Pos

Plt. Rektor UNUSIDA saat menandatangani MoU dan PKS bersama Mitra Pegadaian (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan Pegadaian, Perkuat Sinergi dan Buka Peluang Layanan Keuangan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) Area Surabaya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan Tabungan Emas dan Arrum Multiguna di Ruang Pertemuan Gedung B, Kampus UNUSIDA Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Layanan Tabungan Emas menjadi salah satu bentuk akses investasi yang dapat dikenalkan kepada civitas akademika, sementara layanan Arrum Multiguna membuka peluang pemanfaatan layanan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan. Menurutnya, penandatanganan MoU dan PKS bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk menghadirkan manfaat nyata melalui implementasi program bersama.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. MoU dan PKS yang telah disepakati harus dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi civitas akademika UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebuah kemitraan akan memiliki arti lebih besar ketika diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan program yang dapat dirasakan manfaatnya. Oleh karena itu, UNUSIDA berharap sinergi dengan Pegadaian dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto berharap kolaborasi tersebut dapat turut mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan kampus. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh civitas akademika dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan semakin beragamnya layanan keuangan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap civitas akademika UNUSIDA dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai layanan keuangan sekaligus memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkannya secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Kerja sama antara UNUSIDA dan Pegadaian menjadi langkah strategis dalam mempertemukan potensi dunia pendidikan dengan dunia industri. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki wawasan luas, sementara dunia industri dapat menjadi mitra dalam memberikan pengalaman, pengetahuan, serta akses terhadap berbagai layanan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks layanan keuangan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran bagi civitas akademika untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan dan layanan keuangan. Dengan meningkatnya pemahaman, mahasiswa dan civitas akademika diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, terukur, dan sesuai kebutuhan.

Penguatan literasi keuangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian. Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dapat membantu seseorang dalam merencanakan kebutuhan, menentukan prioritas, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Melalui kemitraan ini, ia mendorong untuk dapat menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah bagi civitas akademika. Tidak hanya berorientasi pada kemudahan akses terhadap layanan, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan untuk berbagai kegiatan edukatif yang mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa.

Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri juga memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan zaman. Dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas.

“Bagi kami, perluasan jejaring kemitraan menjadi salah satu upaya untuk terus menghadirkan peluang kolaborasi yang berdampak. Kerja sama dengan berbagai lembaga dan dunia industri diharapkan mampu mendukung pengembangan institusi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi civitas akademika,” ungkapnya.

Dengan adanya MoU dan PKS bersama Pegadaian, ia memiliki komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguatkan. Kesepakatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai peluang kolaborasi baru di masa mendatang yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi kedua institusi. Ia optimistis dapat membangun kolaborasi yang saling memberikan manfaat sekaligus menciptakan peluang baru dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kesejahteraan civitas akademika UNUSIDA di masa mendatang.

“Semoga ke depan kemitraan ini dapat terus tumbuh menjadi sinergi yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi civitas akademika,” pungkasnya.

INISNU Temanggung Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Komitmen Tumbuh Bersama, UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan INISNU Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Benchmarking INISNU Temanggung dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., meneguhkan komitmen bersama untuk membangun jejaring kolaboratif yang berkelanjutan, meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, serta memperkuat kontribusi PTNU dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pihaknya sangat menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama PTNU untuk tumbuh dan maju secara kolektif. Sinergi antarperguruan tinggi NU dinilai penting dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi serta memperkuat peran PTNU dalam melayani umat dan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Menurutnya, pertukaran informasi tidak boleh berhenti pada forum formal semata, tetapi harus terus terjalin dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.

“Jangan lupa untuk saling bertukar nomor telepon, agar kita bisa terus meninjau perkembangan kedua institusi, saling berkabar, dan menyambung silaturrahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem penjaminan mutu internal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi pertukaran praktik baik dan penguatan kapasitas kelembagaan antar-PTNU.

Pihaknya mengaku telah banyak mengantongi banyak ilmu untuk segera merealisasikan berbagai hasil pembelajaran dan benchmarking kali ini. Menurutnya, hasil tersebut akan mulai diwujudkan dalam waktu dekat dan menjadi program prioritas (PR) pada tahun pertama kepemimpinannya.

Ia menyampaikan bahwa penguatan mutu layanan pendidikan menjadi fokus utama, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi dan sistem digital sebagai solusi strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola kampus.

“Tidak salah kami kesini, banyak ilmu dan pengalaman sudah kami kantongi. Tinggal bagaimana ini diwujudkan dalam langkah nyata. Salah satu solusinya adalah melalui penguatan sistem aplikasi, karena mau tidak mau perguruan tinggi hari ini harus berdiri di atas sistem yang kuat dan terukur,” terangnya.

Ia menilai bahwa kondisi keterbatasan justru harus dijadikan modal untuk berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Temanggung. “Dalam manajemen modern, lembaga pendidikan itu tidak boleh statis. Salah satu indikator lembaga yang sehat adalah terus bergerak, bertransformasi, dan belajar,” pungkasnya. (MY)

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 1

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.