Flyer Romaldi Jabbar, Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur (Foto: istimewa)

Romaldi Jabbar, Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Romaldi Jabbar Rohmansyah, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kejuaraan bergengsi yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jabbar, sapaan akrabnya. Meski bersyukur atas pencapaian tersebut, ia tidak menampik adanya rasa kecewa karena belum berhasil meraih juara pertama.

“Perasaannya pasti senang, tapi juga ada sedihnya karena belum bisa top satu. Tapi ini jadi motivasi buat lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya, Jum’at (25/7/2025).

Jabbar mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan ini bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, tetapi lebih kepada menambah jam terbang di dunia non-akademik, terutama dalam bela diri yang telah ditekuninya sejak SMP. Sebelumnya, ia juga pernah meraih Juara 1 dan Juara 3 dalam kejuaraan saat duduk di bangku SMA.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Manajemen tersebut mengaku persiapan menuju kejuaraan ini diakuinya cukup berat. Banyak peserta merupakan perwakilan dari institusi besar, termasuk dari jajaran kepolisian.

“Yang ikut kebanyakan dari Kapolda, jadi persaingan ketat banget. Tapi saya terus berusaha, yakin, dan yang penting nggak lupa berdoa,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan salah satu momen paling berkesan baginya adalah suasana kekeluargaan yang terasa meski sedang berlaga di atas gelanggang.

“Yang paling berkesan itu ketika di atas gelanggang kita jadi lawan, tapi setelah selesai pertandingan, kita saling bersahabat. Itu nilai yang keren dari pencak silat,” tutur Jabbar.

Sebagai mahasiswa, Jabbar meyakini bahwa peran generasi muda sangat penting dalam melestarikan budaya bela diri tradisional seperti pencak silat.

Baca juga:  Spirit Qurani Sambut Harlah ke-11 UNUSIDA: Tumbuh Bersama, Berdampak untuk Bangsa

“Caranya dengan terus ikut event dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya silat. Bukan hanya soal bertanding, tapi juga menjaga identitas budaya bangsa,” jelasnya.

Jabbar berpesan agar terus semangat menjalani proses. Menurutnya, mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dan peluang yang sama untuk bersaing meraih prestasi. Capaiannya kali ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di ranah budaya dan olahraga, khususnya dalam melestarikan seni bela diri pencak silat di tingkat regional maupun nasional.

“Jalan untuk berkembang itu luas. Nggak harus jadi juara dulu, yang penting terus berproses dan semangat,” tuturnya.

Ke depan, ia bertekad masih ingin terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan lainnya. Namun, keterbatasan ekonomi kadang menjadi kendala yang harus ia hadapi. Meski begitu, semangatnya tak surut.

“Keinginan ikut event itu selalu ada, tapi kadang terhalang biaya. Tapi saya akan terus cari cara dan jalan supaya tetap bisa ikut dan berkembang,” pungkasnya. (MY)