Enam Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek RI (Foto: Humas UNUSIDA)

6 Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek

SIDOARJO Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik dan riset. Kali ini, 6 Dosen UNUSIDA resmi terpilih sebagai Penerima Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan pemerintah terhadap dosen perguruan tinggi yang aktif menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berkontribusi dalam publikasi pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA dalam menguatkan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Adapun dosen UNUSIDA yang menerima bantuan tersebut adalah:

  • A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • Achmad Mufliq, M.Kom. – Dosen Program Studi Sistem Informasi,

  • Medya Ayunda Fitri, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • M. Mansur Yafi, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Industri,

  • Rofiqoh Nirwana, M.Pd.I. – Dosen Program Studi Pendidikan Guru MI,

  • Zahrotul Azizah, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi, sekaligus memperkuat reputasi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang produktif dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan para dosen ini menunjukkan bahwa UNUSIDA tidak hanya berfokus pada pengembangan pembelajaran, tetapi juga serius mendorong dosen untuk aktif dalam riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dengan raihan Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 ini, kami semakin optimistis dalam mewujudkan kampus unggul yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Kartini Masa Kini Hadir dalam Setiap Perempuan yang Menjalani Perannya

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., menegaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki peran strategis, baik bagi dosen maupun institusi perguruan tinggi. Menurutnya, publikasi bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata aplikasi keilmuan dari bidang yang ditekuni.

“Publikasi ilmiah menjadi sarana untuk menunjukkan kontribusi keilmuan dosen sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kualitas perguruan tinggi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (17/12/2025).

Lebih lanjut, Dosen Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA menjelaskan bahwa fokus pengembangan keilmuannya saat ini berada pada bidang rekayasa bioproduk dan bioteknologi berkelanjutan. Riset yang ia kembangkan diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan krisis energi dan pangan yang tengah dihadapi Indonesia.

“Bidang Teknik Kimia memiliki kontribusi besar untuk masyarakat. Banyak topik riset yang dapat diarahkan pada pengembangan energi terbarukan dan ketahanan pangan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” jelasnya.

Sebagai dosen yang relatif baru, Aziz sapaan akrabnya membagikan pengalamannya dalam membangun kapasitas akademik. Ia menekankan pentingnya memperbanyak diskusi dan berbagi pengalaman dengan dosen-dosen senior. Menurutnya, proses belajar dari para akademisi yang lebih berpengalaman menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

Ke depan, ia menekankan adanya kolaborasi riset lintas program studi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset agar mereka memperoleh pengalaman akademik yang berharga sejak dini.

“Kolaborasi akan melahirkan riset yang lebih variatif dan berdampak. Mahasiswa juga perlu dilibatkan agar mereka terbiasa dengan budaya riset dan siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus bergerak dinamis,” pungkasnya.