Pos

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh HIPSI Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Santri Jadi Kreator dan Wirausahawan Digital

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., mendorong santri dan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kreator dan wirausahawan digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA. Keterlibatan lintas organisasi ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan mendorong kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda.

Mengawali penyampaiannya, Hadi mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik serta para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Menurutnya, lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berinovasi. Santri, menurutnya, memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan produk, membangun usaha, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Kita harus dapat mengendalikan Artificial Intelligence (AI), jangan sampai kita yang dimanfaatkan. Teknologi ini yang harus kita manfaatkan untuk mendukung proses belajar sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan layanan digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Quriosity, yakni platform berbasis AI yang dirancang untuk membuat kursus atau materi pembelajaran secara instan dan personal berdasarkan topik yang diinginkan pengguna.

Menurutnya, pemanfaatan platform semacam ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat membantu seseorang menghasilkan materi, mengembangkan pengetahuan, dan menciptakan produk digital sesuai kebutuhan pengguna.

“Santri dan mahasiswa harus mengenali potensi teknologi serta menggunakannya secara produktif. Kemampuan memanfaatkan AI perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai guna,” tandasnya.

Dalam konteks kewirausahaan, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi juga perlu disertai strategi yang tepat. Pemahaman terhadap data pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, serta keberanian memulai usaha menjadi bagian penting dalam membangun bisnis digital yang berkelanjutan.

Semangat Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi dan kewirausahaan. Dengan bekal ilmu, akhlakul karimah, kreativitas, serta kemandirian, santri diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya akan terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi berani menciptakan karya, membangun usaha, dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi digital menuju Indonesia Emas.

“Santri harus memiliki wawasan luas mengenai peluang ekonomi di era digital. Santri masa kini tidak hanya memiliki keunggulan dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja,” tuturnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto usai menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan 16th International Conference on Economics, Law, Social, Engineering, and Innovation (IC-ELSEI 2026) (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto Bawa Gagasan Inovasi Berkelanjutan di Forum Internasional IC-ELSEI 2026

BALI — Plt. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., dipercaya sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan 16th International Conference on Economics, Law, Social, Engineering, and Innovation (IC-ELSEI 2026) yang diselenggarakan di Hotel Santika Kuta, Badung, Bali, Sabtu (5/9/2026).

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Hadi Ismanto hadir dengan membawa perspektif mengenai inovasi berkelanjutan ala Nahdlatul Ulama (NU). Gagasan yang disampaikan menekankan bahwa inovasi dan perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Hadi Ismanto, yang tercantum sebagai Rector of Universitas Nahdlatul Ulama, Sidoarjo, Indonesia, menegaskan bahwa membangun inovasi berkelanjutan membutuhkan proses yang konsisten. Perubahan dapat dimulai dari keluarga dengan membiasakan pola pikir, perilaku, dan budaya akademik yang terstruktur.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan seseorang. Dari lingkungan tersebut, nilai-nilai positif kemudian dapat berkembang ke lingkungan pendidikan, organisasi, hingga masyarakat.

“Inovasi berkelanjutan ala Nahdlatul Ulama dimulai dari keluarga terdekat. Kita membiasakan kebiasaan akademik yang terstruktur, kemudian menularkannya kepada masyarakat sekitar hingga akhirnya menjadi sebuah gerakan bersama,” jelas Dr. Hadi dalam pemaparannya.

Gagasan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam materi yang disampaikan di hadapan peserta IC-ELSEI 2026. Inovasi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi harus mampu menciptakan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga memberikan dampak nyata.

Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Dr. Hadi menjelaskan bahwa budaya inovasi dapat tumbuh ketika lingkungan terdekat mampu menciptakan kebiasaan yang mendukung proses belajar, berpikir kritis, berdiskusi, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Kebiasaan akademik yang terstruktur dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas sederhana. Misalnya, membangun budaya membaca, berdiskusi, mencatat, melakukan evaluasi, menyusun rencana, serta membiasakan diri mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kebiasaan baik sudah terbentuk di keluarga, kebiasaan tersebut akan lebih mudah dibawa ke lingkungan yang lebih luas. Dari keluarga ke kampus, dari kampus ke masyarakat, dan dari masyarakat kemudian menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Pengetahuan tidak berhenti pada individu, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dari Individu Menjadi Gerakan Bersama

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya membangun inovasi yang memiliki keberlanjutan. Sebuah inovasi tidak boleh berhenti pada sebuah program atau kegiatan sesaat, melainkan harus mampu melahirkan ekosistem yang membuat masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkannya.

Dalam konteks perguruan tinggi, budaya tersebut dapat dibangun melalui sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya didorong untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan gerakan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai keynote speaker dalam IC-ELSEI 2026 sekaligus menjadi momentum bagi UNUSIDA untuk memperkenalkan perspektif pendidikan dan inovasi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama di forum internasional.

Forum IC-ELSEI 2026 ini sendiri mempertemukan berbagai akademisi dan pemangku kepentingan dari sejumlah institusi dalam membahas perkembangan ekonomi, hukum, sosial, teknik, serta inovasi.

Melalui forum tersebut, Dr. Hadi Ismanto membawa pesan bahwa inovasi berkelanjutan bukan sekadar tentang teknologi atau menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tentang membangun kebiasaan baik, menumbuhkan budaya akademik, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dari keluarga sebagai lingkungan terdekat, kebiasaan baik ditanamkan. Dari kebiasaan, lahirlah budaya. Dari budaya, tumbuh inovasi. Dan dari inovasi yang dilakukan secara bersama-sama, tercipta gerakan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“UNUSIDA terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berdaya, inovatif, dan berdampak, sekaligus membawa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah untuk menjawab tantangan masa depan,” tandasnya.

Plt Rektor UNUSIDA saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Dialog Kebangsaan, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Penguatan Literasi Digital untuk Merawat Persatuan

SIDOARJO — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo menggelar Dialog Kebangsaan di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (13/8/2026) sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi digital.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto hadir sebagai salah satu narasumber. Ia menyoroti pentingnya literasi digital sebagai bekal masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Penggunaan telepon pintar dan media sosial yang semakin masif membuka akses terhadap berbagai informasi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa informasi yang tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, masyarakat perlu membangun kesadaran dan kemampuan untuk memilah informasi sebelum menerima maupun menyebarkannya. Literasi digital tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memahami, menilai, dan merespons informasi secara bijak.

Ia menekankan bahwa masyarakat perlu memiliki kesadaran kritis terhadap berbagai konten yang beredar di media digital. Setiap informasi perlu dipahami konteksnya agar tidak mudah menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik di tengah masyarakat.

“Yang harus dibangun adalah kesadaran dan minat untuk memahami informasi. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan pengetahuan justru membawa dampak negatif karena informasi diterima tanpa dipahami terlebih dahulu,” ujarnya.

Dalam konteks komunikasi antarumat beragama, ia juga menilai perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi membutuhkan cara baru dalam membangun dialog. Jika sebelumnya komunikasi lebih banyak dilakukan melalui pertemuan langsung, kini interaksi juga berlangsung melalui ruang digital.

Perubahan tersebut menuntut masyarakat untuk tetap mengedepankan etika komunikasi. Perbedaan pandangan, agama, maupun latar belakang tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyerang di ruang digital.

Menurutnya, komunikasi yang baik harus dibangun dengan memahami siapa komunikator, pesan yang disampaikan, serta konteks komunikasi. Nilai-nilai agama dan kemanusiaan tetap menjadi landasan penting dalam menggunakan teknologi.

“Melalui literasi digital yang baik, masyarakat akan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat persatuan, memperluas pengetahuan, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah keberagaman Indonesia,” pungkasnya.

Katib Syuriyah PCNU Sidoarjo Tekankan Muhasabah dan Kekompakan dalam Momentum Serah Terima SK Plt. Rektor UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

PCNU Sidoarjo Tekankan Muhasabah dan Kekompakan dalam Momentum Serah Terima Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Sihabudin Sholeh, menegaskan pentingnya menjadikan setiap laporan dan capaian institusi sebagai bahan muhasabah (introspeksi diri) bersama. Menurutnya, setiap amanah yang diemban merupakan catatan yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan serah terima Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor UNUSIDA dan penyerahan laporan pertanggungjawaban pembangunan Gedung B Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Senin (26/1/2026).

Kiai Sihab mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga nilai amanah dan tanggung jawab, sekaligus menanamkan komitmen agar UNUSIDA benar-benar menjadi warisan peradaban yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Jadikan universitas ini sebagai peninggalan kebaikan untuk masa depan anak cucu kita. Semua yang kita kerjakan hari ini akan dimintai pertanggungjawaban,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, mengajak seluruh elemen UNUSIDA untuk terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat kolektif dalam melanjutkan capaian-capaian yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan baru nantinya merupakan kelanjutan dari pondasi yang sudah dibangun, bukan untuk merombak, melainkan memperkuat dan mengembangkan.

“Mari kita lanjutkan dan kembangkan apa yang sudah baik. Nahkoda boleh berganti, tapi arah perjuangan harus tetap sama. Kita dorong bersama agar UNUSIDA terus melaju,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan sumber daya manusia, termasuk calon doktor yang tengah dipersiapkan, sebagai modal penting penguatan UNUSIDA menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Gedung B UNUSIDA secara resmi menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Rektor UNUSIDA. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan LPJ dari Rektor kepada Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, PCNU Sidoarjo, dan PC Muslimat NU Sidoarjo.

“Mari meneguhkan komitmen bersama untuk terus membangun UNUSIDA sebagai kampus NU yang berdaya saing, berkarakter, dan memberi manfaat luas bagi umat,” pungkasnya.

Ketua BPP UNUSIDA Sampaikan Kesan Mendalam atas Kepemimpinan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua BPP UNUSIDA Sampaikan Kesan Mendalam atas Kepemimpinan Prof. Fatkul Anam Sebagai Rektor

SIDOARJO — Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menyampaikan kesan mendalam dan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., selama menjabat sebagai Rektor UNUSIDA masa khidmat 2014-2026. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Serah Terima Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Dalam kesempatan tersbeut, Kiai Arli Fauzi mengungkapkan bahwa pertemuan dan perpisahan merupakan bagian dari siklus kehidupan yang telah digariskan Allah SWT. Menurutnya, setiap amanah kepemimpinan harus disikapi dengan penuh kebijaksanaan, keikhlasan, serta doa kebaikan.

“Allah yang mempertemukan dan Allah pula yang memisahkan. Maka yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebaikan dalam setiap fase kehidupan. Perpisahan bukan akhir, tetapi bagian dari perjalanan khidmah,” tuturnya.

Kiai Arli Fauzi menegaskan bahwa Prof. Fatkul Anam tidak hanya berperan sebagai Rektor sejak UNUSIDA resmi berdiri hingga tahun 2026 ini, tetapi juga merupakan salah satu tokoh pendiri yang paling aktif mengawal proses perizinan hingga berdirinya UNUSIDA. Di bawah kepemimpinan beliau, UNUSIDA mengalami kemajuan signifikan, baik dari sisi tata kelola, akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun penguatan sumber daya manusia.

Berbagai capaian gemilang berhasil diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional. UNUSIDA tercatat menerima Anugerah Gold Winner Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dari Kemenristekdikti selama dua tahun berturut-turut, serta penghargaan dari PBNU sebagai perguruan tinggi terbaik di antara perguruan tinggi NU berbadan hukum perkumpulan.

“Ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi investasi amal jariyah. Tata kelola yang beliau bangun, pola komunikasi yang beliau rajut, dan fondasi manajemen yang beliau letakkan akan terus memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh civitas akademika untuk melanjutkan kebaikan yang telah dirintis, seraya menegaskan bahwa siapa pun yang menanam kebaikan, maka pahala akan terus mengalir, termasuk bagi mereka yang melanjutkannya.

Ia berharap agar hubungan kultural antara Prof. Fatkul Anam dan UNUSIDA tetap terjalin erat, sehingga pengalaman dan inspirasi beliau tetap menjadi energi penggerak bagi pengembangan UNUSIDA ke depan.

“Semoga UNUSIDA terus berkembang, melahirkan generasi hebat, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sinergi kuat untuk UNUSIDA yang semakin maju,” pungkasnya.

Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si saat menyampaikan Laporan Kinerja di depan BPP, PCNU, dan PC Muslimat NU Sidoarjo (Foto: NU Delta)

Serah Terima SK Plt Rektor UNUSIDA, Prof. Fatkul Anam Sampaikan Laporan Kinerja dan Capaian Institusi 2025

SIDOARJO — Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Masa Khidmat 2014-2026 Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan laporan kinerja tahun 2025. Laporan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Serah Terima Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026). Laporan kinerja tersebut disampaikan di depan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, PCNU Sidoarjo, dan PC Muslimat NU Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan bahwa salah satu kekuatan utama UNUSIDA adalah soliditas internal dan komunikasi yang terjaga dengan baik. Menurutnya, harmonisasi antar unsur pimpinan dan civitas academica menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kampus.

“Alhamdulillah, di UNUSIDA kita bisa menjaga komunikasi dan perundingan dengan baik. Ini menjadi kelebihan kita, sehingga dinamika organisasi dapat dilalui tanpa konflik yang berarti,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari perjalanan sejarah UNUSIDA, mulai dari proses perizinan hingga pengembangan institusi saat ini. Dalam laporan kinerja 2025, ia memaparkan sejumlah capaian strategis di berbagai bidang.

Dalam laporannya, Prof. Fatkul Anam menjelaskan, di bidang akademik dan kelembagaan, UNUSIDA berhasil meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya pengakuan sebagai perguruan tinggi terbaik dalam ajang Anugerah Perkumpulan pada Januari 2025, serta ditutup dengan perolehan lima penghargaan di akhir tahun. Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UNUSIDA mencatat peningkatan peringkat nasional hingga berada di posisi 1.611.

Sementara pada sektor kemahasiswaan, UNUSIDA mengalami peningkatan prestasi secara signifikan, termasuk capaian mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Terbukti, sepanjang tahun 2025 UNUSIDA mencatat berbagai prestasi membanggakan, di antaranya meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terbaik LPT PBNU, Gold Winner BIMA Award 2025 pada kategori Pengabdian kepada Masyarakat, serta predikat Baik Sekali Klaster SIMKATMAWA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Capaian ini diperkuat dengan penguatan sistem penjaminan mutu, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kinerja tridarma perguruan tinggi.

Di bidang sumber daya manusia, UNUSIDA saat ini didukung oleh 91 dosen dengan mayoritas berkualifikasi magister dan terus mendorong percepatan studi lanjut doktoral. Pada sektor riset, produktivitas publikasi mengalami akselerasi signifikan dengan capaian skor SINTA yang terus meningkat, publikasi Scopus yang berkembang, serta penguatan budaya penelitian lintas program studi.

“Dari sisi sumber daya manusia, hingga akhir 2025 UNUSIDA terus memperkuat kualitas dosen dengan bertambahnya doktor baru dan peningkatan jabatan fungsional. Bahkan, diproyeksikan pada 2027 sekitar 40 persen dosen UNUSIDA telah bergelar doktor,” jelasnya.

Selain itu, UNUSIDA juga memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Ia juga menyampaikan gambaran umum kondisi keuangan dan aset universitas. Di antaranya pelunasan sebagian pinjaman perbankan, penguatan aset kampus, serta optimalisasi kerja sama dengan lembaga keuangan syariah. Per 23 Januari 2026, saldo kas UNUSIDA tercatat masih di angka yang sehat menunjukkan kesiapan menghadapi agenda akademik awal tahun.

“Saya berharap silaturahmi antar pimpinan dan civitas academica tetap terjaga demi keberlanjutan pembangunan UNUSIDA,” harapnya.

Ia juga menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fondasi penting menuju UNUSIDA yang unggul, mandiri, dan berdampak, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik, prestasi mahasiswa, penguatan tata kelola kelembagaan, serta keberlanjutan keuangan dan aset institusi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan kuat bagi kepemimpinan selanjutnya untuk melanjutkan akselerasi pembangunan UNUSIDA.

“Insyaallah seluruh proses ini kita lakukan bersama-sama, untuk menjaga amanah dan terus membangun UNUSIDA agar semakin maju,” pungkasnya.

Penyerahan SK Plt. Rektor UNUSIDA oleh Ketua BPP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Resmi, Dr. Hadi Ismanto Menjabat Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menunjuk Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, menggantikan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang akan purna tugas. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo serta PC Muslimat NU Sidoarjo untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan roda akademik dan kelembagaan kampus tetap berjalan optimal.

Dr. Hadi Ismanto dipercaya mengemban amanah tersebut dengan membawa komitmen kuat dalam melanjutkan program-program strategis UNUSIDA, khususnya penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta akselerasi capaian visi kampus sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penunjukan Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. UNUSIDA dinilai tepat, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam kepemimpinan kampus. Sebelumnya, Dr. Hadi Ismanto menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUSIDA selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Selama mengemban amanah tersebut, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan akademik, penguatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan akreditasi institusi dan program studi. Pengalaman panjang ini membuatnya sangat memahami karakteristik internal UNUSIDA sekaligus blueprint pengembangan kampus ke depan.

Kedekatannya dengan civitas academica serta keterlibatan aktif dalam berbagai agenda strategis universitas menjadi modal penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan. Dr. Hadi Ismanto juga dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong integrasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam sistem pendidikan tinggi, sejalan dengan visi besar UNUSIDA sebagai kampus berbasis keislaman dan kebangsaan.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. Rektor UNUSIDA diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus melanjutkan program-program prioritas, terutama dalam penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta akselerasi capaian menuju kampus unggul dan berdaya saing. Serta tetap konsisten melangkah dalam mencetak lulusan berkarakter, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Tampak hadir, ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Katib Syuriyah KH Syihabuddin Sholeh, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Th.I., Bendahara Umum PCNU Sidoarjo H Royyan, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, beserta seluruh pimpinan UNUSIDA.

Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam saat menyampaikan smabutan dalam Wisuda IX (Foto: Humas UNUSIDA)

Wisuda IX: Rektor UNUSIDA Dorong Lulusan Untuk Lebih Kreatif, Inovatif, dan Siap Mengabdi

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Wisuda ke-IX dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/92025).

Sebanyak 573 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi resmi dikukuhkan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua PBNU KH Amin Said Husni, Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri, Ketua BPP Unusida KH Arly Fauzi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi para wisudawan yang resmi menyandang gelar sarjana. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal untuk menapaki berbagai peluang kehidupan.

“Bagi kalian yang sudah bekerja, semoga mampu membuktikan kepada kolega dan pimpinan bahwa gelar sarjana menjadikan kalian lebih kreatif, inovatif, dan produktif. Bagi yang belum mendapatkan pekerjaan, kami berdoa agar segera mendapat pekerjaan sesuai bidang keahlian. Sementara bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, semoga Allah memberikan jalan menuju perguruan tinggi yang terbaik,” tuturnya.

Di tengah sambutannya, Rektor juga menyelipkan pesan penuh kehangatan bagi wisudawan yang sedang menanti pasangan hidup maupun yang masih sendiri.

“Bagi yang sudah ditunggu calon suami atau istri, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. Dan bagi yang masih jomblo, semoga segera menemukan pilihan hatinya,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan hangat para hadirin.

Lebih jauh, Fatkul Anam mengingatkan bahwa perjalanan hidup para sarjana akan diwarnai dengan tantangan dan pengalaman baru. Namun dengan ilmu, iman, dan keteguhan hati, semua itu dapat dijalani dengan baik.

Momentum Wisuda IX juga menjadi catatan penting dalam sejarah UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa universitas terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan. Salah satunya ditandai dengan capaian akreditasi unggul Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta pengakuan UNUSIDA sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia yang berhasil masuk dalam klaster madya-utama pada akhir 2024.

“Capaian ini membuktikan bahwa UNUSIDA tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari khidmat Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi berilmu, bermutu, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya. (MY)

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam saat menyampaikan sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (Foto: Humas UNUSIDA)

Peringati Maulid Nabi, Rektor UNUSIDA Tekankan Pentingnya Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Akademik

SIDOARJO – Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Acara yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (04/09/2025) ini berlangsung khidmat dengan tausiah inspiratif dari Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KH Khusnul Lutfi.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA H. Fatkul Anam menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam dunia akademik maupun profesional. Ia menyampaikan beberapa poin penting yang relevan dengan kehidupan kampus.

“Yang pertama adalah melahirkan akhlak yang baik. Tanpa akhlak, kita tidak akan meraih keberkahan. Akhlak tanpa ilmu akan berisiko pada kebajikan yang tidak terarah. Kita dapat meneladani integritas Nabi Muhammad, yang dikenal sebagai Al-Amin, jauh sebelum beliau diutus menjadi Rasul,” ujarnya.

Fatkul Anam menambahkan, di lingkungan kampus integritas berarti transparansi, akuntabilitas, dan nol toleransi terhadap plagiarisme. “Setiap karya ilmiah dan penelitian kita harus berdasarkan pada kejujuran dan ketulusan, sebagaimana Nabi Muhammad menanamkan nilai amanah dalam setiap langkahnya.”

Rektor menyoroti kecerdasan Rasulullah dalam membaca realitas dan mengambil keputusan. “Kecerdasan beliau tampak pada kemampuan beliau membaca kehidupan sehari-hari, merumuskan strategi, dan mengambil keputusan berbasis hikmah. Ini adalah teladan yang harus kita terapkan, baik dalam kehidupan akademik maupun dalam bekerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rasulullah adalah teladan dalam komunikasi. Oleh karena itu, dalam momentum memperingati Maulid Nabi kali ini, ia mengajak untuk menjaga komunikasi antara satu dengan yang lain. Dengan mengutamakan sopan santun dalam menjaga hati dan perasaan lawan bicara.

“Beliau menyampaikan kebenaran dengan kata-kata yang tepat, pada waktu yang tepat, kepada orang yang tepat. Ini menginspirasi kita untuk berkolaborasi secara positif dan menyampaikan gagasan dengan jelas di ruang kelas maupun kehidupan sehari-hari.”

Rektor juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Sebagai insan akademis, seluruh civitas akademika harus peduli dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu, kehadiran UNUSIDA dapat dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan.

“Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam. Di kampus ini, kita harus memberi manfaat kepada masyarakat. Riset yang kita lakukan harus menjawab kebutuhan masyarakat, dan kebijakan inklusif harus menjadi bagian dari tekad kita,” jelasnya.

Tak lupa, ia mengingatkan tantangan zaman yang terus berubah. Menurutnya, Rasulullah SAW juga mengajarkan umat islam untuk selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qodimish Shalih wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.

“Di era disrupsi ini, kita harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan arah. Rasulullah adalah teladan perjuangan. Beliau tidak mudah menyerah dalam mengembangkan Islam, meskipun berada jauh dari wilayah yang kita kenal hari ini. Ini adalah perjuangan yang patut kita teladani,” tegasnya.

Ia berharap agar seluruh civitas akademika dapat mengaplikasikan nilai-nilai Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Acara Peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA kali ini dapat menjadi momentum refleksi bersama, bagaimana nilai-nilai luhur Rasulullah dapat ditransformasikan ke dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Dengan semangat perjuangan Rasulullah, kita akan bisa membesarkan UNUSIDA menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mampu menjadi harapan masyarakat,” pungkasnya. (MY)

H Fatkul Anam (depan) saat dilantik sebagai Rektor Unusida di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Simak Visi Akselerasi Rektor UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2029

Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) untuk masa khidmat 2025–2029. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/4/2025) kemarin.

Pasca pelantikan, Fatkul Anam menyampaikan arah kepemimpinannya dalam periode yang ke 3 dengan mengusung desain akselerasi pengembangan UNUSIDA, dengan fokus pada 4 pilar utama: pengembangan akademik, manajerial, infrastruktur, dan koneksi eksternal.

Ia menyebutkan desain akselerasi ini telah disusun secara sistematis berdasarkan Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNUSIDA 2014–2039, yang saat ini memasuki tahap 3 (2024–2029) yang mulanya menargetkan UNUSIDA menjadi Perguruan Tinggi Berdaya Saing Nasional. Namun seiring dengan pencapaian-pencapaian UNUSIDA dalam beberapa tahun terakhir di tingkat nasional dan internasional, rencana pengembangan sebelumnya perlu menyesuaikan dan meningkatkan target yang lebih tinggi.

“Desain akselerasi ini harus menyesuaikan, karena dalam beberapa tahun terakhir UNUSIDA sudah memiliki banyak prestasi tingkat nasional dan internasional. Desain ini disusun bertujuan untuk menjadikan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya kebutuhan lokal tetapi mampu bersaing di kancah internasional,” terangnya, Senin (21/4/2025).

Fatkul Anam bertekad mewujudkan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jama’ah yang tidak hanya berdaya saing nasional pada periode ketiga kepemimpinannya ini, akan tetapi membidik kancah internasional khususnya dalam kawasan Asia Tenggara. Melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengelolaan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pihaknya akan memprioritaskan beberapa poin penting, mulai dari Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Kompetensi Masa Depan, dengan membuka program studi baru yang relevan terhadap tren global, seperti Delta Science, Teknologi Keberlanjutan, dan Ekonomi Kreatif.

“UNUSIDA akan merekonstruksi kurikulum dengan mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) ke dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung dengan pengembangan Learning Management System (LMS) yang mudah diakses, untuk memperkuat model pembelajaran hybrid yang adaptif dan fleksibel,” terangnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam mengatakan, langkah digitalisasi di UNUSIDA ke depan akan mencakup seluruh proses administrasi kampus melalui sistem informasi terintegrasi, mencakup pendaftaran mahasiswa, keuangan dan layanan akademik, hingga sistem tracer study untuk alumni.

Mulai dari mengembangkan platform e-learning berbasis AI dan membangun pusat big data untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa dan alumni secara real-time. Kemudian untuk mendukung visi sebagai smart campus, UNUSIDA juga akan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk manajemen gedung, keamanan, fasilitas pembelajaran, dan pengajaran.

“UNUSIDA berkomitmen menyediakan fasilitas pendidikan modern yang ramah lingkungan melalui konsep ‘Green Campus‘, termasuk pembangunan asrama mahasiswa dan revitalisasi sarana prasarana akademik. Tentunya semua hal ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 5 tahun ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketua Forum Rektor PTNU tersebut, mengungkapkan bahwa pihak juga berupaya untuk mengoptimalisasi sumber pendapatan lain, seperti membangun kerja sama strategis dengan industri, mendirikan unit bisnis baru seperti pusat pelatihan profesional, jasa konsultasi, dan riset terapan, serta pengelolaan aset kampus secara produktif untuk menambah nilai ekonomi jangka panjang.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan  memperkuat koneksi internasional melalui kolaborasi riset global dan pertukaran pelajar, jaringan alumni internasional, banding dan promosi kampus di kancah dunia.

Dalam bidang tata kelola, ke depan UNUSIDA akan mengimplementasikan prinsip Good University Governance (GUG) serta mengembangkan sistem evaluasi kinerja dan penguatan SDM untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Selain itu, peningkatan standar mutu dan akreditasi juga menjadi prioritas utama, melalui adopsi standar internasional seperti ISO 21001 dalam sistem manajemen pendidikan. Serta melakukan Penguatan Riset dan Inovasi, dengan membentuk Pusat Riset Unggulan yang berfokus pada solusi lokal, termasuk mitigasi bencana, pengelolaan sampah terpadu, serta inovasi dalam bidang tambak dan agribisnis.

“Strategi ini diposisikan untuk menjawab tantangan global serta memperkuat peran UNUSIDA dalam ekosistem pendidikan tinggi untuk memberikan solusi terhadap masalah lokal daerah,” jelasnya.

Dengan visi besar ini, UNUSIDA berusaha mengembangkan sayap menjadi kampus yang tak hanya menjawab kebutuhan lokal, namun juga aktif berkontribusi dalam ekosistem pendidikan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Islam dan budaya Nusantara.

“Pelantikan ini menjadi langkah awal komitmen besar UNUSIDA dalam melanjutkan transformasi sebagai kampus yang adaptif, inovatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan sinergi dari seluruh civitas akademika, UNUSIDA siap berkontribusi lebih luas di level nasional maupun global,” pungkasnya.
(MY)