Pos

LSDM UNUSIDA Berikan Anugerah Dosen Berprestasi Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berikan Anugerah Dosen Berprestasi Tahun Akademik 2025/2026, Apresiasi Dedikasi dan Kontribusi Nyata bagi Pendidikan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan Anugerah Dosen Berprestasi Tahun Akademik 2025/2026 Periode Genap sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata para dosen dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Penghargaan ini diberikan saat Rapat Koordinasi Akademik Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027, di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (23/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan dan membentuk generasi masa depan. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui penelitian, pengembangan keilmuan, pengabdian kepada masyarakat, serta keteladanan dalam kehidupan akademik.

Menurutnya, prestasi dosen merupakan salah satu indikator kontribusi nyata dalam pengembangan institusi. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memperkuat kontribusi bagi kemajuan universitas.

“Prestasi bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata dalam memberikan dampak bagi pendidikan,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa penghargaan terhadap prestasi dosen bukan sekadar bentuk apresiasi atas capaian individu. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bagian dari upaya universitas dalam membangun budaya kerja yang unggul, produktif, dan berdampak bagi pengembangan akademik.

Melalui penghargaan tersebut, pihaknya mendorong para dosen untuk mempertahankan kinerja positif, terus berinovasi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa, masyarakat, dan institusi.

“Tetap semangat berkarya dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini perlu menjadi landasan dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi. Dengan demikian, setiap capaian akademik dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemberian penghargaan dilakukan berdasarkan hasil penilaian terhadap kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya institusi untuk memberikan apresiasi secara terukur terhadap kinerja dosen.

Keberadaan dosen yang kompeten dan berdedikasi menjadi salah satu fondasi penting bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, integritas, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, apresiasi terhadap kinerja dosen merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas.

Menurutnya, Anugerah Dosen Berprestasi merupakan bentuk penghargaan atas kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan oleh para dosen. Penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diharapkan dapat mendorong budaya profesionalisme, meningkatkan motivasi, serta memperkuat komitmen dosen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap mahasiswa yang berkembang, ada dosen yang terus menginspirasi, membimbing, dan berkarya. Anugerah ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja dosen yang telah memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat produktivitas akademik, serta menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Semoga langkah ini menjadi penguatan sumber daya manusia merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan institusi. Budaya apresiasi seperti ini juga dapat menumbuhkan lingkungan kerja yang positif, mendorong kolaborasi, dan memberikan ruang bagi setiap dosen untuk terus mengembangkan potensi serta menghasilkan karya yang bermanfaat,” harapnya.

Melalui Anugerah Dosen Berprestasi Tahun Akademik 2025/2026 Periode Genap, ia menegaskan komitmennya untuk terus menghargai kontribusi sivitas akademika sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Anugerah bagi dosen juga menjadi pengingat bahwa prestasi lahir melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen, integritas, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang. Pengakuan atas kinerja tersebut diharapkan dapat memperkuat motivasi sivitas akademika untuk bersama-sama membawa UNUSIDA menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh dosen penerima Anugerah Dosen Berprestasi UNUSIDA Tahun Akademik 2025/2026 Periode Genap. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, menginspirasi, dan menciptakan dampak nyata bagi pendidikan tinggi, masyarakat, dan Indonesia,” pungkasnya.

Adapun tiga dosen yang meraih penghargaan tersebut adalah Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang menempati peringkat pertama, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., sebagai peringkat kedua, serta Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd., yang meraih peringkat ketiga.

Anugerah Dosen Berprestasi UNUSIDA Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026 juga mendapat dukungan dari Pegadaian Syariah Sidoarjo, yang turut memberikan apresiasi berupa tabungan emas kepada para dosen berprestasi. Dukungan ini menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan syariah dalam menghargai dedikasi serta kontribusi insan akademik.

Seminar Hasil Penelitian sebagai bentuk diseminasi riset dosen PIAUD UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen PIAUD UNUSIDA Diseminasi Hasil Riset, Perkuat Edukasi Orang Tua untuk Cegah Stunting

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Hasil Penelitian sebagai bentuk diseminasi riset dosen yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi anak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan, Gedung B Kampus UNUSIDA, Rabu (24/6/2026).

Seminar ini menghadirkan pemaparan hasil penelitian bertajuk ‘Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini (Studi Kasus Komparatif Wilayah Urban dan Rural di Jawa Timur)’. Penelitian tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti, Shofiyatus Zahroh, bersama tim dosen PIAUD UNUSIDA.

Dalam paparannya, Shofiyatus Zahroh menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak usia dini di wilayah perkotaan maupun pedesaan di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kepada orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting sejak dini.

“Pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak memiliki peran strategis dalam mencegah stunting. Karena itu, penguatan edukasi keluarga perlu terus dilakukan agar anak memperoleh pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang tepat,” ujarnya.

Seminar hasil penelitian ini menjadi wadah bagi dosen untuk menyebarluaskan temuan ilmiah sekaligus membuka ruang diskusi bersama akademisi, praktisi pendidikan, dan peserta yang hadir. Melalui forum tersebut, berbagai masukan diberikan guna memperkaya hasil penelitian agar dapat diimplementasikan secara lebih luas di masyarakat.

Ketua Program Studi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan dosen merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat, khususnya isu kesehatan anak usia dini.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.

Melalui seminar hasil penelitian ini, ia menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil riset yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi keluarga, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi anak usia dini menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

“Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia,” ungkap Rif’atul Anita.

Dekan FILKOM UNUSIDA Arda Surya Editya Jadi Narasumber dalam FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan, Dorong Peningkatan Riset Bidang AI (Foto: UNUSIDA/Arda)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jadi Narasumber FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan

SIDOARJO – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, M.T., diundang sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian yang diselenggarakan oleh Politeknik Aceh Selatan. Kiprah Dr. Arda yang juga merupakan doktor di bidang Ilmu Komputer tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA di level nasional.

FGD yang mengusung tema ‘Peningkatan Kualitas Riset Bidang Pengolahan Citra Pada Perkebunan Sawit’ tersebut diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa, dan perwakilan instansi daerah, Kamis (14/8/2025).

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Direktur Politeknik Aceh Selatan. Ia menyebut bahwa kehadiran Dr. Arda menjadi inspirasi dalam memperkuat kolaborasi riset antar perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam paparan materinya, Dr. Arda menjelaskan tentang pengembangan metodologi penelitian serta strategi implementasi hasil riset, khususnya dalam penerapan Machine Learning pada sektor perkebunan sawit.

“Penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keberanian untuk menguji gagasan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan analisis data yang tepat, efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi, serta hasil panen dapat dioptimalkan.

Ia mengatakan pemanfaatan Machine Learning harus didukung oleh analisis data yang akurat. Dengan pendekatan data-driven,efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi lebih dini, serta hasil panen dapat dioptimalkan sesuai kondisi lapangan. Hal inilah yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem perkebunan modern berbasis teknologi.

“Ini adalah masa depan perkebunan modern yang harus kita wujudkan bersama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan industri agar riset yang dilakukan tidak berhenti sebatas publikasi, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, melalui sinergi tersebut, hasil-hasil penelitian tidak sekadar menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Dengan kolaborasi yang baik, penelitian dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” tuturnya.

Partisipasi Dr. Arda pada tingkat nasional ini menunjukkan komitmen UNUSIDA dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di seluruh Indonesia. (MY)