Peringati Maulid Nabi, UNUSIDA Tanamkan Rasa Cinta Rasul dan Semangat Membangun Kampus Penuh Berkah
/in Berita/by UNUSIDA AuthorSIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar pengajian dan shalawatan di Plaza Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat ‘Cinta Nabi, Cinta NKRI’ tersebut diikuti sivitas akademika UNUSIDA serta sejumlah masyarakat. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, Arisy Kurwanto, mengatakan kegiatan Maulid Nabi merupakan momentum istimewa bagi keluarga besar UNUSIDA. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti istighotsah dan shalawatan sebenarnya telah menjadi bagian dari rutinitas di lingkungan kampus.
“Di samping kita tiap Jumat Kliwon ada istighotsah, juga ditutup dengan shalawatan. Tetapi ini menjadi momen istimewa karena berada di bulan Maulid,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bulan Rabiul Awal memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip pandangan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki bahwa sebelum kelahiran Rasulullah SAW, Rabiul Awal bukan termasuk bulan yang secara khusus memiliki keutamaan seperti empat bulan haram, bulan haji, maupun bulan-bulan hari raya.
“Berarti semenjak ada kelahiran Rasulullah SAW di bulan Rabiul Awal, maka Rabiul Awal menjadi bulan yang istimewa. Bahkan sampai ke Tanah Jawa dikenal sebagai bulan Maulud, bulan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW,” jelasnya.
Tabarrukan dengan Gedung B
Gus Arisy yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengungkapkan alasan dipilihnya Gedung B sebagai lokasi kegiatan. Selain karena kegiatan tersebut berdekatan dengan tempat yang selama ini digunakan untuk berdoa dan kegiatan keagamaan, pembangunan masjid UNUSIDA juga masih dalam proses.
Ia berharap keberadaan dan aktivitas keagamaan yang dilakukan di Gedung B dapat menjadi bentuk tabarrukan sekaligus tafa’ulan bagi perkembangan UNUSIDA.
Gus Arisy mengambil pelajaran dari perubahan Kota Yatsrib setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Rasulullah hijrah, Yatsrib merupakan sebuah kota yang belum menjadi pusat perhatian. Namun setelah Rasulullah SAW hijrah dan Islam berkembang di sana, kota tersebut menjadi pusat peradaban dan dikenal sebagai Madinah al-Munawwarah.
“Mudah-mudahan dengan sering dibacakan shalawat dan digelar peringatan Maulid seperti ini, kampus kita menjadi kampus yang bercahaya, Al-Munawwarah,” harapnya.
Menurutnya, harapan tersebut juga perlu diwujudkan melalui prestasi nyata seluruh elemen kampus. Slogan dan yel-yel kejayaan UNUSIDA, kata dia, harus diiringi dengan capaian konkret dari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.
“Sudah kita buktikan dengan banyak prestasi dari dosen-dosennya, tenaga kependidikannya, dan mahasiswanya. Prestasi secara lahir kita wujudkan, secara batin kita wujudkan dengan amaliah-amaliah istiqamah, mengawal dan melestarikan tradisi kemuliaan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya.
Ekspresi Cinta kepada Rasulullah
Gus Arisy menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diekspresikan dalam beragam bentuk.
Menurutnya, tradisi Maulid di tengah masyarakat memiliki banyak ragam, mulai dari pembacaan shalawat, marhaban, hingga berbagi makanan dan berbagai bentuk sedekah.
“Dalam rangka menumbuhkan cinta Nabi, ekspresinya macam-macam. Ada yang membuat doorprize, ada yang setelah marhaban berebut makanan yang dilempar. Itu merupakan ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Ia menilai peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan tersebut, yang dikemas melalui shalawatan dan tausiyah keagamaan.
Pada kesempatan itu, tausiyah disampaikan oleh KH Abdul Khobir, M.Pd.I, Wakil Katib PCNU Sidoarjo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Siwalanpanji. Kehadiran ulama muda tersebut diharapkan memberikan penguatan spiritual sekaligus menambah wawasan keislaman bagi sivitas akademika UNUSIDA.
Arisy berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan mampu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, keistiqamahan beribadah, semangat belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Semoga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus tumbuh di keluarga besar UNUSIDA, sehingga kampus ini tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam tradisi keagamaan dan akhlak,” pungkasnya.











