Pos

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung RT 05 RW 03 (Foto: Mar'atul Husniyah)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung

SIDOARJO — Dalam rangka mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program pembuatan biopori di Desa Waung, RT 05 RW 03, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Kegiatan ini disambut hangat oleh perangkat desa, pengurus RT, serta warga setempat.

Ketua RT 05, Mawur Aji Satmoko, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, keberadaan biopori memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengurangi genangan air di musim hujan sekaligus memperbaiki kualitas tanah.

“Lubang biopori ini membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan asri. Selain menambah resapan air, juga bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang telah membantu warga dengan program bermanfaat ini,” ujarnya.

Biopori yang dibuat bersama warga berfungsi ganda: selain sebagai resapan air, juga sebagai media pengolahan sampah rumah tangga. Warga dapat mengisi lubang dengan sampah organik seperti sisa sayur dan daun, yang kemudian terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman.

Selain di RT 05, mahasiswa KKN 18 juga melakukan penanaman biopori di wilayah RT 08 Desa Waung, kawasan yang sering mengalami genangan air tinggi saat hujan deras. Pemilihan dua titik ini merupakan hasil survei bersama warga agar program benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengurangi potensi banjir serta menjaga kualitas lingkungan.

Ketua Kelompok 18 KKN UNUSIDA, Nur Sirojil Anam, menambahkan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga setempat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN 18 di bidang lingkungan.

“Kami berharap biopori yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan oleh warga, bukan hanya saat KKN berlangsung, tetapi juga untuk jangka panjang. Ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami yang ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, salah satu anggota KKN 18, Aryadilla Putra, menuturkan bahwa biopori adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap, sinergi antara mahasiswa UNUSIDA dan masyarakat dalam pembuatan biopori ini mampu menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga Desa Waung. Melalui program ini, Kelompok 18 KKN UNUSIDA bertekad agar kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga warisan positif yang terus berkelanjutan.

“Kami ingin mengajarkan masyarakat bahwa sampah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dengan biopori, kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mendapatkan manfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Penulis: Mar’atul Husniyah (MY)

Mahasiswa KKN Kelompok 23 UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Foto: Mahasiswa KKN UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Mahasiswa KKN UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Foto: Ayutah Maghfiroh)

Mahasiswa KKN 13 UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar EduFun di Desa Sidokepung

SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan program bimbingan belajar bertajuk EduFun di Desa Sidokepung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 23 Juli hingga 23 Agustus 2025 ini dipusatkan di RT 42 RW 3, Perumahan Surya Asri.

Salah satu mahasiswa KKN Desa Sidokepung Natasya Ainul Hikmah menuturkan, program bimbingan belajar tersebut ditujukan bagi anak-anak mulai tingkat TK hingga SMP. Tidak hanya mendukung capaian akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi sosial bagi anak-anak yang kesehariannya padat dengan aktivitas sekolah. Kehadiran bimbel memberikan mereka kesempatan baru untuk belajar bersama sekaligus menjalin kebersamaan.

“Melalui bimbel ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus ruang bermain yang positif, sehingga anak-anak semakin dekat satu sama lain. Kami juga berharap kegiatan ini membantu mereka lebih percaya diri dalam memahami pelajaran sekolah,” ungkapnya, Selasa (9/9/2025).

Ayutah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan perumahan.

Ia berharap dapat meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Sidokepung, serta menginspirasi anak-anak agar terus bersemangat mengejar cita-cita.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa, anak-anak, dan warga sekitar,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa maupun masyarakat sekitar. Orang tua merasa terbantu dengan adanya kegiatan bimbingan belajar, sekaligus menyadari bahwa anak-anak membutuhkan wadah untuk berkumpul, berinteraksi, dan menyalurkan energi positif di luar kegiatan sekolah.

Program ini dirancang sebagai wadah edukatif sekaligus sarana menumbuhkan semangat kebersamaan. Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada pendampingan mata pelajaran sekolah umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, tetapi juga menyelipkan pembelajaran karakter, permainan edukatif, serta motivasi belajar.

Salah satu perangkat desa menegaskan, pihaknya selalu mendukung program bimbingan belajar ini menjadi bukti nyata bahwa KKN bukan hanya sebatas pengabdian, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh warga.

“Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut meskipun KKN sudah berakhir. Anak-anak membutuhkan ruang aman dan nyaman untuk belajar sekaligus membangun keakraban, sehingga ikatan sosial di Perumahan Surya Asri semakin kuat,” harapnya.

Penulis: Ayutah Maghfiroh (MY)

Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNUSIDA Kembangkan Taman TOGA Digital di Desa Kedungsolo (Foto: Amita Fatmasari Dewi)

Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNUSIDA Kembangkan Taman TOGA Digital di Desa Kedungsolo

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RT 01/RW 01 Desa Kedungsolo, Sidoarjo, dengan menghadirkan inovasi unik berupa Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis QR Code.

Ketua KKN Kelompok 8, Ali Akbar Rajif, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Program Taman TOGA Digital menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada pengabdian jangka pendek, tetapi juga menghadirkan inovasi berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Keterbatasan jenis tanaman obat di pekarangan warga serta minimnya pengetahuan mengenai cara budidaya dan pemanfaatannya yang menjadi latar belakang kami menggagas program Tanam TOGA Digital di Desa Kedungsolo,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Melalui program KKN, ia dan tim bertekad menghadirkan taman TOGA yang lebih variatif, terorganisir, dan berfungsi sebagai sarana belajar kesehatan alami. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman obat, mengajarkan keterampilan budidaya, sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menjaga kesehatan keluarga.

Taman TOGA Digital yang dikembangkan oleh mahasiswa tidak hanya menghadirkan berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai, tetapi juga dilengkapi dengan papan informasi berbasis QR Code. Melalui teknologi ini, warga dapat dengan mudah memindai kode menggunakan ponsel pintar untuk mendapatkan informasi seputar manfaat, cara pengolahan, hingga khasiat masing-masing tanaman.

“Banyak warga yang sebenarnya memiliki minat untuk menanam dan memanfaatkan TOGA, tetapi keterbatasan pengetahuan membuat potensinya belum tergali maksimal. Dengan konsep digital ini, kami ingin mempermudah akses informasi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga,” jelasnya.

Kepala Desa Kedungsolo menyambut positif inovasi yang digagas mahasiswa UNUSIDA tersebut. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Kedungsolo semakin sadar akan pentingnya kesehatan alami berbasis tanaman obat serta terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, program yang digagas oleh mahasiswa ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membawa misi edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat. Selain melestarikan tradisi penggunaan tanaman herbal, juga sejalan dengan perkembangan zaman karena menggabungkan teknologi digital. Kami berharap Taman TOGA Digital bisa terus dikembangkan dan dijaga bersama,” ungkapnya.

Penulis: Amita Fatmasari Dewi (MY)

Mahasiswa KKN 05 UNUSIDA Gelar Malam Tirakatan Bersama Warga di Perumahan Alam Mutiara RT 04 Desa Kendalpecabean (Foto: Zulfaa Gunawan)

KKN 05 UNUSIDA Suguhkan Drama Tradisional dalam Malam Tirakatan Bersama Warga Perumahan Alam Mutiara Desa Kendalpecabean

SIDOARJO — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Malam Tirakatan bersama warga Perumahan Alam Mutiara, Desa Kendalpecabean RT 04 RW 04, Kecamatan Candi, pada Sabtu (16/8/2025) lalu.

Acara tersebut dihadiri warga dari Dawis 1 hingga 5, Ketua RT, Ketua RW, serta sesepuh perumahan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Kegiatan malam tirakatan ini menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat. Acara diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, pembacaan refleksi kemerdekaan, serta ramah tamah yang berlangsung hangat dan khidmat.

Suasana semakin meriah dengan berbagai persembahan budaya. Mahasiswa KKN menampilkan drama tradisional dengan mengusung tema ‘Menjaga Budaya dengan Pesan’ yang mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. Pesan utama drama tersebut adalah bahwa budaya tidak boleh dibiarkan terkekang atau hilang, melainkan harus diwariskan agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Ketua KKN 05 UNUSIDA, M. Rafly Alfandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus ajang mempererat hubungan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 05 UNUSIDA berharap dapat meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersamaan warga, memperkuat identitas budaya, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Malam tirakatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Selain itu, remaja desa turut menampilkan Tari Remo sebagai wujud kebanggaan terhadap seni lokal. Tidak kalah menarik, mahasiswa KKN 05 bersama Karang Taruna Perumahan Alam Mutiara membawakan Tari Gugur Gunung yang melambangkan semangat kebersamaan dalam membangun desa.

Untuk menambah keakraban, panitia juga mengadakan quiz interaktif berhadiah yang disambut antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia. Kemeriahan acara terlihat dari ramainya partisipasi warga hingga akhir kegiatan.

Sementara itu, Ketua RT 04, Hery Wahyu Wibowo sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA. RT 04 Perumahan Alam Mutiara sendiri dikenal sebagai RT dengan kategori Menang Budaya. Penampilan seni dan budaya dalam malam tirakatan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat bersama generasi mudanya terus menjaga tradisi.

“Kami senang karena anak-anak muda ini mau ikut serta menjaga tradisi tirakatan. Kehadiran mereka membuat suasana lebih semarak sekaligus memberi warna baru bagi lingkungan kami,” ungkapnya.

Penulis: Zulfaa Gunawan (MY)

Mahasiswa KKN 15 UNUSIDA Berhasil Bangun Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno, Kalitengah, Tanggulangin (Foto: Devandra)

KKN 15 UNUSIDA Bangun Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno Desa Kalitengah Tanggulangin

SIDOARJO – Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian masyarakat, Kelompok 15 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses merealisasikan pembangunan Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno, RT 03 RW 11, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Gapura yang berdiri kokoh di pintu masuk perumahan tersebut diresmikan bersama pengurus RT, serta warga setempat, Ahad (31/8/2025) lalu.

Ketua RT 03, Pak Anas, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas inisiatif tersebut. Ia sangat mengapresiasi program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memperindah lingkungan sekaligus memperkuat identitas kawasan.

Ia yakin, hadirnya gapura ini dapat memberikan kesan positif bagi setiap tamu maupun penduduk yang memasuki kawasan Puri Sampurno.

“Gapura ini membuat lingkungan kami terlihat lebih rapi dan hidup. Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang sudah berinisiatif dan bekerja keras bersama kami,” katanya.

Gapura yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penanda masuk kawasan perumahan, tetapi juga menjadi simbol kekompakan, gotong royong, serta wujud nyata kontribusi mahasiswa UNUSIDA terhadap masyarakat. Dengan desain sederhana namun tetap estetik, gapura tersebut diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi warga maupun tamu yang memasuki lingkungan RT 03 RW 11.

Selain mahasiswa, warga RT 03 RW 11 juga turut terlibat dalam proses pembangunan. Mereka ikut membantu mulai dari persiapan material, pengecatan, hingga pemasangan. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang masih terjaga kuat, khususnya di Perumahan Puri Sampurno.

Ketua Kelompok 15 KKN UNUSIDA, Bintang menyampaikan bahwa pembangunan gapura ini merupakan hasil diskusi bersama perangkat desa dan warga sekitar. Ia menyebutkan pembangunan gapura menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Reguler UNUSIDA di bidang sosial budaya.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat. Gapura ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami sekaligus memperindah lingkungan,” ujarnya.

Melalui program kerja ini, Kelompok 15 KKN UNUSIDA berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara dunia kampus dan masyarakat desa.

Selain pembangunan gapura, kelompok 15 KKN UNUSIDA juga melaksanakan berbagai program lain yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta kebersihan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa berharap program ini bisa menjadi kenangan manis sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi warga Puri Sampurno.

“Gapura Selamat Datang Puri Sampurno kini berdiri sebagai hasil kolaborasi yang penuh makna, meninggalkan jejak positif bagi lingkungan dan menjadi kenangan indah dari kegiatan KKN Reguler 2025,” pungkasnya.

Penulis: Devandra (MY)

KKN Desa Binaan FE UNUSIDA Hidupkan Kembali Tradisi Jimpitan (Foto: Ainur Rokhmah)

Mahasiswa KKN Binaan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hidupkan Kembali Tradisi Jimpitan di Desa Gempol Klutuk

SIDOARJO – Tradisi jimpitan, sebuah budaya gotong royong yang sempat terlupakan, kini kembali menghidupkan semangat kebersamaan di Desa Gempol Klutuk, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Inisiatif ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) 2025 dengan mengadaptasi jimpitan sebagai program penggalangan dana masjid yang modern dan transparan.

Dalam kurun waktu dua minggu, mahasiswa KKN berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 6,8 juta melalui jimpitan rutin tiap pekan. Masing-masing warga menyumbang ‘sejimpit’, kontribusi kecil yang jika dikumpulkan bersama mampu menghadirkan dampak besar.

Ketua Kelompok KKN Desa Binaan Fakultas Ekonomi 2025, Ainur Rokhmah menuturkan bahwa program ini lahir dari keresahan melihat tradisi kebaikan yang mulai ditinggalkan. “Kami ingin menghadirkan kembali budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan, sekaligus membantu kebutuhan nyata masyarakat, yaitu pembangunan masjid,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Ainur menjelaskan bahwa ia dan tim juga memperkenalkan sistem pencatatan keuangan yang jelas serta laporan berkala kepada warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap hasil jimpitan yang terkumpul.

Masjid Al-Hikmah, satu-satunya masjid di desa dengan luas tanah 404 m² dan bangunan utama sekitar 300 m², selama ini menghadapi keterbatasan ruang. Pada hari Jumat maupun perayaan hari besar Islam, banyak jamaah terpaksa melaksanakan ibadah di halaman hingga pinggir jalan. Kondisi ini diperparah dengan masalah banjir yang menyebabkan kesulitan air bersih serta ketiadaan lahan parkir memadai.

“Sejimpit dari warga, jika dijumlahkan akan menjadi kontribusi besar. Ini bukan hanya soal dana, tapi juga semangat kebersamaan yang ingin kami hidupkan kembali di Desa Gempol Klutuk,” tuturnya.

Program jimpitan yang digagas mahasiswa UNUSIDA ini membuktikan bahwa tradisi lama dapat diadaptasi menjadi solusi modern yang berdampak nyata. Lebih dari sekadar mengumpulkan dana, gerakan ini mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa memiliki, dan memberdayakan warga desa secara kolektif.

Hasil dari jimpitan yang terkumpul dalam beberapa pekan pertama menunjukkan respon positif masyarakat. Dana yang terkumpul terus bertambah, menandakan antusiasme warga untuk ikut berpartisipasi.

Dosen pembimbing lapangan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak menekankan bahwa program ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan kecil dapat memberi dampak besar. Selain bernilai sosial-ekonomi, kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa tentang pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berharap jimpitan tidak hanya berhenti pada pembangunan Masjid Al-Hikmah, tetapi dapat berlanjut sebagai budaya kolektif warga dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan desa ke depan.

“Dengan semangat gotong royong, kami bersama warga Gempol Klutuk optimistis pembangunan Masjid Al-Hikmah dapat segera terwujud, sekaligus menjadikan jimpitan sebagai warisan budaya yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Kelompok KKN 22 UNUSIDA di Desa Wedoro, Waru, Sidoarjo (Foto: Moch Rafli M)

KKN 22 UNUSIDA Dorong UMKM Lokal dan Ikut Mengajar di MINU Wedoro

SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang beranggotakan 16 mahasiswa sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Wedoro, Kecamatan Waru. Program KKN kali ini berfokus pada dua kegiatan utama, yaitu pendampingan UMKM lokal dan membantu proses belajar mengajar di MINU Wedoro.

Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM terkait strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi produk. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Desa Wedoro di tengah ketatnya persaingan era digital.

Ketua Kelompok KKN 22 UNUSIDA, Moch Rafli Muchibbin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, momentum KKN menjadi kesempatan dalam mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

Seluruh kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus peningkatan kualitas pendidikan di Desa Wedoro.

“Kami ingin hadir dan memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Senin (1/9/2025).

Melalui sosialisasi dan praktik sederhana, mahasiswa membantu warga memahami strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian desa. Kami berharap dengan pendampingan ini, usaha warga dapat semakin maju dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.

Antusiasme warga tampak sepanjang kegiatan. Salah satu pelaku UMKM, Bu Mawik, penjual klepon, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa.

“Alhamdulillah, saya jadi lebih paham cara memasarkan dagangan, terutama lewat media sosial. Semoga usaha saya bisa lebih maju,” tuturnya.

Selain fokus pada pemberdayaan UMKM, mahasiswa KKN UNUSIDA juga melaksanakan kegiatan pendampingan belajar di MINU Wedoro. Hal tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah MINU Wedoro, Pak Gholib, sangat mengapresiasi peran serta mahasiswa UNUSIDA dalam membantu proses belajar mengajar.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga menghadirkan metode pembelajaran kreatif yang lebih menyenangkan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Mereka memberi semangat baru bagi siswa sekaligus mendukung guru dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan mengusung semangat pengabdian, KKN 22 UNUSIDA berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik dalam peningkatan kapasitas ekonomi maupun kualitas pendidikan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil menuju desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan memiliki generasi penerus yang unggul.

Penulis: Moch Rafli M (MY)

Mahasiswa KKN Unusida Bikin Gebrakan di Wadungasih! Nomor Rumah Kini Lebih Tertata dan Memudahkan Warga (Foto: Mir'a Tia Musfiro)

Mahasiswa KKN 12 UNUSIDA Lakukan Penataan Nomor Rumah di Desa Wadungasih

SIDOARJO – Suasana Desa Wadungasih, RT 06 RW 02, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kini terlihat lebih rapi dan tertata. Hal ini berkat inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 12 yang menjalankan program penataan nomor rumah bagi warga setempat.

Program sederhana namun berdampak besar ini disambut positif oleh masyarakat. Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya membuat dan memasang nomor rumah, tetapi juga memastikan penomoran sesuai urutan sehingga memudahkan tamu, pendatang, maupun petugas layanan publik seperti kurir, PLN, hingga tenaga kesehatan.

Ketua Kelompok 12 KKN UNUSIDA, Mir’a Tia Musfiroh menjelaskan bahwa ide program ini lahir dari diskusi dengan perangkat desa. Penataan nomor rumah dianggap sebagai langkah kecil menuju desa yang lebih rapi, aman, dan mudah diakses.

Selain membantu warga, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan nilai pengabdian masyarakat. Ia berharap kegiatan penataan nomor rumah ini dapat menjadi contoh program KKN yang efektif, bukan sekadar seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, meskipun sederhana. Harapannya, warga bisa merasakan manfaat nyata dari program ini,” jelasnya.

Dengan langkah kecil ini, mahasiswa KKN UNUSIDA Kelompok 12 membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana, nomor rumah yang tertata rapi, memudahkan semua pihak.

Salah satu warga RT 06, Desa Wadungasih mengaku merasa sangat terbantu dengan program penataan nomor rumah dari mahasiswa KKN UNUSIDA. Menurutnya, inovasi sederhana namun bermanfaat ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat desa.

“Selama ini ada beberapa rumah yang belum memiliki nomor jelas. Hal itu sering membingungkan tamu dan bahkan menghambat pelayanan masyarakat. Dengan adanya penataan ini, kami merasa terbantu,” ungkapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi Program penataan nomor rumah ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mempermudah berbagai layanan masyarakat, mulai dari distribusi paket, pendataan administrasi, hingga akses petugas kesehatan. Mahasiswa KKN UNUSIDA secara aktif membuat, memasang, dan menata nomor rumah agar lebih jelas serta teratur.

“Inovasi dari mahasiswa sangat kami nantikan. Program seperti ini penting untuk meningkatkan kerapian desa sekaligus memudahkan pelayanan publik. Kami merasa sangat terbantu,” pungkasnya.

Penulis: Mir’a Tia Musfiro (MY)

KKN UNUSIDA Gelar Workshop Pendampingan UMKM: Digital Marketing, Pengelolaan Keuangan & Desain Canva Menuju UMKM Go Digital di Desa Sarirogo (Foto: Fastabiqul K)

KKN 06 UNUSIDA Gelar Workshop Pendampingan UMKM Tentang Digital Marketing, Pengeloaan Keuangan, dan Desain Canva di Desa Sarirogo

SIDOARJO – Dengan semangat mendukung transformasi ekonomi kerakyatan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 06 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Workshop Pendampingan UMKM tentang Digital Marketing, Pengelolaan Keuangan, dan Desain Canva Menuju UMKM Go Digital. Kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM lokal ini dilaksanakan di Pendopo Mbah Broto, Dusun Luwung, RT 09 RW 02 Desa Sarirogo, Sidoarjo, Senin (18/8/2025) lalu.

Koordinator Divisi Mahasiswa (KORDIVMA) KKN 06 UNUSIDA, Bagus Nurmantyas mengatakan bahwa timnya kali ini mengusung tagline Kilau Sarirorgo. Ia menjelaskan bahwa tagline ini dipilih sebagai representasi dari semangat mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata untuk memajukan desa.

“Tagline Kilau Desa Sarirogo kami maknai sebagai tekad untuk menghadirkan program kerja yang tidak hanya bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan positif dan berkelanjutan,” ungkapnya, Senin (1/9/2025).

Menurut Bagus, berbagai program yang dijalankan KKN 06 UNUSIDA berfokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi digital dan lingkungan. Dengan adanya tagline tersebut, tim KKN berharap dapat memberikan inspirasi sekaligus semangat baru bagi warga Desa Sarirogo untuk terus berkembang.

Diantaranya Workshop Pendampingan UMKM ini menjadi bagian dari program kerja unggulan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Peserta kegiatan ini menyasar para pelaku UMKM lokal mendapatkan materi praktis mengenai strategi pemasaran digital, pencatatan keuangan sederhana, serta pemanfaatan aplikasi Canva untuk mendesain promosi produk yang menarik dan profesional,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, KKN UNUSIDA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong UMKM lokal menuju UMKM Go Digital, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber Fastabiqul Khoiroh memberikan pendampingan secara langsung tentang branding produk melalui aplikasi Canva.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak melakukan praktik langsung, mulai dari membuat akun bisnis di media sosial, mencatat transaksi menggunakan aplikasi keuangan, hingga mendesain flyer dan konten promosi digital melalui Canva.

“UMKM harus mulai beradaptasi dengan dunia digital. Melalui digital marketing, pengelolaan keuangan yang rapi, serta desain promosi yang menarik, produk lokal bisa lebih dikenal luas dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh pelaku UMKM di Desa Sarirogo. Siti, salah satu peserta workshop kali mengaku merasa terbantu dalam memahami cara mengembangkan usaha dengan strategi yang lebih modern.

“Saya jadi tahu bagaimana cara membuat promosi produk yang menarik, sekaligus belajar mengatur keuangan usaha saya dengan lebih baik,” katanya. (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA 2025 Gelar PINTAR DIGITAL: Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat Presentasi Kreatif dengan Canva (Foto: Ismawati Ainur)

PINTAR DIGITAL: Mahasiswa KKN Tematik UNUSIDA Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat PPT Kreatif dengan Canva

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program edukasi literasi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pelatihan Interaktif Digital (PINTAR DIGITAL) di SDN Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, pada Selasa (19/8/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa ini berfokus pada pengenalan pembuatan presentasi (PPT) menggunakan aplikasi Canva, sebuah platform desain digital yang ramah pengguna dan kreatif. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal dasar-dasar penggunaan Canva, mulai dari menambahkan teks, gambar, menyusun slide, hingga membuat animasi agar presentasi terlihat lebih menarik.

Ketua Kelompok KKN Tematik UNUSIDA, Ferdie Arya Jantanu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung peningkatan literasi digital di Desa Wonokarang. Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi tantangan era digital sejak usia dini.

“Kami ingin siswa SD Wonokarang lebih melek teknologi dan kreatif sejak dini. Dengan Canva, mereka bisa belajar membuat presentasi yang menarik dan mudah, yang ke depannya bermanfaat untuk tugas sekolah maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ferdie menjelaskan bahwa pengenalan Canva dipilih karena aplikasinya ramah pengguna dan dapat diakses dengan mudah. “Anak-anak SD sekarang sudah akrab dengan gawai, sehingga penting untuk mengarahkan mereka ke penggunaan yang produktif. Canva membantu mereka belajar menyampaikan ide dengan cara kreatif dan menyenangkan,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba fitur-fitur Canva, hingga menghasilkan desain presentasi sederhana namun kreatif. Bahkan, dua siswa turut menyampaikan kesan mereka usai mengikuti pelatihan.

Putri, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diberikan sangat membantu dan mudah dipahami. Melalui pendampingan interaktif, para siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar membuat slide presentasi, memilih template, memadukan warna, menambahkan gambar, hingga menyusun alur cerita sederhana.

“Untuk pelajaran PPT hari ini cukup mudah dipahami dan gampang untuk dilakukan kembali. Semoga kakak-kakak bisa kembali lagi ke sini dan mengajar kami,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa SD Wonokarang untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. “Untuk pelajaran hari ini sangat menyenangkan dan terima kasih kakak-kakak KKN telah mengajarkan membuat karya,” pungkasnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)