Pos

pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd. (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Demokrasi Kampus Berintegritas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan pelantikan pengurus Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) periode 2026–2027 di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Ketua pelaksana, Fahrul Syah Alam, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan pengurus baru agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan baik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan amanah demi terwujudnya demokrasi kampus yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Fahrul menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pihak terkait, Presiden Mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi seluruh panitia dalam mempersiapkan acara pelantikan.

“Demokrasi kampus harus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya pemimpin mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan mahasiswa.

Menurutnya, pengurus KPU-M dan Bawaslu-M yang baru diharapkan mampu membawa suasana demokrasi kampus yang lebih segar, jujur, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Harus ada kejujuran, ada keikhlasan untuk bekerja dan mengabdi kepada kampus. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan bisa membawa angin demokrasi yang lebih segar, lebih berkomitmen, dan lebih jujur di kampus yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KPU-M memiliki peran penting dalam menyelenggarakan proses pemilihan pemimpin mahasiswa. Sementara itu, Bawaslu-M bertugas mengawasi jalannya proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dr. Ana juga mengingatkan agar seluruh pengurus menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi, termasuk upaya memengaruhi pilihan melalui pendekatan yang tidak semestinya.

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan mahasiswa tetap berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dapat mencederai demokrasi itu terjadi. Kita ingin mahasiswa UNUSIDA benar-benar belajar berdemokrasi dengan baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ana turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPU-M dan Bawaslu-M periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada kepengurusan periode 2026–2027.

“Kami harap, pelantikan ini menjadi awal bagi penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di UNUSIDA. Melalui peran KPU-M dan Bawaslu-M, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik organisasi,” pungkasnya.

Prosesi Pelantikan KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Tahun 2025-2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik, Siap Kawal Pemira 2025 yang Berintegritas

Sidoarjo – Tonggak sejarah baru demokrasi kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) telah terukir. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) UNUSIDA periode 2025 resmi dilantik pada Selasa (15/7/2025). Acara yang digelar di Auditorium Lantai 5 UNUSIDA ini menjadi penanda dimulainya persiapan pesta demokrasi mahasiswa dalam Pemilu Raya (Pemira) UNUSIDA mendatang.

Pelantikan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, perwakilan dosen, organisasi mahasiswa, serta mahasiswa UNUSIDA dari berbagai program studi. Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan rektor tentang penetapan pengurus KPU-M dan Bawaslu-M, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama Pemira. Ia berpesan agar menjaga semangat untuk terus berprestasi dan membawa nama baik kampus.

“Semoga Pemira tahun ini tanpa ada gesekan-gesekan antar teman. Bahwasanya ini adalah salah satu pembelajaran buat mahasiswa, harapannya agar bisa meningkatkan soft skill untuk bisa diterapkan di dunia masyarakat,” tuturnya.

Ia memiliki harapan besar untuk kemajuan UNUSIDA melalui program inovatif Ormawa. Pelantikan KPU-M dan Bawaslu-M kali ini menjadi sebuah fondasi penting untuk mewujudkan Pemira kampus yang demokratis, jujur, dan adil.

Melalui proses ini, UNUSIDA berkomitmen untuk mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni.

“Semoga UNUSIDA tembus 100 besar di Simkatmawa. Melalui Pemira Ormawa menjadi ajang pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berorganisasi, bernegosiasi, dan kepemimpinan, yang semuanya merupakan soft skill krusial dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Tampak suasana khidmat menyelimuti saat para pengurus baru mengikrarkan janji untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh integritas dan profesionalisme. Pemilihan waktu pelantikan yang lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan komitmen UNUSIDA untuk memastikan persiapan Pemira berjalan lebih matang dan terencana.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA, Muhammad Burhanuddin Robbani mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Ia sangat optimis terhadap kepengurusan baru ini dapat berkomitmen untuk mengawal Pemira agar dapat berjalan lancar, adil, dan tanpa gesekan..

“Dengan adanya estafet organisasi ini, kami berharap dapat membawa dampak baik bagi UNUSIDA dan melahirkan gebrakan-gebrakan baru yang bisa membawa dampak positif bagi UNUSIDA ke depannya,” ujarnya.

Senada, Koordinator Komisi D Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA Rizal Idul Fitrianto menekankan pentingnya persiapan yang matang demi suksesnya Pemira. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk membentuk pengurus KPU-M dan Bawaslu-M sedini mungkin agar memiliki waktu persiapan yang cukup.

“Dengan terbentuknya KPU-M dan Bawaslu-M tahun ini lebih cepat dari tahun kemarin, maka timeline-timeline tugas KPU dan Bawaslu akan berjalan dengan lancar dan tentunya lebih maju,” tegas Rizal.

Dengan terbentuknya kedua lembaga ini lebih awal, tahapan Pemira nantinya dapat tersusun dengan baik, dimulai dari sosialisasi, pendaftaran calon, kampanye, hingga pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara.

“Pemira menjadi ajang krusial untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses demokrasi kampus, tumbuhnya kesadaran akan pentingnya hak pilih, serta lahirnya pemimpin-pemimpin mahasiswa yang berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (MY)