Pos

Riyadhoh Spiritual Fakultas Ekonomi UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Riyadhoh Spiritual Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Meneladani Jejak Muassis NU

JOMBANG — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan riyadhoh pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran struktural fakultas, mulai dari dekanat, kepala program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ziarah ke makam para ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Islam dan Nahdlatul Ulama di Indonesia. Adapun lokasi ziarah meliputi makam KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Bisri Syansuri, KH. Abdul Wahab Chasbullah, serta Sayyid Sulaiman. Keempat tokoh tersebut dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, dakwah, serta perjuangan kebangsaan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan spiritual seperti ini penting untuk membangun karakter civitas akademika yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki ketenangan batin dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

“Kampus tidak hanya menjadi ruang belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun akhlak, spiritualitas, dan kebersamaan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Fakultas Ekonomi UNUSIDA,” ujarnya.

Ia berharap, riyadhoh ini membawa keberkahan serta dampak positif bagi seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam menjalankan aktivitas akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga keberkahan riyadhoh ini dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam menjalankan amanah pendidikan,” ungkapnya.

Setibanya di lokasi pertama, makam KH. M. Hasyim Asy’ari, seluruh peserta melaksanakan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin salah satu dosen. Kekhusyukan terasa saat peserta mengenang jasa pendiri NU tersebut.

Perjalanan dilanjutkan ke makam KH. Bisri Syansuri. Selain doa dan tahlil, peserta mendapatkan tausiyah singkat tentang pentingnya menjaga nilai keilmuan dan keikhlasan dalam berkhidmah, sebagaimana teladan para ulama terdahulu. Momen ini menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik secara akademik maupun spiritual.

Di makam KH. Abdul Wahab Chasbullah hingga di makam Sayyid Sulaiman, rombongan kembali melantunkan doa bersama. Disampaikan pula penjelasan singkat mengenai peran beliau dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kiprahnya membangun NU. Wawasan historis ini meneguhkan kesadaran akan pentingnya peran ulama dalam perjalanan bangsa.

Research Camp FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Research Camp FE UNUSIDA Dorong Keunggulan Riset melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan Research Camp dengan mengusung tema ‘Accelerating Research Excellence: Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Efektivitas dan Kualitas Penelitian’, Rabu (7/1/2026). Research Camp kali ini diikuti oleh mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menekankan bahwa keunggulan riset merupakan salah satu pilar utama dalam penguatan reputasi dan daya saing perguruan tinggi. Oleh karena itu, penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai peneliti.

Artificial Intelligence membuka peluang besar dalam dunia penelitian, mulai dari efisiensi waktu, ketepatan analisis, hingga perluasan wawasan keilmuan. Namun, AI harus digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Peran peneliti tetap tidak tergantikan, terutama dalam merumuskan masalah, menafsirkan hasil, dan menjaga nilai-nilai akademik,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital dalam dunia akademik merupakan keniscayaan yang harus direspons secara cerdas dan terarah. Menurutnya, Artificial Intelligence bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas riset dosen.

Kegiatan dirancang secara intensif untuk memberikan penguatan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mahasiswa dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu strategis dalam proses penelitian ilmiah, mulai dari penelusuran literatur, pengolahan data, hingga peningkatan kualitas publikasi ilmiah.

“Pemanfaatan AI dalam penelitian harus diposisikan sebagai alat bantu akademik yang memperkuat daya analisis dan ketajaman berpikir peneliti. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat membantu dosen bekerja lebih efektif tanpa meninggalkan integritas ilmiah dan etika akademik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Fakultas Ekonomi UNUSIDA untuk terus memfasilitasi peningkatan kapasitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam memperkuat budaya riset dosen yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berorientasi pada peningkatan mutu dan luaran penelitian.

“FE UNUSIDA harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat kualitas riset dosen maupun mahasiswa. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya research excellence yang berkelanjutan, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan Research Camp, peserta mendapatkan berbagai materi bersama narasumber Prof. Dr. Indrawati Yuhertiana, MM., Ak., CMA., dan Ryan Purnomo, S.Pd., M.Pd. Hingga sesi diskusi mengenai strategi pemanfaatan AI dalam penelusuran literatur ilmiah, pengolahan data penelitian, serta peningkatan kualitas penulisan artikel ilmiah. Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif sehingga dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M. Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prospek Ekonomi 2026: Tantangan Digitalisasi, Ekonomi Hijau, dan SDM

Menatap tahun 2026, Indonesia berada pada persimpangan penting dalam perjalanan pembangunan ekonominya. Di tengah dinamika global yang terus berubah, mulai dari disrupsi teknologi hingga tekanan isu lingkungan. Indonesia dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan serius. Setidaknya terdapat tiga isu strategis yang akan sangat menentukan arah dan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional, yakni digitalisasi, pengembangan ekonomi hijau, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Digitalisasi: Peluang Inklusif yang Masih Menyisakan Kesenjangan
Digitalisasi telah menjadi keniscayaan dalam kehidupan ekonomi modern. Pemanfaatan kecerdasan buatan, big data, serta otomatisasi kini bukan lagi sekadar inovasi, melainkan standar baru dalam dunia usaha dan industri. Transformasi digital memberikan peluang efisiensi, perluasan pasar, serta peningkatan daya saing nasional.

Namun demikian, tantangan besar masih membayangi, terutama kesenjangan digital yang dialami sektor UMKM. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang belum memiliki literasi digital memadai, keterbatasan infrastruktur, maupun akses pembiayaan untuk adopsi teknologi. Tanpa kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas UMKM, digitalisasi justru berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui pelatihan, perluasan infrastruktur digital, serta skema pembiayaan yang inklusif menjadi kebutuhan mendesak.

Ekonomi Hijau: Antara Potensi Besar dan Tantangan Transformasi
Di sisi lain, ekonomi hijau menjadi agenda strategis yang tak terpisahkan dari komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan. Tekanan global akibat perubahan iklim mendorong negara-negara, termasuk Indonesia, untuk mengadopsi praktik ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi energi terbarukan yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau.

Meski demikian, transisi menuju ekonomi hijau bukanlah proses yang mudah. Diperlukan keberanian untuk mengubah pola produksi konvensional, investasi serius pada teknologi hijau, serta konsistensi kebijakan publik dalam mendukung transisi energi. Tanpa komitmen jangka panjang, ekonomi hijau berisiko hanya menjadi jargon tanpa dampak nyata.

SDM: Fondasi Utama Transformasi Ekonomi
Keberhasilan digitalisasi dan ekonomi hijau pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Tantangan terbesar Indonesia ke depan adalah memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kemampuan analitik, literasi teknologi, kreativitas, hingga green skills menjadi kompetensi kunci yang harus dimiliki generasi mendatang.

Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peran strategis. Institusi pendidikan tinggi dituntut untuk adaptif melalui pengembangan kurikulum yang relevan, pembelajaran berbasis praktik, serta kolaborasi erat dengan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga motor penghasil SDM unggul yang siap menjawab tantangan ekonomi masa depan.

Bagi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), tantangan ekonomi tersebut selaras dengan identitas kampus NU yang mengusung motto Religius Campus With Entrepreneurship Spirit. Artinya, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus berpijak pada nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kemaslahatan umat.

UNUSIDA memandang penguatan SDM sebagai proses menyeluruh: mengintegrasikan keilmuan, nilai ke-NU-an, dan semangat kewirausahaan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang berorientasi pada kemaslahatan.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan sektor bisnis, tantangan digitalisasi, ekonomi hijau, dan penguatan SDM bukanlah hambatan, melainkan peluang strategis. Saya optimis, jika dikelola secara terencana dan berkelanjutan, tahun 2026 dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melangkah menuju ekonomi yang lebih tangguh, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Oleh: Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M.
Dekan Fakultas Ekonomi

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia: Wujud Nyata Kolaborasi dan Pembelajaran Global

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi melepas tujuh mahasiswa terbaik untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia pada Senin (27/10/2025). Program ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Adapun mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut adalah Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Mereka akan melaksanakan KKN di Malaysia dengan fokus kegiatan pada pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kolaborasi pendidikan lintas budaya.

Selama beberapa minggu di Malaysia, para mahasiswa akan menjalankan sejumlah program strategis, seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pelatihan digital marketing bagi UMKM, serta observasi terhadap sistem ekonomi masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan global.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yakni Devika Cherly P., S.Mn., M.M. dari International Cooperation Division, Achmad Zaki, S.E., M.M. selaku Secretary of Management, dan Cynthia Eka Violita, S.M., M.S.M. sebagai Lecturer. Ketiganya akan membimbing mahasiswa sejak tahap adaptasi hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan besar kepada mahasiswa yang terpilih.

Program KKN Internasional FE UNUSIDA ke Malaysia ini menjadi bagian dari roadmap internasionalisasi universitas yang telah dicanangkan oleh pimpinan UNUSIDA. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri, UNUSIDA berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

“Program KKN Internasional ini merupakan langkah nyata FE UNUSIDA dalam mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing global, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kami berharap para mahasiswa tidak hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme di kancah internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kolaborasi antar negara dalam membangun masyarakat yang berdaya secara ekonomi dan sosial.

“Kami ingin mahasiswa FE UNUSIDA belajar dari konteks nyata, memahami dinamika ekonomi lintas budaya, dan membawa pulang inspirasi serta praktik baik yang bisa diterapkan di masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga semangat, integritas, dan tanggung jawab selama menjalankan misi di luar negeri. Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran global, Fakultas Ekonomi UNUSIDA bertekad untuk terus mendorong mahasiswanya menjadi generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat internasional, membawa semangat perubahan dari Sidoarjo untuk dunia.

“Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat tempat kalian mengabdi. Kalian adalah representasi UNUSIDA dan Indonesia di kancah global. Tunjukkan dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pendamping Devika Cherly P., S.Mn., M.M. menjelaskan bahwa KKN Internasional tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan global mahasiswa.

“Mahasiswa akan belajar langsung tentang praktik ekonomi mikro dan manajemen usaha di negara lain. Mereka berinteraksi dengan komunitas lokal, memahami budaya kerja, serta cara berpikir masyarakat yang berbeda. Ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Achmad Zaki, S.E., M.M. menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan etika akademik selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap mahasiswa menjaga nama baik UNUSIDA, menunjukkan semangat belajar yang tinggi, serta aktif berkontribusi di setiap kegiatan. Ini adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan secara internasional,” harapnya.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M saat menyampaikan materi dalam kegiatan Internasional Guest Lecture 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FE UNUSIDA Jadi Narasumber dalam Internasional Guest Lecture 2025 Aliansi FEB Swasta Indonesia

PEKANBARU — Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA), Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Internasional Guest Lecture 2025 yang diselenggarakan oleh Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBIS) di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (14/8/2025) lalu. Acara ini dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, serta praktisi ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia maupun luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Novie menegaskan pentingnya Strategi Pemasaran Adaptif sebagai kunci keberlangsungan bisnis di tengah perubahan pasar yang cepat. Hal ini disampaikan dalam forum akademik yang membahas tantangan dan peluang dunia pemasaran di era digital.

Menurutnya, kondisi pasar yang dinamis, perkembangan teknologi, serta perubahan preferensi konsumen memaksa perusahaan untuk senantiasa beradaptasi. “Pemasaran adaptif membantu perusahaan tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novie memaparkan beberapa ciri utama pemasaran adaptif, antara lain dengan respons cepat terhadap feedback pasar dan konsumen, fleksibilitas dalam mengubah pendekatan pemasaran berdasarkan data serta situasi pasar, kecepatan pengambilan keputusan berbasis informasi real-time, dan pemanfaatan teknologi seperti big data, analitik, dan otomasi untuk memprediksi perubahan pasar.

Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dan inovasi dalam menghadapi perubahan pasar global. Ia menjelaskan bahwa di era digital dan kompetisi yang semakin ketat, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan strategi pemasaran konvensional semata, melainkan perlu mengadopsi pendekatan adaptif yang responsif terhadap tren, perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi.

“Strategi pemasaran adaptif bukan hanya soal cepat merespons perubahan, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan mampu membaca peluang, memanfaatkan data, serta membangun kedekatan emosional dengan konsumen,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan strategi ini memberikan berbagai keuntungan, seperti peningkatan relevansi merek, kepuasan pelanggan, hingga efisiensi anggaran pemasaran. Meski demikian, terdapat pula tantangan seperti keterbatasan sumber daya, ketergantungan pada data yang akurat, dan kebutuhan akan struktur organisasi yang fleksibel.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya sinergi antara inovasi produk, pemanfaatan platform digital, serta strategi komunikasi yang personal agar perusahaan mampu bertahan dan tumbuh.

“Strategi pemasaran adaptif bukan hanya kebutuhan, melainkan tuntutan agar perusahaan mampu bertahan, tumbuh, dan bersaing di era global saat ini,” tergasnya.

Kehadiran Dekan FE UNUSIDA dalam forum internasional ini menjadi bukti kontribusi nyata UNUSIDA dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional. (MY)

Yudisium Ke-9 Fakultas Ekonomi UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-9 FE UNUSIDA: Tekankan Pentingnya Kompetensi, Profesionalisme, dan Nilai Aswaja Bagi Alumni

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi para mahasiswa-mahasiswi yang resmi dinyatakan lulus dan bersiap memasuki dunia profesional.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengelola Pendidikan (BPP) UNUSIDA, sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran Fakultas Ekonomi, khususnya para dosen, yang dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan, terutama mereka yang juga tinggal di pesantren.

“Kalau tidak karena kasih sayang Allah, tidak mungkin dosen bisa meladeni mahasiswa, apalagi yang tinggal di pesantren. Artinya, dosen-dosen ini sedang dititipkan rahmat oleh Allah. Bisa jadi, mereka adalah wali-wali Allah,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, S.E., M.M, menegaskan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Tugas kami bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujar Novie.

Ia menekankan bahwa tantangan di era saat ini sangat kompleks, mulai dari perubahan ekonomi global, dampak konflik internasional, hingga perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, lulusan Fakultas Ekonomi harus memiliki jiwa entrepreneur, kemampuan membaca perubahan, serta kecakapan dalam menghitung dan mengelola risiko.

“Pemimpin yang entrepreneur bukan hanya mampu membangun usaha, tetapi mampu membaca kondisi, membuat inovasi, dan tanggap terhadap setiap perubahan. Dunia kerja saat ini sangat dinamis, dan kita harus siap menghadapinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting bagi para lulusan untuk mulai membiasakan diri bekerja sejak dini, mengingat kompetisi di dunia kerja semakin ketat. Ia menyoroti bahwa meski pemerintah tidak membatasi usia untuk melamar pekerjaan, sebagian besar perusahaan tetap memiliki preferensi terhadap usia pelamar.

“Realitanya, perusahaan akan memilih calon yang lebih muda karena dianggap lebih mudah dilatih dan diarahkan. Maka dari itu, mulai dari sekarang, bangun kesiapan dan pengalaman kerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novie menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses perkuliahan, serta berpesan agar lulusan selalu menjaga nama baik almamater.

“Jangan lupa untuk selalu berperan aktif di masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan diri. UNUSIDA adalah rumah dan kebanggaan kita bersama. Semoga kalian semua sukses dan diberi jalan terbaik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Acara yudisium ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan pengumuman kelulusan, penyematan alumni secara simbolis, dan berbagai penampilan dari mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama menjalani studi di Fakultas Ekonomi UNUSIDA. (MY)

Seminar Motanoia Digitalis Fakultas Ekonomi UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Seminar Metanoia Digitalis, Gali Potensi Bisnis di Era Digital

Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) menggelar seminar bertajuk Motanoia Digitalis dengan tema ‘Inovasi dan Strategi Bisnis di Era Digital’ di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (25/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh tentang urgensi digitalisasi dalam dunia bisnis modern.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M. menekankan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan adaptif dalam menjalankan bisnis saat ini. Ia mengatakan Kegiatan ini juga menjadi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah kewirausahaan yang mengajarkan mahasiswa untuk tak hanya fokus pada pembuatan produk, tetapi juga dalam pengelolaan bisnis secara digital dan profesional.

“Kita tidak bisa stagnan. Dunia tengah menghadapi berbagai tantangan global mulai dari perang militer hingga perang dagang. Mahasiswa harus mampu merespons dan berinovasi dalam situasi apa pun. Oleh karena itu, event ini sebagai bentuk luaran mata kuliah Aplied Entrepreneurship,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Seminar ini menghadirkan kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra dunia usaha, seperti PT. Surya Inti Aneka Pangan (SIAP), PT. Aliyan Jaya Perkasa, CV My Sneaker Indo, serta Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Jawa Tengah. Kerja sama ini membuka ruang kolaboratif antara kampus dan industri untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pengusaha muda yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kepemimpinan dan manajemen bisnis yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT. Surya Inti Aneka Pangan (SIAP), memberikan motivasi dan kiat sukses berbisnis kepada generasi muda.

Di hadapan para mahasiswa, ia menekankan bahwa keberhasilan dalam dunia bisnis tidak hanya ditentukan oleh ide yang bagus, tetapi juga oleh konsistensi, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Jangan takut gagal. Kegagalan itu bagian dari proses belajar. Yang penting adalah terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan bangun jaringan yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan peluang di era digital serta menguasai teknologi sebagai alat bantu dalam pengembangan usaha. Disiplin, kerja keras, serta manajemen waktu yang baik disebut sebagai kunci penting lainnya.

“Generasi muda harus memperkaya pengalaman, khususnya bagi mahasiswa. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh saat ini, manfaatkan itu untuk belajar dan menggali potensi ada,” pungkasnya. (MY)