Pos

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA 2025 Gelar PINTAR DIGITAL: Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat Presentasi Kreatif dengan Canva (Foto: Ismawati Ainur)

PINTAR DIGITAL: Mahasiswa KKN Tematik UNUSIDA Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat PPT Kreatif dengan Canva

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program edukasi literasi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pelatihan Interaktif Digital (PINTAR DIGITAL) di SDN Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, pada Selasa (19/8/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa ini berfokus pada pengenalan pembuatan presentasi (PPT) menggunakan aplikasi Canva, sebuah platform desain digital yang ramah pengguna dan kreatif. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal dasar-dasar penggunaan Canva, mulai dari menambahkan teks, gambar, menyusun slide, hingga membuat animasi agar presentasi terlihat lebih menarik.

Ketua Kelompok KKN Tematik UNUSIDA, Ferdie Arya Jantanu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung peningkatan literasi digital di Desa Wonokarang. Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi tantangan era digital sejak usia dini.

“Kami ingin siswa SD Wonokarang lebih melek teknologi dan kreatif sejak dini. Dengan Canva, mereka bisa belajar membuat presentasi yang menarik dan mudah, yang ke depannya bermanfaat untuk tugas sekolah maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ferdie menjelaskan bahwa pengenalan Canva dipilih karena aplikasinya ramah pengguna dan dapat diakses dengan mudah. “Anak-anak SD sekarang sudah akrab dengan gawai, sehingga penting untuk mengarahkan mereka ke penggunaan yang produktif. Canva membantu mereka belajar menyampaikan ide dengan cara kreatif dan menyenangkan,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba fitur-fitur Canva, hingga menghasilkan desain presentasi sederhana namun kreatif. Bahkan, dua siswa turut menyampaikan kesan mereka usai mengikuti pelatihan.

Putri, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diberikan sangat membantu dan mudah dipahami. Melalui pendampingan interaktif, para siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar membuat slide presentasi, memilih template, memadukan warna, menambahkan gambar, hingga menyusun alur cerita sederhana.

“Untuk pelajaran PPT hari ini cukup mudah dipahami dan gampang untuk dilakukan kembali. Semoga kakak-kakak bisa kembali lagi ke sini dan mengajar kami,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa SD Wonokarang untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. “Untuk pelajaran hari ini sangat menyenangkan dan terima kasih kakak-kakak KKN telah mengajarkan membuat karya,” pungkasnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Dampingi UMKM Wonokarang dalam Pendaftaran NIB dan Sertifikasi Halal (Foto: Ismawati Ainur)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Gandeng ISNU Jatim, Dampingi Legalitas dan Akses Digital UMKM di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan legalitas dan digitalisasi UMKM di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, (10/8/2025) lalu.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Proses Produk Halal (PPH) Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur dan mencakup pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta penautan lokasi bisnis UMKM ke Google Maps agar lebih mudah diakses konsumen.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari perwakilan PW ISNU Jawa Timur Bu Fafa yang turut mendampingi proses sertifikasi halal. Hingga akhir program, sebanyak 20 UMKM berhasil terdaftar di Google Maps, sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

“Saya senang sekali bisa membersamai adik-adik KKN UNUSIDA, terutama untuk para pelaku usaha yang akhirnya mendapatkan legalitas NIB dan sertifikat halal. Antusias warga luar biasa, formulir yang terkumpul ada 20 usaha yang didaftarkan, mulai dari makanan dan minuman seperti es degan, gorengan, rujak gado-gado, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi akademisi dan profesional dalam mendampingi UMKM.

“Hari ini mereka membawa pulang NIB yang sudah dicetak oleh teman-teman KKN, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Usaha mereka kini dilegalkan, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh negara. Semoga manfaatnya terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KKN Tematik Filkom UNUSIDA, Rafi Rabbani Rouf menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk menyiapkan UMKM menghadapi tantangan era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, para pelaku UMKM Desa Wonokarang kini memiliki legalitas yang jelas dan akses digital yang lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM di Desa Wonokarang tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas. Legalitas usaha dan kehadiran di platform digital seperti Google Maps adalah langkah awal untuk itu,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan adanya legalitas dan akses digital, kami berharap usaha warga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era ekonomi digital,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (28/8/2025).

Salah satu peserta, Ibu Sriyatin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan dan bantuan dalam pengurusan legalitas usaha. Menurutnya legalitas usaha sangat penting dalam meningkatkan branding usaha di mata konsumen.

“Saya merasa sangat terbantu sekali, soalnya tanpa repot kita bisa mendapatkan sertifikasi halal dan pengurusan NIB. Kakak-kakak mahasiswa juga membantu membenahi berkas yang perlu dilengkapi. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa UNUSIDA dalam program serupa dapat terus dikembangkan agar lebih banyak UMKM yang terbantu. “Harapannya ke depan selalu semakin dikembangkan sosialisasi seperti ini ke masyarakat, karena banyak yang punya usaha tapi bingung cara mengurusnya. Program seperti ini benar-benar sangat membantu, apalagi ada pengurusan halal dan NIB gratis,” harapnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Dekan FILKOM UNUSIDA Arda Surya Editya Jadi Narasumber dalam FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan, Dorong Peningkatan Riset Bidang AI (Foto: UNUSIDA/Arda)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jadi Narasumber FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan

SIDOARJO – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, M.T., diundang sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian yang diselenggarakan oleh Politeknik Aceh Selatan. Kiprah Dr. Arda yang juga merupakan doktor di bidang Ilmu Komputer tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA di level nasional.

FGD yang mengusung tema ‘Peningkatan Kualitas Riset Bidang Pengolahan Citra Pada Perkebunan Sawit’ tersebut diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa, dan perwakilan instansi daerah, Kamis (14/8/2025).

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Direktur Politeknik Aceh Selatan. Ia menyebut bahwa kehadiran Dr. Arda menjadi inspirasi dalam memperkuat kolaborasi riset antar perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam paparan materinya, Dr. Arda menjelaskan tentang pengembangan metodologi penelitian serta strategi implementasi hasil riset, khususnya dalam penerapan Machine Learning pada sektor perkebunan sawit.

“Penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keberanian untuk menguji gagasan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan analisis data yang tepat, efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi, serta hasil panen dapat dioptimalkan.

Ia mengatakan pemanfaatan Machine Learning harus didukung oleh analisis data yang akurat. Dengan pendekatan data-driven,efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi lebih dini, serta hasil panen dapat dioptimalkan sesuai kondisi lapangan. Hal inilah yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem perkebunan modern berbasis teknologi.

“Ini adalah masa depan perkebunan modern yang harus kita wujudkan bersama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan industri agar riset yang dilakukan tidak berhenti sebatas publikasi, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, melalui sinergi tersebut, hasil-hasil penelitian tidak sekadar menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Dengan kolaborasi yang baik, penelitian dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” tuturnya.

Partisipasi Dr. Arda pada tingkat nasional ini menunjukkan komitmen UNUSIDA dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di seluruh Indonesia. (MY)

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat 1

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium Ke-11 Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu (6/8/2025) dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur. Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa sebelum memasuki prosesi wisuda, yang dijadwalkan akan digelar pada 6 September mendatang di Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., mengajak mahasiswa untuk merenungi dua tanggung jawab besar yang kini mereka emban sebagai lulusan perguruan tinggi. Ia mengingatkan, Yudisium kali ini bukan hanya menjadi penanda akhir studi, tetapi juga titik awal perjalanan baru sebagai profesional, pemimpin muda, dan bagian dari kader Nahdlatul Ulama yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Fatkul Anam menjelaskan bahwa peran dan tanggung jawab alumni, tidak hanya sebagai sarjana di bidang keilmuan, tetapi juga sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang membawa misi kemanfaatan di tengah masyarakat.

Pertama, sebagai akademisi lulusan FILKOM harus menjaga tanggung jawab akademis mereka dengan menjunjung tinggi etika dan kontribusi keilmuan. Kedua, sebagai kader NU, lulusan UNUSIDA diminta untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang memberi pencerahan dan manfaat nyata.

“Kalian semua bukan hanya lulusan akademik, tetapi juga kader NU. Artinya, kalian punya dua tanggung jawab besar: menjaga kehormatan keilmuan dan membawa nilai-nilai NU ke tengah masyarakat,” terangnya.

Ia menekankan bahwa gelar sarjana yang diperoleh bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi amanah yang harus dijalankan secara etis, profesional, dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas.

“Gelar yang kalian bawa bukan hanya simbol, tapi mengandung tanggung jawab keilmuan. Dan sebagai kader NU, kalian punya tanggung jawab kehormatan untuk membawa nama baik organisasi dan kampus, serta memberi kontribusi positif di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA telah memberikan bekal yang cukup bagi para mahasiswa untuk menghadapi kehidupan sosial yang kompleks, dan meminta mereka untuk menjaga nama baik almamater di manapun berada.

“Mulai hari ini, kalian akan menjadi ‘kekasih masyarakat’. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pembawa manfaat, solusi, dan inspirasi. Itulah esensi dari seorang sarjana,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga berterima kasih kepada para orang tua mahasiswa atas doa dan dukungan yang diberikan selama proses studi anak-anak mereka. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini adalah buah dari perjuangan panjang, bukan hanya usaha mahasiswa, tetapi juga restu dan dukungan dari orang tua.

“Sebelum kalian ke mana-mana setelah acara ini, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orang tua kalian. Doa dan ridha mereka adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Rektor menyampaikan selamat atas pencapaian para mahasiswa FILKOM dan menyampaikan kabar bahwa prosesi wisuda akan digelar pada 6 September 2025 mendatang di Surabaya dengan jumlah peserta sekitar 560 wisudawan/wisudawati.

“Saya mewakili seluruh pimpinan UNUSIDA mengucapkan selamat atas kelulusan kalian. Sampai jumpa di wisuda nanti. Jaga nama baik guru-guru kalian, dan bawa nama baik Universitas ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (MY)

Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., Dekan FILKOM UNUSIDA saat menjadi narasumber Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) LP Ma'arif NU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jelaskan Peran Penting AI dalam Dunia Pendidikan

Sidoarjo – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menjadi narasumber utama dalam Pembelajaran Coding dan AI di Aula Pusdiklat LP Ma’arif PCNU Sidoarjo, Selasa-Rabu (29-30/7/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo ini mengusung tema ‘Belajar AI dan Coding Menyenangkan untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan SD/MI, MTs, SMP, MA/SMA, dan SMK Se-Kabupaten Sidoarjo’. Acara ini dihadiri oleh para guru, kepala sekolah, serta perwakilan siswa dari satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya kolaboratif antara LP Ma’arif PCNU Sidoarjo dan UNUSIDA dalam membekali tenaga pendidik dan peserta didik dengan kompetensi masa depan yang berbasis teknologi namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebudayaan dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arda memberikan pemaparan mendalam terkait peran penting Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mengembangkan inovasi pengajaran dan menggali potensi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa AI adalah kemampuan komputer atau mesin untuk meniru cara berpikir, belajar, dan menyelesaikan masalah seperti manusia. Teknologi ini bekerja menggunakan model matematika, umumnya dalam bentuk matriks, yang kemudian dilatih dengan data dalam jumlah besar agar mampu mengenali pola-pola tertentu di dalamnya.

“AI bukan hanya alat canggih, tetapi merupakan sarana untuk membantu manusia berpikir dan mencipta. Guru dan pelajar perlu memahami bahwa AI adalah mitra dalam proses belajar, bukan pengganti,” jelasnya.

Dalam konteks generasi muda, Dr. Arda menyoroti bagaimana Generasi Z (Gen-Z) yang dikenal sangat adaptif terhadap teknologi, justru belum menggunakan AI secara optimal. Ia menyebut bahwa saat ini Gen-Z cenderung menggunakan AI secara pasif, seperti hanya mengandalkan chatbot atau fitur otomatis tanpa memahami cara kerja di baliknya.

“Sayangnya, penggunaan AI secara pasif justru membuat Gen-Z malas berpikir dan kurang eksploratif. Padahal mereka adalah kelompok yang paling berpotensi mengembangkan AI secara kreatif jika dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Arda menyampaikan bahwa AI juga memiliki potensi besar untuk membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang inovatif. Dengan memanfaatkan AI, guru dapat mempersonalisasi pembelajaran, menemukan pendekatan yang lebih tepat bagi siswa, dan mengatasi kebuntuan dalam merancang metode pengajaran.

“AI dapat mempercepat proses inovasi pembelajaran, terutama bagi guru yang ingin keluar dari pola mengajar yang monoton. Ini adalah peluang besar untuk menjadikan kelas lebih hidup, adaptif, dan relevan dengan dunia nyata,” tambahnya.

Ia mengingatkan pentingnya kesiapan dalam menghadapi revolusi digital, peran guru tetap sentral, dan AI seharusnya menjadi alat bantu untuk memaksimalkan proses pendidikan, bukan hanya sekadar tren teknologi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi pendidik dan pelajar, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan abad ke-21. “Coding dan AI bukan hanya untuk mereka yang ingin jadi programmer. Ini adalah skill masa depan yang harus dikenalkan sejak dini agar anak-anak kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta,” pungkasnya. (MY)

Webinar Drone Forensik Filkom UNUSIDA (Foto: istimewa)

Filkom UNUSIDA Gelar Webinar Drone Forensik, Kupas Tuntas Deep Learning dan Optical Flow

Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Drone Forensik dengan mengusung tema ‘Deep Learning dan Optical Flow dalam Analisis Forensik pada Drone‘, Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini bekerja sama dengan Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan (KBJ) Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, turut memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap, kegiatan yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat terus ditingkatkan.

“Kami sangat mengapresiasi webinar ini dan berharap kerja sama seperti ini terus berkembang, tidak hanya di bidang penelitian tetapi juga dalam bentuk kolaborasi lainnya,” ujarnya saat membuka acara secara virtual melalui zoom meeting.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring yang diikuti dengan antusiasme tinggi dari peserta lintas institusi. Webinar ini menghadirkan narasumber utama Dr. Arda Surya Editya, M.T., penulis buku ‘Deep Learning & Optical Flow dalam Analisis Forensik pada Drone‘.

Dalam pemaparannya, Arda menjelaskan potensi besar drone dalam dunia digital forensik, tak hanya sebagai alat dokumentasi visual dan pemetaan, namun juga sebagai perangkat pendukung investigasi berbasis Artificial intelligence (AI) dan pengolahan citra digital.

“Drone memiliki peran strategis dalam dunia Komersial, Militer, maupun penggunaan Pribadi. Dengan penggabungan teknologi Deep Learning dan Optical Flow, kita bisa menganalisis pergerakan objek secara akurat dari tangkapan visual drone, yang dapat digunakan dalam investigasi digital forensik,” jelasnya.

Dekan Filkom UNUSIDA tersebut mengatakan acara ini juga menjadi sarana edukasi dan sinergi antara akademisi dan praktisi. Peserta webinar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari institusi pendidikan, profesional teknologi informasi, hingga mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang drone dan digital forensik. UNUSIDA juga membagikan sertifikat elektronik dan buku gratis kepada peserta yang beruntung sebagai bentuk apresiasi.

Webinar ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang teknologi drone dan aplikasinya di ranah forensik. Tetapi juga menjadi langkah konkret Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA dalam menghadapi tantangan keamanan digital era modern.

“Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA juga menyampaikan terbuka untuk kolaborasi, diskusi, dan kerja sama lebih lanjut dengan berbagai pihak di masa mendatang.” ungkapnya. (MY)

Kunjungan Industri Filkom UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

Kenalkan Dunia Industri dan Media, Filkom UNUSIDA Gelar Kunjungan ke PT SIAP dan Jawa Pos

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melakukan kunjungan industri ke dua tempat. Yakni PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Prambon, Sidoarjo dan PT Graha Pena Jawa Pos, Surabaya. Kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan dunia industri dan media, Rabu (11/6/2025).

Director of Support Service PT SIAP, Andri Halim Gunawan mengaku sangat bahagia dan bangga pihaknya dikunjungi sebagai rujukan dan tempat belajar bagi mahasiswa. Menurutnya, kunjungan kali ini sangat berarti karena menjadi pengingat akan tujuan utama perusahaan sejak pertama kali didirikan. Yaitu, menjadi perusahaan yang profesional dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Jadi kami ingin industri visit ini dapat bermanfaat untuk salah satu media belajar bagi mahasiswa agar lebih siap di dunia industri. Saya senang sekali melihat antusias mahasiswa terhadap visit kali ini, dengan banyak bertanya tentang dunia industri disiplin keilmuan yang dipelajari,” katanya.

Andri menjelaskan, kunjungan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang proses bisnis dari hulu ke hilir. Di PT SIAP, mahasiswa diajak berkeliling mengenal proses produksi pangan, mulai dari bahan mentah hingga produk siap edar. Selain melihat proses produksi, mahasiswa juga diberikan games menarik dan mendapatkan pemaparan langsung mengenai strategi manajemen produksi, kontrol kualitas, hingga distribusi.

“Kegiatan ini kami siapkan dalam 3 minggu terakhir. Dalam rangka menyambut kunjungan dari mahasiswa UNUSIDA. Senang sekali dapat menyambut mahasiswa dan dosen untuk berbagi ilmu dalam kunjungan ini,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang berawal dari industri kerupuk rumahan. Andri mengungkapkan, bahwa pihkanya ingin mengangkat potensi lokal dan menyerap sumber daya manusia sekitar. Dengan mendorong produksi kerupuk Indonesia yang masih tradisional menjadi lebih modern dan mengikuti standard keamanan dan kualitas internasional,” terangnya.

“Jangan pernah berhenti untuk bermimpi, karena mimpi adalah jalan kita untuk bisa mencapai kesuksesan kita. Jadi jangan lupa untuk selalu berusaha memberi yang terbaik dimanapun kita berada, saat kuliah maupun sudah bekerja nantinya,” tuturnya.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Kantor Jawa Pos. Di sana, mahasiswa dikenalkan proses kerja industri media, mulai dari pengumpulan berita, penyuntingan, hingga pencetakan surat kabar dan distribusinya. Mahasiswa mendapat gambaran nyata tentang dinamika kerja jurnalistik dan tantangan industri media di era digital.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa karena memberi pengalaman langsung yang relevan dengan dunia kerja. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa angkatan 2022 Filkom UNUSIDA dari 3 Program Studi (Prodi), yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika dan Sistem Informasi.

Salah satu mahasiswa DKV, Sirojul Jalil berharap, kunjungan industri ini mampu memperluas wawasan, membangun semangat profesional, serta memotivasi mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri dan media.

“Senang sekali dapat mengikuti kunjungan industri kali ini. Kegiatannya seru dan inspiratif untuk meningkatkan semangat belajar,” ungkapnya. (MY)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Gold Winner di Kompetisi Internasional di Turki (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Gold Winner dalam Kompetisi Internasional di Turki

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di kancah internasional. Tim gabungan dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil meraih predikat Gold Winner dalam ajang 1 IDEA 1 World International Innovation, Design, and Startup Competition 2025 yang diselenggarakan di Ankara, Turki, pada 25–26 April 2025 lalu.

Tim yang terdiri dari Muhammad Tegar Kurniawan (Informatika), Ismialifatarbiyah (Desain Komunikasi Visual), Afifahtur Rachmadina (Pendidikan Bahasa Inggris), Aininna Halizah Rahma (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Irwan Febriansyah (Sistem Informasi) ini mengusung proyek inovatif berjudul IoTConnect: A Smart City Social Media Platform for Real-Time Sensor-Based Updates.

Dosen pembimbing UNUSIDA, Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia berharap agar prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui teknologi.

“Keberhasilan ini berkat kolaborasi mahasiswa dari lintas disiplin ilmu. Sehingga mampu menciptakan solusi cerdas untuk masa depan kota yang lebih informatif dan responsif,” kata Arda.

Dekan FILKOM UNUSIDA tersebut menambahkan bahwa inovasi ini sejalan dengan prinsip open government dan smart governance yang menekankan pentingnya transparansi data dan kolaborasi antara pemerintah dan warganya.

“Keterbukaan informasi berbasis teknologi ini menjadi kunci dalam membangun kota yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warganya,” tandasnya.

Sementara itu, ketua tim, Muhammad Tegar Kurniawan menjelaskan, proyek ini menawarkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor-sensor kota dengan platform media sosial untuk memberikan pembaruan informasi secara real-time kepada masyarakat. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik dan responsivitas pemerintah dalam pengelolaan kota pintar.

Tegar sapaan akrabnya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tim UNUSIDA dalam kompetisi ini. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dalam mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global. Selain itu, prestasi ini juga menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mendorong inovasi dan kolaborasi lintas disiplin ilmu di kalangan mahasiswa.

“Terima kasih kepada dosen pembimbing Arda Surya Editya. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (23/5/2025).

Tegar menerangkan, inovasi ini memungkinkan berbagai sensor, seperti pendeteksi kualitas udara, kebisingan, suhu, hingga sensor banjir. Yang kemudian dapat mengirimkan data secara otomatis ke sebuah dashboard digital yang terhubung dengan akun media sosial resmi pemerintah daerah. Informasi ini kemudian dipublikasikan dalam bentuk notifikasi cepat, peta visual, atau peringatan dini yang bisa diakses oleh warga secara langsung melalui media sosial seperti Twitter, Instagram, atau WhatsApp Business.

“Kami ingin mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kondisi kota. Sekaligus memberikan alat bantu bagi pemerintah agar bisa merespons lebih cepat terhadap situasi darurat atau perubahan kondisi lingkungan,” ujarnya

Melalui pendekatan yang mengandalkan sistem digital ini, ia dan tim tidak hanya berfokus pada pemantauan pasif. Tetapi juga membuka ruang partisipatif bagi masyarakat. Warga bisa memberikan umpan balik, melaporkan kondisi di lapangan, dan berdiskusi langsung melalui kanal digital yang disediakan.

“Kita sebagai mahasiswa, mencoba turut serta dalam pembangunan daerah. Menjadi pionir dalam mendorong penggunaan teknologi secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MY)

Peserta Yudisium ke 10 Filkom Unusida (Foto: Humas Unusida)

Yudisium Filkom UNUSIDA, Komitmen Cetak Lulusan yang Mumpuni dan Berkarakter Aswaja

Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan acara Yudisium ke-10 yang dipusatkan di Aula Hall Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (21/2/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa Filkom UNUSIDA, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Informatika (TIF), dan Sistem Informasi (SI) yang berhasil menyelesaikan studinya dengan sukses.

Dalam acara tersebut, Dekan Filkom UNUSIDA, Son Haji Arif, M.Sn memberikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka di tengah tantangan yang ada.

“Momen ini bukan hanya sebagai tanda kelulusan, tetapi juga sebagai langkah awal menuju perjalanan karir yang penuh tantangan di dunia teknologi,” ungkapnya.

Ia menyampaikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar dapat menjadi lulusan yang mumpuni sesuai dengan bidang yang telah dipelajari. Sebab, mahasiswa setelah lulus studi S1-nya akan kembali di tengah masyarakat untuk menyongsong masa depan digital dengan mengedepankan semangat inovasi untuk menjadi bagian dari perubahan besar di dunia teknologi.

“Dengan semangat inovasi dan tekad yang kuat, lulusan Filkom UNUSIDA bukan hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan besar di dunia teknologi. Masa depan milik kalian, teruslah berkreasi dan berkarya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa lulusan Filkom UNUSIDA tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teknis, tetapi juga dengan kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan pesatnya perkembangan dunia digital.

Selama masa studinya, para mahasiswa telah dilatih untuk mengembangkan solusi kreatif dan praktis dalam bidang teknologi informasi, mulai dari pengembangan perangkat lunak, kecerdasan buatan, desain visual hingga sistem informasi yang mendukung berbagai sektor kehidupan. Dengan bekal ini, lulusan Filkom UNUSIDA diharapkan dapat berperan aktif dalam memajukan dunia digital yang terus berkembang.

“Tentu saja, momen ini menjadi sangat spesial atas capaian akademik dan kontribusi mereka di bidang penelitian serta inovasi teknologi,” imbuhnya.

Dengan diselenggarakannya Yudisium ke-10 ini, pihaknya menekankan bahwa Filkom UNUSIDA terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga siap menghadapi perubahan dan tantangan dunia digital yang terus berkembang.

Selain itu, lulusan Filkom UNUSIDA dituntut untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami pentingnya nilai-nilai agama yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA). Dengan begitu dapat membimbing dalam mengambil keputusan yang bijaksana ketika terjun di tengah masyarakat.

Ia menerangkan sebagai kampus NU, para dosen tidak hanya fokus mengajarkan pada aspek teknis, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran, sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Para mahasiswa dilatih untuk memiliki perspektif yang luas, menghargai perbedaan, serta mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan budaya di era digital.

“Kami harap para lulusan tidak hanya mampu bersaing dalam dunia teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan profesional, sehingga dapat menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” harapnya.

(my)

Flyer RAKADEVA (Foto: Istimewa)

Keren! Mahasiswa DKV UNUSIDA Gelar Videografi and Papercraft Exhibition

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Videografi and Papercraft Exhibition atau Pameran Film Pendek dan Papercraft bertajuk Ruang Kreasi Desain Komunikasi Visual (RAKADEVA). Kegiatan tersebut digelar selama 2 hari, Senin-Selasa (20-21/01/2025) yang dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA.

Ketua pelaksana, Rizky Ubaidillah mengatakan, pameran ini menjadi tugas akhir mata kuliah Videografi. Dalam pameran tersebut terdapat 9 judul film yang terdiri dari berbagai genre, seperti drama, pertualangan, horor komedi hingga kisah persahabatan.

Ia menceritakan proses pembuatan film menjadi tantangan baru bagi mahasiswa, mulai dari proses pembuatan naskah, akting, pengambilan video hingga tahap editing. Meskipun penuh tantangan, mahasiswa menganggap pembuatan film sebagai pengalaman yang sangat berharga.

“Proses ini bukan hanya mengasah kreativitas, tapi juga kerja tim dan ketekunan. Kami sangat senang bisa berkolaborasi dan belajar banyak hal baru dalam pembuatan film ini,” ungkapnya.

Kaprodi DKV UNUSIDA Putra Uji Deva Satrio menjelaskan, bahwa pameran ini merupakan bagian dari tugas akhir semester yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang sudah dipelajari sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa DKV UNUSIDA dalam menggabungkan seni visual dan narasi melalui film pendek .

“Ini adalah program tahunan sebagai tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Videografi yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka, sekaligus mengasah keterampilan dalam membuat film pendek,” terangnya.

Ia menyebutkan, selain menjadi tugas UAS, tujuan utama dari pameran ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bercerita melalui film pendek, serta mempersiapkan untuk dunia profesional di industri kreatif. Pameran ini juga bertujuan untuk memperkenalkan karya mahasiswa kepada masyarakat luas, serta mendorong mereka untuk berpikir kritis terhadap isu-isu terhangat melalui film.

“Kami ingin agar mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga belajar menyampaikan pesan atau gagasan secara efektif dan estetis,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sangat mengapresiasi hasil karya mahasiswa semakin berani bereksperimen dengan berbagai genre dan teknik penyutradaraan. Ia menilai adanya peningkatan dalam hal penguasaan teknologi dan pemahaman mendalam terhadap elemen-elemen film, seperti penyuntingan, pencahayaan, dan komposisi gambar.

“Alhamdulillah, setiap tahunnya ada perkembangan yang signifikan dalam kualitas karya, mulai dari alur cerita hingga alat penunjang dalam membuat film, ”katanya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar pameran ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan besar  bagi setiap mahasiswa untuk mengasah kemampuan, berbagi ide, dan tentu saja, mendapatkan pengalaman berharga. Guna mengasah kemampuan dalam menghasilkan karya film yang berkualitas, yang tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk mengasah keterampilan kreatif yang dapat berguna di masa depan.

“Saya ingin mengingatkan kepada semua mahasiswa DKV bahwa kreativitas itu tidak memiliki batas. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan berani untuk berbeda. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk terus belajar dan berkembang. Selalu ingat bahwa setiap karya yang kita buat adalah cerminan dari diri kita, dan itu bisa menjadi kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

(my)