Pos

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh HIPSI Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Santri Jadi Kreator dan Wirausahawan Digital

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., mendorong santri dan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kreator dan wirausahawan digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA. Keterlibatan lintas organisasi ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan mendorong kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda.

Mengawali penyampaiannya, Hadi mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik serta para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Menurutnya, lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berinovasi. Santri, menurutnya, memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan produk, membangun usaha, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Kita harus dapat mengendalikan Artificial Intelligence (AI), jangan sampai kita yang dimanfaatkan. Teknologi ini yang harus kita manfaatkan untuk mendukung proses belajar sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan layanan digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Quriosity, yakni platform berbasis AI yang dirancang untuk membuat kursus atau materi pembelajaran secara instan dan personal berdasarkan topik yang diinginkan pengguna.

Menurutnya, pemanfaatan platform semacam ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat membantu seseorang menghasilkan materi, mengembangkan pengetahuan, dan menciptakan produk digital sesuai kebutuhan pengguna.

“Santri dan mahasiswa harus mengenali potensi teknologi serta menggunakannya secara produktif. Kemampuan memanfaatkan AI perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai guna,” tandasnya.

Dalam konteks kewirausahaan, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi juga perlu disertai strategi yang tepat. Pemahaman terhadap data pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, serta keberanian memulai usaha menjadi bagian penting dalam membangun bisnis digital yang berkelanjutan.

Semangat Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi dan kewirausahaan. Dengan bekal ilmu, akhlakul karimah, kreativitas, serta kemandirian, santri diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya akan terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi berani menciptakan karya, membangun usaha, dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi digital menuju Indonesia Emas.

“Santri harus memiliki wawasan luas mengenai peluang ekonomi di era digital. Santri masa kini tidak hanya memiliki keunggulan dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja,” tuturnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat membuka Seleksi Beasiswa 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Seleksi Beasiswa UNUSIDA, Plt Rektor Dorong Lahirnya Profesional Berbasis Agama

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan tinggi bagi kader dan generasi Nahdliyyin melalui program seleksi beasiswa Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, (19/8/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz, selain beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning dan jalur beasiswa lainnya. Kegiatan seleksi yang digelar di lingkungan UNUSIDA tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaring mahasiswa berpotensi, khususnya mereka yang memiliki talenta di bidang keagamaan dan pesantren.

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengatakan program beasiswa tahfidz merupakan bentuk komitmen PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri berkhidmah di Nahdlatul Ulama.

“Beasiswa tahfidz kali ini merupakan komitmen PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo untuk memberikan kesempatan berkhidmah dan mengabdi di Nahdlatul Ulama melalui berbagai jalur beasiswa seperti tahfidz dan mahir baca kitab kuning,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut menyasar talenta-talenta yang memiliki fokus pada bidang agama dan pesantren sehingga ke depan dapat tumbuh menjadi kader NU yang memiliki kompetensi akademik sekaligus landasan keagamaan yang kuat.

“Talenta yang fokus di bidang agama dan pesantren untuk menjadi kader NU. Ada yang kita fasilitasi untuk dapat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi,” imbuhnya.

Dr. Hadi menjelaskan, proses seleksi dilakukan untuk memastikan calon penerima beasiswa memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab UNUSIDA bersama para pihak yang terlibat dalam program beasiswa kepada masyarakat Nahdliyyin di Sidoarjo.

“Seleksi ini untuk memastikan dengan yang diharapkan sesuai dengan kompetensi mahasiswa. Hal ini menjadi tanggung jawab kepada warga Nahdliyyin Sidoarjo,” jelasnya.

Ia berharap para penerima beasiswa nantinya tidak hanya menjadi mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkembang menjadi profesional yang memiliki latar belakang dan pemahaman agama yang baik. Program beasiswa ini menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kemampuan profesional, berkarakter, serta berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan.

“Yang diharapkan akan menjadi seorang profesional yang memiliki latar belakang agama,” katanya.

Dalam proses seleksi tersebut, Dr. Hadi juga menyampaikan apresiasi kepada para juri dan kiai dari PC JQH NU Sidoarjo yang turut terlibat dalam proses verifikasi kelayakan calon penerima beasiswa.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi bukanlah akhir dari kesempatan calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UNUSIDA. Peserta yang belum berhasil mendapatkan beasiswa tetap memiliki kesempatan untuk bergabung dan melanjutkan pendidikan di UNUSIDA.

“Seleksi ini bukan berarti menentukan calon mahasiswa yang lolos. Akan tetapi, yang tidak lolos juga bisa menjadi mahasiswa di UNUSIDA. Tetap semangat, niatkan di sini di UNUSIDA mencari ilmu untuk kemandirian kita di masa depan,” pesannya.

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah, saat menyampaikan sambutan dalam ujahadah dan Istighosah dalam rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Harlah ke-12 UNUSIDA, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Berharap Kampus Cetak Generasi Pencipta Lapangan Kerja

SIDOARJO — Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Ainun Jariyah, menyampaikan harapan besar kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) agar terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Mujahadah dan Istighosah dalam rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jum’at (3/7/2026).

Dalam sambutannya, Ainun mendoakan agar kampus yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Selamat Harlah ke-12 UNUSIDA. Mudah-mudahan kampus ini semakin bermanfaat, begitu pula seluruh mahasiswa yang belajar di sini kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Saya berharap lulusan UNUSIDA tidak hanya pintar mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, manfaat keilmuan yang diperoleh bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Ainun menjelaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam memberikan pendampingan, inovasi, dan transfer ilmu kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo.

“UMKM menjadi penunjang besar perekonomian Indonesia. Karena itu, anak-anak harus mampu mengamalkan ilmu yang didapat di kampus untuk membantu masyarakat, terutama dalam mengembangkan UMKM di Sidoarjo,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian prestasi yang diraih UNUSIDA. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga membanggakan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Sidoarjo secara umum

Anggota DPRD Sidoarjo tersebut turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus semangat menuntut ilmu setinggi-tingginya. Namun, ia mengingatkan bahwa segala hasil usaha tetap harus disandarkan kepada Allah SWT.

“Kita boleh mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya dengan berbagai disiplin ilmu. Namun pada akhirnya, rezeki, jabatan, jodoh, dan segala ketentuan tetap kita serahkan kepada Allah SWT. Teruslah belajar, berikhtiar, dan jangan pernah berhenti berdoa,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk terus menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, sembari tetap menyandarkan setiap ikhtiar kepada Allah SWT.

“Kita semua harus optimis, UNUSIDA terus berkembang menjadi kampus yang unggul, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Sidoarjo maupun Indonesia,” pungkasnya.

Puluhan Calon Mahasiswa Baru Mengikuti Seleksi Beasiswa Tahfidz, Kitab Kuning, Kader NU, dan Prestasi di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Gelar Seleksi Beasiswa Tahfidz, Kitab Kuning, Kader NU, dan Prestasi

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar seleksi berbagai program beasiswa pada Rabu (13/8/2025) di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA. Program beasiswa ini mencakup Beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning, Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz, Kader NU, Prestasi Akademik/Non Akademik, Beasiswa Difabel, dan Beasiswa Yatim Piatu.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan komitmen kampus untuk memfasilitasi kader-kader NU dalam mengembangkan potensi dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, akademik, dan pemberdayaan kader NU untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di tengah masyarakat.

“Kita akan coba mencarikan solusi beasiswa bagi kader NU. Kesempatan ini silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita buka pintu selebar-lebarnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kampus NU ini lahir dan berkembang dari semangat kebersamaan. Karena itu, peran aktif mahasiswa, alumni, dan kader muda NU sangat menentukan arah dan keberlangsungan UNUSIDA di masa depan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak kader muda NU untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang disediakan kampus. Program yang dibuka tahun ini mencakup Beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning, Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz, Beasiswa Kader NU, Prestasi Akademik dan Non Akademik, Beasiswa Difabel, serta Beasiswa Yatim Piatu.

UNUSIDA, lanjutnya, juga berkomitmen memberi ruang bagi alumni yang berkompeten untuk menjadi tenaga kependidikan dan dosen. Bahkan, kampus turut mencarikan beasiswa S2 bagi alumni yang berminat mengabdi sebagai dosen di UNUSIDA. Saat ini, tercatat ada delapan alumni yang telah resmi menjadi dosen tetap.

“Dengan keberkahan Al-Qur’an dan semangat kader NU, kita yakin UNUSIDA akan terus tumbuh menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdedikasi. Kalianlah masa depan UNUSIDA,” tegasnya.

Pada seleksi kali ini, 7 peserta yang mengikuti seleksi Beasiswa Prestasi, Kader NU, Beasiswa Tahfidz 30 Juz tercatat sebanyak 16 orang,  sedangkan peserta Beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning mencapai 26 orang. Proses seleksi berlangsung dengan semangat tinggi, diikuti dengan ujian kompetensi sesuai kategori beasiswa. (MY)

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat 1

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium Ke-11 Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu (6/8/2025) dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur. Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa sebelum memasuki prosesi wisuda, yang dijadwalkan akan digelar pada 6 September mendatang di Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., mengajak mahasiswa untuk merenungi dua tanggung jawab besar yang kini mereka emban sebagai lulusan perguruan tinggi. Ia mengingatkan, Yudisium kali ini bukan hanya menjadi penanda akhir studi, tetapi juga titik awal perjalanan baru sebagai profesional, pemimpin muda, dan bagian dari kader Nahdlatul Ulama yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Fatkul Anam menjelaskan bahwa peran dan tanggung jawab alumni, tidak hanya sebagai sarjana di bidang keilmuan, tetapi juga sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang membawa misi kemanfaatan di tengah masyarakat.

Pertama, sebagai akademisi lulusan FILKOM harus menjaga tanggung jawab akademis mereka dengan menjunjung tinggi etika dan kontribusi keilmuan. Kedua, sebagai kader NU, lulusan UNUSIDA diminta untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang memberi pencerahan dan manfaat nyata.

“Kalian semua bukan hanya lulusan akademik, tetapi juga kader NU. Artinya, kalian punya dua tanggung jawab besar: menjaga kehormatan keilmuan dan membawa nilai-nilai NU ke tengah masyarakat,” terangnya.

Ia menekankan bahwa gelar sarjana yang diperoleh bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi amanah yang harus dijalankan secara etis, profesional, dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas.

“Gelar yang kalian bawa bukan hanya simbol, tapi mengandung tanggung jawab keilmuan. Dan sebagai kader NU, kalian punya tanggung jawab kehormatan untuk membawa nama baik organisasi dan kampus, serta memberi kontribusi positif di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA telah memberikan bekal yang cukup bagi para mahasiswa untuk menghadapi kehidupan sosial yang kompleks, dan meminta mereka untuk menjaga nama baik almamater di manapun berada.

“Mulai hari ini, kalian akan menjadi ‘kekasih masyarakat’. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pembawa manfaat, solusi, dan inspirasi. Itulah esensi dari seorang sarjana,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga berterima kasih kepada para orang tua mahasiswa atas doa dan dukungan yang diberikan selama proses studi anak-anak mereka. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini adalah buah dari perjuangan panjang, bukan hanya usaha mahasiswa, tetapi juga restu dan dukungan dari orang tua.

“Sebelum kalian ke mana-mana setelah acara ini, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orang tua kalian. Doa dan ridha mereka adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Rektor menyampaikan selamat atas pencapaian para mahasiswa FILKOM dan menyampaikan kabar bahwa prosesi wisuda akan digelar pada 6 September 2025 mendatang di Surabaya dengan jumlah peserta sekitar 560 wisudawan/wisudawati.

“Saya mewakili seluruh pimpinan UNUSIDA mengucapkan selamat atas kelulusan kalian. Sampai jumpa di wisuda nanti. Jaga nama baik guru-guru kalian, dan bawa nama baik Universitas ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (MY)