Pos

Dekan FILKOM beserta Kaprodi DKV UNUSIDA saat membuka KASINEMA 24 (Foto: Humas UNUSIDA)

DKV UNUSIDA Gelar KASINEMA 24, Tampilkan Film Pendek Karya Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan KASINEMA ’24, sebuah ajang pemutaran film pendek karya mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembelajaran mata kuliah Videografi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 506 Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa-Kamis (14–16/7/2026).

Melalui KASINEMA ’24, penonton diajak menikmati beragam film pendek hasil kreativitas mahasiswa DKV UNUSIDA, di antaranya Parasosial, Titik Balik, Come and Go, Rumpang, Perfect, dan Sesal.

Kepala Program Studi DKV UNUSIDA, Putra Uji Deva Satrio, menjelaskan bahwa seluruh film yang diputar merupakan hasil Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Videografi yang dikemas secara profesional agar layak dinikmati oleh masyarakat luas. Ia berharap kegiatan  menjadi ruang apresiasi sekaligus media edukasi mengenai perkembangan industri film pendek di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap film pendek. KASINEMA ’24 menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa karya mahasiswa DKV UNUSIDA memiliki kualitas yang luar biasa dan tidak kalah dengan karya mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mungkin selama ini yang kurang hanya eksposurnya, padahal dari poster hingga teaser yang dibuat sudah sangat menarik perhatian penonton,” ujarnya.

Menurutnya, KASINEMA ’24 tidak hanya menjadi ajang penayangan karya, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada publik. Melalui apresiasi dan masukan dari penonton, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di industri kreatif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan kemampuan mahasiswa kepada masyarakat.

“Karya yang bagus harus berani ditampilkan. Jangan hanya mahir membuat film, tetapi juga harus mampu mempresentasikan, mempromosikan, dan mengajak masyarakat untuk menontonnya. Di era digital saat ini, kemampuan membangun promosi dan menarik perhatian publik menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi seorang kreator,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi pendukung, mulai dari penyajian audio visual, pengemasan karya, hingga strategi promosi melalui berbagai platform digital. Menurutnya, kualitas sebuah karya akan memberikan dampak yang lebih luas apabila mampu menjangkau lebih banyak penonton.

“Melalui penyelenggaraan KASINEMA ’24, kami berharap akan tercipta ruang apresiasi yang mampu mempertemukan karya mahasiswa dengan masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan kompetitif. Selain menjadi bagian dari proses akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat budaya berkarya, berkolaborasi, dan membangun ekosistem industri kreatif di lingkungan kampus,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA saat Mengunjungi SWAKARYA 2026, Pameran Tugas Akhir Mahasiswa DKV UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa DKV UNUSIDA Gelar Swakarya Pameran Tugas Akhir, Tampilkan Puluhan Karya Kreatif

SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Swakarya: Pameran Tugas Akhir Mahasiswa yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (25–27 Juni 2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa angkatan 2022 untuk memamerkan hasil karya terbaik mereka sebelum memasuki tahapan akhir akademik berupa ujian skripsi, yudisium, dan wisuda.

Pameran yang digelar di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA tersebut menampilkan beragam karya kreatif mahasiswa DKV, mulai dari branding, ilustrasi, desain kampanye, fotografi, videografi, hingga berbagai karya visual yang lahir dari proses riset dan perancangan selama masa studi.

Dosen DKV sekaligus pembimbing tugas akhir, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa yang telah berhasil mencapai tahap pameran tugas akhir. Menurutnya, perjalanan hingga titik ini tidaklah mudah dan membutuhkan konsistensi serta kesungguhan yang tinggi.

“Setelah pameran ini, tahapan berikutnya adalah ujian skripsi, kemudian yudisium dan wisuda. Artinya, kalian tinggal menyelesaikan beberapa langkah terakhir sebelum resmi menjadi sarjana,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 66 mahasiswa angkatan 2022, hanya sekitar 35 mahasiswa yang berhasil mencapai tahap pameran tugas akhir saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan semata, tetapi juga oleh komitmen dan konsistensi dalam menjalani proses.

“Banyak orang yang terlihat lebih hebat, tetapi belum tentu mampu bertahan hingga akhir. Yang membawa kalian sampai di sini adalah kesungguhan, kerja keras, dan konsistensi. Modal itulah yang nantinya juga akan sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menekankan bahwa pameran merupakan bagian penting dalam disiplin ilmu DKV yang berbasis seni dan komunikasi visual.

“DKV adalah rumpun keilmuan seni. Karena itu karya harus ditampilkan dan dikomunikasikan kepada publik. Pameran menjadi sarana untuk menunjukkan hasil proses kreatif yang selama ini dikerjakan mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Arda, kegiatan pameran tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, industri kreatif, hingga calon pengguna jasa desain yang berkunjung ke lokasi pameran.

“Kalau pameran, tentu harus ada yang dipamerkan. Karya-karya mahasiswa inilah yang menjadi bukti kompetensi mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan dapat melibatkan lebih banyak pihak dari luar kampus sehingga karya mahasiswa semakin dikenal luas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mampu menjaga kualitas sekaligus menyelesaikan studi tepat waktu.

“Masuk UNUSIDA harus bermutu dan lulus tepat waktu. Khusus di DKV, mutu itu dibuktikan melalui karya. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa telah menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun profesional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian dan keberanian mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan keberanian untuk menunjukkan hasil karya kepada publik.

“Jangan takut menunjukkan karya. Jangan berkecil hati. Kalian sudah berani memamerkan hasil kerja keras kepada masyarakat. Itu adalah langkah awal yang sangat penting untuk memasuki dunia profesional,” tuturnya.

Selain pameran karya, SWAKARYA 2026 juga menghadirkan seminar bersama praktisi kreatif yang membagikan pengalaman dan wawasan mengenai dunia industri kreatif. Pada hari pertama, seminar menghadirkan Habib Maulana, S.Ds. dengan tema Every Perspective Tells Motions. Sementara pada hari kedua, Charis Shodiq, S.Ds. berbagi materi bertajuk Menata Karier Pekerja Kreatif di Era Industri Digital.

Pameran ini dibuka untuk umum yang menjadi ruang apresiasi sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan menyelesaikan studi dengan mutu yang baik serta tepat waktu.

Pameran Visualistation VIII DKV Unusida (Foto: Istimewa)

DKV UNUSIDA Sukses Gelar Pameran Visualistation XIII, Padukan Kearifan Lokal dan Semangat Modern

Sidoarjo – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) sukses menggelar pameran tahunan bertajuk Visualistation XIII yang kali ini mengusung tema ‘Javanism in Modernization‘ yang dipusatkan di Rumah Budaya Sidoarjo, Jum’at-Ahad (25-27/7/2025). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi wadah kreatif mahasiswa untuk mengekspresikan perpaduan nilai-nilai budaya Jawa dengan unsur modernitas melalui beragam karya visual dan pertunjukan seni.

Pameran ini tidak hanya menampilkan hasil karya dan eksplorasi visual mahasiswa, tetapi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan interaktif yang melibatkan publik. Beberapa contoh karya seni dipamerkan Visualistation XIII diantaranya poster budaya, motion graphic, desain kemasan produk lokal, fotografi, karakter wayang modern, katalog desain merchandise, hingga typography aksara jawa modern.

Tak hanya pameran karya, beragam agenda turut menghidupkan suasana Visualistation XIII, di antaranya:

  • Lomba Live Art dan Live Mural yang memperlihatkan langsung proses kreatif seniman muda dalam menginterpretasikan tema ‘Javanism in Modernization‘,

  • Seminar Menggambar Ilustrasi yang diisi oleh ilustrator profesional dan memberikan wawasan tentang teknik, karakter, dan visual storytelling,

  • Talkshow DKV yang menghadirkan praktisi industri kreatif untuk berbagi pengalaman dan perkembangan dunia desain saat ini,

  • Talkshow Branding yang membahas strategi branding kontemporer yang tetap menghargai identitas budaya lokal,

  • Talkshow Kebudayaan Jawa, sebagai bentuk refleksi pentingnya melestarikan budaya di tengah arus globalisasi,

  • Blind Date Art, sebuah konsep interaktif yang mempertemukan pengunjung dengan karya seni secara acak, membangun pengalaman emosional yang unik,

  • Stand-up Comedy yang memberikan sentuhan hiburan ringan dan menyegarkan,

  • Live Music dari musisi lokal dan mahasiswa yang turut menghidupkan suasana malam akhir pameran ini.

Ketua Himpunan Mahasiswa DKV UNUSIDA, Muhammad Ainul Falah menyampaikan bahwa tema tahun ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Jawa yang tetap relevan meskipun zaman terus bergerak maju.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal tidak harus terpinggirkan oleh modernisasi. Justru, keduanya bisa saling melengkapi dan menghasilkan karya yang kaya makna,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Ia mengungkapkan, Pameran Visualistation XIII ini menjadi bukti bahwa mahasiswa DKV tidak hanya piawai dalam desain, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kemampuan merespons isu-isu kontemporer.  Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan juga menjadi media eksplorasi identitas dan refleksi nilai-nilai lokal yang dibingkai dalam bahasa visual yang relevan dengan zaman.

Melalui tema Javanism in Modernization ini yang menjadi wujud kegelisahan sekaligus harapan para desainer muda dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan adaptif di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup global. Dengan perpaduan budaya dan modernitas, acara ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung umum, pegiat seni, hingga akademisi.

“Kami ingin membuktikan bahwa budaya Jawa bukan sesuatu yang kuno atau usang, tapi justru bisa menjadi inspirasi utama dalam menciptakan karya-karya desain yang progresif dan bermakna,” ungkapnya. (MY)

Pameran Makaryo Tugas Akhir Mahasiswa DKV UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Pameran Ma-Karyo DKV UNUSIDA: Selebrasi Kreativitas Mahasiswa Akhir

Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar pameran tugas akhir bertajuk ‘Ma-Karyo Exhibition’ sebagai bagian dari puncak perjalanan akademik mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, Senin-Kamis (7-9/7/2025) di Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo.

Ketua Program Studi DKV UNUSIDA, Putra Uji Deva Satrio, menyampaikan bahwa seluruh karya yang dipamerkan adalah bagian dari Tugas Akhir mahasiswa dan menjadi penilaian dalam sidang akhir kelulusan.

Menurutnya, Ma-Karyo tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya seni, tetapi juga membuka ruang dialog antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat mengenai nilai, pesan, dan proses di balik setiap karya. Dengan keberagaman tema dan pendekatan visual, pameran ini menghadirkan pengalaman visual yang inspiratif dan edukatif.

“Ini adalah hasil jerih payah mahasiswa selama menempuh pendidikan. Pameran ini adalah bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus perayaan atas proses panjang mereka dalam menciptakan karya,” tandasnya.

Melalui pameran ini, Ia menegaskan komitmen DKV UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam mencetak desainer muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual. Ma-Karyo menjadi bukti nyata bahwa desain bukan sekadar media visual, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan yang kuat dan membangun perubahan.

“Alhamdulillah, saya senang dan bangga karena mahasiswa dapat mengemas pameran dengan makna yang mendalam. Hal ini yang menjadi nilai lebih dalam membuat desain visual yang menyampaikan suatu pesan tertentu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pameran ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Mahfudzil Asror, yang menyampaikan rasa bangga atas pencapaian mahasiswa DKV. Melalui pameran ini, keberadaan mahasiswa DKV UNUSIDA dapat membantu branding usaha maupun produk masyarakat menjadi lebih menjual.

“Seni adalah ekspresi jiwa. Setiap karya yang ditampilkan mencerminkan keindahan yang datang dari hati. Ini sejalan dengan sabda Nabi: ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.’ Semoga pameran ini menjadi inspirasi, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas,” tuturnya.

Sementara itu, ketua pelaksana, Muhammad Rif’an Alifudin, menjelaskan bahwa Ma-Karyo merupakan wujud semangat mahasiswa dalam berinovasi serta mengaktualisasikan diri melalui karya-karya desain yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga sarat makna.

“Ma-Karyo menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menciptakan karya yang memiliki cerita dan dampak,” ujarnya.

Ia mengatakan, pameran ini menjasi ajang ekspresi dan representasi hasil proses pembelajaran selama masa studi. Olah karena itu, Ma-Karyo ini menjadi bentuk konkret dari kerja keras, inovasi, dedikasi, dan kreativitas mahasiswa DKV dalam menuangkan gagasan menjadi karya visual yang bermakna.

“Pameran ini bukan sekadar ajang memamerkan karya, melainkan perwujudan semangat, ide, dan kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi visual atas isu-isu aktual melalui media desain,” katanya.

Ia menjelaskan, Ma-Karyo merupakan akronim dari Mahasiswa Akhir dan karya dalam Bahasa Jawa. Secara filosofis, kata ini juga bermakna berkarya atau bekerja, mencerminkan proses panjang mahasiswa dalam berpikir, merancang, dan mencipta.

Karya yang dipamerkan hadir dalam berbagai medium: mulai dari perancangan identitas visual, kampanye sosial, desain media digital, UI/UX, ilustrasi, hingga eksperimen visual. Setiap karya bukan hanya menonjolkan aspek estetis, tetapi juga mengandung pesan, fungsi, dan nilai strategis dalam konteks komunikasi visual.

Pameran ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa DKV UNUSIDA dalam mengeksekusi ide menjadi karya yang bernilai. Lebih dari itu, Ma-Karyo menjadi ruang transisi dari dunia akademik ke ranah profesional, di mana mahasiswa menunjukkan identitas kreatif dan kesiapan mereka untuk berkontribusi di industri kreatif.

“Dengan semangat berkarya untuk berdampak, pameran ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-11 UNUSIDA yang terus mendukung tumbuhnya talenta muda kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (MY)