Pos

Kerja sama antara FILKOM UNUSIDA dan Media Dakwah Pondok Pesantren Langitan Tuban (Foto: Humas UNUSIDA)

Transformasi Digital Pesantren, FILKOM UNUSIDA Dampingi Media Dakwah Langitan Kelola Database dan AI

TUBAN — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kolaborasi strategis dengan Media Dakwah Pondok Pesantren Langitan dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Akademi Media Dakwah Langitan bertema ‘Akselerasi Dakwah Santri: Sinkronisasi Manajemen Database dan Optimalisasi AI untuk Efisiensi Media Pesantren’ di Kantor Pusat Langitan Lantai 3, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FILKOM UNUSIDA Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T. sebagai fasilitator utama sekaligus narasumber menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pesantren, khususnya dalam pengelolaan data dan pengembangan media dakwah berbasis teknologi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, lembaga pesantren dituntut untuk mampu mengelola berbagai aset data secara efektif agar dapat mendukung aktivitas dakwah yang lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mendorong pertumbuhan data yang sangat cepat di lingkungan pesantren. Berbagai data penting mulai dari data personalia, arsip dakwah digital, inventaris media, hingga rekam jejak konten terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas dakwah dan publikasi digital.

Dalam pemaparannya, Dr. Arda Surya Editya menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital harus diawali dengan tata kelola data yang baik.

“AI akan memberikan manfaat yang optimal apabila didukung oleh sistem database yang terstruktur, terdokumentasi dengan baik, dan mampu terintegrasi antar-unit kerja. Karena itu, pembenahan manajemen data menjadi fondasi utama sebelum melakukan pengembangan teknologi yang lebih lanjut,” jelasnya.

Namun demikian, Direktur Media Dakwah Pondok Pesantren Langitan Ustadz Muhammad Sholeh menerangkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya terletak pada jumlah data yang semakin besar, melainkan juga bagaimana data tersebut dapat dikelola, disimpan, dan disinkronisasikan secara efektif antar-divisi. Ketidakteraturan pengelolaan data berpotensi menimbulkan duplikasi informasi, kesulitan pencarian arsip, hingga risiko kehilangan data penting yang dibutuhkan dalam proses kerja media.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mencoba berkolaborasi bersama FILKOM UNUSIDA menginisiasi forum diskusi terarah untuk merumuskan sistem pengelolaan data yang lebih terstruktur, aman, dan aplikatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).

“FGD ini diikuti oleh anggota Media Dakwah Langitan yang terlibat langsung dalam pengelolaan media dan arsip digital pesantren. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama yang dirancang untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata,” katanya.

Pada sesi pertama, peserta melakukan pemetaan struktur database internal yang selama ini digunakan. Diskusi difokuskan pada identifikasi berbagai kendala sinkronisasi data antar-divisi, sekaligus merancang alur pengelolaan data yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Sementara itu, sesi kedua membahas pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung pengelolaan database media pesantren. Berbagai peluang penerapan AI diperkenalkan, mulai dari otomatisasi pengarsipan, pencarian data yang lebih cepat dan cerdas, hingga pengolahan informasi yang mampu meningkatkan produktivitas kerja tim media.

Diskusi berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan seluruh peserta berdasarkan bidang kerja masing-masing, seperti tim redaksi, tim kreatif, dan tim administrasi arsip. Setiap kelompok melakukan identifikasi terhadap kondisi pengelolaan data yang berjalan saat ini, kemudian merumuskan berbagai rekomendasi perbaikan berdasarkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.

Lebih lanjut, kegiatan ini menargetkan terbentuknya draf blueprint standarisasi database internal Media Dakwah Langitan yang lebih terintegrasi dan mudah diimplementasikan. Selain itu, peserta juga menyusun rekomendasi berbagai perangkat berbasis AI yang dapat mendukung otomatisasi pengelolaan data guna meningkatkan efisiensi administrasi media.

“Kami berharap, hasil FGD ini menjadi pijakan awal dalam membangun sistem pengelolaan data yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ungkapnya.

Sosialisasi Program Magang IT Batch 2026 PT SIAP bagi Mahasiswa FILKOM UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu Bareng PT SIAP, Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Digital dalam Program Magang IT Batch 2026

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) menggelar Sosialisasi Program Magang IT Batch 2026 bersama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia industri digital sekaligus memperkuat kesiapan kompetensi mahasiswa menghadapi tantangan revolusi industri berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FILKOM UNUSIDA dengan antusias tinggi. Sosialisasi menghadirkan pemateri dari PT SIAP yang membagikan pengalaman serta peluang pengembangan karier di bidang teknologi informasi dan industri digital.

Dalam sambutannya, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa perkembangan industri digital bergerak sangat cepat, bahkan telah memasuki era revolusi industri generasi kelima yang ditandai dengan integrasi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai sektor pekerjaan.

“Banyak pekerjaan saat ini dibantu oleh AI, bukan diambil alih. Karena itu mahasiswa harus memiliki skill yang nyata agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang memiliki gelar akademik namun belum diimbangi dengan kemampuan praktis di bidangnya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya di bidang teknologi informasi.

“Indonesia tidak kekurangan lulusan sarjana, tetapi masih kekurangan sumber daya manusia yang benar-benar memiliki keterampilan. Jangan sampai lulusan informatika tidak bisa membuat aplikasi, lulusan sistem informasi tidak mampu menyusun proposal transformasi digital, atau lulusan desain komunikasi visual tidak bisa membuat poster dan mengedit video,” tegasnya.

Ia berharap melalui program magang tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja dan industri digital yang kompetitif.

Selain itu, ia juga memperkenalkan keberadaan mahasiswa internasional di lingkungan FILKOM UNUSIDA sebagai bentuk berkembangnya jejaring akademik kampus di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi peluang penting untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang teknologi.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNUSIDA dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun pola pikir mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Selama ini kita cenderung menjadi konsumen teknologi. Padahal yang lebih mahal adalah bagaimana kita mampu menciptakan sesuatu, memproduksi inovasi, dan memberikan solusi melalui teknologi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa ilmu komputer harus siap menghadapi tantangan dunia industri digital yang terus berkembang. Menurutnya, pengalaman praktis melalui program magang menjadi sarana penting untuk mempertemukan teori di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Jangan hanya menjadi pengguna aplikasi, tetapi belajarlah menjadi pencipta aplikasi, pengelola sistem, bahkan membangun perusahaan digital sendiri,” pesannya kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan menggali ilmu sebanyak mungkin dari praktisi industri yang hadir. Kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi forum pengenalan program magang, tetapi juga wadah penguatan wawasan mahasiswa mengenai dunia industri digital, manajemen perusahaan teknologi, hingga peluang pengembangan startup berbasis teknologi informasi.

“Mahasiswa harus mampu meningkatkan kompetensi teknis melalui Program Magang IT Batch 2026 ini, memperluas pengalaman profesional, serta memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi transformasi industri digital di masa depan,” pungkasnya.

Muhammad Taufikurrahman saat menyampaikan materi dalam Workshop UI/UX Figma Hima SI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Sistem Informasi UNUSIDA Gelar Workshop UI/UX Figma, Bekali Mahasiswa Keterampilan Desain Aplikasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Workshop UI/UX Figma dengan mengusung tema ‘Mau Jago Desain Aplikasi dari Nol?’ pada Selasa (20/05/2026). Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Taufikurrahman sebagai Senior UI/UX Designer sekaligus pemateri utama yang membimbing peserta memahami dasar-dasar desain antarmuka aplikasi menggunakan Figma.

Kepala Program Studi Sistem Informasi UNUSIDA Syahri Mu’min, S.Kom., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya dituntut mampu membuat program dan aplikasi, tetapi juga harus memahami bagaimana aplikasi dapat terhubung dengan kebutuhan pengguna melalui desain yang baik.

“Memprogram tanpa adanya desain yang sesuai tentu tidak akan maksimal dalam menyampaikan tujuan aplikasi kepada pengguna. Dengan adanya workshop UI/UX ini, mahasiswa diharapkan memiliki tambahan keterampilan yang dapat menjadi bekal di dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk memanfaatkan workshop dengan aktif berdiskusi dan bertanya langsung kepada pemateri agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd, M.T., menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki keterampilan (skill) selain gelar akademik. Menurutnya, dunia kerja saat ini lebih membutuhkan individu yang memiliki kemampuan nyata dibanding sekadar ijazah.

“Sekarang banyak orang memiliki gelar, tetapi belum tentu memiliki keterampilan. Padahal dunia industri membutuhkan SDM yang benar-benar mampu bekerja dan menghasilkan karya,” jelasnya.

Ia mencontohkan masih banyak lulusan bidang teknologi yang belum mampu membuat desain presentasi, mengedit video, maupun menyusun prototype aplikasi secara baik. Karena itu, kegiatan seperti workshop UI/UX menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia profesional.

“Jangan pulang sebelum memahami dasar-dasar UI/UX. Minimal setelah workshop ini peserta sudah mengetahui bagaimana membuat prototype sederhana menggunakan Figma,” tegasnya.

Workshop yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Sistem Informasi, Teknik Komputer, hingga peserta umum ini membahas berbagai materi mulai dari pengenalan dasar Figma, Auto Layout, desain UI mobile, hingga prototyping. Kegiatan tersebut menjadi ruang pengembangan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif dan teknologi saat ini. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi dan berdiskusi terkait tren desain aplikasi modern. Melalui kegiatan ini, FILKOM UNUSIDA berharap mahasiswa semakin berkembang, kreatif, serta memiliki daya saing tinggi di bidang teknologi dan industri digital.

FILKOM UNUSIDA Gelar Sertifikasi Cisco Networking Academy (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Sertifikasi Cisco Networking Academy, Cetak Talenta Jaringan Berstandar Global

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan Sertifikasi Cisco Networking Academy sebagai wujud komitmen peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di bidang teknologi jaringan.

Melalui program resmi dari Cisco Systems, para peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang mencakup dasar-dasar jaringan komputer, konfigurasi perangkat router dan switch, hingga penguatan aspek network security sesuai standar industri global.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung di laboratorium jaringan. Peserta berlatih melakukan instalasi, pengkabelan, pengalamatan IP, konfigurasi perangkat, serta simulasi pemecahan masalah jaringan (troubleshooting) yang lazim ditemui di dunia kerja.

Dekan FILKOM UNUSIDA Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin lulusan FILKOM UNUSIDA memiliki daya saing tinggi, tidak hanya dibekali ijazah akademik, tetapi juga sertifikasi profesional yang diakui secara internasional,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Senin (6/4/2026).

Dengan mengikuti sertifikasi Cisco Networking Academy, peserta memiliki peluang lebih besar untuk meniti karier di bidang IT Networking, Network Administrator, System Engineer, hingga Cybersecurity. Sertifikat yang diperoleh menjadi nilai tambah signifikan saat memasuki dunia kerja.

Menurutnya, kegiatan sertifikasi ini menunjukkan komitmen Fakultas dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi melalui berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa. Pihaknya berharap sertifikasi ini dapat menjadi program berkelanjutan dan unggulan di tingkat fakultas. Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan mahasiswa, khususnya di bidang jaringan dan teknologi digital, agar mampu bersaing di era transformasi digital.

Dr. Arda menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan dirancang untuk dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan skill teknis, memperluas peluang karier, serta mempersiapkan diri menjadi profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak talenta digital yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya dalam bidang jaringan komputer. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

“Dengan adanya program ini, kami berharap dapat melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, serta siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi informasi di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA Turut Berkontribusi dalam YSEALI Regional Workshop CyberSafe ASEAN di Jakarta (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FILKOM UNUSIDA Diundang dalam Forum ASEAN Outsmart the Scammers, Perkuat Kolaborasi Lawan Kejahatan Siber

JAKARTA — Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., turut berkontribusi dalam kegiatan YSEALI Regional Workshop CyberSafe ASEAN: Equipping Young Leaders to Outsmart Scammers yang digelar di Jakarta pada akhir Januari 2026 lalu.

Workshop regional ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin muda dari negara-negara anggota ASEAN dan Timor-Leste untuk meningkatkan kapasitas, memperdalam pemahaman, serta membangun jejaring kolaboratif dalam menghadapi ancaman keamanan siber dan penipuan daring yang kian kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arda menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya memperkuat kolaborasi regional menghadapi maraknya penipuan online dan kejahatan siber ini. Sebagai seorang dari kalangan akademisi, pihaknya memiliki komitmen bersama untuk memberantas kejahatan digital lintas negara.

“Saya hadir disini untuk mencerminkan komitmen institusi pendidikan tinggi dalam mendukung upaya pencegahan penipuan online dan kejahatan siber, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam pengembangan literasi digital, keamanan siber, serta kolaborasi lintas negara,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (3/2/2026).

Forum ini mempertemukan praktisi, akademisi, pembuat kebijakan, serta pegiat keamanan digital dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Melalui diskusi strategis, berbagi praktik terbaik, dan penguatan jejaring profesional, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kapasitas, serta kerja sama regional dalam menghadapi ancaman penipuan online yang kian kompleks dan masif.

Melalui tema Outsmart the Scammers, acara ini menegaskan pentingnya pendekatan cerdas, kolaboratif, dan berbasis pengetahuan dalam melawan pelaku kejahatan siber. Para peserta diajak memahami pola terbaru penipuan digital, dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan dan penanganan yang efektif di tingkat nasional maupun regional.

Dalam forum ini, Dr. Arda juga turut berbagi perspektif akademik terkait penguatan literasi keamanan siber di kalangan generasi muda serta pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Kontribusi tersebut menegaskan peran institusi pendidikan tinggi sebagai agen perubahan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan teknologi.

“Kolaborasi regional seperti sangat penting untuk menghadapi modus penipuan online yang semakin beragam, mulai dari phishing, penipuan investasi digital, hingga penyalahgunaan data pribadi,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, kegiatan internasional ini sejalan dengan komitmen kampus untuk terus memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam isu-isu strategis, khususnya keamanan siber. Ia berharap, hasil dari workshop ini dapat ditransformasikan menjadi program edukasi dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung, guna meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga keamanan di ruang digital.

“Sinergi berkelanjutan antarprofesional ASEAN untuk saling berbagi informasi, memperkuat kebijakan, dan mendorong aksi nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital. Inisiatif ini menjadi langkah strategis menuju kawasan ASEAN yang lebih aman, cerdas, dan tangguh di era transformasi digital,” ungkapnya.

Kegiatan ini didukung berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu keamanan digital dan perlindungan masyarakat di ruang siber, serta diimplementasikan oleh Biji–Biji Initiative sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan terpercaya di kawasan ASEAN.

LKMM-TD Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar LKMM TD, Perkuat Kepemimpinan Etis dan Kolaboratif Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) dengan mengusung tema ‘Ethical and Mindful Youth Leadership, Berkarya dalam Kolaborasi Berdampak dalam Aksi’. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, Selasa-Rabu (6-7/1/2026) di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA & Villa CMA Pacet, Mojokerto.

Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus jeli melihat peluang, baik dalam hal akademik maupun dalam membangun relasi sosial. Tingkatkan kemampuan leadership dan problem solving, karena dua hal tersebut akan sangat dibutuhkan ketika terjun langsung di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa sejak dini. LKMM TD memiliki peran penting dalam menunjang capaian akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam berbagai situasi.

“Kegiatan ini penting untuk menunjang akademik dan karakter mahasiswa. Kepemimpinan yang baik harus dibangun sejak awal, agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Melalui LKMM TD ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA dibekali berbagai materi dasar manajemen organisasi, kepemimpinan etis, serta penguatan pola pikir kolaboratif yang berdampak nyata dalam aksi.

Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ia mangatakan, kegiatan LKMM TD ini merupakan bagian dari ikhtiar Fakultas Ilmu Komputer dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan.

“Kami berharap mahasiswa FILKOM mampu menjadi pribadi yang beretika, memiliki kesadaran sosial, serta mampu berkolaborasi dan memberi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Manfaatkan setiap proses pembelajaran, baik di ruang kelas maupun melalui kegiatan kemahasiswaan, sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pemimpin muda yang adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity (Foto: Intan Tiyas - DKV Unusida)

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity, Dorong Kreativitas di Era Digital

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Workshop Visual Identity: Mengeksplorasi Gaya Ilustrasi Mu yang berlangsung di Hall Kampus 2 UNUSIDA lantai 5, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang menjadi bahan ajar mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) di Program Studi DKV UNUSIDA.

Workshop ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan visual sekaligus memperkuat identitas kreatif di tengah pesatnya perkembangan industri digital dan kreatif. Acara tersebut menghadirkan Murtaji Ni’amillah, ilustrator muda yang dikenal dengan gaya visualnya yang ekspresif dan berkarakter.

Dalam sesi pemaparan materi, Ni’am sapaan akrabnya menekankan pentingnya eksplorasi gaya ilustrasi sebagai fondasi utama dalam membangun visual identity, baik untuk kepentingan personal branding maupun pengembangan karya di ranah profesional.

“Ilustrasi bukan hanya gambar, tetapi bahasa visual yang mencerminkan siapa dirimu. Dengan gaya ilustrasi yang konsisten, kamu bisa membangun identitas yang mudah dikenali dan diingat,” ujar Alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri tersebut.

Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari siswa SMA hingga mahasiswa lintas jurusan mengikuti workshop ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan konsep visual identity, praktik langsung eksplorasi gaya ilustrasi, serta diskusi interaktif mengenai peluang karier di bidang desain komunikasi visual.

Dengan tagline #MenjadiKreatifDiEraDigital, mahasiswa tidak hanya memberikan wawasan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas jenjang pendidikan yang mempertemukan talenta muda dengan praktisi industri kreatif. Hal tersebut sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus NU yang terus mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari workshop ini. Sebagai mahasiswa DKV, ia berharap kegiatan dapat terus menjadi penggerak lahirnya talenta-talenta kreatif yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan industri kreatif yang terus tumbuh.

“Saya jadi lebih percaya diri mengekspresikan gaya ilustrasi pribadi. Workshop ini membuka wawasan bahwa visual identity bisa menjadi pintu karier di dunia kreatif,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: FILKOM UNUSIDA)

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi global di bidang teknologi informasi. Sejumlah dosen dari Faculty of Computing and Information Sciences University of Lay Adventists of Kigali (UNILAK) Rwanda mengikuti Short Course Cisco Networking Academy yang diselenggarakan di UNUSIDA, Indonesia melalui zoom meeting, Selasa (23/12/2025).

Short Course Cisco Networking Academy merupakan program pelatihan global yang digagas oleh Cisco Networking Academy, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di bidang jaringan komputer serta teknologi informasi. Program ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk UNILAK Rwanda.

Melalui program ini, para dosen mendapatkan pembekalan komprehensif terkait jaringan komputer berbasis standar internasional. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta mendorong riset dan inovasi teknologi di lingkungan UNILAK Rwanda.

Dekan Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Dr. NYESHEJA M. Enan., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNUSIDA atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dosen yang telah berhasil menyelesaikan program pelatihan tersebut.

“Kami berharap dengan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh melalui Short Course Cisco Networking Academy ini, para dosen dapat menjadi sumber daya yang andal dan kompeten di bidang teknologi informasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di UNILAK Rwanda,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama strategis dengan berbagai universitas dan institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA sekaligus fasilitator dalam kegiatan Short Course Cisco Networking Academy, menyampaikan harapannya agar kerja sama antara kedua universitas dapat terus berlanjut dan berkembang.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA terus meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada sertifikasi semata, tetapi ke depan dapat merambah ke bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi akademik lainnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa UNUSIDA menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ungkapnya.

Arda menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya dalam memperkuat kolaborasi internasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. UNUSIDA tidak hanya membuka ruang kerja sama dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi dosen lintas negara.

“Program ini diharapkan dapat menjadi wahana pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi,” harapnnya.

Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UNUSIDA dalam mengimplementasikan semangat internasionalisasi kampus, sejalan dengan penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian berbasis teknologi.

“Kami berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan kompetensi digital yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tingkat regional maupun global,” pungksnya

Kunjungan SMK Walisongo Porong di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Terima Kunjungan SMK Sunan Ampel Porong, Dorong Semangat Lulusan untuk Kuliah dan Siap Bersaing di Era Digital

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan siswa dan guru SMK Sunan Ampel Porong dalam rangka kegiatan Campus Visit dan pengenalan dunia perkuliahan, pada Rabu (15/10/2025). Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. menyampaikan pentingnya peran lembaga pendidikan NU dalam membangun masyarakat yang berdaya saing dan mandiri. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal gelar, melainkan tentang pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kita ini sesama lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama yang punya tanggung jawab besar mencetak generasi berdaya saing. Kuliah bukan sekadar formalitas, tapi proses untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Banyak yang mengatakan kuliah tidak penting, tapi faktanya, peluang dan kompetensi lulusan perguruan tinggi tetap jauh lebih besar,” ungkapnya.

Dr. Hadi juga menjelaskan bahwa UNUSIDA terus membuka akses pendidikan yang inklusif, dengan berbagai skema pembiayaan dan beasiswa agar siswa dari berbagai latar belakang dapat melanjutkan studi.

“Tidak semua orang punya kesempatan kuliah, tapi sekarang banyak jalur dan dukungan yang memudahkan. Di UNUSIDA, mahasiswa merasakan perubahan besar setelah kuliah: mereka lebih mandiri, kreatif, dan siap menjadi wirausahawan maupun profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., memperkenalkan tiga program studi unggulan di fakultasnya, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi. Ia menjelaskan bahwa ketiga prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), industri kreatif, dan ekonomi digital.

Ia berharap, kunjungan ini menjadi inspirasi bagi para siswa SMK Sunan Ampel untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, UNUSIDA terus berkomitmen memperluas akses pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, dan berdaya saing di era digital.

“Mahasiswa FILKOM UNUSIDA tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kompetensi terapan dan sertifikasi internasional. Kami telah bekerja sama dengan AMD dan XD untuk sertifikasi di bidang pengembangan game dan teknologi digital,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Filkom UNUSIDA memiliki banyak capaian di tingkat internasional, di antaranya juara dalam ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) dan kompetisi inovasi digital di berbagai negara.

“Mahasiswa kami tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga internasional. Ini bukti bahwa UNUSIDA mampu mencetak talenta digital yang kompeten dan siap bersaing secara global,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMK Sunan Ampel Porong juga diajak berkeliling kampus dan mengunjungi laboratorium kreatif Program Studi DKV. Mereka disambut oleh mahasiswa DKV UNUSIDA yang menampilkan berbagai karya inovatif dalam mini pameran hasil karya tugas akhir.

KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi Desa Wonokarang melalui Website Desa (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi melalui Website Resmi di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menghadirkan inovasi nyata dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dengan merancang dan meluncurkan website resmi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA, Ferdy menjelaskan bahwa website tersebut dirancang untuk menjadi pusat informasi desa yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan cepat. Program ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep digitalisasi desa, yang bertujuan meningkatkan transparansi, akses informasi, dan pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat pemerintahan desa.

“Melalui website ini, warga bisa mendapatkan informasi tentang administrasi, berita kegiatan desa, hingga layanan publik secara digital. Kami ingin membantu pemerintah desa menuju tata kelola yang lebih transparan dan efisien,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa digital yang transparan, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Di mana teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Website desa ini dirancang sebagai pusat layanan publik dan informasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan website desa ini merupakan bentuk penerapan langsung dari ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Website ini dibuat untuk membantu pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, mempermudah pengelolaan administrasi, dan meningkatkan layanan publik. Kami berharap inovasi ini dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh perangkat desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, kontribusi mahasiswa KKN FILKOM UNUSIDA juga aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan warga.

Beberapa program yang dijalankan antara lain bantuan pemeriksaan kesehatan melalui posyandu masyarakat, pelaksanaan Bazar Cipta Menu Bergizi Seimbang, serta kegiatan gotong royong dalam memperingati HUT RI ke-80 seperti lomba hingga pentas seni dan budaya.

Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat melalui pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal produk lokal dengan metode door to door. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM desa memperoleh legalitas usaha yang lebih baik dan siap bersaing di pasar digital.

Tidak hanya untuk masyarakat dewasa, mahasiswa KKN juga mengadakan program edukatif bersama siswa SDN Wonokarang. Mereka memberikan pelatihan membuat presentasi PowerPoint (PPT) yang interaktif, melatih kreativitas dan kemampuan berbicara di depan umum. Bahkan, kegiatan ringan seperti petik bunga dan daun pandan juga dilakukan sebagai bentuk pengenalan lingkungan dan kearifan lokal kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokarang Debi Setyo Wandono mengaku bahwa pihaknya sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA. Ia menilai inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.

“Selama ini kami masih bergantung pada pengumuman manual. Kehadiran website desa ini sangat membantu mempercepat penyebaran informasi dan memperluas jangkauan layanan,” katanya.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) FILKOM UNUSIDA, Anggay Luri Pramana, M. Kom menambahkan bahwa kegiatan KKN Tematik ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat digital. Mahasiswa memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan karang taruna tentang cara mengelola konten, memperbarui data, serta menjaga keamanan informasi di website.

Ia menegaskan, melalui KKN Tematik ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA berhasil membuktikan bahwa kemajuan digital dapat dimulai dari desa, dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu teknologi, tetapi juga menanamkan nilai pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 di Desa Wonokarang berhasil menghadirkan sinergi antara transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat, menjadikan desa tidak hanya lebih modern secara sistem, tetapi juga semakin kuat secara sosial dan berdaya secara ekonomi. Berkat program inovasi yang dihadirkan, Kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA berhasil menyabet Juara 1 dalam EXPO KKN UNUSIDA 2025. (MY)