Momen Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang diselenggarakan oleh UKM Samita Trance UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Samita Trance Sukses Gelar Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo, Perebutkan Piala Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Samita Trance Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang diikuti oleh puluhan pelajar tingkat TK-SMA. Kompetisi yang memperebutkan Piala Rektor UNUSIDA untuk dipusatkan di Art Center Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), alan Airlangga 67, Sidoarjo, Sabtu (9/8/2025).

Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, sangat mengapresiasi lomba tari kreasi kali ini. Sebab menjadi salah satu bentuk dalam melestarikan warisan budaya, khususnya tari, adalah salah satu bentuk tanggung jawab kita terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Tari mengandung banyak pesan yang bisa membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekompakan, yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti lomba tari ini bukan hanya sekedar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan sarana untuk menjaga dan meneruskan tradisi budaya yang telah ada sejak lama.

“Kegiatan seperti ini dapat menjadi semangat bagi kita untuk terus melestarikan budaya tari, terutama yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Melalui lomba ini, kita juga dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan menghargai warisan budaya yang dimiliki bangsa kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta lomba yang hadir. Ia berharap agar setiap peserta, baik yang nantinya menjadi pemenang maupun yang belum beruntung, dapat memperoleh pengalaman berharga dari ajang ini.

“Kejuaraan ini adalah bagian dari proses belajar yang harus dilatihkan secara terus-menerus. Pengalaman ini akan menjadi bekal untuk kita semua dalam memperkenalkan dan mengembangkan seni tari sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi dunia seni tari di Kabupaten Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa melalui ajang ini, selain menciptakan wadah bagi para pelaku seni untuk berkompetisi, juga sebagai bentuk upaya untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Baca juga:  Benchmarking ITSNU Kalimantan ke UNUSIDA: Perkuat Sistem Penjaminan Mutu dan Semangat Khidmat Akademik

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meneruskan budaya kita, yang nantinya akan menjadi identitas bangsa kita yang semakin dikenal dan dihargai di seluruh dunia,” harapnya.

Ketua Pelaksana, Nur Aisyah Fitri menyampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh tiga kategori, yaitu kategori A, peserta dari tingkat TK hingga kelas 3 SD, kategori B diikuti peserta dari kelas 4 hingga 6 SD, serta kategori C yang diikuti peserta dari tingkat SMP, SMA, atau sederajat.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 53 grup tari, dari berbagai jenjang pendidikan dengan total peserta mencapai lebih dari 100 orang. Lomba tari kreasi ini bertujuan untuk menggali potensi dan kreativitas generasi muda dalam dunia seni tari, sekaligus menjadi sarana untuk memupuk kecintaan terhadap budaya tradisional Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Sidoarjo. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan seni tari dan pelestarian budaya Indonesia,” ujar Aisyah.

Ia menyebutkan, kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak. Mulai dari Pimpinan Universitas, Biro Kemahasiswaan, Dewan Kesenian Sidoarjo, Komite Tari, hingga para pembimbing dan seluruh tim panitia yang bekerja keras dari awal persiapan hingga pelaksanaan.

Ia menjelaskan, Lomba Tari Kreasi ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai bentuk tari kreasi baru yang inovatif, namun tetap tidak meninggalkan unsur budaya tradisional yang kaya.

“Terima kasih atas dukungan dari semua pihak. Kami berharap acara ini menjadi langkah nyata dalam merawat warisan budaya bangsa dan memberi ruang bagi para seniman muda untuk terus berkarya,” pungkasnya. (MY)