Pos

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Dampingi UMKM Wonokarang dalam Pendaftaran NIB dan Sertifikasi Halal (Foto: Ismawati Ainur)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Gandeng ISNU Jatim, Dampingi Legalitas dan Akses Digital UMKM di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan legalitas dan digitalisasi UMKM di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, (10/8/2025) lalu.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Proses Produk Halal (PPH) Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur dan mencakup pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta penautan lokasi bisnis UMKM ke Google Maps agar lebih mudah diakses konsumen.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari perwakilan PW ISNU Jawa Timur Bu Fafa yang turut mendampingi proses sertifikasi halal. Hingga akhir program, sebanyak 20 UMKM berhasil terdaftar di Google Maps, sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

“Saya senang sekali bisa membersamai adik-adik KKN UNUSIDA, terutama untuk para pelaku usaha yang akhirnya mendapatkan legalitas NIB dan sertifikat halal. Antusias warga luar biasa, formulir yang terkumpul ada 20 usaha yang didaftarkan, mulai dari makanan dan minuman seperti es degan, gorengan, rujak gado-gado, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi akademisi dan profesional dalam mendampingi UMKM.

“Hari ini mereka membawa pulang NIB yang sudah dicetak oleh teman-teman KKN, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Usaha mereka kini dilegalkan, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh negara. Semoga manfaatnya terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KKN Tematik Filkom UNUSIDA, Rafi Rabbani Rouf menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk menyiapkan UMKM menghadapi tantangan era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, para pelaku UMKM Desa Wonokarang kini memiliki legalitas yang jelas dan akses digital yang lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM di Desa Wonokarang tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas. Legalitas usaha dan kehadiran di platform digital seperti Google Maps adalah langkah awal untuk itu,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan adanya legalitas dan akses digital, kami berharap usaha warga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era ekonomi digital,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (28/8/2025).

Salah satu peserta, Ibu Sriyatin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan dan bantuan dalam pengurusan legalitas usaha. Menurutnya legalitas usaha sangat penting dalam meningkatkan branding usaha di mata konsumen.

“Saya merasa sangat terbantu sekali, soalnya tanpa repot kita bisa mendapatkan sertifikasi halal dan pengurusan NIB. Kakak-kakak mahasiswa juga membantu membenahi berkas yang perlu dilengkapi. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa UNUSIDA dalam program serupa dapat terus dikembangkan agar lebih banyak UMKM yang terbantu. “Harapannya ke depan selalu semakin dikembangkan sosialisasi seperti ini ke masyarakat, karena banyak yang punya usaha tapi bingung cara mengurusnya. Program seperti ini benar-benar sangat membantu, apalagi ada pengurusan halal dan NIB gratis,” harapnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

KKN Al Hidayah 2025 Sukses Gelar Workshop Ecoprint bagi Santri (Foto: KKN Al Hidayah 2025)

KKN Al Hidayah 2025 Gelar Workshop Ecoprint, Ukir Cerita Alam di Kain

SIDOARJO – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Al Hidayah 2025 sukses menyelenggarakan Workshop Ecoprint dengan mengusung tema ‘Mengukir Cerita Alam di Kain: Perjalanan Kreatif dalam Dunia Ecoprint untuk Masa Depan yang Lebih Hijau’, di Pondok Pesantren Al Hidayah Ketegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (22/8/2025) lalu.

Koordinator Tim KKN Al Hidayah 2025, Fitri menjelaskan bahwa ecoprint dipilih sebagai tema karena mampu memadukan seni, ekonomi kreatif, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kreatif bagi para santri untuk mengenal teknik ecoprint sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ecoprint bukan hanya sekadar keterampilan, tetapi juga wujud sinergi antara kreativitas dan keberlanjutan. Setiap motif yang tercetak adalah cerita alam yang mengingatkan kita untuk menjaga lingkungan bersama,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Dalam workshop ini, peserta mendapat pengalaman langsung mulai dari pengenalan bahan-bahan alami yang digunakan, teknik pewarnaan kain, hingga praktik mencetak motif daun dan bunga pada media kain. Proses tersebut memperlihatkan bagaimana alam meninggalkan jejak estetis yang unik serta bernilai seni tinggi.

Teknik ecoprint yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alam lainnya untuk mencetak motif pada kain, memberikan pengalaman belajar yang unik. Santri tidak hanya berlatih ketelitian dan kesabaran, tetapi juga mengasah kreativitas dalam memadukan warna dan pola. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan softskill seperti kerja sama, inovasi, problem solving, hingga jiwa wirausaha.

Workshop Ecoprint yang digelar Tim KKN Al Hidayah 2025 tidak hanya memperkenalkan teknik seni ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah berupa penguatan softskill bagi para santri. Ia dan tim menegaskan komitmennya menjadikan program ini sebagai langkah nyata dalam mendorong lahirnya generasi kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan.

Melalui Workshop Ecoprint ini, Tim KKN Al Hidayah 2025 ingin menghadirkan pengalaman belajar yang bukan hanya estetis bagi santri, tetapi juga berdampak pada pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal munculnya inovasi baru yang mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam.

“Santri harus dibekali keterampilan yang tidak hanya mendukung akademik, tetapi juga bermanfaat secara praktis di masyarakat. Ecoprint dapat membuka peluang usaha kreatif sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan santri sebuah keterampilan baru, tetapi juga inspirasi untuk mengembangkan potensi lokal sebagai peluang usaha ramah lingkungan. Ecoprint dinilai relevan dengan tren ekonomi kreatif dan slow fashion yang semakin mendapat perhatian masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh bekal keterampilan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Rizqi Afandirana (MY)

Kegiatan pelatihan MC 3 Bahasa di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah (Foto: Dokumentasi KKN UNUSIDA 25)

Kelompok 25 KKN UNUSIDA Inisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa, Latih Kepercayaan Diri Santri

SIDOARJO – Mahasiswa Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menginisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa bagi santri di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo. Kegiatan yang mengusung tema ‘Berbicara Percaya Diri, Menginspirasi dengan 3 Bahasa’ di pusatkan di di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo, Ahad (24/8/2025).

Ketua kelompok 25 KKN UNUSIDA, Moch. Bahaauddin Al Hasany menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melatih kepercayaan diri para santri, memberikan bekal keterampilan public speaking, sekaligus mempersiapkan mereka untuk terjun di masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini, para santri diharapkan mampu tampil percaya diri, komunikatif, dan adaptif dalam berbagai forum, sehingga siap menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan penuh wibawa,” jelasnya.

Keunikan pelatihan ini terletak pada penggunaan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang memperkuat identitas kebangsaan, Bahasa Arab sebagai bahasa keilmuan dan tradisi pesantren, serta Bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi sehari-hari di tengah masyarakat. Perpaduan ini menjadikan para santri tidak hanya piawai berbicara di panggung, tetapi juga luwes menyesuaikan diri dengan berbagai audiens.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, Arina Rahmatika yang juga merupakan anggota Kelompok 25 KKN UNUSIDA menyampaikan materi seputar pentingnya peran seorang MC dalam keberhasilan sebuah acara. Peserta diajak memahami teori sekaligus praktik langsung, mulai dari teknik membuka acara, menjaga suasana, hingga menutup acara dengan baik.

“Merasakan dampaknya sangat penting, karena MC tidak sekadar memberi aba-aba jalannya acara, melainkan menjadi kunci suksesnya sebuah kegiatan,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti belasan santri senior Pondok Pesantren Burhanul Hidayah dengan antusias tinggi. Para peserta tampak aktif berlatih, berdiskusi, serta mencoba berbicara dalam tiga bahasa berbeda.

“Semoga program ini dapat membangkitkan potensi para santri, sehingga kepercayaan diri mereka semakin terasah dan bisa memberi manfaat lebih luas,” harapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu menularkan ilmunya kepada adik kelas. Dengan begitu, budaya public speaking yang sehat, inspiratif, dan multibahasa dapat terus berkembang baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas.

Penulis: Lailatus Saadah (MY)

Kelompok 4 KKN UNUSIDA Beri Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah (Foto: Humas UNUSIDA)

Solusi Cerdas Mahasiswa Kelompok 4 KKN UNUSIDA, Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

SIDOARJO – Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 4 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan program kerja inovatif dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, yaitu lilin aromaterapi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (29/07/2025) lalu di Balai RT 20 Desa Gebang, Kabupaten Sidoarjo, dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Ketua Kelompok 4 KKN UNUSIDA Erlangga Abiarta Nugraha mengatakan, minyak jelantah kerap menjadi persoalan lingkungan karena penanganannya yang kurang tepat, seperti dibuang ke saluran air atau ke tanah. Menyadari permasalahan tersebut, ia dan tim KKN menghadirkan solusi kreatif dengan mengubah limbah berbahaya ini menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

“Kami melihat banyak warga yang belum sadar akan bahaya minyak jelantah jika dibuang sembarangan. Melalui program ini, kami ingin memberikan edukasi sekaligus demonstrasi langsung bagaimana limbah ini bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Erlangga, Jum’at (22/8/2025).

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan mengedukasi warga tentang pengelolaan limbah rumah tangga, sekaligus memberikan solusi kreatif dan ramah lingkungan. Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, para mahasiswa memperkenalkan metode sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang aman, wangi, dan estetis.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Bahan-bahan yang digunakan pun sederhana dan mudah diperoleh, di antaranya minyak jelantah yang sudah disaring, parafin, pewarna dari crayon, serta pewangi berbahan dasar non-alkohol kemudian dicetak dalam wadah cantik. Hasilnya, lilin-lilin ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi.

Respon masyarakat sangat positif. Selain tertarik mengikuti pelatihan, beberapa warga bahkan telah mencoba membuat lilin aromaterapi sendiri untuk keperluan rumah tangga maupun sebagai produk usaha rumahan.

Ibu-ibu RT 20 Desa Gebang contohnya, yang menjadi peserta utama dalam pelatihan kali ini. Mereka berpartisipasi aktif mulai dari tahap pemanasan parafin, pencampuran minyak jelantah, hingga pewarnaan dan pencetakan lilin aromaterapi. Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan panduan tentang teknik pengemasan sederhana agar warga dapat mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha rumahan.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, melainkan berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan demikian, selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, warga juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari hasil olahan limbah tersebut.

“Melalui program ini, Kelompok 4 KKN UNUSIDA berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan di masyarakat, serta menginspirasi pengelolaan limbah yang lebih bijak dan bernilai guna tinggi,” pungkasnya.

Sosialisasi Pemilahan Sampah Bersama DLHK Sidoarjo yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN 07 UNUSIDA di Desa Banjarbendo (Foto: Humas UNUSIDA)

KKN 07 UNUSIDA Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Bersama DLHK Sidoarjo di Desa Banjarbendo

SIDOARJO – Dengan semangat keberlanjutan lingkungan, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 07 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan sosialisasi pemilahan sampah di Desa Banjarbendo RT 03 RW 02, Ahad (03/08/2025) lalu.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, yakni Indah Yulianti, S.E., yang memaparkan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Program sosialisasi ini lahir dari hasil identifikasi isu lingkungan yang dilakukan mahasiswa KKN 07 UNUSIDA bersama pihak RT dan warga setempat. Salah satu permasalahan utama yang ditemui adalah kurangnya optimalisasi pemilahan sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik.

Sebagai solusi, mahasiswa KKN 07 merancang program bank sampah. Empat titik bank sampah telah dipersiapkan di sekitar lingkungan RT 03 RW 02 Banjarbendo. Fasilitas ini diharapkan menjadi wadah warga untuk memilah sampah organik dan anorganik sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Hasil pengelolaan nantinya akan menambah kas RT sesuai kesepakatan bersama, sehingga membawa dampak ganda: lingkungan bersih sekaligus mendukung kebutuhan sosial warga.

“Program ini memang didesain sebagai program keberlanjutan. Harapannya setelah mahasiswa KKN selesai bertugas, warga tetap melanjutkan pengelolaan bank sampah dengan sistem yang sudah dirintis,” ujar Ketua KKN 07 UNUSIDA, Maulidiyah Tri Setyorini dalam sesi laporan pertanggungjawaban.

Hal senada disampaikan narasumber, Indah Yulianti, S.E., yang juga memberikan dukungan penuh edukasi dan program lanjutan pengelolaan sampah yang ekonomis. Kegiatan ini diikuti lebih dari 20 warga yang antusias menyimak materi serta memberikan komitmen mendukung jalannya bank sampah.

“Diusahakan setelah adanya sosialisasi ini, saya sudah bisa mendapat gambaran warga dalam pembentukan pengurus bank sampah. Jika program ini terlaksana dengan baik dan berlanjut, nanti saya kasih pupuk gratis di kedinasan khusus untuk RT 03 RW 02 Banjarbendo,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Eko sangat mengapresiasi program KKN UNUSIDA yang menghadirkan banyak program inovatif. Dengan mengusung tema ‘Rukun Tetangga Peduli Sampah’, mahasiswa KKN 07 UNUSIDA menegaskan komitmen untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran warga tentang pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan Banjarbendo. Selain itu, pihaknya merasa sangat terbantu oleh mahasiswa KKN dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang guyub dan rukun antar tetangga.

“Ini sangat bermanfaat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga bisa mendapatkan tambahan dana kas RT untuk kebutuhan bersama. Meski kecil, program ini harus tetap dijalankan sesuai prosedur dan keberlanjutan,” tegasnya. (MY)

Pembukaan dan Pelepasan KKN UNUSIDA BERDAYA 2025 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Pembukaan dan Pelepasan Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2025, Ratusan Mahasiswa Siap Mengabdi di RT

Sidoarjo – Sebanyak 28 kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi dilepas oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (23/7/2025). Acara ini menjadi penanda dimulainya pengabdian 492 mahasiswa yang akan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2025 kali ini mengusung tema ‘Rukun Tetangga Membangun Desa’ yang menjadi momentum untuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Para peserta yang berasal dari lima fakultas di UNUSIDA akan menyebar ke 23 Rukun Tetangga (RT) di berbagai pelosok Sidoarjo, satu kelompok KKN tematik dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), satu kelompok di Desa Binaan UNUSIDA, serta tiga pondok pesantren mitra.

Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo, H. Subandi menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan KKN yang digagas UNUSIDA. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat berbasis potensi lokal.

“Saya bangga dengan semangat mahasiswa UNUSIDA yang siap hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung pembangunan berbasis pemberdayaan,” ujarnya.

Subandi berharap para mahasiswa tidak sekadar menjadi pelengkap program desa, namun mampu menghadirkan semangat kolaborasi yang membangun. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi teladan dalam sikap dan tindakan, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas pengabdian.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan serta bimbingan kepada para mahasiswa.

“Meskipun hanya berlangsung beberapa minggu, percayalah bahwa tindakan kecil yang tulus akan berdampak besar dalam jangka panjang. Berbaurlah dengan bijak, pulanglah dengan pengalaman berharga,” tuturya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H. Fatkul Anam, M.Si., menegaskan bahwa KKN bukan hanya program akademik rutin, melainkan juga wahana pengasahan karakter, kepedulian sosial, dan inovasi mahasiswa.

“Melalui KKN BERDAYA, mahasiswa harus mampu membawa solusi nyata, menjalin kerja sama dengan masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong di setiap titik pengabdian,” jelasnya.

Ia berharap, para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya membawa nilai-nilai Pancasila, ilmu pengetahuan, semangat ekonomi kerakyatan, serta memperkuat kepercayaan dan hubungan sosial di lingkungan tempat mereka mengabdi.

“Jadilah duta perubahan yang tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai luhur bangsa di masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian UNUSIDA dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, UNUSIDA meraih penghargaan atas kontribusinya dalam pengabdian masyarakat, di tahun yang sama, mahasiswa juga berhasil mencatatkan sejumlah karya intelektual melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan KKN.

“Pengabdian yang kita lakukan bukan hanya berhenti pada aktivitas lapangan, tapi harus terdokumentasi dan diwariskan menjadi pengetahuan berharga. Ini adalah organisasi sosial akademik yang harus dipertahankan dan diwariskan dari tahun ke tahun. Dan itu adalah tugas kalian,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat, serta seluruh stakeholder yang telah mendukung terlaksananya program KKN tahun ini. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan keikhlasan.

“Selamat bekerja dan menjalankan KKN. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan kelancaran dalam setiap langkah kalian. Jadikan momen ini sebagai bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya. (MY)

Pembekalan KKN UNUSIDA Berdaya 2025 (Foto: Humas Unusida)

Ratusan Mahasiswa Ikuti Pembekalan KKN UNUSIDA Berdaya 2025

Ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2022 antusias mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA Berdaya 2025, yang dipusatkan di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (25/6/2024).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, mengatakan kegiatan pembekalan ini menjadi awal penting bagi ratusan mahasiswa yang akan terjun langsung ke masyarakat untuk menjalankan pengabdian di berbagai desa mitra.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut, menjelaskan KKN tahun ini mengangkat tema ‘Rukun Tetangga, Membangun Desa’ yang menekankan pentingnya membangun harmoni sosial di tingkat paling dasar masyarakat, yaitu antar tetangga.

“Melalui tema ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen penggerak perubahan sosial dan pembangunan berbasis komunitas yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Elsa menyampaikan bahwa mahasiswa KKN harus hadir sebagai solusi atas persoalan desa, bukan sekadar menjalankan program seremonial. Mereka didorong untuk menggali potensi lokal, membangun kolaborasi dengan mitra desa, dan menciptakan program yang berdampak nyata serta berkelanjutan.

“Dengan semangat ‘UNUSIDA Berdaya’, mahasiswa ditantang untuk berinovasi, berempati, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat desa. Oleh karena itu, mahasiswa harus menghadirkan solusi di tengah masyarakat nantinya,” tuturnya.

Kegiatan pembekalan KKN UNUSIDA 2025 kali ini menghadirkan pemateri dari berbagai bidang, diantaranya Kepala Laboratorium Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Dr. Muchammad Helmi Umam, S.Ag., M.Hum, Analis Kebijakan Hukum Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo Ulil Shilia Budi Ardianti, S.STP, dan Ketua Rukun Warga (RW) 10 Desa Pepe Sedati H M Arif.

Para pemateri memberikan pembekalan kepada mahasiswa, tentang etika bermasyarakat, tips manjalin komunikasi yang baik, perencanaan program kerja tepat guna, pengenalan struktur di desa, hingga penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Dalam pemaparannya, Dr. Helmi Umam menekankan pentingnya mahasiswa mengenali potensi diri sebelum terjun menghadirkan solusi di tengah masyarakat desa. Ia mengajak mahasiswa untuk menganggap KKN bukan sekadar pengabdian temporer, tetapi juga ajang latihan kepemimpinan sosial, empati, dan aktualisasi diri.

“Sebelum kita menyusun program, kita perlu mengenal diri sendiri: kelebihan, minat, nilai, dan kapasitas yang dimiliki. Dengan begitu, solusi yang kita tawarkan tidak hanya logis, tapi juga relevan dan aplikatif,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun komunikasi yang humanis dan pendekatan partisipatif dalam menjalankan program KKN. Menurutnya, keberhasilan KKN sangat ditentukan oleh kepekaan sosial dan kemampuan mahasiswa membangun kepercayaan dengan warga.

“Datanglah bukan sebagai yang paling tahu, tetapi sebagai pembelajar yang siap bekerja sama dengan masyarakat. Hadirkan program kerja dengan pendekatan berbasis potensi lokal dan keberlanjutan.,” pungkasnya. (MY)

Penganugerahan kelompok terbaik KKN Unusida Berdaya 2024 (Foto: Humas Unusida)

Expo KKN Unusida Berdaya 2024, Tampilkan Hasil Karya dan Program Kerja Mahasiswa

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) angkatan 2021 telah menyelesaikan masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024. Tahun ini, Unusida memberangkatkan 475 mahasiswa untuk program KKN Unusida Berdaya yang disebar ke dalam 5 fokus kegiatan.

Pertama, penempatan di 31 RT di Sidoarjo yang merupakan pemenang lomba RT Dinas PMD, yaitu 6 pemenang RT Jimpitan, 6 pemenang RT Sehat, 7 pemenang RT Asri, 6 pemenang RT Berbudaya, dan 6 pemenang RT Mandiri .

Kedua, Kawasan wisata di Sedati di 3 desa yakni Desa Gisik Cemandi, Desa Tambak Cemandi dan Desa Banjar Kemuning. Ketiga, Fasilitas umum kerja sama dengan Dinas Perikanan Sidoarjo di Kawasan Depo Pasar Ikan Sidoarjo.

Keempat, KKN di 2 pondok pesantren yakni Pondok Pesantren Nurul Ikhlas dan Pondok Pesantren Al Hidayah. Kelima, KKN tematik dari Fakultas Ilmu Komputer (Filkom).

Setelah menjalani program KKN Unusida yang dibuka sejak bulan Juli-Agustus lalu, mahasiswa dituntut untuk menampilkan hasil karya dan program kerja dalam kegiatan Expo KKN Unusida. Kegiatan ini diselenggarakan di Hall Kampus 2 Lingkar Timur Sidoarjo, Selasa (03/09/2024).

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyampaikan bahwa Expo KKN hari ini menjadi momen untuk evaluasi dan menampilkan hasil karya dan program kerja selama KKN 2024 yang tersebar di desa-desa tujuan. Juga sebagai bentuk apresiasi terhadap jerih payah mahasiswa dalam mengenalkan Unusida di tengah masyarakat.

“KKN menjadi tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa dalam rangka melengkapi tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian masyarakat,” katanya.

Ia menyampaikan banyak terima kasih terhadap pihak-pihak yang turut menyukseskan KKN Unusida. Pihaknya mengingatkan bahwa KKN bukan tugas akhir dari seorang mahasiswa. Akan tetapi keberlanjutan terhadap program-program yang menyentuh masyarakat

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan fasilitas dalam membuka ruang-ruang publik untuk mahasiswa Unusida,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KKN Unusida, Achmad Wahyudi mengatakan, Expo hasil KKN menjadi ajang menampilkan potret aset potensi di tempat tujuan KKN kali ini. Ia berharap, luaran penting dari program KKN tidak hanya di masyarakat desa, akan tetapi juga bagi mahasiswa dalam rangka implementasi materi serta menumbuhkan rasa peduli sosial terhadap lingkungan sekitar.

Dalam Expo KKN tersebut, mahasiswa menampilkan dan menyampaikan program kerja dan hasil karya selama menjalani KKN, di antaranya seperti penambahan fasilitas umum, branding UMKM dan potensi wisata desa, pemanfaatan teknologi, pemeliharaan lingkungan, digitalisasi informasi, pengelolaan sampah, revitalisasi infrastruktur desa, serta edukasi pendidikan.

“Alhamdulillah KKN Unusida 2024 berjalan dengan baik dan lancar, yang penting adalah peran serta mahasiswa Unusida untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” terangnya.

 

(my)

WEBINAR PEMBEKALAN KKN TAHUN 2020 1

WEBINAR PEMBEKALAN KKN TAHUN 2020

WEBINAR PEMBEKALAN KKN TAHUN 2020 2

Assalamualaikum wr. wb.

Diberitahukan kepada mahasiswa UNUSIDA yang menjadi peserta KKN Tahun 2020 dapat mengikuti kegiatan pembekalan program KKN melalui webinar menggunakan aplikasi ZOOM Meeting yang akan dilaksanakan pada :

Hari : Jumat, 10 Juli 2020
Pukul : 13.30 WIB s/d 15.30 WIB
Link : https://bit.ly/2ZKv9fW
Meeting ID : 712 0350 8106
Password : UNUSIDA

Demikian pemberitahuan yang bisa kami sampaikan.
Terima Kasih….

Wassalamualaikum wr. wb.