Pos

PIAUD UNUSIDA Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia (Foto; Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Turut Berperan Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia, Dorong Penguatan Mutu dan Isu Strategis RA Negeri

BATU — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-6 Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia yang digelar di Amartahills Hotel and Resort Batu, Malang, Rabu-Kamis (29–30/4/2026).

Forum nasional ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat jejaring antar Program Studi PIAUD se-Indonesia, meningkatkan mutu tata kelola program studi, mendorong kolaborasi tridharma perguruan tinggi, serta merumuskan arah kebijakan pendidikan anak usia dini di tingkat perguruan tinggi.

Kegiatan RAT tahun ini dipandu oleh tiga tuan rumah, yakni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Al-Qolam Malang. Rangkaian kegiatan meliputi pengabdian kepada masyarakat, visiting lecture, stadium general, international conference, PPIAUD Award, penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga pemilihan kepengurusan periode 2026–2029.

Dalam forum tersebut, Kaprodi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd., turut mendorong pembahasan isu-isu strategis pendidikan anak usia dini dalam forum nasional PPIAUD. Salah satu perhatian utama yang diangkat adalah pentingnya penegerian Raudhatul Athfal (RA) di Indonesia sebagai langkah penguatan tata kelola, pemerataan mutu, serta peningkatan kesejahteraan lembaga dan pendidik RA di berbagai daerah.

Menurutnya, penegerian RA menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, terstandar, dan berkelanjutan. Isu ini dinilai krusial karena RA selama ini memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter dan fondasi keagamaan anak sejak dini, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam dukungan kebijakan dan pembiayaan.

Selain itu, Rif’atul Anita juga menekankan pentingnya respons dunia pendidikan terhadap tantangan zaman melalui integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran PIAUD. Ia menilai, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital.

“Peningkatan literasi digital dosen dan mahasiswa menjadi fokus penting, sekaligus pengembangan model pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berpusat pada anak,” ujarnya.

Seluruh peserta RAT menyepakati dan menandatangani komitmen bersama untuk mengajukan RA Negeri kepada kementerian terkait. Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, sekaligus membuka peluang status ASN bagi pendidik RA di masa depan.

Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia memiliki peran strategis sebagai simpul koordinasi nasional antar Prodi PIAUD. Organisasi ini mendorong peningkatan mutu melalui penyusunan standar kurikulum bersama, fasilitasi kolaborasi tridharma, serta kemitraan strategis dengan pemerintah dalam pengembangan kebijakan PAUD.

Selain itu, forum juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) yang dapat diadopsi oleh masing-masing program studi, di antaranya Penguatan tata kelola program studi, Pengembangan kurikulum dan RPS berbasis OBE, Implementasi pembelajaran berbasis teknologi, Perluasan kerja sama antar anggota PPIAUD dan Inovasi riset dan pengabdian berbasis kebutuhan anak usia dini.

Integrasi teknologi dalam pembelajaran PIAUD, lanjutnya, bukan sekadar penggunaan perangkat digital, tetapi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Anita berharap, keikutsertaan PIAUD UNUSIDA dalam forum PPIAUD ini dapat semakin memperkuat posisi program studi dalam jejaring nasional antar PIAUD di Indonesia. Forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik.

Lebih jauh, keberadaan PPIAUD dinilai memiliki peran strategis sebagai jembatan efektif antara perguruan tinggi dan para pemangku kebijakan dalam merumuskan standar pendidikan PIAUD masa depan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, aspirasi akademisi PIAUD dapat terakomodasi dalam kebijakan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Pesantren di Madura

SIDOARJO — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (29/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta perwakilan unit Kemahasiswaan dan Keuangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen institusi agar kolaborasi dengan dunia pesantren tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi tata kelola keuangan serta pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III, H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dan pembentukan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak.

“Perlu adanya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian dan kegiatan lapangan tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika di masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan wujud nyata implementasi visi universitas, khususnya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Sinergi akademisi dan pesantren adalah perwujudan visi universitas dalam pengabdian kepada umat. Kolaborasi ini penting untuk mendorong penguatan kapasitas lembaga pesantren, terutama dalam aspek tata kelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan standar akuntansi modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai khas pesantren sebagai identitas utama lembaga pendidikan keagamaan.

“Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar pengelolaan keuangannya sesuai standar, namun tetap selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Paparan tersebut diperkuat oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dan Sekretaris Prodi, Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang memaparkan capaian program pendampingan, mulai dari penyusunan laporan keuangan pesantren hingga efektivitas program magang mahasiswa di sejumlah pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Masukan tersebut disambut positif oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap peningkatan durasi dan intensitas pendampingan, terutama dalam digitalisasi pencatatan keuangan unit usaha pesantren. Alhasil, seluruh pihak sepakat menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut hasil evaluasi. Beberapa poin prioritas yang akan segera diimplementasikan meliputi pembaruan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif, pengembangan sistem monitoring berbasis digital, penyelenggaraan LKMM-TD bagi mahasiswa pesantren, serta penataan ulang koordinasi perkuliahan untuk menunjang pembelajaran luring.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan dokumen MONEV yang menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

Tangkapan Layar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Tingkatkan Produktivitas dan Tata Kelola

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan fakultas, program studi, UPT, serta unit kerja di lingkungan UNUSIDA sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan dan kerja sama institusi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas kerja sama yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga implementasi yang nyata dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarunit.

“Harapan kami dengan adanya pertemuan ini adalah adanya peningkatan produktivitas kerja sama, baik dari sisi MoU maupun implementasinya. Selain itu, komunikasi antarunit juga harus semakin kuat dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam penyusunan dokumen kerja sama agar memiliki keseragaman di seluruh unit. Menurutnya, draft kerja sama sebaiknya mengacu pada pedoman yang telah disusun oleh Biro Humas dan Kerja Sama, meskipun tetap memberi ruang fleksibilitas dalam kondisi tertentu.

Selain aspek kerja sama, Ali Masykuri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kehumasan dan keprotokoleran, seperti tata cara penyelenggaraan acara, standar pembukaan dan penutupan kegiatan, hingga kesiapan teknis yang seringkali dianggap sepele namun berdampak pada kualitas kegiatan. Ia juga mendorong adanya pendataan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus, seperti MC, qori, maupun petugas protokol, agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai kegiatan kampus.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan media informasi kampus secara tertib dan terarah. Menurutnya, media publikasi seperti banner, poster, hingga promosi kegiatan harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kesan semrawut dan tetap menjaga citra institusi.

“Media informasi harus dikelola dengan baik, tidak boleh ditempel sembarangan. Jika ada pihak yang ingin melakukan promosi di lingkungan kampus, maka harus diatur agar tetap tertib dan memberikan dampak positif bagi institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menjelaskan secara teknis terkait pedoman kerja sama yang berlaku di UNUSIDA. Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis dokumen utama dalam kerja sama, yaitu Memorandum of Understanding (MoU) sebagai kesepakatan antar institusi, serta dokumen turunan lainnya yang mengatur implementasi kerja sama.

Sonhaji menjelaskan bahwa pengajuan dokumen kerja sama kini dapat dilakukan secara lebih mudah melalui sistem digital, salah satunya melalui Google Form yang telah disediakan. Melalui sistem ini, unit kerja cukup mengisi data mitra, waktu pelaksanaan, serta jenis kerja sama yang akan dilakukan, kemudian akan diproses oleh Biro Humas dan Kerja Sama.

“Kami sudah menyiapkan sistem pengajuan yang lebih terstruktur. Nantinya semua pengajuan akan kami verifikasi dan koordinasikan bersama tim, termasuk dengan pimpinan universitas, agar prosesnya lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan kerja sama yang selama ini masih belum optimal. Berdasarkan data yang ditampilkan, masih terdapat sejumlah kegiatan kerja sama yang belum terdokumentasi dengan baik, terutama pada tahun 2026. Padahal, kegiatan seperti KKN, magang, maupun program praktik lapangan lainnya sebenarnya merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang perlu didokumentasikan secara resmi.

“Seringkali kita melaksanakan kerja sama, tetapi tidak memiliki dokumen MoU atau MoA, atau bahkan tidak terdokumentasi sama sekali. Ini menjadi kendala saat akreditasi, karena yang dibutuhkan bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga dokumen kerja sama yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, Sonhaji juga memperkenalkan sistem pelaporan implementasi kerja sama serta layanan permohonan peliputan kegiatan oleh tim humas. Melalui sistem ini, setiap unit dapat mengajukan dokumentasi kegiatan tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit, cukup dengan mengisi data kegiatan secara online. Semua hal tersebut dapat diakses disini

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan program Inspirasi Alumni, yang menjadi salah satu konten unggulan media sosial UNUSIDA. Program ini mengajak seluruh unit untuk berkontribusi mengirimkan data alumni berprestasi yang nantinya akan dipublikasikan secara berkala.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh sivitas akademika terkait pentingnya tata kelola kehumasan dan kerja sama yang terintegrasi. Dengan adanya pedoman yang jelas serta sistem yang terstruktur, UNUSIDA optimis dapat meningkatkan kualitas kerja sama, memperkuat citra institusi, serta mendukung pencapaian akreditasi yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Evaluasi VMTS FE dan Visi Keilmuan Prodi Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Evaluasi VMTS dan FGD Kurikulum, Perkuat Relevansi Lulusan dengan Dunia Kerja

SIDOARJO – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta Visi Keilmuan Program Studi Manajemen di Ruang Pertemuan Gedung B Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi, Sekretaris serta seluruh Dosen di Prodi Manajemen atas kerja keras dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika kebutuhan dunia kerja. Kami berharap melalui FGD ini akan muncul berbagai masukan yang benar-benar relevan untuk pengembangan skill mahasiswa, sehingga output pembelajaran siap diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masukan dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga mitra industri, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum. Hal ini bertujuan agar lulusan Fakultas Ekonomi tidak hanya siap menjadi entrepreneur, tetapi juga mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional.

“Semoga kolaborasi antara kampus dan mitra dapat terus berlanjut guna menciptakan lulusan yang berkualitas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sebagaimana ditekankan oleh kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Perguruan tinggi tidak boleh tertutup terhadap inovasi. Harus ada pembaruan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Kompetensi mahasiswa juga harus dikembangkan secara cepat agar mampu membaca peluang dan menghadapi perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di kelas harus terhubung dengan implementasi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa turut didorong untuk aktif memberikan masukan terhadap kurikulum yang diterapkan, guna menjaga kredibilitas institusi pendidikan di mata masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai masukan strategis dihimpun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum ke depan. FGD ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa seperti BEM Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, alumni, hingga mitra industri.

Di antaranya Direktur Utama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Andri Halim Gunawan, perwakilan dari PT Sekala Biru Amerta Hardiansyah,perwakilan dari PT Aliyan Jaya Perkasa Moh Viky Aliyan, CV. Mysneaker Retail Indo Zharvan Pradito Utomo. Selain itu, juga dihadiri oleh beberapa alumni, seperti Finance Supervisor PT Dream Dare Discovery Izzah Nadhifah Kirana, S.M., HRD PT Cin Rui Internasional Konstruksi Moch Tegar Pratama, S.M., Direktur CJB M Syafril Nurdiansyah, S.M.

Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Halal Bihalal Keluarga Besar UNUSIDA: Teguhkan Profesionalisme dan Khidmah Pasca Ramadhan

SIDOARJO — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti agenda Halal Bihalal keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan sekaligus meneguhkan kembali komitmen kerja yang profesional dan berlandaskan khidmah setelah sebulan ditempa dalam madrasah ruhaniyah Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh unsur kampus dosen, tenaga kependidikan, keamanan, hingga driver untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa bekerja di perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir, tetapi harus terukur kinerjanya.

“Ukuran profesional itu nyata. Kita punya instrumen penilaian kinerja, mulai dari kehadiran hingga performa. Profesionalisme bukan slogan, tetapi budaya kerja,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalisme harus dibaca selaras dengan tata kelola kelembagaan. Setiap unit rektorat, fakultas, dan lembaga memiliki indikator kinerja yang tertuang dalam rencana kerja institusional. Karena itu, transformasi mutu SDM perlu diiringi manajemen yang terbuka pada perbaikan dari dalam dan pembelajaran dari luar.

Halal Bihalal ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arli Fauzi, yang mengajak sivitas akademika merefleksikan capaian Ramadhan. Disampaikan bahwa ketika Allah menerima amal seorang hamba, maka Allah memudahkan langkahnya pada amal-amal saleh berikutnya. Artinya, keberhasilan Ramadhan semestinya tampak pada kebiasaan baik yang berlanjut setelahnya.

Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Ia menegaskan bahwa tanda diterimanya amal seseorang oleh Allah adalah dimudahkannya ia untuk melakukan amal-amal saleh berikutnya.

“Jika Ramadan kita diterima, maka Allah akan memudahkan kita untuk terus berbuat kebaikan setelahnya. Tugas kita di bulan Syawal dan seterusnya adalah menjaga apa yang sudah kita raih selama Ramadhan,” tuturnya.

Kiai Arli juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan besar dalam menjaga mata, telinga, hati, serta mengendalikan hawa nafsu. Menurutnya, keberkahan Ramadhan seharusnya tidak berhenti ketika bulan itu usai.

“Secara waktu, Ramadhan hanya satu bulan. Namun secara substansi, nilai dan keberkahannya bisa kita rasakan selama satu tahun penuh, bahkan sepanjang hayat, jika mampu kita jaga,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat pergulatan antara hati, akal, dan nafsu. Ketika nafsu tidak dikendalikan, maka ia dapat menyeret manusia pada kesewenang-wenangan, keangkuhan, bahkan penyakit-penyakit hati. Karena itu, Ramadhan menjadi sarana pendidikan ruhani agar manusia mampu mengendalikan dirinya.

Kiai Arli mengemukakan pentingnya mengendalikan diri. Manusia memiliki potensi akal, hati, dan nafsu yang saling memengaruhi. Jika nafsu tak terkendali, ia dapat menyeret pada penyakit batin seperti mudah tersinggung, marah, dan merasa paling benar. Karena itu, puasa menjadi latihan pengendalian yang hasilnya harus dijaga dalam keseharian kerja.

“Hidup bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu menerima dengan ikhlas. Dari situlah kualitas diri dan kualitas kerja tumbuh,” pesannya.

Alumni Prodi Manajemen UNUSIDA Tahun 2023, Izzah Nadlifah Kirana (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspirasi Alumni UNUSIDA: Izzah Nadlifah Kirana, dari Bangku Kuliah Menuju Finance Supervisor ZUMA Indonesia

Perjalanan pendidikan di bangku kuliah sering kali menjadi titik awal bagi seseorang untuk menemukan arah masa depan. Hal inilah yang dirasakan oleh Izzah Nadlifah Kirana, S.M., alumni Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang kini berkarier sebagai Finance Supervisor di PT Dream Dare Discover atau yang lebih dikenal dengan ZUMA Indonesia.

Perempuan yang lulus pada tahun 2023 ini mengaku bahwa empat tahun masa kuliahnya di UNUSIDA menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh makna. Selama menempuh pendidikan, ia tidak hanya memperoleh ilmu akademik, tetapi juga berbagai pengalaman, relasi, serta kesempatan belajar yang sangat berharga sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

“Empat tahun menempuh perjalanan kuliah di UNUSIDA sungguh luar biasa. Segala ilmu, relasi hingga pengalaman berharga saya dapatkan di sana,” ungkap Izzah ketika mengenang masa-masa kuliahnya.

Menurutnya, lingkungan akademik yang terbuka dan komunikatif menjadi salah satu faktor penting yang membentuk cara berpikirnya hingga saat ini. Di UNUSIDA, para dosen tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga aktif mengajak mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman.

Hal tersebut menjadi pengalaman belajar yang sangat berkesan bagi Izzah. Ia merasakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dosen benar-benar mendorong mahasiswa untuk memahami ilmu secara lebih mendalam serta mengaitkannya dengan situasi nyata di masyarakat maupun di dunia kerja.

“Yang paling menyenangkan adalah ketika dosen-dosen saya tidak pernah bosan untuk mengajak sharing dan diskusi. Seakan mereka selalu memastikan bahwa apa yang telah mereka ajarkan secara teori benar-benar mahasiswa terapkan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Bagi Izzah, metode pembelajaran seperti ini membuat mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif di kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam proses berpikir kritis. Diskusi yang dilakukan bersama dosen dan teman-teman kuliah sering kali membuka wawasan baru serta membantu mahasiswa memahami bagaimana teori manajemen dapat diterapkan secara praktis.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika ia memasuki dunia kerja. Setelah menyelesaikan studi di Program Studi Manajemen UNUSIDA, Izzah berhasil mendapatkan pekerjaan di PT Dream Dare Discover atau ZUMA Indonesia. Di perusahaan tersebut, ia dipercaya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Finance Supervisor.

Posisi tersebut tentu tidak mudah karena membutuhkan kemampuan analisis keuangan, ketelitian dalam mengelola data, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Namun, Izzah merasa bahwa ilmu yang ia pelajari selama kuliah memberikan fondasi yang kuat untuk menjalankan tugas tersebut.

Ia mengaku banyak materi perkuliahan yang ternyata sangat relevan dengan pekerjaan yang dijalaninya saat ini, mulai dari manajemen keuangan, pengelolaan anggaran, hingga kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

“Hal itulah yang membuat saya akhirnya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang saya dapatkan di kuliah,” katanya.

Selain ilmu akademik, pengalaman berdiskusi dan membangun relasi selama masa kuliah juga membantu Izzah dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Kemampuan tersebut menjadi salah satu keterampilan penting dalam dunia profesional, terutama ketika harus berkoordinasi dengan berbagai divisi di perusahaan.

Sebagai seorang supervisor di bidang keuangan, Izzah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan data finansial perusahaan, tetapi juga harus mampu memimpin tim dan memastikan seluruh proses keuangan berjalan secara efektif dan akurat. Tanggung jawab ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir strategis.

Menurutnya, pengalaman selama kuliah di UNUSIDA telah membantunya membangun kepercayaan diri untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Ia merasa bahwa bekal yang diberikan selama masa studi tidak hanya berupa teori, tetapi juga cara berpikir dan sikap profesional yang sangat dibutuhkan dalam karier.

Izzah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dosen yang telah membimbing dan memberikan banyak ilmu selama ia menempuh pendidikan di UNUSIDA. Baginya, dukungan dan dedikasi para dosen menjadi salah satu faktor penting yang membantunya mencapai posisi saat ini.

“Terima kasih bapak ibu dosen atas semua ilmu dan bimbingannya,” ujarnya.

Kini, setelah merasakan langsung manfaat dari pendidikan yang ia jalani, Izzah berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa UNUSIDA. Ia percaya bahwa kesungguhan dalam belajar serta kemauan untuk terus berdiskusi dan berkembang akan membuka banyak peluang di masa depan.

Baginya, masa kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar sarjana, tetapi juga tentang membangun karakter, memperluas jaringan, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dunia profesional.

Dengan penuh rasa bangga, Izzah menutup ceritanya dengan satu kalimat sederhana yang mencerminkan rasa cintanya terhadap almamater.

“UNUSIDA THE BEST!,” pungkasnya.

Kepala UPT PIK UNUSIDA, Aris Kuswanto saat menerima penghargaan LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Kepala UPT PIK UNUSIDA, Aris Kuswanto Raih Peringkat 2 Dosen Berdampak pada Masyarakat dalam Anugerah LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Kepala UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Aris Kuswanto, M.Pd.I, meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah dalam ajang Anugerah LPTNU Award 2026 di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk apresiasi kepada dosen yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan perguruan tinggi.

Menanggapi penghargaan tersebut, Aris Kuswanto menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk terus berkhidmat melalui dunia pendidikan tinggi.

“Pertama tentu saya bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan untuk terus melanjutkan khidmah melalui pendidikan tinggi sebagai dosen, akademisi, dan pendidik. Bisa bertemu dengan mahasiswa, berdiskusi dengan sesama dosen, serta bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan pendidikan dan bangsa,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari LPTNU, pimpinan UNUSIDA, hingga rekan-rekan dosen serta civitas akademika yang selama ini bekerja bersama dalam membangun kampus. Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah capaian pribadi semata, melainkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen di lingkungan UNUSIDA.

“Ini sebenarnya bukan prestasi individu. Banyak pihak yang berkontribusi dan bekerja keras di kampus. Kebetulan saja nama saya yang mewakili dalam kategori ini. Jadi penghargaan ini milik kita bersama,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA tersebut, mengenang perjalanan panjang keterlibatannya dalam proses berdirinya UNUSIDA sejak masa awal perintisan. Ia mengaku turut berkontribusi dalam berbagai upaya pengembangan kampus, mulai dari penyusunan kurikulum Aswaja, pendampingan organisasi kampus, hingga berbagai tugas pengelolaan lembaga.

“Sejak sebelum kampus berdiri kami sudah berikhtiar bersama, baik secara lahir maupun batin. Saya juga pernah diminta membantu menyusun kurikulum Aswaja, ikut dalam berbagai tim pengembangan, hingga mendampingi pengelolaan di beberapa unit di kampus,” jelasnya.

Baginya, khidmah di perguruan tinggi merupakan bentuk pelayanan terhadap lembaga dan masyarakat. Dalam konsep tersebut, dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi.

“Dalam khidmah, kita melayani lembaga. Artinya kita menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan. Sebagai pelayan lembaga, tugas kita adalah melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keistiqamahan dalam berjuang membangun lembaga pendidikan. Menurutnya, perjalanan membangun kampus tidak selalu mudah, karena terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengingat kembali masa-masa awal ketika UNUSIDA masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sarana prasarana hingga proses perkuliahan yang harus menumpang di beberapa sekolah.

“Kami pernah mengalami masa ketika kampus masih kekurangan ruang kelas dan harus menumpang di sekolah lain. Bahkan ada pengalaman-pengalaman yang cukup menguji kesabaran. Namun semua itu menjadi bagian dari proses perjuangan,” kenangnya.

Kini, setelah berbagai upaya dan kerja keras dilakukan, ia mengaku bersyukur dapat menyaksikan perkembangan UNUSIDA yang semakin maju dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Sekarang kita mulai menikmati hasil dari perjuangan tersebut. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi kita semua untuk tetap menjaga keikhlasan dan komitmen dalam berkhidmah,” katanya.

Selain manfaat ekonomi, Aris menilai pengabdian di perguruan tinggi juga memberikan banyak pengalaman berharga, seperti perluasan jaringan, peningkatan kapasitas keilmuan, serta kesempatan bertemu dengan berbagai tokoh akademisi dan ulama.

“Banyak hal yang saya dapatkan di sini, bukan hanya materi tetapi juga ilmu, jaringan pertemanan, serta kesempatan belajar dari para profesor, doktor, dan kiai. Itu semua menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aris memberikan pesan kepada generasi muda, khususnya para akademisi dan mahasiswa, agar tetap istiqamah dalam menjalankan tugas dan proses kehidupan.

“Pesannya sederhana, nikmati proses yang diberikan Allah kepada kita. Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, terus belajar, dan tingkatkan kapasitas intelektual serta emosional. Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, insyaAllah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.

LPPM UNUSIDA Raih Dua Penghargaan Nasional di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Raih 2 Penghargaan LPTNU Award 2026 di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUSIDA (LPPM) berhasil meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Award 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian secara konsisten.

“Kami sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan maknanya. Bagi kami, ini adalah buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar program, melainkan jejak kebaikan yang harus terus dirawat dan diperluas manfaatnya.

Secara pribadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini memperkuat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas program, memperluas kolaborasi, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama ini, program pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada kegiatan pemberdayaan dan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UNUSIDA juga mendorong model pengabdian yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berbuat lebih baik. Kami ingin kegiatan pengabdian di UNUSIDA semakin kuat, semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan semakin luas dampaknya,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun dengan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, maupun mitra lainnya. Menurutnya, pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.” tutupnya.

UNUSIDA Borong Penghargaan di LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prestasi Gemilang, UNUSIDA Raih 6 Penghargaan dalam LPTNU Award 2026

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tower Lt.9, Jalan Jemursari No. 51–57, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ajang penghargaan bergengsi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut, UNUSIDA berhasil meraih sejumlah penghargaan dari berbagai kategori. Capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu penghargaan paling bergengsi diraih oleh Rektor UNUSIDA masa khidmah 2014–2026, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang menerima apresiasi pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat Bidang Pembangunan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkhidmah dalam pengembangan PTNU. Pembangunan perguruan tinggi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui penguatan manajemen berbasis digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mengembangkan kualitas akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap, prestasi dalam LPTNU Award 2026 dapat semakin memotivasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama serta pembangunan bangsa.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dan mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ia terpilih setelah melalui proses penilaian ketat dan bersaing dengan 23 nominator lainnya dari berbagai perguruan tinggi NU di Indonesia.

“Alhamdulillah, rangkaian prestasi dalam LPTNU Award 2026 ini semakin mempertegas posisi UNUSIDA sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

Selain itu, prestasi juga datang dari mahasiswa UNUSIDA. Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil meraih Peringkat 1 Duta PTNU Putri. Capaian ini menunjukkan potensi mahasiswa UNUSIDA dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, serta representasi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Sementara itu, dosen UNUSIDA Aris Kuswanto berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama. Penghargaan ini menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya dari kalangan dosen, penghargaan juga diraih oleh tenaga kependidikan UNUSIDA. Nur Asita berhasil memperoleh Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian, yang menunjukkan dedikasi tenaga kependidikan dalam mendukung pengembangan kampus sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Terima kasih. Tentu kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian individu atau lembaga, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim di lingkungan UNUSIDA yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Asita yang kini menjadi dosen PGSD tersebut.

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA, Perkuat Konsolidasi dan Orientasi Pelayanan Prima

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan pada Jum’at (27/2/2026) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo. Rapat ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, mulai dari Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Kepala Biro, Kepala Bagian, hingga Kepala UPT di lingkungan UNUSIDA.

Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. Sholehudin, dalam arahannya menegaskan bahwa momentum bulan puasa hendaknya dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual. Menurutnya, mentalitas puasa tidak hanya mengajarkan tentang ruhaniyah, tetapi juga membentuk kekuatan spiritual dan ketangguhan mental.

“Puasa tidak hanya berbicara tentang dimensi ruhaniyah, tetapi juga spiritualitas yang membentuk karakter. Hal ini harus diartikan bahwa UNUSIDA harus menjadi kampus yang tangguh, memiliki ketangguhan mental untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, sekaligus melaksanakan pelayanan prima dalam pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi pelayanan di UNUSIDA harus ditekankan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sehingga budaya kerja yang dibangun tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan akhlak dan prinsip ke-NU-an.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat konsolidasi pimpinan di semua lini. Selain itu, rapat juga membahas strategi rekrutmen dosen dan karyawan, serta tindak lanjut hasil rapat kerja universitas.

“Rapat ini menjadi momentum untuk menguatkan konsolidasi pimpinan, membahas rekrutmen dosen dan karyawan, serta menindaklanjuti rapat kerja universitas, termasuk strategi promosi UNUSIDA agar semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan sebagai prioritas utama. Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah penentuan syarat kelulusan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan kompetitif di pasar kerja.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta membangun sinergi antarunit demi mewujudkan kampus yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu, sinergi antarunit juga menjadi perhatian penting. Setiap fakultas, lembaga, dan unit kerja didorong untuk saling berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi yang kuat, ia yakin UNUSIDAmampu menghadirkan inovasi serta pelayanan yang lebih optimal kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

“Koordinasi yang solid adalah kunci kemajuan institusi. Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan berorientasi pada pelayanan prima,” pungkasnya.