj. Muhafidah Novie S.E, M.M., Wakil Rektor 2 Unusida, Bapak Lukman Hakim S.T, M.T, Serta sambutan dari Sekretaris BPP, Bapak Dr. H. Sholehuddin, M. Pd.I.

Dalam sambutan-sambutan tersebut, memaparkan pesan-pesan dan harapan kepada peserta Yudisium yang dikemas secara menarik dalam istilah teori dari masing-masing bidang studi. Dimana Ibu Dekan Fakultas Ekonomi, Hj. Muhafidah Novie S.E, M.M. memaparkan pentingnya fleksibilitas manajemen diri dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi di lingkungan masyarakat yang banyak dipengaruhi teknologi.

Sementara itu, Bapak Lukman Hakim S.T, M,T menjelaskan, teknik tidak kalah teori dengan menggunakan hukum newton sebagai perumpamaan dalam menyampaikan pesan kepada para peserta Yudisium. “Dimana menurut hukum Newton mengenai Tarik menarik, kita harus berupaya bagaimana agar pikiran kita menjadikan alam semesta tertarik untuk mendukung apa yang kita inginkan,” terangnya.

Selain itu, Bapak Dr. H. Sholehuddin, M. Pd.I. dalam sambutan beliau juga memberikan teori sebagaimana bidang studi beliau yang tak kalah luar biasa, yaitu Man Jadda Wa Jadda. Ia mengatakan, masyarakat umum tidak melihat seberapa tinggi IPK Anda, tapi apa yang bisa anda lakukan dan bagaimana akhlak Anda di tengah masyarakat.

“Orang yang sukses bukan karena pintar. Akan tetapi orang yang pintar kalah dengan orang yang beruntung. Menjadi pintar bisa digapai dengan berproses, tapi keberuntungan sulit ditemukan,” tuturnya.

Tak hanya itu, peserta terbaik yudisium dari kedua program studi, yaitu Saudari Issanul Hikmah dari Prodi Akuntansi dan Saudari Erwinda Eka Prasetyowati dari Prodi Manajemen menyampaikan terima kasih dengan berlangsung haru.

“Apapun profesi yang akan kita jalani nanti, kita harus bisa membuktikan bahwa lulusan Fakultas Ekonomi Unusida adalah lulusan terbaik yang dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Harapan saya, semoga Unusida dapat melahirkan para intelektual muslim yang berguna di masa depan,” ujar Issanul Hikmah.

“Terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing hingga kami bisa berdiri di sini, terima kasih juga kepada para orang tua yang selalu memberi semangat serta teman-teman yang selalu mendukung kami semua,” pungkas Erwinda Eka Prasetyowati.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][thim-multiple-images image=”18905,18907,18906″ image_size=”“medium“” column=”3″][/vc_column][/vc_row]