Pos

FKIP UNUSIDA Gelar FGD Bahas Integrasi TPACK bersama Sri Surachmi W, dosen dan akademisi di Universitas Muria Kudus (UMK). (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar FGD, Bahas Integrasi TPACK Berbasis Genre dalam Pembelajaran

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Integrasi TPACK Berbasis Genre-Based Pedagogy dalam Pembelajaran’ pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sri Surachmi W, dosen dan akademisi dari Universitas Muria Kudus (UMK), yang membahas pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran di era digital.

Dalam pemaparannya, Sri Surachmi menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan materi, pedagogi, dan teknologi melalui kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK).

“Teknologi bukan tujuan pembelajaran, tetapi sarana untuk membantu peserta didik memahami materi secara lebih efektif,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa TPACK terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK). Ketiga aspek tersebut saling berinteraksi hingga membentuk integrasi pembelajaran yang utuh dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, Sri Surachmi juga mengulas Pendekatan Berbasis Genre (Genre-Based Approach) yang berfokus pada pengembangan literasi melalui pemahaman berbagai jenis teks sesuai fungsi komunikatifnya. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka karena mampu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan komunikasi peserta didik.

Dalam penerapannya, pembelajaran berbasis genre dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu:

  1. Building Knowledge of the Field (BKOF)
  2. Modeling of the Text (MOT)
  3. Joint Construction of the Text (JCOT)
  4. Independent Construction of the Text (ICOT)

Keempat tahapan tersebut dapat dipadukan dengan pemanfaatan berbagai teknologi digital seperti YouTube, Canva, Google Docs, hingga platform kolaboratif lainnya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa integrasi TPACK berbasis genre tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual, tetapi juga mampu meningkatkan literasi digital serta keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan kompetensi digital pendidik, akses teknologi, serta kecenderungan penggunaan aplikasi tanpa mempertimbangkan relevansi pembelajaran.

“Perencanaan yang matang menjadi kunci agar teknologi benar-benar mendukung kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan fakultas.

Dengan adanya penguatan konsep TPACK berbasis genre, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya praktik pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik masa kini.

“Semoga melalui kegiatan FGD ini, para dosen dan pendidik di lingkungan FKIP UNUSIDA dapat semakin memahami pentingnya integrasi TPACK berbasis genre dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide antar pendidik guna menjawab tantangan pendidikan di era digital,” pungkasnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA Arda Surya Editya Jadi Narasumber dalam FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan, Dorong Peningkatan Riset Bidang AI (Foto: UNUSIDA/Arda)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jadi Narasumber FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan

SIDOARJO – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, M.T., diundang sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian yang diselenggarakan oleh Politeknik Aceh Selatan. Kiprah Dr. Arda yang juga merupakan doktor di bidang Ilmu Komputer tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA di level nasional.

FGD yang mengusung tema ‘Peningkatan Kualitas Riset Bidang Pengolahan Citra Pada Perkebunan Sawit’ tersebut diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa, dan perwakilan instansi daerah, Kamis (14/8/2025).

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Direktur Politeknik Aceh Selatan. Ia menyebut bahwa kehadiran Dr. Arda menjadi inspirasi dalam memperkuat kolaborasi riset antar perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam paparan materinya, Dr. Arda menjelaskan tentang pengembangan metodologi penelitian serta strategi implementasi hasil riset, khususnya dalam penerapan Machine Learning pada sektor perkebunan sawit.

“Penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keberanian untuk menguji gagasan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan analisis data yang tepat, efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi, serta hasil panen dapat dioptimalkan.

Ia mengatakan pemanfaatan Machine Learning harus didukung oleh analisis data yang akurat. Dengan pendekatan data-driven,efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi lebih dini, serta hasil panen dapat dioptimalkan sesuai kondisi lapangan. Hal inilah yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem perkebunan modern berbasis teknologi.

“Ini adalah masa depan perkebunan modern yang harus kita wujudkan bersama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan industri agar riset yang dilakukan tidak berhenti sebatas publikasi, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, melalui sinergi tersebut, hasil-hasil penelitian tidak sekadar menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Dengan kolaborasi yang baik, penelitian dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” tuturnya.

Partisipasi Dr. Arda pada tingkat nasional ini menunjukkan komitmen UNUSIDA dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di seluruh Indonesia. (MY)