Pos

Proses pengecoran tiang-tiang di Lantai 3 Gedung B Komplek Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Pembangunan Kampus UNUSIDA Terus Berjalan, Gedung B Masuki Tahap Pengecoran Lantai 3

SIDOARJO — Pembangunan infrastruktur di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Lingkar Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, pembangunan Gedung B telah memasuki tahap pengecoran lantai 3 dari total rencana 7 lantai.

Kepala Biro Umum UNUSIDA, Ikhwan Abdillah, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa Gedung B diproyeksikan sebagai pusat perkuliahan sekaligus kantor pelayanan terpadu bagi seluruh civitas akademika.

“Pembangunan Gedung B saat ini sudah memasuki tahap pengecoran lantai 3. Sebelumnya, dua lantai telah selesai dan sudah dimanfaatkan untuk berbagai layanan mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, lantai yang telah difungsikan saat ini digunakan untuk berbagai unit pelayanan, di antaranya kehumasan, kemahasiswaan, keuangan, IT dan teknologi, sarana prasarana, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Dengan rencana pembangunan hingga 7 lantai, ia berharap dengan penambahan sarana prasarana di Gedung B mampu menunjang seluruh aktivitas akademik dan pelayanan secara lebih optimal ke depan.

“Pembangunan yang terus berjalan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang unggul, nyaman, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain Gedung B, UNUSIDA juga telah memiliki Gedung A yang terdiri dari 5 lantai. Ke depan, gedung tersebut akan difokuskan sebagai pusat kegiatan dosen dan mahasiswa, seperti ruang pertemuan, laboratorium, serta ruang kelas yang representatif.

Sementara itu, Muhammad Iqbal Annafi selaku panitia pembangunan menyampaikan bahwa proses pembangunan di kawasan kampus juga mencakup penyelesaian Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari serta penataan eksterior dan interior lingkungan kampus.

“Untuk pembangunan tahap selanjutnya akan dilanjutkan ke lantai 3. Kami menargetkan pembangunan ini dapat selesai pada bulan November. Insya Allah kami upayakan selesai pada bulan November,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya pembangunan dan penyempurnaan fasilitas kampus, mahasiswa akan semakin nyaman dalam menjalani aktivitas akademik.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan dan finishing yang baru, mahasiswa semakin nyaman, betah, dan semakin banyak yang beraktivitas di kampus ini. Harapan kami juga, kampus ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” pungkasnya.

Stefanny Imelda saat menjadi narasumber dalam Seminar Public Speaking FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dibekali Strategi Personal Branding dan Teknik Sukses Interview Kerja

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk ‘Stand Out from the Crowd: Seni Membangun Personal Branding lewat CV dan Sesi Interview’ di Auditorium Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Seminar menghadirkan praktisi sekaligus trainer pengembangan diri, Stefanny Imelda, yang membagikan berbagai strategi membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga teknik menghadapi sesi wawancara kerja agar mampu tampil percaya diri dan unggul di tengah persaingan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan personal branding merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

“Yang harus kita lakukan adalah membangun mental dan personal branding. Faktor komunikasi ini sangat penting karena ketika mahasiswa menjalani PKL maupun memasuki dunia kerja, hambatan yang paling banyak ditemui adalah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai survei dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholder), lulusan perguruan tinggi umumnya masih perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengaitkan pengalaman organisasi, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan selama kuliah sebagai bukti kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Beberapa stakeholder juga menyampaikan bahwa salah satu kekurangan lulusan adalah di aspek komunikasi. Bahkan ketika sudah diterima bekerja, mereka masih perlu dipoles lagi, terutama dalam menghadapi pelanggan, menyelesaikan komplain, dan berkomunikasi secara profesional, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang jasa,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif melalui komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhafidhah Novie juga mengapresiasi narasumber Stefanny Imelda yang dinilai memiliki pengalaman luas sebagai pembicara dan mentor di bidang pengembangan diri. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih matang dalam membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mampu menghadapi proses rekrutmen kerja dengan percaya diri sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia profesional.

“Beliau sudah luar biasa. Saya melihat kiprahnya melalui berbagai media sosial maupun kegiatan pelatihan. Kiprahnya sudah di level nasional, bahkan saya yakin ke depan akan semakin berkembang hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Stefanny Imelda menjelaskan bahwa proses wawancara kerja memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar.

“Nilai akademik yang tinggi belum tentu menjadi faktor utama diterima bekerja. Interview adalah penentunya. Pintar di kelas belum tentu pintar dalam bekerja, sehingga kemampuan menghadapi interview harus benar-benar dipersiapkan,” jelasnya.

TV Presenter JTV tersebut menekankan bahwa persiapan wawancara tidak dapat dilakukan secara mendadak. Menurutnya, setiap kandidat harus memahami diri sendiri, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta mampu menunjukkan karakter positif kepada perusahaan.

“Interview menjadi cara HRD untuk menilai apakah seseorang mengenal dirinya sendiri, memahami kompetensinya, memiliki loyalitas, dan mampu bekerja sama dengan tim,” katanya.

Stefanny juga membagikan strategi dalam menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara, seperti “Coba perkenalkan diri Anda” dan “Mengapa Anda tertarik bergabung di perusahaan ini?”

Menurutnya, banyak pelamar masih menjawab dengan cara yang terlalu umum, seperti menyebutkan nama, usia, atau tempat lahir, padahal informasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam CV.

“Saat memperkenalkan diri, jangan hanya mengulang data pribadi. Mulailah dengan menjelaskan aktivitas dan fokus yang sedang dijalani saat ini, kompetensi yang dimiliki, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Jawaban seperti itu akan lebih menarik perhatian HRD,” paparnya.

Dekan FILKOM beserta Kaprodi DKV UNUSIDA saat membuka KASINEMA 24 (Foto: Humas UNUSIDA)

DKV UNUSIDA Gelar KASINEMA 24, Tampilkan Film Pendek Karya Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan KASINEMA ’24, sebuah ajang pemutaran film pendek karya mahasiswa sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembelajaran mata kuliah Videografi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 506 Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa-Kamis (14–16/7/2026).

Melalui KASINEMA ’24, penonton diajak menikmati beragam film pendek hasil kreativitas mahasiswa DKV UNUSIDA, di antaranya Parasosial, Titik Balik, Come and Go, Rumpang, Perfect, dan Sesal.

Kepala Program Studi DKV UNUSIDA, Putra Uji Deva Satrio, menjelaskan bahwa seluruh film yang diputar merupakan hasil Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Videografi yang dikemas secara profesional agar layak dinikmati oleh masyarakat luas. Ia berharap kegiatan  menjadi ruang apresiasi sekaligus media edukasi mengenai perkembangan industri film pendek di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap film pendek. KASINEMA ’24 menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa karya mahasiswa DKV UNUSIDA memiliki kualitas yang luar biasa dan tidak kalah dengan karya mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mungkin selama ini yang kurang hanya eksposurnya, padahal dari poster hingga teaser yang dibuat sudah sangat menarik perhatian penonton,” ujarnya.

Menurutnya, KASINEMA ’24 tidak hanya menjadi ajang penayangan karya, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada publik. Melalui apresiasi dan masukan dari penonton, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di industri kreatif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan kemampuan mahasiswa kepada masyarakat.

“Karya yang bagus harus berani ditampilkan. Jangan hanya mahir membuat film, tetapi juga harus mampu mempresentasikan, mempromosikan, dan mengajak masyarakat untuk menontonnya. Di era digital saat ini, kemampuan membangun promosi dan menarik perhatian publik menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi seorang kreator,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi pendukung, mulai dari penyajian audio visual, pengemasan karya, hingga strategi promosi melalui berbagai platform digital. Menurutnya, kualitas sebuah karya akan memberikan dampak yang lebih luas apabila mampu menjangkau lebih banyak penonton.

“Melalui penyelenggaraan KASINEMA ’24, kami berharap akan tercipta ruang apresiasi yang mampu mempertemukan karya mahasiswa dengan masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan kompetitif. Selain menjadi bagian dari proses akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat budaya berkarya, berkolaborasi, dan membangun ekosistem industri kreatif di lingkungan kampus,” pungkasnya.

International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Seminar Internasional, Dorong Mahasiswa Ubah Aktivitas Digital Menjadi Sumber Penghasilan

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA. Seminar yang mengusung tema ‘From Scroll to Salary: How Students Earn Passive Income Through Digital Products’ tersebut berlangsung di Hall Gedung A Kampus II UNUSIDA secara hybrid, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta narasumber nasional Mohammad Zikky, M.T., Wakil Ketua LPT PWNU Jawa Timur. Seminar diikuti mahasiswa UNUSIDA sebagai wadah untuk memperluas wawasan mengenai peluang ekonomi digital dan pengembangan produk digital di era transformasi teknologi.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Rafly Afandi, mengatakan seminar internasional ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang diskusi yang mampu melahirkan inspirasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, mampu beradaptasi dengan dunia digital, serta memiliki semangat untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang inspirasi. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menjawab realitas dunia digital saat ini. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan dibagikan kepada yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan semangat Harlah ke-12 UNUSIDA, yakni ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’. Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Apa yang kita miliki harus berdampak nyata, paling tidak bagi diri kita sendiri sebagai mahasiswa. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh hanya berhenti sebagai pengetahuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tema From Scroll to Salary mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu menghasilkan karya dan produk yang bernilai ekonomi.

“Selama ini kita banyak melakukan aktivitas digital, tetapi belum semuanya menghasilkan manfaat nyata. Harapannya, mahasiswa mampu menciptakan produk digital yang bisa menjadi sumber penghasilan, membantu membiayai pendidikan secara mandiri, bahkan meringankan beban orang tua,” tambahnya.

Dr. Hadi juga membagikan kisah inspiratif mengenai mahasiswa yang mampu memanfaatkan keterampilan digital hingga menghasilkan karya yang diakui dan digunakan oleh perusahaan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa dapat membuka peluang besar apabila terus dikembangkan dengan serius.

Pada kesempatan yang sama, narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi, menyampaikan bahwa ekonomi digital telah membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Ia berharap seminar ini dapat memunculkan ide-ide inovatif yang membantu mahasiswa mengembangkan produk digital sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Semoga seminar ini dapat melahirkan ide-ide baru yang mampu membantu perekonomian mahasiswa melalui pengembangan produk digital yang kreatif dan bernilai,” tuturnya.

Di momen Harlah ke-12 UNUSIDA, UNUTRACE Resmi Diluncurkan sebagai Pusat Pelatihan Kompetensi Multi-Fakultas (Foto: Humas UNUSIDA)

Harlah ke-12, UNUSIDA Resmi Launching UNU Trace sebagai Pusat Pelatihan Kompetensi Multi-Fakultas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Dalam rangkaian kegiatan Mujahadah dan Istighosah dalam rangka memperingati Harlah ke-12, UNUSIDA resmi meluncurkan UNU Trace atau UNUSIDA Training Center di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jumat (3/7/2026).

Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, menyampaikan bahwa tantangan dunia profesi, industri, dan masyarakat saat ini menuntut percepatan kompetensi yang adaptif, solutif, serta mampu menjawab perkembangan zaman.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) tersebut menyebutkan bahwa peluncuran UNU Trace menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Mujahadah dan Istighotsah Harlah ke-12 UNUSIDA. Ia berharap UNU Trace menjadi ruang pengembangan kompetensi yang menjembatani teori akademik dengan kebutuhan praktis dunia profesi, industri, pendidikan, dan masyarakat.

“UNU Trace hadir sebagai lembaga resmi yang berada langsung di bawah koordinasi Rektor UNUSIDA. Lembaga ini dirancang sebagai payung besar yang mengintegrasikan seluruh kepakaran multi-fakultas di UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UNU Trace menjadi wadah sinergi keilmuan dari berbagai fakultas di lingkungan UNUSIDA. Mulai dari transformasi digital melalui Fakultas Ilmu Komputer, keahlian praktis melalui Fakultas Teknik, penguatan ekonomi melalui Fakultas Ekonomi, hingga inovasi pembelajaran dan penguatan nilai keislaman melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Agama Islam (FAI).

Melalui integrasi lintas disiplin tersebut, UNU Trace mampu menghadirkan solusi komprehensif dalam berbagai bidang, seperti digital dan teknologi informasi, bisnis dan manajemen, teknik dan rekayasa, manajemen kelembagaan syariah, serta penguatan pendidikan masa depan.

“UNU Trace berkomitmen menjadi jembatan kokoh yang mentransformasikan teori akademik perguruan tinggi menjadi keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, UNU Trace meluncurkan dua program perdana yang berfokus pada penguatan mutu pendidikan dasar. Program pertama adalah Pelatihan Analisis Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi Guru SD. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pendidik dalam memetakan, menganalisis, serta mengoptimalkan potensi akademik siswa secara lebih akurat.

Program kedua adalah Pelatihan Manajemen Sekolah bagi Kepala Sekolah. Workshop strategis tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pimpinan sekolah dalam menerapkan tata kelola institusi yang modern, efektif, inovatif, dan visioner.

“UNU Trace nantinya akan menerapkan standarisasi mutu yang ketat untuk memastikan setiap peserta pelatihan tidak hanya memperoleh sertifikat resmi, tetapi juga mendapatkan strategi, keterampilan, dan rekomendasi yang siap diimplementasikan di instansi masing-masing,” ungkapnya.

Ia berkomitmen untuk menciptakan trobosan baru agar UNUSIDA untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Di usia ke-12 tahun, UNUSIDA terus memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, dunia kerja, industri, serta masyarakat melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan.

“Dalam momentum Harlah ke-12, semoga kehadiran UNU Trace ini dapat menjadi mitra strategis bagi sekolah, lembaga, dunia usaha, industri, dan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi serta memperluas manfaat pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Mujahadah dan Istighosah Harlah ke-12 UNUSIDA di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy'ari (Foto: Humas UNUSIDA)

Mujahadah dan Istighosah Harlah ke-12 UNUSIDA, Momentum Menguatkan Spirit Keilmuan dan Keberkahan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Mujahadah dan Istighosah dalam rangka memperingati Harlah ke-12 di Masjid K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jumat (03/07/2026). Kegiatan yang diikuti civitas akademika, pengurus PCNU Sidoarjo, Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP), serta para tamu undangan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan sekaligus menguatkan komitmen UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan rasa syukur atas perjalanan UNUSIDA yang terus menunjukkan perkembangan positif hingga memasuki usia ke-12 tahun. Ia menyebut, peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA tahun ini mengusung semangat ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’, menjadikan mujahadah dan istighosah sebagai momentum memperkuat sinergi antara ikhtiar lahir dan batin dalam mewujudkan kampus yang unggul, religius, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat berkumpul dalam rangka mujahadah dan istighosah. Ini tidak lepas dari perjuangan para ulama, akademisi, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di UNUSIDA tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan insan yang memiliki manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Menurutnya, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa rangkaian Harlah ke-12 UNUSIDA telah diawali dengan berbagai kegiatan spiritual maupun akademik, mulai dari riyadhoh, ziarah tokoh-tokoh pendiri, hingga mujahadah dan istighosah sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh civitas akademika mendapatkan keberkahan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Hadi juga memaparkan sejumlah capaian membanggakan yang berhasil diraih UNUSIDA selama satu tahun terakhir. Berbagai prestasi nasional maupun internasional berhasil ditorehkan oleh dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan.

Selain itu, UNUSIDA juga memperoleh berbagai hibah kompetitif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, berbagai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Muhammad Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi atas perkembangan UNUSIDA yang dinilainya sangat pesat selama dua belas tahun terakhir.

“Alhamdulillah, perkembangan UNUSIDA hari ini sangat luar biasa. Selama 12 tahun berkiprah, sudah banyak alumni yang tersebar dan memberikan manfaat di masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari cita-cita besar Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kader-kader unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Saya memimpikan Nahdlatul Ulama memiliki gedung-gedung kampus untuk menggodok kader muda NU. UNUSIDA ini disiapkan untuk membentuk kader yang tidak hanya berkiprah di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional sebagai pelopor inovasi dan solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kiai Zainal juga menegaskan bahwa kekuatan UNUSIDA tidak hanya terletak pada kualitas akademiknya, tetapi juga pada fondasi spiritual yang terus dijaga melalui doa para kiai dan pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya sebagai bekal melanjutkan perjuangan para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama.

“Selamat atas Harlah ke-12 UNUSIDA. Mahasiswa harus semangat, dosen harus bersungguh-sungguh dalam mengajar, dan seluruh tenaga kependidikan harus memberikan pelayanan terbaik. Dengan begitu, perguruan tinggi NU akan semakin memberikan manfaat bagi umat,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KH. R. Abdussalam Mujib, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris BPP UNUSIDA sekaligus Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehudin, Rektor UNUSIDA periode 2014–2026 Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, serta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNUSIDA.

Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Halal Bihalal Keluarga Besar UNUSIDA: Teguhkan Profesionalisme dan Khidmah Pasca Ramadhan

SIDOARJO — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti agenda Halal Bihalal keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan sekaligus meneguhkan kembali komitmen kerja yang profesional dan berlandaskan khidmah setelah sebulan ditempa dalam madrasah ruhaniyah Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh unsur kampus dosen, tenaga kependidikan, keamanan, hingga driver untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan bahwa bekerja di perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir, tetapi harus terukur kinerjanya.

“Ukuran profesional itu nyata. Kita punya instrumen penilaian kinerja, mulai dari kehadiran hingga performa. Profesionalisme bukan slogan, tetapi budaya kerja,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalisme harus dibaca selaras dengan tata kelola kelembagaan. Setiap unit rektorat, fakultas, dan lembaga memiliki indikator kinerja yang tertuang dalam rencana kerja institusional. Karena itu, transformasi mutu SDM perlu diiringi manajemen yang terbuka pada perbaikan dari dalam dan pembelajaran dari luar.

Halal Bihalal ini juga diisi tausiyah oleh Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arli Fauzi, yang mengajak sivitas akademika merefleksikan capaian Ramadhan. Disampaikan bahwa ketika Allah menerima amal seorang hamba, maka Allah memudahkan langkahnya pada amal-amal saleh berikutnya. Artinya, keberhasilan Ramadhan semestinya tampak pada kebiasaan baik yang berlanjut setelahnya.

Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan setelah bulan suci berlalu. Ia menegaskan bahwa tanda diterimanya amal seseorang oleh Allah adalah dimudahkannya ia untuk melakukan amal-amal saleh berikutnya.

“Jika Ramadan kita diterima, maka Allah akan memudahkan kita untuk terus berbuat kebaikan setelahnya. Tugas kita di bulan Syawal dan seterusnya adalah menjaga apa yang sudah kita raih selama Ramadhan,” tuturnya.

Kiai Arli juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan besar dalam menjaga mata, telinga, hati, serta mengendalikan hawa nafsu. Menurutnya, keberkahan Ramadhan seharusnya tidak berhenti ketika bulan itu usai.

“Secara waktu, Ramadhan hanya satu bulan. Namun secara substansi, nilai dan keberkahannya bisa kita rasakan selama satu tahun penuh, bahkan sepanjang hayat, jika mampu kita jaga,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat pergulatan antara hati, akal, dan nafsu. Ketika nafsu tidak dikendalikan, maka ia dapat menyeret manusia pada kesewenang-wenangan, keangkuhan, bahkan penyakit-penyakit hati. Karena itu, Ramadhan menjadi sarana pendidikan ruhani agar manusia mampu mengendalikan dirinya.

Kiai Arli mengemukakan pentingnya mengendalikan diri. Manusia memiliki potensi akal, hati, dan nafsu yang saling memengaruhi. Jika nafsu tak terkendali, ia dapat menyeret pada penyakit batin seperti mudah tersinggung, marah, dan merasa paling benar. Karena itu, puasa menjadi latihan pengendalian yang hasilnya harus dijaga dalam keseharian kerja.

“Hidup bukan tentang siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu menerima dengan ikhlas. Dari situlah kualitas diri dan kualitas kerja tumbuh,” pesannya.

UNUSIDA Borong Penghargaan di LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prestasi Gemilang, UNUSIDA Raih 6 Penghargaan dalam LPTNU Award 2026

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tower Lt.9, Jalan Jemursari No. 51–57, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ajang penghargaan bergengsi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut, UNUSIDA berhasil meraih sejumlah penghargaan dari berbagai kategori. Capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu penghargaan paling bergengsi diraih oleh Rektor UNUSIDA masa khidmah 2014–2026, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang menerima apresiasi pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat Bidang Pembangunan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkhidmah dalam pengembangan PTNU. Pembangunan perguruan tinggi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui penguatan manajemen berbasis digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mengembangkan kualitas akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap, prestasi dalam LPTNU Award 2026 dapat semakin memotivasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama serta pembangunan bangsa.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dan mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ia terpilih setelah melalui proses penilaian ketat dan bersaing dengan 23 nominator lainnya dari berbagai perguruan tinggi NU di Indonesia.

“Alhamdulillah, rangkaian prestasi dalam LPTNU Award 2026 ini semakin mempertegas posisi UNUSIDA sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

Selain itu, prestasi juga datang dari mahasiswa UNUSIDA. Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil meraih Peringkat 1 Duta PTNU Putri. Capaian ini menunjukkan potensi mahasiswa UNUSIDA dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, serta representasi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Sementara itu, dosen UNUSIDA Aris Kuswanto berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama. Penghargaan ini menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya dari kalangan dosen, penghargaan juga diraih oleh tenaga kependidikan UNUSIDA. Nur Asita berhasil memperoleh Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian, yang menunjukkan dedikasi tenaga kependidikan dalam mendukung pengembangan kampus sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Terima kasih. Tentu kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian individu atau lembaga, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim di lingkungan UNUSIDA yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Asita yang kini menjadi dosen PGSD tersebut.

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA, Perkuat Konsolidasi dan Orientasi Pelayanan Prima

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan pada Jum’at (27/2/2026) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo. Rapat ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, mulai dari Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Kepala Biro, Kepala Bagian, hingga Kepala UPT di lingkungan UNUSIDA.

Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. Sholehudin, dalam arahannya menegaskan bahwa momentum bulan puasa hendaknya dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual. Menurutnya, mentalitas puasa tidak hanya mengajarkan tentang ruhaniyah, tetapi juga membentuk kekuatan spiritual dan ketangguhan mental.

“Puasa tidak hanya berbicara tentang dimensi ruhaniyah, tetapi juga spiritualitas yang membentuk karakter. Hal ini harus diartikan bahwa UNUSIDA harus menjadi kampus yang tangguh, memiliki ketangguhan mental untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, sekaligus melaksanakan pelayanan prima dalam pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi pelayanan di UNUSIDA harus ditekankan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sehingga budaya kerja yang dibangun tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan akhlak dan prinsip ke-NU-an.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat konsolidasi pimpinan di semua lini. Selain itu, rapat juga membahas strategi rekrutmen dosen dan karyawan, serta tindak lanjut hasil rapat kerja universitas.

“Rapat ini menjadi momentum untuk menguatkan konsolidasi pimpinan, membahas rekrutmen dosen dan karyawan, serta menindaklanjuti rapat kerja universitas, termasuk strategi promosi UNUSIDA agar semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan sebagai prioritas utama. Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah penentuan syarat kelulusan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan kompetitif di pasar kerja.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta membangun sinergi antarunit demi mewujudkan kampus yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu, sinergi antarunit juga menjadi perhatian penting. Setiap fakultas, lembaga, dan unit kerja didorong untuk saling berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi yang kuat, ia yakin UNUSIDAmampu menghadirkan inovasi serta pelayanan yang lebih optimal kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

“Koordinasi yang solid adalah kunci kemajuan institusi. Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan berorientasi pada pelayanan prima,” pungkasnya.

UNUSIDA Turut Meriahkan Kirab Panji NU Harlah 100 Tahun NU PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Turut Meriahkan Kirab Panji NU dalam Peringatan Harlah 100 Tahun NU

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut ambil bagian dalam Kirab Panji Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo dalam rangka memperingati Harlah 100 Tahun NU dalam penanggalan Masehi, Selasa (10/02/2026).

Dalam kirab tersebut, UNUSIDA tampil mencolok dengan menampilkan miniatur Gedung UNUSIDA sebagai simbol fasilitas pendidikan tinggi milik NU yang diperuntukkan bagi kader dan masyarakat luas. Miniatur tersebut menjadi representasi komitmen NU Sidoarjo dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan tinggi.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran UNUSIDA dalam kirab tersebut bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kehadiran UNUSIDA dalam kirab panji ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi NU dalam menjaga kesinambungan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus meneguhkan kontribusi NU dalam dunia pendidikan, sosial, dan kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, UNUSIDA memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman dan kebangsaan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kirab menjadi bentuk penguatan identitas kampus sebagai rumah besar kader NU.

“Partisipasi aktif mahasiswa UNUSIDA merupakan wujud nyata penguatan identitas kampus sebagai rumah besar kader NU, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan semangat kebangsaan,” tambahnya.

Tidak hanya menampilkan ikon kampus, keikutsertaan UNUSIDA juga dimeriahkan oleh putra-putri terbaik kampus serta duta Fakultas Ekonomi yang tergabung dalam barisan kirab. Para mahasiswa dan civitas akademika UNUSIDA tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kirab dengan penuh semangat, sembari tersenyum dan menyapa masyarakat di sepanjang rute perjalanan.

Putri Kampus UNUSIDA, Ainina Halizah Rahmah, mengaku bangga dapat ambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut. Ia menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU menjadi refleksi penting bagi generasi muda untuk terus melanjutkan perjuangan para muassis.

“Kami sangat antusias menyambut Harlah ke-100 Tahun NU. Ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat semangat khidmah dan menjaga warisan nilai yang telah diperjuangkan para pendiri NU,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Putra Kampus UNUSIDA, M. Tomi Anggara. Ia menilai kirab panji menjadi simbol persatuan dan kekuatan kader NU dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Harlah 100 Tahun NU menjadi bukti bahwa NU tetap kokoh berdiri dan terus berkontribusi bagi bangsa. Kami sebagai generasi muda siap melanjutkan perjuangan tersebut melalui jalur pendidikan dan pengabdian,” ungkapnya.