Yudisium ke-9 FE UNUSIDA: Tekankan Pentingnya Kompetensi, Profesionalisme, dan Nilai Aswaja Bagi Alumni
SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi para mahasiswa-mahasiswi yang resmi dinyatakan lulus dan bersiap memasuki dunia profesional.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengelola Pendidikan (BPP) UNUSIDA, sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran Fakultas Ekonomi, khususnya para dosen, yang dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan, terutama mereka yang juga tinggal di pesantren.
“Kalau tidak karena kasih sayang Allah, tidak mungkin dosen bisa meladeni mahasiswa, apalagi yang tinggal di pesantren. Artinya, dosen-dosen ini sedang dititipkan rahmat oleh Allah. Bisa jadi, mereka adalah wali-wali Allah,” ujarnya.
Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, S.E., M.M, menegaskan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Tugas kami bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujar Novie.
Ia menekankan bahwa tantangan di era saat ini sangat kompleks, mulai dari perubahan ekonomi global, dampak konflik internasional, hingga perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, lulusan Fakultas Ekonomi harus memiliki jiwa entrepreneur, kemampuan membaca perubahan, serta kecakapan dalam menghitung dan mengelola risiko.
“Pemimpin yang entrepreneur bukan hanya mampu membangun usaha, tetapi mampu membaca kondisi, membuat inovasi, dan tanggap terhadap setiap perubahan. Dunia kerja saat ini sangat dinamis, dan kita harus siap menghadapinya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting bagi para lulusan untuk mulai membiasakan diri bekerja sejak dini, mengingat kompetisi di dunia kerja semakin ketat. Ia menyoroti bahwa meski pemerintah tidak membatasi usia untuk melamar pekerjaan, sebagian besar perusahaan tetap memiliki preferensi terhadap usia pelamar.
“Realitanya, perusahaan akan memilih calon yang lebih muda karena dianggap lebih mudah dilatih dan diarahkan. Maka dari itu, mulai dari sekarang, bangun kesiapan dan pengalaman kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Novie menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses perkuliahan, serta berpesan agar lulusan selalu menjaga nama baik almamater.
“Jangan lupa untuk selalu berperan aktif di masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan diri. UNUSIDA adalah rumah dan kebanggaan kita bersama. Semoga kalian semua sukses dan diberi jalan terbaik dalam setiap langkah,” tuturnya.
Acara yudisium ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan pengumuman kelulusan, penyematan alumni secara simbolis, dan berbagai penampilan dari mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama menjalani studi di Fakultas Ekonomi UNUSIDA. (MY)










