Pos

Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., C.I.R.P., CHCS., CHRM., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Kedisiplinan dan Profesionalisme, SDM UNUSIDA Ajak Pegawai Bekerja dengan Hati dan Aksi Nyata

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menegaskan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam membangun budaya kerja yang profesional. Penguatan tersebut disampaikan Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., C.I.R.P., CHCS., CHRM., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026).

Dalam pemaparannya, Jeziano mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing yang saling berkaitan dalam mendukung kemajuan universitas. Menurutnya, seluruh dosen dan tenaga kependidikan merupakan aset berharga yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diberdayakan untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengibaratkan UNUSIDA sebagai sebuah kapal besar yang membutuhkan kontribusi setiap bagian agar dapat berlayar dengan baik. Setiap orang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, mulai dari pemimpin hingga pelaksana teknis. Apabila salah satu bagian tidak menjalankan perannya secara optimal, hal tersebut dapat memengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan.

“Bapak dan Ibu semua merupakan aset berharga bagi UNUSIDA. Kita memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Karena itu, setiap orang perlu menjalankan perannya dengan baik agar organisasi ini dapat terus berkembang,” pesannya.

Jeziano juga menekankan bahwa kedisiplinan tidak cukup dimaknai sebagai kepatuhan terhadap jam masuk dan pulang kerja. Lebih dari itu, disiplin harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, pemanfaatan waktu kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam memberikan kontribusi nyata bagi institusi.

Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen tersebut mengajak seluruh pegawai untuk memastikan bahwa kehadiran di tempat kerja benar-benar menghasilkan nilai tambah. Kehadiran secara fisik perlu diiringi dengan pelaksanaan tanggung jawab, penyelesaian pekerjaan, dan pelayanan yang optimal.

Menurutnya, waktu kerja merupakan amanah yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu menjaga fokus selama jam kerja dan menghindari aktivitas yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan.

Dalam kesempatan tersebut, Jeziano menguraikan sejumlah nilai utama yang perlu diperkuat dalam budaya kerja UNUSIDA, yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai khidmah.

Kedisiplinan mencakup kepatuhan terhadap waktu, aturan, dan prosedur kerja. Tanggung jawab diwujudkan melalui kesungguhan dalam menyelesaikan tugas sesuai uraian pekerjaan dan kewenangan masing-masing. Apabila terdapat ketidakjelasan mengenai tugas maupun tanggung jawab, pegawai diharapkan aktif berkoordinasi dengan pimpinan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, integritas menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan di lingkungan kerja. Integritas menuntut keselarasan antara perkataan dan tindakan, sedangkan profesionalisme tercermin melalui kompetensi, etika, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan menjalankan pekerjaan secara optimal.

Di samping nilai-nilai tersebut, ia mengingatkan agar seluruh pegawai tidak meninggalkan semangat khidmah dalam bekerja. Bagi UNUSIDA, bekerja bukan semata-mata menjalankan kewajiban profesional, melainkan juga menjadi bagian dari pengabdian untuk memberikan manfaat bagi sesama dan institusi.

“Ketika kita berada di tempat yang sama, bekerja bersama, dan mencari keberkahan bersama, kita harus saling menjaga. Jangan sampai kita justru saling melemahkan. Mari membangun lingkungan kerja yang saling mendukung dan membawa UNUSIDA menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai penguatan budaya kerja, LSDM UNUSIDA juga memperkenalkan semangat yang dirangkum dalam tagline ‘Bekerja dengan Hati, Berkhidmah dengan Aksi, Bertumbuh untuk UNUSIDA’. Tagline tersebut menjadi ajakan bagi seluruh pegawai untuk mengintegrasikan kepedulian, tindakan nyata, dan kemauan untuk terus berkembang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Jeziano turut mengingatkan pentingnya konsistensi dalam memenuhi kewajiban administratif kepegawaian, termasuk pengisian Key Performance Indicator (KPI) dan pencatatan kehadiran. Ia mendorong pegawai yang mengalami kendala dalam penggunaan sistem agar berkoordinasi dengan LSDM sehingga persoalan teknis dapat segera ditangani.

Ia menyebut, penguatan kedisiplinan ini menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin tertib, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Melalui pemahaman terhadap tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai profesionalisme, setiap pegawai diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai perannya.

“Mari menjadikan kedisiplinan sebagai kebiasaan, integritas sebagai prinsip, dan khidmah sebagai semangat dalam bekerja. Dengan komitmen bersama, kita jadikan UNUSIDA menjadi tempat khidmah yang terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi yang profesional, solid, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Lembaga SDM UNUSIDA memberikan apresiasi kepada Staff UNUSIDA TV, Mujianto, S.Kom., sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik dan Akhmad Maulana Didayat sebagai Tenaga Operasional Terbaik. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Semangat Berkhidmah, SDM UNUSIDA Beri Apresiasi Tenaga Operasional dan Tenaga Kependidikan Terbaik

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Sumber Daya Manusia (SDM) UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dosen dan tenaga kependidikan sekaligus momentum untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan kapasitas, serta mendorong tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, serta jajaran kepala biro, kepala lembaga, kepala unit pelaksana teknis (UPT), dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menegaskan bahwa pertumbuhan institusi harus berjalan seiring dengan peningkatan kedewasaan dalam tata kelola, kedisiplinan, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, UNUSIDA yang terus berkembang membutuhkan seluruh elemen kampus yang juga bersedia bertumbuh, belajar, dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan tuntutan institusi. Kedewasaan organisasi tidak hanya ditunjukkan melalui perkembangan fasilitas, tetapi juga melalui kualitas pelayanan, tanggung jawab, serta kemampuan setiap individu dalam menjalankan perannya.

“UNUSIDA tumbuh sejalan dengan usianya. Karena itu, tata kelola harus semakin baik dan kedisiplinan tenaga kependidikan harus terus meningkat. Kita perlu belajar, meningkatkan kapasitas masing-masing, dan menjaga semangat berkhidmah di UNUSIDA,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa apresiasi merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang positif dan mendorong seluruh sivitas akademika untuk terus memberikan kontribusi terbaik. Penghargaan tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas capaian, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki kualitas diri dan kinerja secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dr. Hadi mengajak seluruh keluarga besar UNUSIDA untuk membangun semangat tumbuh bersama. Setiap unsur, baik dosen maupun tenaga kependidikan, memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan akademik, pengembangan mahasiswa, dan kemajuan universitas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LSDM yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kekompakan, dan memperkuat kontribusi bagi kemajuan universitas.

“Seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi, kita juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola. Oleh sebab itu, kita semua harus mampu beradaptasi, terbuka terhadap evaluasi, serta memiliki kemauan untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, SDM UNUSIDA memberikan apresiasi kepada Staff UNUSIDA TV, Mujianto, S.Kom., sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik dan Akhmad Maulana Didayat sebagai Tenaga Operasional Terbaik sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kedisiplinan, dan kontribusi dalam mendukung kelancaran layanan serta operasional kampus.

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 0709.1/2026 tentang Dosen Berprestasi serta Tenaga Kependidikan dan Tenaga Operasional Terbaik.

Ia memaparkan bahwa proses penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja dan kontribusi pegawai selama menjalankan tugasnya.

Indikator pertama adalah rata-rata Key Performance Indicator (KPI) selama enam bulan. Indikator kedua berupa survei pelayanan yang dapat diakses melalui kode batang atau barcode yang tersedia di lingkungan kampus. Survei tersebut menjadi salah satu instrumen untuk melihat kualitas pelayanan yang diberikan kepada sivitas akademika maupun pihak yang berkepentingan.

Indikator ketiga adalah performa operasional yang dinilai oleh kepala biro, kepala lembaga, dan kepala UPT. Penilaian ini tidak hanya memperhatikan hasil pekerjaan teknis, tetapi juga karakter dan perilaku profesional dalam bekerja, seperti kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan.

Adapun indikator keempat adalah keaktifan dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan universitas. Partisipasi tersebut dinilai sebagai bagian dari kontribusi pegawai dalam mendukung berbagai agenda dan pengembangan institusi.

Jeziano menegaskan bahwa keseluruhan indikator tersebut dinilai secara komprehensif agar penghargaan dapat diberikan berdasarkan kinerja dan kontribusi yang terukur. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada satu aspek, tetapi mempertimbangkan berbagai dimensi yang mendukung profesionalisme dan kualitas pelayanan.

“Melalui mekanisme tersebut, proses apresiasi ini dapat mendorong budaya kerja yang transparan, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Hasil penilaian juga menjadi bahan refleksi bagi seluruh pegawai untuk mengenali keunggulan sekaligus memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Dosen Manajemen tersebut mengatakan bahwa apresiasi SDM UNUSIDA 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam membangun lingkungan kerja yang menghargai dedikasi, mendorong prestasi, dan memperkuat semangat pengabdian. Melalui penghargaan ini, ia berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin termotivasi untuk meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik.

“Dengan semangat tumbuh bersama, mari terus berupaya membangun tata kelola yang semakin baik dan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, serta berorientasi pada kebermanfaatan. Sebab, kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan fasilitas, tetapi juga oleh komitmen setiap individu yang bekerja, berkarya, dan berkhidmah untuk mewujudkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.