Pos

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Rutin di SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Widya Afifuddina, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses informasi, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurut Widya, pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga perlu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman ketika mengenal bahasa baru.

“Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris, juga menumbuhkan generasi muda yang lebih percaya diri, terbuka terhadap pengetahuan baru, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah berarti dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi masa depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA terlibat langsung dalam memberikan materi bahasa Inggris dasar kepada para siswa SDN Kedungpandan 1. Materi pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa sekolah dasar sehingga dapat dipahami secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa pada usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan dasar berbahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengenal kosakata sederhana, memahami pelafalan, serta mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, ia dan tim mengedepankan metode pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata, latihan pengucapan, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.

Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar tanpa merasa terbebani oleh suasana kelas yang terlalu formal. Permainan edukatif dan latihan sederhana juga membantu menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara mahasiswa dan peserta didik.

Siswa tidak hanya diajak mengenal kata-kata baru dalam bahasa Inggris, tetapi juga didorong untuk mencoba mengucapkannya secara langsung. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih, melakukan kesalahan, memperbaiki pengucapan, dan membangun keberanian dalam menggunakan bahasa asing.

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini. Sebagian siswa mungkin masih merasa ragu ketika diminta mengucapkan kata dalam bahasa yang belum familiar. Dengan suasana belajar yang suportif dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin berani mencoba serta tidak takut untuk terus belajar.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNUSIDA untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman mengajar secara langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pedagogis dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah dasar.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara jelas, memilih metode yang tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa selama kegiatan berlangsung.

Wisyda mengaku, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, ia dapat memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, komunikatif, dan menyenangkan.

“Program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata guna membantu menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan sekitar.” tandasnya.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang materi, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar secara bertahap.

Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty berharap pelaksanaan program secara berkelanjutan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SDN Kedungpandan 1. Melalui pembelajaran yang terarah dan menyenangkan, siswa dapat memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris yang semakin kuat serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Pembelajaran bahasa Inggris di SDN Kedungpandan 1 menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Edukasi Masyarakat Kedungpandan tentang Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/9/2026).

Kepala Divisi Lingkungan Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk pengolahan yang tepat mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai guna bagi lingkungan sekitar.

Salah satunya sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari berbagai aktivitas masyarakat. Sisa bahan makanan, kulit buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya kerap dianggap tidak memiliki manfaat setelah digunakan. Padahal, apabila dipilah dan diolah dengan benar, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

“Pemilahan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.

Hasyim menekankan bahwa sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat memicu bau tidak sedap, mengundang hama, serta mengurangi kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Salah satu alternatif pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Proses ini memanfaatkan penguraian bahan organik hingga menghasilkan material yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman,” terangnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami jenis-jenis sampah organik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak untuk membedakan sampah organik dan anorganik agar proses pengelolaan menjadi lebih mudah dan efektif.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, sosialisasi juga dilengkapi dengan praktik pembuatan pupuk kompos secara langsung. Para peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan sederhana yang dapat dimanfaatkan serta tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Melalui praktik tersebut, ibu-ibu PKK memperoleh kesempatan untuk memahami proses pengomposan secara lebih nyata. Keterlibatan langsung peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan pengalaman praktis yang bisa diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus, yang juga hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK ini menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

“Kami sebagai mahasiswa, juga turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kedungpandan,” harapnya.

Seluruh Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Jabon. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Hibahkan Fasilitas Bank Sampah ke SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerahkan hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Dosen pembimbing program, Ruri Fadhilah Kurniawati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa penyerahan hibah tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dosen Program Studi (Prodi) PBI UNUSIDA tersebut turut mendorong penguatan kepedulian lingkungan melalui penyediaan fasilitas bank sampah di sekolah. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa dan seluruh warga sekolah.

“Keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.

Melalui fasilitas tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, hingga pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Inisiatif ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehari-hari.,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga mendorong keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas bank sampah juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah, nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa dapat belajar secara langsung bahwa tindakan sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Zainira mengungkapkan bahwa hibah fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program PPK Ormawa di Desa Kedungpandan. Dengan tersedianya sarana yang dapat dimanfaatkan secara langsung, program mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi terus memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama. Langkah ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Suasana English Festival UNUSIDA 2026 yang dilaksanakan oleh Hima PBI dan UKM English Club UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Meriah! Puluhan Peserta Unjuk Bakat dalam English Festival 2026 di UNUSIDA

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) bersama UKM English Club Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar English Festival 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka melalui empat kategori perlombaan, yakni Speech, Singing, Storytelling, dan News Anchor. Melalui kategori tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, ekspresi, kreativitas, serta keberanian tampil di depan publik.

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA, Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, English Festival memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran formal sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi bahasa Inggris melalui praktik langsung.

“English Festival menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

English Festival 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menyalurkan kreativitas dan bakat melalui kompetisi yang edukatif dan kreatif. Kegiatan ini mengusung semangat untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan aplikatif.

Tampak antusiasme puluhan peserta terlihat dalam berbagai kategori perlombaan. Mereka tampil dengan gaya dan kreativitas masing-masing, sekaligus menunjukkan keberanian dalam mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris.

Evi menjelaskan Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PBI UNUSIDA menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses belajar, pengalaman, dan pengembangan potensi peserta.

Melalui tema ‘Speak with Confidence, Perform with Passion, Shine with Excellence’, ia ingin mendorong Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingungan program studi untuk aktif dalam menghadirkan ruang yang mendorong peserta untuk berani berkomunikasi, berkarya, dan mengembangkan potensi melalui bahasa Inggris.

“English Festival 2026 ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berbahasa Inggris yang lebih aktif di lingkungan pendidikan serta memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.

Kolaborasi Ormawa FKIP UNUSIDA Sukses Gelar Gebyar Lomba Islami Pelajar (Foto: Humas UNUSIDA)

Kolaborasi Ormawa FKIP UNUSIDA Sukses Gelar Gebyar Lomba Islami Pelajar: Semangat Meraih Berkah Syawal

SIDOARJO — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Gebyar Lomba Islami Pelajar. Kegiatan bertajuk ‘Semangat Meraih Berkah Syawal’ dilaksanakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (11/4/2026).

Tiga cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan ini, yaitu Da’i Cilik, MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an), dan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an). Masing-masing cabang menampilkan kemampuan terbaik para pelajar dalam berdakwah, menghafal, dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan.

Ketua Pelaksana, Muhammad Nur Ilyas, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum Syawal untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih keberanian tampil di ruang publik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang syiar sekaligus ajang pengembangan bakat pelajar dalam bidang keislaman, yang dilaksanakan di lingkungan kampus UNUSIDA dengan antusiasme peserta dari berbagai sekolah.

“Gebyar ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga media pembinaan karakter Islami pelajar. Kami ingin menghadirkan suasana Syawal yang penuh nilai ibadah, ilmu, dan prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNUSIDA, Zakiyatul Fakhiroh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda kolaboratif Ormawa FKIP yang dinilai mampu menghadirkan atmosfer akademik religius dan inspiratif di lingkungan fakultas.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul suksesnya sinergi antarorganisasi mahasiswa, khususnya kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dalam menyelenggarakan kegiatan yang memadukan nilai akademik, kreativitas, dan nuansa keislaman.

Menurutnya, kolaborasi lintas prodi menjadi contoh nyata bagaimana Ormawa tidak hanya bergerak pada ranah kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menciptakan ruang-ruang pembinaan yang berdampak bagi mahasiswa maupun pelajar.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Ormawa FKIP mampu berkontribusi aktif dalam membangun kultur akademik yang religius, kolaboratif, dan inspiratif. Sinergi antar Hima Prodi seperti PGSD dan PBI patut diapresiasi dan dijadikan model untuk agenda-agenda berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut selaras dengan visi FKIP UNUSIDA dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki sensitivitas sosial-keagamaan.

“Kami harap melalui Gebyar Lomba Islami Pelajar ini, dapat terus menghadirkan kegiatan positif yang mendorong pelajar untuk mencintai Al-Qur’an, mengasah potensi diri, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.