Pos

Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Halal Bihalal Keluarga Besar UNUSIDA: Teguhkan Profesionalisme dan Khidmah Pasca Ramadhan

SIDOARJO — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti agenda Halal Bihalal keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan sekaligus meneguhkan kembali komitmen kerja yang profesional dan berlandaskan khidmah setelah sebulan ditempa dalam madrasah ruhaniyah Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh unsur kampus dosen, tenaga kependidikan, keamanan, hingga driver untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa bekerja di perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir, tetapi harus terukur kinerjanya.

“Ukuran profesional itu nyata. Kita punya instrumen penilaian kinerja, mulai dari kehadiran hingga performa. Profesionalisme bukan slogan, tetapi budaya kerja,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalisme harus dibaca selaras dengan tata kelola kelembagaan. Setiap unit rektorat, fakultas, dan lembaga memiliki indikator kinerja yang tertuang dalam rencana kerja institusional. Karena itu, transformasi mutu SDM perlu diiringi manajemen yang terbuka pada perbaikan dari dalam dan pembelajaran dari luar.

Halal Bihalal ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arli Fauzi, yang mengajak sivitas akademika merefleksikan capaian Ramadhan. Disampaikan bahwa ketika Allah menerima amal seorang hamba, maka Allah memudahkan langkahnya pada amal-amal saleh berikutnya. Artinya, keberhasilan Ramadhan semestinya tampak pada kebiasaan baik yang berlanjut setelahnya.

Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Ia menegaskan bahwa tanda diterimanya amal seseorang oleh Allah adalah dimudahkannya ia untuk melakukan amal-amal saleh berikutnya.

“Jika Ramadan kita diterima, maka Allah akan memudahkan kita untuk terus berbuat kebaikan setelahnya. Tugas kita di bulan Syawal dan seterusnya adalah menjaga apa yang sudah kita raih selama Ramadhan,” tuturnya.

Kiai Arli juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan besar dalam menjaga mata, telinga, hati, serta mengendalikan hawa nafsu. Menurutnya, keberkahan Ramadhan seharusnya tidak berhenti ketika bulan itu usai.

“Secara waktu, Ramadhan hanya satu bulan. Namun secara substansi, nilai dan keberkahannya bisa kita rasakan selama satu tahun penuh, bahkan sepanjang hayat, jika mampu kita jaga,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat pergulatan antara hati, akal, dan nafsu. Ketika nafsu tidak dikendalikan, maka ia dapat menyeret manusia pada kesewenang-wenangan, keangkuhan, bahkan penyakit-penyakit hati. Karena itu, Ramadhan menjadi sarana pendidikan ruhani agar manusia mampu mengendalikan dirinya.

Kiai Arli mengemukakan pentingnya mengendalikan diri. Manusia memiliki potensi akal, hati, dan nafsu yang saling memengaruhi. Jika nafsu tak terkendali, ia dapat menyeret pada penyakit batin seperti mudah tersinggung, marah, dan merasa paling benar. Karena itu, puasa menjadi latihan pengendalian yang hasilnya harus dijaga dalam keseharian kerja.

“Hidup bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu menerima dengan ikhlas. Dari situlah kualitas diri dan kualitas kerja tumbuh,” pesannya.

Suasana Halal Bihalal Unusida Idul Fitri 1445 H (Foto: Humas Unusida)

Halal Bihalal UNUSIDA, Begini Pesan Ketua PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin menekankan kepada seluruh civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) untuk menjaga niat berkhidmah dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh di UNUSIDA.

“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk niat khidmah di Nahdlatul Ulama melalui UNUSIDA untuk menjemput keberkahan. Sebab tujuan hidup tidak hanya mempunyai mobil yang mewah dan membangun rumah yang megah,” ujarnya saat menyampaikan sambutan saat kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal di Hall Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (17/04/2024).

Dalam kesempatan tersebut, kiai Zainal menjelaskan bahwa momentum Syawal dapat menjadi pemicu untuk membangun prestasi bersama, dengan membuat catatan indah di kehidupan masing-masing.

“Ketika kita mampu meninggalkan catatan indah di kehidupan kita, maka anak kita akan bangga menceritakan perjalanan hidup orang tuanya, dan dapat menjadi motivasi (bagi anak) untuk juga berprestasi seperti orang tuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kiai Zainal mengingatkan bahwa persaingan perguruan tinggi saat tidak dapat dibendung.  Maka dibutuhkan kesiapan dan konsistensi untuk terus berkembang jika tidak ingin dilampaui oleh perguruan tinggi yang lain, karena ruang persaingan saat ini sangat bebas dan luas.

“Tugas kita saat ini masih banyak, jadi jangan bangga terhadap prestasi yang sudah diraih, akan tetapi prestasi dan tugas di depan kita masih banyak. Oleh karena itu, tidak boleh lengah sedikit pun. Sekali kita lengah, maka akan dilampaui oleh perguruan tinggi yang lain,” terangnya.

“Mudah-mudahan dengan niat khidmah yang pas dan sabar, kita memperoleh kehidupan yang berkah. Semoga melalui khidmah melalui pendidikan yang kita cintai dapat membawa berkah bagi keluarga, rezeki dan keturunan kita,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo, Hj Ainun Jariyah merasa bersyukur UNUSIDA mendapatkan tambahan beasiswa setiap tahunnya. Ia sangat mengapresiasi bangga atas prestasi yang telah diukir oleh UNUSIDA karena terjadi percepatan-percepatan yang sangat luar biasa.

“Kami dari PC Muslimat NU Sidoarjo selalu siap sedia untuk mendukung kebesaran dan kemajuan UNUSIDA. Semoga UNUSIDA selalu dapat memenuhi target yang diharapkan, Perguruan Tinggi bukan ajang bangga-banggaan, tapi memiliki tujuan utama untuk mencerdaskan generasi anak bangsa,” pungkasnya.

(my)

Rektor Unusida, H Fatkul Anam saat menyampaikan sambutan dalam Halal Bihalal 2024 (Foto: Humas Unusida)

Momentum Halal Bihalal, Rektor Unusida Tekankan Jaga Disiplin dan Target Penerimaan Mahasiswa Baru

Momentum Idul Fitri 1445 Hijriah menjadi kesempatan untuk merekatkan hubungan atar sesama dengan saling bermaaf-maafan. Seperti yang dilakukan oleh Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) yang menggelar kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal di Hall Lantai 5 Kampus II Unusida, Rabu (17/04/2024).

Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M,Si, mengatakan bahwa momentum Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan merenungkan amalan-amalan yang telah dilakukan, khususnya dalam bulan Ramadan sebelumnya.

“Alangkah indahnya rutinitas di bulan suci Ramadan lalu kita laksanakan secara rutin di hari-hari berikutnya. Mari semua hikmah selama bulan Ramadan dapat kita laksanakan dan pertahankan pada bulan 11 bulan yang akan datang, seperti disiplin dalam hal ibadah, sholat wajib dan sunah, membaca Al Qur’an, hingga disiplin dalam hal bekerja,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan akan tugas dan kewajiban dalam menyukseskan rekrutmen mahasiswa baru tahun ajaran 2024-2025. Pihaknya menargetkan agar Penerimaan Mahasiswa Baru sebesar 50% atau 1050 mahasiswa.

“Dalam waktu dekat, Unusida memiliki hajat yang krusial yaitu menyukseskan Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2024 yang sudah disepakati bersama. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama sebagai civitas akademika Unusida, baik itu Dosen, Tenaga Kependidikan, maupun mahasiswa,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa Unusida di tahun ajaran 2024-2025 ini menyediakan banyak peluang beasiswa untuk kader-kader NU yang ingin berkuliah. Oleh karena itu, informasi ini harus disampaikan kepada seluruh warga NU dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.

“Kita harus bersyukur di tahun 2024 Unusida mendapatkan tambahan beasiswa, sehingga ini yang menjadi semangat kita semua untuk bersama-sama bersinergi antara Fakultas, Prodi, PMB, dan Kemahasiswaan untuk memanfaatkan beasiswa yang tersedia di Unusida untuk kader-kader NU agar dapat berkuliah,” katanya.

Adapun pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Unusida yang dapat diakses secara offline atau online di website pmb.unusida.ac.id sampai tanggal 30 Agustus 2024.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Unusida juga mendapatkan kesempatan beasiswa 6 beasiswa S3 untuk Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik di Rusia. Serta kesempatan 3 beasiswa S3 untuk Program Studi Agama Islam di Yordania yang diutamakan untuk dosen Unusida.

“Semua ini kesempatan yang harus kita diambil dan dimanfaatkan bersama dengan maksimal. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Unusida. Semoga semua yang kita ikhtiarkan ini mendapatkan kelancaran dan kemudahan dari Allah SWT,” imbuhnya.

Tampak hadir, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KH Zainal Abidin, Sekretaris PCNU Sidoarjo H Mahbub Ubaidillah, Katib PCNU Sidoarjo KH Sihabuddin, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Hj Ainun Jariyah, Ketua PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo sekaligus Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Unusida H Sholehuddin, Bendahara PCNU Sidoarjo H Royyan, serta jajaran BPP dan seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan Unusida.

(my)