Pos

Dr. H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd.I., dosen Program Studi PIAUD, sebagai Pengurus Harian Bidang Pendidikan, Olahraga, dan Kebudayaan dan Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dosen Program Studi Teknik Lingkungan, turut dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Forum TJSLP Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Pengurus Forum TJSLP Sidoarjo, Siap Dukung Pembangunan Daerah

SIDOARJO — Dua dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengukuhan pengurus Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (29/10/2026).

Dua dosen UNUSIDA yang dikukuhkan yakni Dr. H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai Pengurus Harian Bidang Pendidikan, Olahraga, dan Kebudayaan. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dosen Program Studi Teknik Lingkungan, turut dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Forum TJSLP Kabupaten Sidoarjo.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu instrumen pendukung pembangunan daerah.

H. Ali Masykuri yang juga sebagai Wakil Rektor 3 UNUSIDA tersebut menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah tersebut dan berkontribusi dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Sidoarjo, khususnya melalui penguatan bidang pendidikan, olahraga, dan kebudayaan.

Menurutnya, Forum TJSLP memiliki peran strategis sebagai ruang komunikasi, koordinasi, konsultasi, dan evaluasi berbagai program CSR perusahaan. Melalui forum tersebut, pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat lebih terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

“Sinergi antara unsur pendidikan, korporasi, dan pemerintah daerah menjadi penting agar program CSR tidak berjalan secara parsial, melainkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Keterlibatan dosen UNUSIDA dalam kepengurusan Forum TJSLP juga memperkuat komitmen perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo tersebut, menjelaskan bahwa UNUSIDA memiliki potensi untuk mendorong akuntabilitas dan keterbukaan dalam perencanaan serta evaluasi program kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat membantu memastikan bahwa program-program CSR memiliki arah yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai pusat pemecahan masalah (problem solver) dengan mengarahkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab persoalan nyata di daerah, seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pengurangan angka pengangguran, hingga persoalan lingkungan.

“Pengembangan teknologi tepat guna dan inovasi lokal juga menjadi peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan. Melalui kompetensi akademik dan riset dosen, perguruan tinggi dapat menghadirkan gagasan serta solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk dalam pengelolaan lingkungan, energi terbarukan, serta pembangunan berkelanjutan,” terangnya.

Ia berharap, melalui forum ini akan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri. “Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi UNUSIDA untuk memperluas kontribusi kelembagaan dalam pembangunan daerah, sekaligus mewujudkan peran kampus sebagai mitra strategis, pusat inovasi, dan agen perubahan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.