Enviro Khidmah Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Enviro Khidmah di Masjid Baitussholihin Jabon

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2023 melaksanakan kegiatan Environmental Vision and Islamic Renewal through Khidmah at Masjid Heritage Site (Enviro Khidmah) di Masjid Baitussholihin, Dusun Sawah, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (21/12/2025).

Kegiatan ini berangkat dari kesadaran mahasiswa akan peran strategis Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) sebagaimana ditegaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama (AD/ART NU). Secara konseptual, Enviro Khidmah selaras dengan Program Dasar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo Masa Khidmat 2021–2026, khususnya pada pengembangan pelayanan kesehatan melalui kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pada tingkat desa, keterlibatan struktur NU memiliki mandat pelayanan keagamaan dan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan umat, termasuk dalam penguatan budaya kebersihan serta kesehatan lingkungan masjid. Masjid diposisikan tidak hanya sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Inspirasi kegiatan ini turut diperkuat oleh berkembangnya konten edukatif kebersihan masjid di media sosial, salah satunya melalui akun TikTok @cleanermasjid, yang menyadarkan publik bahwa merawat kesucian dan kenyamanan rumah ibadah merupakan bagian integral dari akhlak dan spiritualitas umat Islam.

Dalam konteks akademik, Enviro Khidmah menjadi bentuk pemenuhan luaran Mata Kuliah Aswaja 4, yang menekankan praktik khidmah nyata kepada lembaga Nahdlatul Ulama, dengan objek pengabdian pada lingkup MWCNU Jabon.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan area Masjid Baitussholihin secara menyeluruh, meliputi ruang shalat, tempat wudlu, kamar mandi, halaman, hingga area makam di sekitar masjid. Aktivitas ini dimaknai sebagai implementasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman, sekaligus sebagai praktik etika lingkungan yang relevan dengan keilmuan Teknik Lingkungan.

Baca juga:  Dosen UNUSIDA Raih Pendanaan Program Pengabdian Masyarakat BiMA 2025: Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis AI di Pesantren

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Syafiq Al Hamdi, menegaskan bahwa Enviro Khidmah dirancang untuk menjembatani nilai keislaman dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Secara keseluruhan, Enviro Khidmah menjadi ruang temu antara dunia akademik, tradisi keagamaan, dan praktik pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memperkuat relasi mahasiswa dengan struktur Nahdlatul Ulama di tingkat lokal, sekaligus menegaskan bahwa khidmah Aswaja dapat diwujudkan melalui aksi-aksi ekologis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa Aswaja tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi diwujudkan dalam khidmah yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Dosen penanggung jawab kegiatan, Iftirohatul Adhimah, M.Pd., menilai Enviro Khidmah sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang penting bagi mahasiswa. Menurutnya, pengabdian berbasis Aswaja harus mampu menjawab tantangan sosial dengan pendekatan yang membumi dan aplikatif.

Bagi mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2023, Enviro Khidmah bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan proses pembentukan kesadaran bahwa merawat masjid berarti merawat lingkungan, dan pada akhirnya merawat peradaban.

“Mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan nilai Aswaja, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan dalam satu gerak khidmah yang sederhana namun bermakna,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial-keagamaan di tingkat akar rumput.

Usai pelaksanaan Shalat Dzuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah makam yang diisi pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Mudzakkir, selaku ta’mir Masjid Baitussholihin. Momentum ini menjadi ruang refleksi spiritual yang menegaskan keterhubungan antara perawatan lingkungan, penghormatan terhadap leluhur, dan penguatan tradisi Islam Nusantara.

Gus Mudzakkir menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan khidmah tersebut. “Masjid adalah pusat peradaban umat. Ketika generasi muda hadir dengan niat membersihkan, mendoakan, dan merawatnya, itu menjadi tanda keberlanjutan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Abdurrashid Lawal, Mahasiswa Asing di UNUSIDA Pertama Penerima Beasiswa USoF dari Nigeria

Penulis: Muchammad Waziruddin