Pos

Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., saat memberikan hadiah bagi pemenang Himaksi Badminton Cup 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2026, Jadi Wadah Kompetisi Sehat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar HIMAKSI Badminton Cup 2026 kategori pemula dan remaja se-Jawa Timur di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).

Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yakni ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putra. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang olahraga bulu tangkis.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam menjangkau pelajar sebagai calon mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan UNUSIDA dan Program Studi Akuntansi kepada masyarakat luas melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Selain itu, HIMAKSI Badminton Cup 2026 menjadi sarana bagi anggota organisasi mahasiswa (ormawa) untuk meningkatkan keterampilan nonakademik atau soft skills. Mulai dari manajemen acara, kepemimpinan, kerja sama tim, pencarian sponsor, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi dan prestasinya. Kami juga ingin mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta menjauhi pergaulan negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Kompetisi ini menjadi agenda rutin kami untuk terus menghadirkan program kreatif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” jelasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus HIMAKSI yang mampu menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan peserta dari luar kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi organisasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan mengelola kegiatan berskala eksternal.

Kemandirian mahasiswa dalam merancang konsep kegiatan, mengupayakan pendanaan, membangun jejaring, hingga melaksanakan acara menjadi pengalaman berharga yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui HIMAKSI Badminton Cup 2026 ini semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Jawa Timur,” harapnya.

Berikut daftar juara berdasarkan hasil kompetisi yang tercantum dalam dokumen penyelenggara.

1. GRI

  • Juara 1: Ainun Azizah + Aisyah Yusito Zifana

  • Juara 2: Adelia Dwi Putri Hariyanto + Mariatul Qibtiah

  • Juara 3: Ersya Pricilla Putri + Naura Windy Khairunnisa

  • Juara 3: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia + Shafa Nur Ramadhani

2. GRA

  • Juara 1: Mochammad Akbar Bahi Ibrahim + Yudhistira Aditya Rafa

  • Juara 2: Maulud Cesar Aya Rabbany + Ricardo Yoga Pamungkas

  • Juara 3: Nohan Arya Saputra + Restu Muhammad Singgih

  • Juara 3: Moch Ferry Adliyansyah + Nurul Rahman

3. GRC

  • Juara 1: Tsabitha Aurel Hertanto + Mohammad Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Ananda Philip R + Queena Qonita Altair

  • Juara 3: Pandhita Rafif Raditya Anwar + Shafa Nur Ramadhani

4. TRA

  • Juara 1: M. Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Pandhita Rafif R A

  • Juara 3: Tanazzul Kenzo Jibril

  • Juara 3: Airlangga Wiradhana

5. GPI

  • Juara 1: Damaris Kayla Widagdo + Vallen Esa Maulinda

  • Juara 2: Bintang Raisa Fahrani + Nadhila Dzakirotul Faizzah

  • Juara 3: Ails yah Alif Kanaya + Aisyah Bilqis Prisanita Assyfa

  • Juara 3: Azza Amira Mecca + Syafira Rahma Wardani

6. GPA

  • Juara 1: Ahmad Haikal A + Deva Dhamara Septiyano Adithian Vasu

  • Juara 2: Arjuna Arya Putra + Muhammad Bimasakti Djuking Bawana

  • Juara 3: Kenzo Arsakha Mahardika + Reno Diar Aryananda

  • Juara 3: Al mair Gilbert Harry Darvesh + Gamaliel Rapha Santoso

7. GPC

  • Juara 1: Almair Gilbert Harry Darvesh + Aurelia Charn Lebertina Bekak

  • Juara 2: Bilfaqih Rey Alteza + Maritza Akma Labibah

  • Juara 3: Nizam Haidar Alfauzi + Bintang Raisa Fahrani

  • Juara 3: Asyraf Faris Alfarizi + Damaris Kayla Widagdo

8. TPA

  • Juara 1: Krisna Huda Athaillah

  • Juara 2: M. Rakha Al Fahri

  • Juara 3: Naufal Fadhila M

  • Juara 3: Puncak Banyu Lazuardi

HIMAKSI UNUSIDA Sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi 2026, Ajang Pengembangan Pelajar Menuju Generasi Berprestasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 (OAU 2026) sebagai wadah kompetisi akademik bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Accounting Competition: Unlock Your Potential, Show Your Achievements’, Olimpiade ini dilaksanakan dalam 2 sesi, dimulai dari babak penyisihan hingga semi final yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, hingga final yang dilaksanakan secara langsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (20/7/2026).

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 merupakan bentuk kontribusi HIMAKSI UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan ekonomi. Selain menjadi ruang pengembangan akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur dalam mendorong lahirnya calon akuntan muda yang kompeten dan berintegritas.

Kompetisi tahun ini menghadirkan 18 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman belajar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kompetensi akademik, serta menunjukkan prestasi melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif.

“Kompetisi ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas diri, memperkuat kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman hari ini menjadi bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 juga datang dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Salah satu pengurus IAI, Agus Ariyanto Tohi, yang juga merupakan dosen Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra Surabaya, mengapresiasi perkembangan UNUSIDA dan semangat yang diusung dalam kompetisi tersebut.

“Saya melihat perkembangan UNUSIDA sangat luar biasa. Kampusnya representatif dan memiliki semangat yang kuat. Saya juga tertarik dengan tagline UNUSIDA yang menekankan pentingnya keunggulan yang dibangun di atas nilai moral. Itu menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ia menilai tema yang diusung kali ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan pelajar saat ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.

“Generasi muda memiliki energi dan potensi besar. Melalui kompetisi seperti ini, kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Selain kemampuan akademik, bangun jiwa kompetitif yang positif, kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta jangan lupakan pentingnya membangun networking. Bisa jadi teman yang hari ini menjadi lawan kompetisi adalah rekan kerja atau mitra bisnis kalian di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran. Ia berharap Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di era globalisasi dan digitalisasi. Kompetisi ini juga menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam membangun budaya akademik yang kompetitif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kehadiran kalian hari ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki keberanian untuk belajar, berkompetisi, dan terus berkembang. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi, setiap proses sebagai pembelajaran, dan setiap hasil sebagai langkah menuju kesuksesan. Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan berkembang adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selama kompetisi, peserta akan diuji melalui berbagai materi yang mencakup bidang akuntansi, ekonomi, perpajakan, hingga penyelesaian studi kasus yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan keuangan. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.

KPP Pratama Sidoarjo Utara Edukasi Mahasiswa UNUSIDA Melalui Tax Goes to Campus (Foto: Humas UNUSIDA)

Tax Goes to Campus di UNUSIDA: Hima Akuntansi Gandeng KPP Sidoarjo Utara Kenalkan Implementasi Coretax

SIDOARJO — Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan generasi muda melalui kegiatan Tax Goes to Campus di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Kamis (07/05/2026). Kegiatan bertema implementasi sistem perpajakan terbaru Coretax ini digelar secara hybrid di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA serta melalui Zoom Meeting, dengan sekitar 160 peserta daring.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan rasa percaya diri mahasiswa melalui praktik langsung di lapangan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya di masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan pajak menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kerja sama antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Utara dapat terus berlanjut serta melahirkan mahasiswa yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di bidang perpajakan.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa terkait kebijakan dan sistem perpajakan terbaru. Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi mencetak lulusan yang unggul dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus edukasi bagi mahasiswa terkait perkembangan sistem administrasi perpajakan modern di Indonesia. Selain itu, agenda ini memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam membangun kesadaran pajak sejak dini.

Para peserta menerima materi langsung dari praktisi dan narasumber KPP Pratama Sidoarjo Utara. Materi pertama disampaikan oleh Devi Damasantika, S.M., mengenai aktivasi Coretax dan penerbitan kode otorisasi. Selanjutnya, materi tentang kewajiban perpajakan untuk UMKM Orang Pribadi dipaparkan oleh Antonius Atet Wiyono, S.E., M.M.

Dalam pemaparannya, Antonius Atet Wiyono menjelaskan pentingnya pemahaman kewajiban perpajakan secara umum bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. Ia memberikan gambaran sederhana mengenai tampilan aplikasi Coretax agar mudah dipahami oleh peserta.

Selain itu, ia juga menjelaskan ketentuan perpajakan bagi Orang Pribadi yang memiliki penghasilan di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022, wajib pajak dengan kategori tersebut hanya dikenakan pajak sebesar 0,5 persen dari omzet per bulan. Penjelasan sederhana ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami dasar perhitungan perpajakan secara praktis dan mudah diterapkan.

“Mahasiswa diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang akurat di tengah masyarakat terkait perpajakan dan penggunaan sistem digital perpajakan,” ujarnya.

Selain itu, pengenalan tampilan aplikasi Coretax memberi panduan awal bagi mahasiswa agar lebih familiar dengan sistem administrasi perpajakan digital. Pendekatan ini diharapkan mampu mengarahkan pemanfaatan gawai ke aktivitas yang lebih produktif dan edukatif.

Atet sapaan akrabnya, menambahkan bahwa pengenalan aplikasi Coretax dapat menjadi panduan positif bagi mahasiswa dalam memanfaatkan gadget dan perangkat digital secara lebih produktif. Menurutnya, kolaborasi antara literasi digital, familiarisasi Coretax, dan literasi perpajakan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan administrasi modern.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi literasi digital, familiarisasi Coretax, dan literasi perpajakan. Kami harap mahasiswa saat ini mampu menjadi sumber informasi yang akurat di tengah masyarakat saat mereka terjun ke dunia kerja maupun wirausaha,” ungkapnya.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Kegiatan AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar AKSARA, Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) dengan tema ‘Fortes Una Familia’ yang berarti ‘Kuat dalam Satu Keluarga’. Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan rasa kebersamaan antar mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, khususnya antara mahasiswa baru 2025 dan angkatan 2024. Melalui kegiatan ini, HIMAKSI berupaya membangun solidaritas, karakter, dan semangat kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi.

Ketua pelaksana Ariesta Maherani Laksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan AKSARA bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat satu rasa menjadi fondasi penting agar mahasiswa Akuntansi dapat berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kepribadian dan kepedulian. Melalui AKSARA, kami ingin memperkuat hubungan emosional dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kampus,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M.

aprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMAKSI yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi positif antar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti AKSARA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Akuntansi memiliki energi besar untuk tumbuh dalam semangat akademik dan kekeluargaan.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari permainan kelompok, sesi refleksi, hingga sharing experience antar angkatan. Suasana hangat dan penuh tawa menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini dalam mempererat hubungan antar mahasiswa.

Selain itu, panitia juga menyisipkan sesi motivasi yang menanamkan nilai-nilai organisasi dan makna kebersamaan di HIMAKSI, agar mahasiswa lebih memahami filosofi dan tujuan dari setiap kegiatan yang dijalankan.

Ketua HIMAKSI, M. Agiel Putra Regianto, menegaskan bahwa semangat kekeluargaan merupakan kekuatan utama HIMAKSI. Ia berharap kegiatan AKSARA dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan dan membawa semangat baru demi kemajuan mahasiswa Akuntansi UNUSIDA di masa mendatang.

Dengan semangat satu jiwa, satu rasa, mahasiswa Akuntansi UNUSIDA membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan akademik yang solid, inspiratif, dan berdaya saing.

“Melalui Fortes Una Familia, mahasiswa Akuntansi harus terus menjaga kekompakan dan menjadikan HIMAKSI sebagai rumah kedua yang menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi. Satu jiwa, satu rasa, Akuntansi luar biasa!,” pungkasnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi Tingkat Nasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2025: Gen-Z Siap Hadapi Era Globalisasi 5.0 dengan CASH-mas

Sidoarjo – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA (OAU) 2025 dengan mengusung tema ‘Preparing Gen-Z with Competitive, Accurate, Smart and Honest (CASH-mas) for a Better Future of 5.0 Globalization Era’. Kompetisi bergengsi ini bertujuan mempersiapkan generasi muda, khususnya pelajar SMK, dalam menghadapi tantangan profesi akuntansi di tengah perkembangan teknologi dan era globalisasi saat ini.

Rangkaian kegiatan olimpiade berlangsung dalam tiga tahap, yakni babak penyisihan dan semifinal yang dilaksanakan secara virtual, serta babak final yang digelar secara offline di Kampus 2 UNUSIDA pada Kamis (17/07/2025).

Babak penyisihan diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Peserta mengerjakan soal pilihan ganda dan esai yang menguji pengetahuan dasar dan pemahaman konseptual mereka dalam bidang akuntansi. Selanjutnya, di babak semifinal, para peserta diuji melalui praktik akuntansi perusahaan dagang yang menekankan keterampilan teknis dan ketelitian dalam penyusunan laporan keuangan.

Tiga tim terbaik berhasil melaju ke babak final, yaitu:

  • SMKS Taruna Jaya Gresik

  • SMK Negeri 1 Situbondo

  • SMK YPM 3 Taman, Sidoarjo

Dalam babak final, para finalis bertanding melalui debat ilmiah dengan empat mosi utama yang aktual dan kontekstual:

  1. Pergantian Peran Akuntan oleh Kecerdasan Buatan (AI)

  2. Pentingnya Pembukuan Akuntansi untuk UMKM

  3. Pentingnya Kontrol Pengeluaran Sehari-hari bagi Pelajar

  4. Pengaruh Pembaharuan Sistem Perpajakan Coretax terhadap Penerimaan Negara

Debat berlangsung dinamis dan menunjukkan kapasitas para peserta dalam berpikir kritis, berargumen logis, serta memahami isu-isu terkini dalam dunia akuntansi.

Kaprodi Akuntansi UNUSIDA, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata prodi Akuntansi untuk mendekatkan generasi muda pada praktik dan nilai-nilai profesionalisme dalam akuntansi yang berbasis teknologi.

“Program Studi Akuntansi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Saat ini semua sudah berbasis sistem dan aplikasi. Semangat berkompetisi secara sehat, dengan menunjukkan kualitas dan skill yang dimiliki, mencerminkan profesionalitas yang sangat dijunjung tinggi di dunia akuntansi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa olimpiade ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, namun juga sebagai wahana membangun karakter akuntan masa depan yang jujur (honest), cerdas (smart), akurat (accurate), dan kompetitif (competitive) — nilai-nilai yang terangkum dalam akronim CASH-mas.

Selain itu, OAU 2025 juga menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat yang kompetitif untuk meraih prestasi. Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam membina relasi antar sekolah dan institusi pendidikan tinggi serta memperkuat minat siswa terhadap dunia akuntansi dan keuangan.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2025 menjadi langkah awal menuju generasi akuntan Gen-Z yang adaptif dan siap berkontribusi di era industri dan digital 5.0,” pungkasnya. (MY)

Seminar Nasional Perpajakan oleh Himaksi Unusida bersama Arif Anwar Yusuf (Foto: Humas Unusida)

Kenalkan Core Tax Sistem, Himaksi Unusida Gelar Seminar Nasional Perpajakan 2024

Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (Himaksi) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menggelar Seminar Nasional Perpajakan, Senin (26/08/2024). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut dilaksanakan secara Hybrid, yaitu secara offline di Hall Kampus 2 Unusida dan online melalui Zoom Meeting.

Dalam seminar tersebut mengundang narasumber Arif Anwar Yusuf yang merupakan Penyuluh Pajak Ahli Pertama Kanwil DJP Jawa Timur II. Kegiatan tersebut membahas tentang Digitalisasi Perpajakan ‘Kebijakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) PPH Pasal 21 terhadap Orang Pribadi, Core tax: Inovasi Teknologi untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak Transformasi Digital Perpajakan: Pemadanan NIK dan NPWP’.

Arif Anwar Yusuf mengedukasi mahasiswa Unusida tentang Core Tax pada wajib pajak. Core tax administration system merupakan suatu sistem teknologi informasi dalam administrasi perpajakan yang bertujuan untuk mengotomatisasi proses bisnis yang dijalankan oleh DJP sebagai pihak yang memegang otoritas perpajakan.

Sebagai salah satu bentuk reformasi pajak digital, core tax menyederhanakan proses bisnis pelaksanaan administrasi perpajakan bagi DJP dan wajib pajak. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan dan mengurangi biaya kepatuhan pajak.

“Core tax ini menjadi sistem baru untuk memudahkan para wajib pajak untuk mendapatkan informasi dalam memenuhi adaministrasi perpajakan,” terangnya.

Terdapat proses bisnis yang diperbarui dengan pengimplementasian core tax, diantaranya seperti pendaftaran Wajib Pajak, pengelolaan surat pemberitahuan (SPT), taxpayer account management (TAM), mekanisme pembayaran, compliance risk management (CRM) serta rangkaian proses pengawasan perpajakan mulai dari menanggapi SP2DK dan pelaksanaan sengketa perpajakan.

Penerapan core tax diharapkan akan meningkatkan otomatisasi dan digitalisasi seluruh layanan administrasi perpajakan. Dengan core tax, Wajib Pajak nantinya dapat melakukan layanan mandiri dan pengisian secara otomatis. Transparansi dari akun wajib pajak pun akan meningkat karena seluruh informasi perpajakan dapat langsung dilihat secara utuh.

“Core tax sistem sebenarnya mulai digunakan pada pertengahan 2024 ini yang terdapat beberapa pembaharuan di beberapa sektor yang berkaitan dengan tatacara pelaporan SPT,” jelasnya.

“Sistem ini harus dikenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi wajib pajak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia sangat mengapresiasi mahasiswa Unusida yang memberikan ruang untuk mengenalkan sistem ini. Menurutnya, peran penting mahasiswa dalam menjadi penghubung informasi di tengah masyarakat sangatlah krusial.

“Apresiasi atas peran serta mahasiswa Unusida, khususnya prodi Akuntansi yang aktif dan tanggap menyikapi hal baru tentang sistem perpajakan di Indonesia,” pungkasnya.

 

(my)