Pos

Penyerahan SK Plt. Rektor UNUSIDA oleh Ketua BPP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Resmi, Dr. Hadi Ismanto Menjabat Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menunjuk Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, menggantikan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang akan purna tugas. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo serta PC Muslimat NU Sidoarjo untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan roda akademik dan kelembagaan kampus tetap berjalan optimal.

Dr. Hadi Ismanto dipercaya mengemban amanah tersebut dengan membawa komitmen kuat dalam melanjutkan program-program strategis UNUSIDA, khususnya penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta akselerasi capaian visi kampus sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penunjukan Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. UNUSIDA dinilai tepat, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam kepemimpinan kampus. Sebelumnya, Dr. Hadi Ismanto menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUSIDA selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Selama mengemban amanah tersebut, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan akademik, penguatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan akreditasi institusi dan program studi. Pengalaman panjang ini membuatnya sangat memahami karakteristik internal UNUSIDA sekaligus blueprint pengembangan kampus ke depan.

Kedekatannya dengan civitas academica serta keterlibatan aktif dalam berbagai agenda strategis universitas menjadi modal penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan. Dr. Hadi Ismanto juga dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong integrasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam sistem pendidikan tinggi, sejalan dengan visi besar UNUSIDA sebagai kampus berbasis keislaman dan kebangsaan.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. Rektor UNUSIDA diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus melanjutkan program-program prioritas, terutama dalam penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta akselerasi capaian menuju kampus unggul dan berdaya saing. Serta tetap konsisten melangkah dalam mencetak lulusan berkarakter, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Tampak hadir, ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Katib Syuriyah KH Syihabuddin Sholeh, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Th.I., Bendahara Umum PCNU Sidoarjo H Royyan, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, beserta seluruh pimpinan UNUSIDA.

Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia (Foto: Istimewa)

Refleksi Hari Pendidikan Internasional 2026, Menemukan Cahaya Unik di Balik Diversitas Manusia

Hari Pendidikan Internasional 2026 hadir sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan untuk segera mengakhiri era standarisasi manusia. Di tengah kemajuan kecerdasan artifisial yang mampu menggantikan kemampuan kognitif rata-rata, pendidikan dituntut melakukan lompatan paradigmatik. Kearifan klasik Islam telah lama memberi peringatan yang relevan lintas zaman: “La tahtaqir man dunaka, fa inna likulli syai’in maziyyah” jangan meremehkan siapa pun, karena pada setiap diri terdapat keistimewaan.

Ungkapan ini kini bertransformasi menjadi sebuah Manifesto Pedagogis. Jika sekolah masih mendidik murid untuk sekadar menjadi rata-rata, maka cepat atau lambat peran mereka akan digantikan oleh mesin. Tantangan guru abad ke-21 bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan menjadi penemu keunikan menggali maziyyah yang membuat setiap murid tak tergantikan.

Konsep demokrasi kecerdasan menjadi keniscayaan untuk meruntuhkan kasta intelektual yang selama ini memuja satu standar tunggal. Teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner telah lama membongkar mitos kecerdasan tunggal. Meremehkan murid yang tidak unggul secara akademik bukan sekadar kesalahan pedagogis, melainkan kekeliruan epistemologis yang fatal.

Fenomena global tentang neurodiversity semakin menegaskan hal ini. Anak dengan disleksia, ADHD, atau spektrum autisme justru kerap menunjukkan human signature yang luar biasa: kemampuan visual, kreativitas spasial, empati mendalam, hingga pola pikir visioner yang tidak dapat direplikasi oleh algoritma. Jangan meremehkan mereka yang sulit mengeja, sebab bisa jadi merekalah arsitek masa depan atau pemimpin inovatif dengan cara berpikir yang melampaui kelaziman.

Dalam konteks inilah, pedagogi berdiferensiasi pada tahun 2026 bukan lagi pilihan metodologis, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap martabat manusia. Carol Ann Tomlinson menegaskan bahwa keadilan di ruang kelas bukanlah memberi perlakuan yang sama, tetapi memberi dukungan yang tepat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing murid. Di era hyper-personalized learning, homogenisasi pembelajaran justru menjadi bentuk ketidakadilan.

Ketika guru berani mendiferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran, sejatinya ia sedang mempraktikkan keadilan sosial dalam bentuk paling konkret. Setiap murid diberi jembatan yang sesuai untuk menyeberang dari keterbatasan menuju aktualisasi diri. Inilah pendidikan yang memerdekakan, bukan menyingkirkan.

Lebih jauh, menuntun kodrat murid hari ini berarti membekali mereka dengan Human Flourishing Skills kemampuan untuk tetap bermakna di tengah dominasi mesin. Filosofi Ki Hadjar Dewantara tentang guru sebagai pamong kembali menemukan relevansinya, terutama saat dunia menghadapi krisis kesehatan mental remaja secara global. Murid yang terus-menerus diremehkan karena nilai akademik sering kali kehilangan kepercayaan diri, bahkan kehilangan makna hidup.

Guru masa kini adalah kurator bakat. Seperti petani yang bijaksana, ia merawat padi agar tumbuh menjadi padi unggul tanpa pernah memaksanya menjadi jagung. Menghargai keistimewaan anak bukan sekadar soal prestasi, melainkan tentang menjaga nyala api potensi agar tidak padam di tengah disrupsi zaman.

Pesan penutup dari refleksi ini adalah pentingnya kerendahan hati intelektual dalam dunia pendidikan. Sikap meremehkan lahir dari pola pikir kaku (fixed mindset), sementara pengakuan atas maziyyah tumbuh dari visi masa depan yang memahami bahwa diversitas bukan ancaman, melainkan sumber stabilitas. Dalam ekonomi kolaborasi 2026, keberhasilan tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling mampu berharmoni dengan beragam jenis kecerdasan.

Mari jadikan ruang kelas sebagai panggung simfoni, tempat setiap instrumen kecerdasan memainkan perannya. Jangan biarkan satu pun cahaya murid padam hanya karena kita gagal mengenalinya.

Penulis: Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Akper Al Kautsar Temanggung (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan AKPER Al Kautsar Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Akademi Keperawatan (AKPER) Al Kautsar Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam penguatan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan benchmarking dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (14/1/2026).

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Melalui komunikasi yang intens dan terbuka, sinergi antarinstitusi dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi, saling menguatkan, dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kepala Bagian Kerja Sama Nasional UNUSIDA Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., menjelaskan, kerja sama ini berfokus pada peningkatan sumber daya serta pengembangan kapasitas kelembagaan kedua institusi. Dalam kesepakatan tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan potensi sumber daya lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Pada bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan SDM secara bersama, penyediaan tenaga ahli, pelaksanaan seminar, lokakarya, serta diskusi kelompok terarah. Sementara itu, pada bidang penelitian, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan kegiatan pengkajian dan diseminasi ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan teknologi, termasuk penelitian pengembangan serta pengelolaan jurnal ilmiah.

Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama difokuskan pada pemberdayaan masyarakat berbasis riset partisipatoris serta penerapan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Ia berharap, kerja sama ini menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu layanan pendidikan dan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan serta pengabdian masyarakat.

“Pelaksanaan teknis kerja sama ini akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang dapat dilaksanakan oleh unit, lembaga, atau pusat terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing institusi,” terangnya.

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: FILKOM UNUSIDA)

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi global di bidang teknologi informasi. Sejumlah dosen dari Faculty of Computing and Information Sciences University of Lay Adventists of Kigali (UNILAK) Rwanda mengikuti Short Course Cisco Networking Academy yang diselenggarakan di UNUSIDA, Indonesia melalui zoom meeting, Selasa (23/12/2025).

Short Course Cisco Networking Academy merupakan program pelatihan global yang digagas oleh Cisco Networking Academy, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di bidang jaringan komputer serta teknologi informasi. Program ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk UNILAK Rwanda.

Melalui program ini, para dosen mendapatkan pembekalan komprehensif terkait jaringan komputer berbasis standar internasional. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta mendorong riset dan inovasi teknologi di lingkungan UNILAK Rwanda.

Dekan Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Dr. NYESHEJA M. Enan., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNUSIDA atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dosen yang telah berhasil menyelesaikan program pelatihan tersebut.

“Kami berharap dengan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh melalui Short Course Cisco Networking Academy ini, para dosen dapat menjadi sumber daya yang andal dan kompeten di bidang teknologi informasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di UNILAK Rwanda,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama strategis dengan berbagai universitas dan institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA sekaligus fasilitator dalam kegiatan Short Course Cisco Networking Academy, menyampaikan harapannya agar kerja sama antara kedua universitas dapat terus berlanjut dan berkembang.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA terus meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada sertifikasi semata, tetapi ke depan dapat merambah ke bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi akademik lainnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa UNUSIDA menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ungkapnya.

Arda menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya dalam memperkuat kolaborasi internasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. UNUSIDA tidak hanya membuka ruang kerja sama dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi dosen lintas negara.

“Program ini diharapkan dapat menjadi wahana pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi,” harapnnya.

Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UNUSIDA dalam mengimplementasikan semangat internasionalisasi kampus, sejalan dengan penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian berbasis teknologi.

“Kami berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan kompetensi digital yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tingkat regional maupun global,” pungksnya

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

SIDOARJO – Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menerima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 yang diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA dalam kegiatan Coaching Clinic Proposal Hibah Bima Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).

Dalam sambutannya, KH Arli Fauzi sangat mengapresiasi kinerja seluruh civitas academica UNUSIDA yang setiap tahun dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas risetnya. Ia menyebut penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi UNUSIDA untuk terus meningkatkan mutu dosen, kualitas pembelajaran, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh sivitas akademika UNUSIDA yang dari tahun ke tahun mampu meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas riset. Capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus bekerja keras dan berinovasi demi kemajuan perguruan tinggi dan masa depan generasi bangsa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dunia perguruan tinggi akan terus mengalami dinamika, terutama memasuki tahun 2026, yang menuntut peningkatan kapasitas dan kualitas, khususnya bagi para dosen.

“Ilmu pengetahuan, khususnya di perguruan tinggi, akan terus bergerak dinamis. Karena itu, peningkatan kapasitas perguruan tinggi, terutama dosennya, menjadi keniscayaan. Hal ini berkaitan langsung dengan masa depan generasi dan dunia yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengabdian di dunia perguruan tinggi menuntut kesungguhan dan kerja keras yang berkelanjutan. Menurutnya, jika insan akademik tidak mendedikasikan diri secara maksimal pada pengembangan ilmu pengetahuan, maka perguruan tinggi akan tertinggal dari perkembangan zaman.

“Tidak ada pilihan lain selain bekerja keras. Kerja keras itu harus disertai dengan semangat, ketelitian, dan kecermatan. Ketika kita bermalas-malasan, maka kita akan tertinggal. Kapasitas dosen yang tidak berkembang akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kredibilitas perguruan tinggi,” tegasnya.

Kiai Arli juga menyoroti pentingnya strategi, teknik, dan bimbingan dari para akademisi senior yang berpengalaman, terutama dalam penguatan penelitian dan pengembangan keilmuan. Ia menilai bahwa riset bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi bagian dari budaya dan pembiasaan dalam kehidupan akademik.

“Penelitian tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban semata, tetapi harus menjadi bagian dari karakter dan keseharian insan akademik. Ilmu pengetahuan harus memberi manfaat, tidak hanya terbatas pada ruang pendidikan, tetapi juga berdampak bagi kehidupan,” jelasnya.

Selain aspek akademik, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus selalu disertai dengan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.

“Setiap ilmu yang kita pelajari, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap langkah yang kita ambil, tidak lepas dari pertanggungjawaban, termasuk di akhirat kelak. Karena itu, peningkatan kapasitas akademik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.

Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si (Foto: Humas Unusida)

Wujudkan Budaya Kampus Qur’ani, UPT PIK UNUSIDA Inisiasi Baca Al-Qur’an Setiap Hari

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memulai program gerakan baca Al-Qur’an setiap mengawali kegiatan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang lebih religius dan mendukung perkembangan karakter mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari di seluruh fakultas dan jurusan, sebagai bentuk komitmen UNUSIDA dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan akademik.

Program tersebut diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA untuk memulai setiap kegiatan di kampus dengan membaca Al-Qur’an. Hal tersebut dimulai dengan pimpinan tertinggi untuk memberikan contoh dan menginspirasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk melakukan hal serupa dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan sumber inspirasi dalam bekerja maupun mengajar.

Kepala UPT PIK UNUSIDA, H Arisy Karomi atau Gus Arisy mengatakan bahwa program ini terinspirasi dari amanah Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arly Fauzi dan Rektor UNUSIDA sebagai wujud ejawantah dari harapan dan tujuan para Masyayikh PCNU dalam mendirikan UNUSIDA untuk menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Harapan beliau, UNUSIDA menjadi kampus yang penuh berkah, dalam arti Mazroatul dunya lil Akhiroh tempat menanam kebaikan di dunia untuk bekal di akhirat,” ungkapnya.

Gus Arisy menekankan bahwa seluruh kegiatan seperti memulai rapat dan perkuliahan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi. Hal ini menjadi salah satu bentuk mazroatul akhiroh adalah dengan membumikan Al-Qur’an, dalam beberapa aspek, yaitu membaca, kajian dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebutkan, selalu mengupayakan untuk membaca Al-Qur’an seperti ketika memulai kerja, ketika Khatmil Qur’an setiap kegiatan Mujahadah satu bulan sekali, pembinaan Al-Qur’an untuk Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), dan mahasiswa dengan melibatkan PC JQH Sidoarjo. Kemudian pengajaran mata kuliah Aswaja dalam rangka mewujudkan kampus yang menjadi tempat menanam kebaikan dunia dan akhirat.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum memulai aktivitas perkuliahan, serta mengundang semua sivitas akademika untuk ikut serta dalam meramaikan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Bukan hanya sebagai rutinitas, gerakan ini juga diharapkan dapat memperkuat ikatan antara nilai-nilai agama dan kehidupan akademik, serta menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala aspek.

Termasuk kajian Al-Qur’an melalui pengajian kitab Tafsir Al Ibris bagi seluruh sivitas akademika UNUSIDA secara offline di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan online melalui channel UNUSIDA TV. Juga mengikuti kompetisi-kompetisi di tingkat regional dan nasional bagi mahasiswa. Hal tersebut bertujuan untuk membangun akulturasi menjadi kampus Qur’ani.

“Jadi ukuran sukses kampus duniawi juga harus diupayakan dan di perjuangkan tanpa meninggalkan orientasi akhirat. Kebaikan dunia dengan keberkahan Al-Qur’an, prestasi-prestasi bidang akademis mendapatkan kemudahan dan berorientasi kebahagiaan akhirat,” terangnya, Jum’at (21/2/2025).

Ke depan, pihaknya berupaya untuk mencoba menggelar kajian ilmiah setingkat skripsi, jurnal, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Jadi gerakan Al-Qur’an di UNUSIDA terbagi dalam 3 level, mulai membaca, mengkaji dan menerapkan isi dan hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam, sangat mendukung dan menyambut baik program gerakan membaca Al-Qur’an setiap mengawali kegiatan di kampus. Menurutnya, gerakan ini bertujuan untuk memberikan semangat bagi seluruh sivitas akademika dan mendekatkan mereka dengan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap UNUSIDA dapat menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter yang berbasis nilai-nilai agama dan moral.

UNUSIDA berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program keagamaan yang mendukung pengembangan karakter mahasiswa, dan gerakan baca Al-Qur’an ini adalah langkah awal dari berbagai program spiritual yang akan digelar setiap harinya.

“Kami berharap gerakan baca Al-Qur’an ini dapat menjadi titik awal yang positif bagi seluruh sivitas akademika dalam menyambut hari-hari mereka dengan semangat dan ketenangan,” harapnya.

 

(my)