Pos

FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Berangkatkan 19 Mahasiswa KKN–PLP Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Berangkatkan 19 Mahasiswa KKN–PLP Internasional ke Malaysia

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi memberangkatkan 19 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional ke Malaysia pada Selasa (31/3/2026). Program ini akan berlangsung mulai 2 April hingga 29 April 2026 di sejumlah sanggar bimbingan dan satuan pendidikan mitra di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas mahasiswa melalui pengalaman pembelajaran berbasis internasional. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat strategis bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengalaman lapangan.

“Mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik hingga 20 SKS, dengan maksimal 12 SKS berasal dari mata kuliah. Selain itu, mereka juga memperoleh sertifikat kegiatan internasional yang menjadi nilai tambah penting dalam dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program ini akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan mahasiswa lainnya, terutama dalam hal adaptasi budaya, komunikasi global, serta praktik pendidikan di lingkungan internasional.

Program KKN dan PLP internasional ini akan dilaksanakan di beberapa sekolah mitra di wilayah Kuala Lumpur. FKIP UNUSIDA telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah serta institusi setempat, sehingga pelaksanaan kegiatan dipastikan berjalan dengan baik dan terstruktur.

Mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) serta tim pendamping selama kegiatan berlangsung. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai sekolah dengan sistem pembagian kelompok. Setiap lokasi telah disiapkan fasilitas penunjang, termasuk tempat tinggal dan kebutuhan dasar mahasiswa.

“Alhamdulillah, lokasi kegiatan sudah siap dan beberapa institusi di Malaysia juga sudah berpengalaman menerima mahasiswa dari Indonesia untuk program serupa,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua serta menjaga nama baik institusi selama berada di luar negeri.

Selain kegiatan akademik dan pengabdian, mahasiswa juga akan mendapatkan kesempatan mengenal lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembelajaran budaya dan sosial. Program ini dijadwalkan berakhir pada tanggal 28–29 April 2026 mendatang, dengan kepulangan mahasiswa ke Indonesia setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

“Melalui program ini, kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan di dunia internasional,” ungkapnya.

Daftar Mahasiswa & Penempatan KKN–PLP Internasional Malaysia

No Nama Prodi Penempatan
1 Azzawiyatul Annajiyah PBI Sanggar Bimbingan An Nahdlo
2 Afifah Rochmadin PBI Sanggar Bimbingan An Nahdlo
3 Fahira Nur Ramadhania PGSD Sanggar Bimbingan An Nahdlo
4 Luthfiyah Rahmah Ahmadiy PBI Sanggar Bimbingan Sentul
5 Alycia Agnie Aryane Putri PGSD Sanggar Bimbingan Sentul
6 Ariandin Nur Yasidh PBI Sanggar Bimbingan Segambut
7 Hanifah PBI Sanggar Bimbingan Segambut
8 Muhammad Adani Maulidan PBI Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
9 Ahmad Isrofi Kholilurrohman PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
10 M. Anwar Rofik PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
11 Muhammad Firman Firdaus PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
12 Nuril Safra Rahayu PBI Sanggar Bimbingan Ampang
13 Yesi Alviyanti PBI Sanggar Bimbingan Ampang
14 Lailatul Rahma Agustina PGSD Sanggar Bimbingan Ampang
15 Ken Izun Nadlifah PBI Sanggar Bimbingan Pandan Jaya
16 Aula Fadhi Olivia PGSD Sanggar Bimbingan Pandan Jaya
17 Azlin Azha PBI Sanggar Bimbingan At-Tanzil
18 Nur Thazim M. PGSD Sanggar Bimbingan At-Tanzil
19 Durrotun Naliyah Putri Al Arifani PGSD Sanggar Bimbingan At-Tanzil

Lebih lanjut, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengingatkan agar seluruh mahasiswa menyusun perencanaan kegiatan dengan baik sejak awal keberangkatan. Setiap aktivitas yang dilakukan selama di luar negeri diharapkan terdokumentasi secara sistematis.

Ia juga menyoroti bahwa pengalaman belajar di luar negeri harus mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global. Mahasiswa juga diminta untuk mencatat rencana dan aktivitas harian dalam bentuk laporan atau buku kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas kepada kampus dan orang tua.

“Semua kegiatan harus terencana dan terdokumentasi dengan baik, sehingga orang tua juga dapat memantau perkembangan aktivitas mahasiswa selama di luar negeri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tetap menjaga sikap, etika, serta nama baik institusi selama berada di Malaysia.

“Selamat berjuang. Tunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan internasional,” pesannya.

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen untuk Penguatan Metode Penelitian Mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 3, Bekali Mahasiswa Siap Hadapi Tugas Akhir

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Workshop Proyek Independen: Penguatan Metode Penelitian sebagai upaya membekali mahasiswa dalam mempersiapkan tugas akhir dan penulisan karya ilmiah berbasis penelitian. Workshop yang wajib diikuti oleh mahasiswa pemrogram skripsi atau tugas akhir Tahun Akademik 2025/2026 ini dilaksanakan di Lantai 4 dan 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Kamis (8/1/2026).

Kali ini menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten di bidang metodologi penelitian, yakni Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I. yang membahas metode penelitian kualitatif, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. dengan materi metode penelitian pengembangan, serta Fakhrur Rozy, S.Or., M.Pd. yang memaparkan metode penelitian kuantitatif.

Wakil Dekan FKIP UNUSIDA, Arie Widya Murni, dalam pemaparannya mendorong mahasiswa agar percaya diri dan konsisten dalam memilih metode penelitian yang sesuai dengan fokus kajian yang diambil. Kegiatan ini menjadi upaya membekali mahasiswa dalam mengerjakan tugas jurnal ilmiah sekaligus mencari dan merumuskan ide penelitian yang akan digunakan sebagai tugas akhir. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap metode penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran (mixed methods).

“Mahasiswa harus yakin dengan metode penelitian yang dipilih. Fight saja dengan penelitian kita. Perjuangan dalam proses riset ini adalah harga yang harus dibayar untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.

Pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan secara bertahap dan berkelanjutan, agar mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan tugas akhir, tetapi juga memiliki kompetensi riset yang kuat dan siap bersaing di dunia akademik maupun profesional.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis FKIP UNUSIDA dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan kebijakan pendidikan tinggi, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Hadi Ismanto, salah satu pemateri dalam workshop tersebut, menyampaikan gambaran arah kebijakan tugas akhir mahasiswa ke depan. Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun mendatang, tugas akhir mahasiswa tidak lagi berbentuk skripsi konvensional, melainkan berupa publikasi artikel jurnal.

Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini dalam merancang penelitian yang sistematis dan terukur. Mahasiswa diarahkan untuk memahami alur penelitian mulai dari penentuan masalah, pemilihan metode yang tepat, pengumpulan data, hingga pengolahan hasil penelitian yang layak dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal.

“Dua tahun ke depan, tugas akhir mahasiswa tidak lagi menggunakan skripsi, tetapi penerbitan jurnal. Karena itu, kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian harus dikawal dan dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menghasilkan jurnal bereputasi,” pungkasnya.

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 2, Kupas Tuntas Kajian Teori dan Referensi

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Workshop Proyek Independen Volume 2 dengan fokus pembahasan penulisan kajian teori dan pengelolaan referensi, Selasa (23/12/2025).

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., dan Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., yang membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kajian teori sebagai fondasi penelitian serta pengelolaan referensi ilmiah yang sistematis dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menulis secara teknis, tetapi juga mampu membangun kerangka berpikir ilmiah yang kuat dan relevan dengan topik penelitian. Penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley turut menjadi bagian penting dalam workshop guna meningkatkan kualitas dan etika penulisan karya ilmiah.

Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., dalam materinya menekankan bahwa kajian teori merupakan fondasi utama dalam sebuah penelitian. Menurutnya, kajian teori tidak sekadar rangkuman pendapat para ahli, tetapi menjadi pijakan konseptual yang menentukan arah, kedalaman, dan ketajaman analisis penelitian.

Ia menjelaskan bahwa kajian teori yang kuat akan membantu peneliti memahami posisi penelitiannya di antara penelitian-penelitian sebelumnya, sekaligus memperjelas konsep, variabel, dan kerangka berpikir yang digunakan. Tanpa kajian teori yang memadai, sebuah penelitian berisiko kehilangan fokus dan kekuatan akademiknya.

Selain itu, Achmad Wahyudi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan referensi ilmiah secara sistematis dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa ketertiban dalam mencatat, mengelola, dan menyajikan sumber rujukan merupakan bagian dari etika akademik dan tanggung jawab ilmiah peneliti.

Melalui pemanfaatan aplikasi manajemen referensi, mahasiswa diarahkan untuk menulis secara lebih terstruktur, menghindari plagiarisme, serta memastikan setiap gagasan yang disampaikan memiliki dasar rujukan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kaidah metodologis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas akademik.

Workshop Proyek Independen Vol. 2 menjadi wujud komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendampingi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan akademik, riset, dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP UNUSIDA dalam menciptakan iklim akademik yang produktif, kritis, dan berdaya saing.

Wakil Dekan FKIP UNUSIDA, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. (Foto: PGSD UNUSIDA)

Perspektif Pendidikan Modern: Keteladanan Ibu dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Sekolah

Dalam momentum peringatan Hari Ibu, Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa karakter anak usia sekolah tidak dapat dipisahkan dari keteladanan ibu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif pendidikan modern, karakter bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, empatik, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, sekolah memang memiliki peran strategis dalam pengembangan akademik dan sosial anak, namun berbagai kajian pendidikan menunjukkan bahwa keluarga. Terutama ibu yang memegang peran paling menentukan dalam pembentukan karakter anak usia sekolah.

“Di tengah tantangan zaman seperti kecanduan gawai, menurunnya empati sosial, serta pergeseran nilai moral, keteladanan ibu menjadi benteng pertama yang menjaga arah tumbuh kembang kepribadian anak,” ujarnya.

Ibu sebagai Role Model Pertama Pendidikan Karakter

Ia menjelaskan bahwa karakter anak tidak dibentuk melalui nasihat semata, melainkan melalui keteladanan yang konsisten. Hal ini sejalan dengan teori social learning dari Albert Bandura yang menyatakan bahwa anak belajar perilaku melalui observasi dan imitasi.

“Dalam konteks ini, sikap dan perilaku ibu sehari-hari sejatinya adalah ‘kurikulum hidup’ yang terus dibaca dan ditiru oleh anak,” jelasnya.

Beberapa bentuk keteladanan ibu yang sangat berpengaruh antara lain kemampuan mengelola emosi, menunjukkan empati dan kepedulian sosial, menegakkan disiplin dan tanggung jawab, serta membangun budaya literasi dan sikap positif terhadap pendidikan di rumah.

Lebih lanjut, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menekankan bahwa pendidikan modern menempatkan keluarga dan sekolah sebagai mitra sejajar. Kurikulum karakter di sekolah tidak akan efektif tanpa penguatan nilai yang konsisten di rumah. Pendekatan seperti pendidikan holistik, Social-Emotional Learning (SEL), dan positive parenting menegaskan pentingnya stabilitas emosi, empati, komunikasi terbuka, serta penguatan positif yang dimulai dari keluarga.

Dalam era digital, peran ibu menjadi semakin krusial. Anak-anak yang tumbuh sebagai digital natives membutuhkan contoh nyata dalam literasi digital, komunikasi terbuka, serta keseimbangan antara penggunaan teknologi, keluarga, dan kehidupan sosial. Ia menuturkan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak, karakter adalah kurikulumnya, dan keteladanan adalah metode utamanya.

“Ibu bukan hanya pengawas penggunaan gawai, tetapi teladan utama bagaimana teknologi digunakan secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Menguatkan Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter

Arie menegaskan bahwa berbagai riset psikologi dan pendidikan menunjukkan ikatan emosional ibu dan anak membentuk secure attachment yang berdampak langsung pada perilaku dan prestasi belajar. Anak dengan figur ibu yang hangat dan suportif cenderung lebih percaya diri serta memiliki motivasi belajar yang tinggi hingga dewasa.

Sebagai rekomendasi, ia mendorong adanya program parenting berbasis sekolah, pendampingan karakter anak secara kolaboratif antara guru dan orang tua, penguatan literasi keluarga, serta dukungan kesehatan mental bagi ibu.

“Ibu yang sehat secara emosional akan lebih mampu menghadirkan keteladanan yang positif dan konsisten,” tambahnya.

“Pendidikan modern hanya akan berjalan efektif jika keluarga, terutama ibu menjadi pusat pembentukan karakter yang memadukan cinta, keteladanan, dan disiplin dalam komitmen yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Oleh: Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. (Wakil Dekan FKIP UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen bagi Mahasiswa tahun akademik 2025–2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen, Perkuat Skill Penelitian Mahasiswa Menuju Tugas Akhir yang Berkualitas

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Workshop Proyek Independen pada Kamis (11/12/2025). Kegiatan yang membahas tentang ‘Penyusunan Pendahuluan Penelitian’ ini digelar sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi penyusunan Tugas Akhir (TA) tahun akademik 2025–2026.

Workshop yang bersifat wajib bagi mahasiswa pemrogram Skripsi/TA ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang penelitian, yaitu: Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., dan Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Hum., yang juga seorang dosen UNUSIDA.

“Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa unlock skill penelitian mahasiswa, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai struktur pendahuluan, penyusunan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga landasan teoritis yang menjadi fondasi utama sebuah karya ilmiah,” terang Masyitah Noviyanti dalam pemaparan materinya.

Dalam kesempatan tersebut, ia membahas secara detail tentang rumusan masalah, tujuan penelitian, serta manfaat penelitian. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara rumusan masalah, tujuan penelitian, serta metodologi yang nantinya akan digunakan.

“Ketepatan merumuskan masalah akan menentukan kualitas keseluruhan penelitian. Mahasiswa perlu cermat membangun alur logis sejak bagian awal,” jelasnya.

Sementara itu, Evi Mahsunah menekankan pentingnya menyusun pendahuluan penelitian dengan rapi, sistematis, dan argumentatif. Bagian pendahuluan dianggap sebagai gerbang utama yang menentukan arah penelitian sekaligus menjadi indikator kualitas akademik mahasiswa.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA tersebut menjelaskan pentingnya membangun latar belakang penelitian yang kuat sebagai dasar dari keseluruhan karya ilmiah. Ia menjelaskan bahwa latar belakang harus menunjukkan urgensi penelitian, relevansi masalah, dan celah penelitian yang ingin diisi oleh peneliti.

“Pendahuluan adalah pintu pertama sebuah penelitian. Jika disusun dengan baik, maka arah penelitian akan lebih jelas dan terarah,” ujarnya.

Menurutnya, workshop ini juga menjadi ruang diskusi interaktif bagi mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai rancangan penelitian, pemilihan topik, serta teknik penguatan teori yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendampingi mahasiswa sejak awal proses penelitian hingga penyelesaian tugas akhir.

“Saya harap mahasiswa lebih siap menghadapi proses penyusunan tugas akhir, memiliki pondasi metodologis yang kuat, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, orisinal, dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan,” harapnya.

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional Melalui Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional: Memberdayakan Guru di Era Digital, Mengajar Melampaui Batas

SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Webinar Internasional yang mengusung tema “Empowering Teachers in the Digital Era: Teaching Beyond Boundaries”, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini digelar secara hybrid, menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Thailand untuk membahas bagaimana guru dapat mengajar tanpa batas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Webinar ini menghadirkan pembicara utama Executive Director for International Affair Thai Global Business Administration Technological College, Thailand, Dr. Nico Irawan, M.Pd., Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, M.Pd., serta Direktor of Ban Ai Batu School, Thailand, Muhammad Abdullah Boraheng.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa webinar ini menjadi momentum penting untuk memberikan pembaruan keilmuan dan memperkuat pemahaman guru mengenai perkembangan teknologi terbaru.

“Webinar ini memberikan pembaruan penting yang mencakup perkembangan selama enam hingga delapan tahun terakhir dan mencerminkan komitmen kita bersama dalam memajukan upaya keamanan digital saat ini. Saya berharap seluruh peserta mendapatkan diskusi yang inspiratif dan produktif. Dengan penuh rasa terima kasih, saya mengundang Anda semua untuk bergabung dalam Konferensi Divisi Data Internasional ini,” ungkapnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP UNUSIDA mempersiapkan guru masa depan yang mampu berkolaborasi dengan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Guru harus mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan kemanusiaan. Digital learning membutuhkan arsitek yang mumpuni, dan seorang guru adalah arsiteknya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan keilmuan dan kesiapan kompetensi dalam menghadapi persaingan global.

“Teknologi hanya alat, tapi guru yang membuatnya lebih berarti dan terarah. Di mana pun kalian belajar, kuasai ilmu dengan matang karena kompetisi pasti ada. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Menurutnya, webinar internasional ini menjadi bukti komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendorong kolaborasi global, eningkatkan kualitas guru, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan enghadirkan ruang belajar yang melampaui batas geografis.

“Saya harap FKIP UNUSIDA menjadi ruang pengembangan untuk mencetak guru-guru unggul yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” harapnya.

Webinar internasional ini menghadirkan diskusi tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi guru di era digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran lintas negara, transformasi digital dalam kurikulum, keamanan digital dalam ruang pendidikan, pembelajaran kreatif berbasis platform online, dan praktik mengajar tanpa batas ruang dan waktu.

Para narasumber dari Thailand juga berbagi praktik baik tentang bagaimana sekolah-sekolah di sana mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Serta berbagi tentang budaya pendidikan karakter di lintas negara.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang tidak hanya hadir dari Sidoarjo, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan lembaga pendidikan di Thailand.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili bersama Calon Guru (Foto: Humas UNUSIDA)

Hari Guru Nasional Jangan Berhenti pada Seremonial

Dalam momentum Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menyampaikan pandangan mengenai pentingnya mengembalikan esensi peringatan Hari Guru sebagai upaya penguatan martabat dan profesionalitas pendidik. Ia menegaskan bahwa Hari Guru tidak seharusnya berhenti pada rangkaian seremoni dan ucapan formal tahunan.

Dalam keterangannya, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Hari Guru sebagai refleksi kolektif atas kondisi nyata profesi pendidik di Indonesia. “Hari Guru Nasional tidak boleh berhenti pada ucapan selamat dan unggahan foto. Ini adalah momen penting untuk meninjau kembali bagaimana negara, masyarakat, dan institusi pendidikan memahami profesi guru,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, guru saat ini menghadapi spektrum tantangan yang makin kompleks, mulai dari beban administrasi yang tinggi, tuntutan kurikulum yang dinamis, hingga kewajiban beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang berkembang begitu cepat.

“Guru adalah aktor utama dalam masa depan pendidikan. Namun, sering kali mereka justru menjadi pihak yang paling terbebani oleh sistem. Jika pendidikan adalah fondasi bangsa, maka guru harus ditempatkan pada posisi terhormat, bukan hanya dipuji setahun sekali,” imbuhnya.

Sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik, FKIP UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi komprehensif, mulai dari penguatan karakter, pedagogi inovatif, integrasi teknologi digital, hingga kepekaan sosial sebagai dasar pendidikan yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa peringatan Hari Guru tahun ini perlu dimaknai sebagai ajakan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih manusiawi, memberikan ruang kreativitas bagi guru, serta mengurangi beban administratif yang selama ini kerap menghambat kinerja mereka.

“FKIP UNUSIDA terus mendorong mahasiswa calon guru memahami bahwa profesi ini bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan moral. Namun panggilan ini membutuhkan ekosistem yang sehat, mulai dari penghargaan, dukungan kebijakan, dan kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar melihat guru sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban, bukan sekadar penyampai materi pelajaran.

Sebagai bentuk kontribusi akademik, FKIP UNUSIDA juga akan menyelenggarakan International Webinar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Thailand.

Peringatan Hari Guru Nasional diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memberikan dukungan nyata bagi guru sebagai pilar utama pendidikan bangsa. Hari Guru semestinya menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak akan pernah melampaui kualitas guru yang mengabdikan diri di dalamnya.

POKER FKIP UNUSIDA 2025: Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi 1

POKER FKIP UNUSIDA 2025: Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi

Sidoarjo, 17 September 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) 2025 dengan tema “Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi”. Kegiatan ini berlangsung di auditorium kampus UNUSIDA dan diikuti oleh 164 mahasiswa baru dari dua program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Acara POKER 2025 dibuka dengan sambutan dari Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd. yang menekankan pentingnya orientasi sebagai bekal awal mahasiswa memasuki dunia akademik. “Tahun ini, POKER diikuti oleh 164 mahasiswa. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mengenal sistem perkuliahan, tetapi juga membangun fondasi karakter sebagai calon pendidik. Intelektual yang jujur, berintegritas, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun penyalahgunaan adalah pondasi yang harus dimiliki sejak awal,” ungkap Ruri dalam sambutannya.

Selain memperkenalkan sistem pembelajaran, kurikulum, dan kehidupan kampus, POKER juga memberikan materi pengembangan karakter. Mahasiswa baru dibekali pemahaman tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai moral, menolak narkoba, anti korupsi, serta menegakkan perlindungan terhadap sesama. Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa FKIP tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, melainkan juga pada pembentukan pribadi mahasiswa agar siap menjadi pendidik yang berkarakter dan berintegritas.

Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd. yang turut memberikan sambutan, menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru benar-benar memanfaatkan kegiatan ini untuk memahami lingkungan kampus. “Harapan kami sederhana, mahasiswa baru bisa memahami visi, misi, serta dinamika lingkungan FKIP. Lebih dari itu, jadilah mahasiswa yang bersemangat menjadi calon guru, menempuh studi dengan lancar, lulus tepat waktu, dan kelak bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Selama beberapa hari penyelenggaraan, mahasiswa diajak berinteraksi langsung dengan dosen, mengenal struktur fakultas dan prodi, serta mengikuti diskusi tematik seputar dunia keguruan. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan kampus, sehingga bisa sejak awal menimbang kegiatan non-akademik yang mendukung pengembangan diri. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi ikut berdialog, berlatih kerja sama, dan belajar membangun jejaring.

Dampak dari kegiatan ini diharapkan sangat signifikan. Bagi mahasiswa baru, POKER menjadi titik awal untuk memahami sistem perkuliahan secara menyeluruh sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan akademik. Mereka juga memperoleh bekal karakter positif, seperti keberanian menolak tindak kekerasan, menjunjung kejujuran, dan mengedepankan kepedulian sosial. Lebih jauh lagi, POKER menumbuhkan semangat sebagai calon guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Sementara itu, bagi fakultas, POKER menjadi sarana untuk menyamakan visi antara dosen, mahasiswa, dan prodi. Melalui kegiatan ini, FKIP mengukuhkan citranya sebagai fakultas yang berkomitmen mencetak calon guru dengan kualitas akademik yang mumpuni sekaligus karakter luhur. Tradisi akademik yang sehat, berintegritas, dan inklusif diperkenalkan sejak hari pertama mahasiswa menjejakkan kaki di kampus, sehingga akan melekat dalam perjalanan mereka hingga lulus nanti.

Tema besar “Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi” dipilih bukan tanpa alasan. Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari derasnya arus digitalisasi hingga krisis nilai moral di tengah masyarakat. FKIP UNUSIDA ingin menghadirkan jawaban dengan menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap secara kompetensi akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebudayaan dan integritas moral yang kokoh. Dengan begitu, mahasiswa FKIP tidak sekadar menjadi guru, melainkan sosok teladan yang mampu menginspirasi di kelas maupun di masyarakat.

POKER FKIP 2025 akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara tahunan. Ia menjadi langkah strategis dalam mencetak calon pendidik masa depan yang unggul, berdaya saing, sekaligus berkarakter. Sebagaimana ditegaskan oleh para dosen dalam sambutannya, perjalanan menjadi seorang guru sejati dimulai sejak hari pertama memasuki bangku kuliah. Dengan semangat, dedikasi, dan karakter yang kuat, mahasiswa FKIP UNUSIDA diyakini mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (AS)

143 Mahasiswa FKIP UNUSIDA Siap Diterjunkan dalam Program "FKIP UNUSIDA Mengajar 2025" di 13 Sekolah Mitra (Foto: Humas UNUSIDA)

143 Mahasiswa Peserta Program FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 Siap Diterjunkan di 13 Sekolah Mitra

SIDOARJO — Sebanyak 143 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) siap diterjunkan dalam program FKIP UNUSIDA Mengajar 2025′, sebuah kegiatan praktik mengajar yang akan dilaksanakan di 13 sekolah mitra, termasuk 10 SD Negeri dan 3 sekolah swasta, mulai 23 September hingga 23 November 2025.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd turut memberikan pesan khusus kepada peserta untuk tidak sungkan menunjukkan Akhlak, Kualitas, dan Integritas. Menurutnya. Program UNUSIDA Mengajar 2025 menjadi bagian penting dari visi UNUSIDA dalam mencetak lulusan pendidikan yang siap pakai, tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga berpengalaman dalam praktik lapangan.

“Tugas kalian bukan hanya mengajar, tapi juga membawa misi penting: membuktikan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki kualitas, integritas, dan akhlakul karimah. Jangan lupa, kalian adalah duta kampus. Tunjukkan citra terbaik kepada sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesan positif selama penugasan. Dengan begitu, ia berharap akan lahir generasi pendidik yang berkualitas, beretika, dan siap menjadi agen perubahan di dunia pendidikan Indonesia.

“Bukan hanya keterampilan yang diuji, tapi juga sikap dan kesungguhan dalam berinteraksi dengan kepala sekolah, guru, dan siswa dari berbagai latar belakang,” tuturnya.

Dalam acara pelepasan tersebut, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan akhlakul karimah. Ia menekankan agar seluruh peserta FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 ini dapat menjaga nama baik dan mengaplikasikan ilmu di lapangan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi teladan yang menjaga nama baik pribadi, orang tua, fakultas, dan universitas. Tunjukkan kualitas, akhlak mulia, dan karakter khas UNUSIDA yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa FKIP dalam dunia pendidikan, terutama dalam praktik mengajar, pendampingan kegiatan ekstrakurikuler, serta penguatan karakter siswa di sekolah. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk LSM Mutiara Rinda dan para kepala sekolah mitra yang siap berkolaborasi untuk mendampingi mahasiswa selama dua bulan penuh.

Sementara itu, Ketua Program FKIP UNUSIDA Mengajar, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa seluruh peserta sudah siap dan telah dinyatakan layak diterjunkan ke lapangan karena telah memenuhi semua syarat akademik dan administratif.

“Seluruh mahasiswa telah lulus seleksi dan pembekalan. Kami percaya mereka siap menebarkan ilmu dan semangat positif di sekolah-sekolah mitra. Ini adalah bentuk kontribusi nyata FKIP UNUSIDA dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (MY)

FKIP UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan LSM Mutiara Rindang (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan LSM Mutiara Rindang, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FKIP UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mutiara Rindang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi lintas sektor dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan dokumen kerja sama yang dilaksanakan saat Pelepasan Peserta FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (16/9/2025). Kesepakatan ini membuka peluang luas bagi kedua belah pihak untuk bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing institusi.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, dijelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai bidang strategis, yaitu: Pendidikan, Penelitian, Pelatihan Pengabdian kepada Masyarakat, Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pengembangan Bisnis dan Bidang kerja sama lain yang akan disepakati lebih lanjut oleh kedua pihak

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen bersama dan langkah nyata untuk memperkuat peran kampus dalam memberdayakan masyarakat secara luas. Kerja sama ini juga mendukung program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) yang terus diupayakan oleh FKIP UNUSIDA dalam memfasilitasi mahasiswa belajar di luar kampus dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. FKIP UNUSIDA dan Mutiara Rindang memiliki visi yang sejalan dalam menciptakan dampak nyata melalui pendidikan dan pengabdian. Kami percaya, sinergi ini akan memperluas jangkauan dan efektivitas program-program yang akan kami jalankan bersama,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta program-program kolaboratif seperti pelatihan literasi dan numerasi untuk masyarakat desa, pengelolaan perpustakaan sekolah dan komunitas, penyusunan modul pembelajaran berbasis karakter dan lingkungan, riset bersama di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta berbagai program kewirausahaan sosial untuk mahasiswa dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto, M.Pd juga menyampaikan antusiasme terhadap terjalinnya kerja sama ini, khususnya dalam hal pemberdayaan komunitas lokal melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan FKIP UNUSIDA adalah langkah strategis dalam memperluas dampak gerakan literasi mereka.

LSM Mutiara Rindang dikenal sebagai NGO lokal yang telah lama bergerak dalam pengembangan literasi dan pendidikan anak-anak di wilayah Jawa Timur. Salah satu program unggulan mereka adalah Perpustakaan Ramah Anak (PERAN), yang bekerja sama dengan sekolah dasar untuk menciptakan lingkungan baca yang menyenangkan dan inklusif bagi anak-anak.

Program PERAN meliputi penyediaan rak buku berukuran ramah anak, donasi buku cerita berkualitas dan mendidik, pelatihan literasi bagi guru dan pustakawan sekolah, serta endampingan pengelolaan perpustakaan berbasis minat baca.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa peserta FKIP UNUSIDA Mengajar akan terlibat langsung dalam praktik literasi sekolah dan pengembangan perpustakaan berbasis komunitas.

“Kami percaya, kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti FKIP UNUSIDA akan memperkuat misi kami dalam menanamkan budaya baca sejak dini. Mahasiswa sebagai calon guru memiliki peran penting untuk membentuk generasi pembelajar,” pungkasnya. (MY)