Pos

Suasana Opening Ceremony UNUSIDA CUP VII 2026, Turnamen Futsal Mahasiswa Antar Fakultas (Foto: NU Delta)

Perkuat Sportivitas dan Solidaritas Antarmahasiswa, UKM Futsal Sukses Gelar Turnamen Antar Fakultas UNUSIDA CUP VII 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar UNUSIDA CUP VII Turnamen Futsal Antar Fakultas di Fatkhi Futsal Centre, Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

UNUSIDA CUP VII kali ini diikuti oleh mahasiswa aktif UNUSIDA angkatan 2022 hingga 2025. Setiap fakultas diwajibkan mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sebanyak 8 tim turut ambil bagian dalam turnamen yang diselenggarakan dengan biaya pendaftaran sebesar Rp170 ribu per tim.

Ketua UKM Futsal UNUSIDA, Dikqi Apriliyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Dengan mengusung semangat ‘Bersatu dalam Kompetisi, Berprestasi untuk UNUSIDA’, ia menyebut bahwa turnamen tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa UNUSIDA dari berbagai fakultas..

“Turnamen ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa UNUSIDA dari berbagai fakultas. Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, dan bersama-sama meraih prestasi untuk UNUSIDA,” ujar mahasiswa Teknik Industri tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, menyampaikan bahwa turnamen futsal merupakan bagian dari bentuk pengembangan potensi mahasiswa di luar kegiatan akademik.

Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan seperti turnamen olahraga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun kerja sama, serta melatih kepemimpinan dan sportivitas.

“Turnamen futsal ini merupakan bagian dari bentuk ekstensi mahasiswa ketika berada di luar kegiatan akademik. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki,” ungkap Fajar.

Ia juga mengapresiasi UKM Futsal UNUSIDA yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan organisasi kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.

“Kami yakin keberadaan UKM Futsal UNUSIDA dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa di bidang olahraga. Turnamen UNUSIDA CUP ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik UNUSIDA,” pungkasnya.

Salah satu teatrikal drama Roro Jonggrang yang ditampilkan dalam FAI Got Talent 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI Got Talent 2026 Jadi Panggung Mahasiswa Tampilkan Bakat dan Kreativitas di UNUSIDA

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar FAI Got Talent 2026 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI UNUSIDA ini menjadi ajang perdana untuk menampilkan potensi, kreativitas, dan bakat mahasiswa sekaligus melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar.

Beragam penampilan seni, mulai dari tari, musik, hingga pertunjukan kreativitas lainnya, memeriahkan acara. FAI Got Talent tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan soft skills bagi mahasiswa agar lebih percaya diri dalam mengekspresikan kemampuan yang dimiliki.

Ketua BEM FAI UNUSIDA, Wiwin Lestari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan FAI Got Talent merupakan hasil kerja sama seluruh tim yang telah mempersiapkan acara dengan maksimal.

“Hari ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan jajaran yang telah menyelesaikan rangkaian acara dengan baik. Harapan saya, FAI Got Talent tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus menjadi agenda tahunan Fakultas Agama Islam UNUSIDA dan berkembang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUSIDA, Rif’atul Anita, mengungkapkan bahwa FAI Got Talent merupakan kegiatan perdana yang menjadi tonggak baru bagi BEM Fakultas Agama Islam dalam memberikan ruang ekspresi kepada mahasiswa.

“Ini adalah kegiatan perdana dari BEM Fakultas Agama Islam. Saya mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa, bahkan sampai lembur demi mempersiapkan acara ini. Semoga segala usaha yang dilakukan menjadi amal ibadah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan tema ‘Show Your Talent, Be the Inspiration’, yaitu memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Studi PGMI maupun PIAUD untuk menunjukkan bakat sekaligus menginspirasi orang lain melalui karya seni.

“FAI memang berbasis keagamaan, tetapi mahasiswa juga harus memiliki kemampuan di bidang seni. Seni sangat penting untuk membentuk jiwa, kreativitas, dan rasa percaya diri. Apa yang ditampilkan hari ini akan menjadi bekal ketika nanti menjadi guru dan terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan FAI Got Talent juga dirangkaikan dengan proses pembelajaran mata kuliah seni yang sedang ditempuh mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung di atas panggung.

“Ketika nanti lulus dan menjadi guru, mahasiswa tidak akan canggung lagi saat mendampingi murid dalam pentas seni, lomba tari, atau kegiatan sekolah lainnya. Mereka sudah memiliki pengalaman mengelola penampilan, mengenakan kostum, hingga tampil di depan banyak orang,” tambahnya.

Selain penampilan mahasiswa, FAI Got Talent 2026 juga menghadirkan lomba tari yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat sekolah dasar se-Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran peserta dari luar kampus diharapkan menjadi sarana memperkenalkan Fakultas Agama Islam UNUSIDA kepada masyarakat luas.

Anita berharap pengalaman mengikuti perlombaan di UNUSIDA akan menjadi kenangan yang membekas bagi para peserta sejak usia dini. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang keislaman, tetapi juga memiliki kreativitas, keberanian berekspresi, serta kemampuan seni yang dapat mendukung profesionalisme mereka sebagai pendidik di masa depan.

“Kami ingin adik-adik memiliki pengalaman berharga dan mengenal UNUSIDA sejak sekarang. Semoga ketika nanti mereka melanjutkan pendidikan tinggi, mereka teringat bahwa di UNUSIDA ada Program Studi PGMI dan PIAUD yang siap mencetak calon guru profesional, kreatif, dan berkarakter,” ungkapnya.

Mahasiswa PBI UNUSIDA Dibekali Pelatihan Table Manner Course di Hotel Aston Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa PBI UNUSIDA Dibekali Pelatihan Table Manner untuk Penguatan Soft Skill

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapatkan pembekalan soft skill melalui kegiatan Pelatihan Table Manner Course yang diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan kompetensi non-akademik mahasiswa. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen PBI UNUSIDA, Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Pd., dan dilaksanakan bekerja sama dengan Hotel Aston Sidoarjo, Rabu (7/1/2026).

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional UNUSIDA tersebut, menyebut kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan level soft skill mahasiswa, terutama dalam aspek pengembangan diri (self-development) dan pembentukan karakter sosial. Menurutnya, table manner bukan sekadar tentang cara makan, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan sikap, etika, dan tata krama dalam kehidupan sosial.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan table manner ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai etika makan dan tata krama formal yang selama ini belum menjadi budaya sehari-hari di lingkungan mahasiswa. Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal profesional, khususnya bagi mahasiswa PBI yang nantinya akan berhadapan dengan dunia kerja, relasi internasional, maupun lingkungan akademik global.

“Kami terus berkomitmen dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik dan bahasa, tetapi juga dengan soft skill dan etika profesional. Salah satunya melalui pelatihan table manner ini yang diharapkan mampu mendukung mata kuliah dalam pembentukan karakter mahasiswa yang berwawasan global, beretika, dan siap bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa etika makan menjadi titik awal pembelajaran adab karena dari sanalah nilai-nilai kesopanan, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap orang lain dapat dibentuk. Melalui pelatihan ini, ia berharap mahasiswa dapat memiliki gambaran dan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya manner, khususnya dalam konteks profesional dan sosial.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa depan,” ungkapnya.

Selain mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga hingga empat jam, mahasiswa juga diberikan tugas untuk membuat review kegiatan. Tugas tersebut berisi refleksi berupa kesan, pesan, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti table manner course, sebagai bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.

Sementara itu, Food and Beverage Manager Hotel Aston Sidoarjo, Ivan Andriansyah, sangat menyambut baik akan kepercayaan kepada Hotel Aston sebagai tempat belajar bagi mahasiswa PBI UNUSIDA. Menurutnya, pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memahami dasar-dasar table manner secara benar, mulai dari penataan meja, cara berbicara, etika makan, hingga sopan santun yang berlaku dalam dunia perhotelan dan pelayanan.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu ragu untuk bertanya selama pelatihan berlangsung, karena seluruh materi akan dijelaskan secara rinci oleh instruktur. Sebab, output kegiatan ini adalah mahasiswa mampu mengenali fungsi peralatan makan dan menu yang disajikan sebagai bagian dari pemahaman praktis table manner.

“Terima kasih dan selamat belajar kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA. Silahkan explore ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal yang bermanfaat nantinya,” pungkasnya.