Pos

Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd. saat menjadi narasumber dalam Seminar Spesial Hari Santri Nasional Tahun 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan HIPSI Sidoarjo Hadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026, Bahas Peluang Bisnis Produk Digital

SIDOARJO — Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026 bertema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas: Sharing Sukses Bisnis Produk Digital Zaman Now’ di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Hadir sebagai narasumber, Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.; Founder Santripreneur Academy Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.S.M.; serta Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya mendorong santri dan generasi muda untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan seminar kewirausahaan yang menjadi ruang inspirasi bagi peserta untuk mengenal peluang usaha di era modern.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang bagi santri untuk membangun usaha, mengembangkan produk, serta memperluas jangkauan pasar. Karena itu, santri perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ia berharap, melalui seminar tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai pengembangan bisnis produk digital, strategi membangun usaha di era modern, serta peluang santri untuk berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Seminar ini menjadi ruang inspirasi bagi santri dan generasi muda untuk mengenal peluang usaha di era digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Fidi menambahkan, pengembangan kewirausahaan di kalangan santri perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pengetahuan, membangun jejaring usaha, serta mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi digital. Bekal ilmu agama dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan kemampuan berinovasi, keberanian mengambil peluang, serta keterampilan mengelola usaha.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga mampu berinovasi, berwirausaha, serta mengambil peran dalam perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan kemandirian ekonomi santri merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Melalui kewirausahaan, ini menekankan santri tidak hanya mampu menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Momentum Hari Santri 2026 kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa. Semangat perjuangan santri perlu diwujudkan melalui kreativitas, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak santri yang berani memulai usaha, mengembangkan produk digital, serta menjadi generasi mandiri yang mampu menjawab tantangan ekonomi di era transformasi teknologi.

“Santri harus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” terangnya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA.

Workshop Kewirausahaan (Foto: Humas Unusida)

Tumbuhkan Minat dan Ide Kreatif Pengusaha Muda, Mahasiswa Unusida Dibekali Ilmu Kewirausahaan

Biro Kemahasiswaan & Alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menginisiasi kegiatan Workshop Kewirausahaan. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sosialisasi dan pendampingan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan minat dan ide kreatif mahasiswa dalam berwirausaha. Sesuai dengan tema ‘Mengembangkan strategi bisnis berkelanjutan di era digital: panduan untuk pengusaha muda’ ini dilaksanakan di Hall Kampus Unusida, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (06/08/2024).

Workshop tersebut diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022 yang diproyeksikan dapat mengikuti PM2W selanjutnya. Narasumber dalam workshop tersebut yaitu CEO dari K3 Consultant & Ori Fried Chicken, Ori Hariansyah, S.THI, S.PSI, M.SC.

Dalam kesempatan tersebut, Ori sapaan akrabnya, menceritakan awal mula merintis usahanya dengan motivasi dan semangat yang tinggi. Ia memiliki niat untuk dapat membantu dan membuka peluang kerja dan belajar bagi orang-orang di jalanan.

Menurutnya, orang-orang di jalanan jarang di rangkul dan kurang diperhatikan selama ini. Oleh karena itu, ia ingin memberikan harapan dan kesempatan untuk dapat mengubah hidup seseorang ke arah yang lebih baik, melalui ruang untuk bekerja dan melanjutkan belajar.

“Yuk kita mulai berwirausaha, suatu saat kita akan memetik buah dari hasil usaha kita. Jadi, orang lain kerja kita libur, orang lain libur kita liburan, orang lain gajian kita sudah bisa gaji orang,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa juga harus memiliki tekad yang kuat untuk memulai suatu usaha. Terlebih mahasiswa Unusida sudah didukung dan difasilitasi dengan baik. Sebab, sebuah usaha merupakan investasi untuk masa depan.

“Zaman kuliah dulu belum pernah kepikiran pingin jadi pengusaha. Alhamdulillah zaman ini sudah mulai melek berkarya berwirausaha ya, keren juga toh,” katanya.

Lebih lanjut, ia sangat mengapresiasi tagline Unusida sebagai kampus entrepreneurship. Kampus yang tidak hanya fokus menghasilkan akademisi, akan tetapi juga mendorong mahasiswanya untuk memiliki sebuah usaha.

“Arigato Unusida, kampus NU yang selalu support untuk urusan kewirausahaan bagi para mahasiswanya. Kampus yang memiliki karakter nahdliyin untuk semua kalangan,” ujarnya.

Ori berharap mahasiswa Unusida dapat menjadi pengusaha-pengusaha yang kreatif dan inovatif. Pengusaha yang dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

“Sejatinya pengusaha harus dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat dan lingkungan untuk berani berwirausaha,” pungkasnya.

(my)