BEM UNUSIDA dan Yayasan Omni Indonesia Gelar OLC Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA dan Yayasan Omni Indonesia Gelar Olimpiade Omni Local Competition Tingkat Pelajar di Sidoarjo

SIDOARJO — Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwujudkan melalui penyelenggaraan Olimpiade Omni Local Competition (OLC) Sidoarjo yang berlangsung di Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Ahad (10/05/2026) . Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Pendidikan Omni Indonesia dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

OLC Sidoarjo menjadi bagian dari rangkaian program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi BEM UNUSIDA dalam memperingati Hardiknas 2026 sekaligus menghadirkan ruang kompetisi akademik yang inklusif bagi pelajar lintas jenjang pendidikan. Melalui ajang ini, penyelenggara berupaya mendorong budaya belajar, daya saing, serta pengembangan potensi akademik peserta sejak usia dini.

Staf Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi BEM UNUSIDA, Muhammad Ali Akbar Rafsanjani menegaskan bahwa OLC bukan sekadar ajang perlombaan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, keberanian, dan budaya belajar generasi muda.

“Momentum Hardiknas harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Melalui OLC ini, kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan budaya kompetitif yang sehat bagi pelajar sejak dini. Pendidikan hari ini membutuhkan ekosistem yang mendukung potensi peserta didik agar mampu berkembang secara adaptif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia yang juga menjadi koordinator kegiatan, menambahkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan akademik yang berkualitas.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan juga memberikan pengalaman nyata tentang pentingnya kontribusi generasi muda dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam momentum Hardiknas 2026, kegiatan seperti OLC diharapkan mampu memperkuat budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat inovasi.

Baca juga:  Elza Fiilmilla Sutejo, Mahasiswa PBI Unusida Kenalkan Budaya 5S Saat PLP di Thailand

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar secara langsung bagaimana membangun ruang pendidikan yang kolaboratif dan berdampak. Ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi bagaimana menciptakan semangat belajar yang positif bagi generasi muda,” jelasnya.

Pelaksanaan lomba kali ini dibagi ke dalam berbagai kategori berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat TK/RA, peserta berkompetisi pada bidang Berhitung dan English. Sementara untuk tingkat SD/MI kelas 1–2, lomba meliputi Matematika dan English. Pada tingkat SD/MI kelas 3–4 serta kelas 5–6, kategori yang diperlombakan mencakup Matematika, IPA, dan English. Adapun untuk jenjang SMP/MTs, peserta diuji melalui kompetisi Matematika, IPA, dan English.

Ragam kategori tersebut menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menyediakan ruang pengembangan kemampuan akademik yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di setiap fase pendidikan.

Kegiatan OLC Sidoarjo juga menjadi perhatian tersendiri karena telah terkurasi di Pusat Prestasi Nasional (PUSPERNAS). Status tersebut memberikan legitimasi akademik sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk terus mengembangkan kompetensi mereka di bidang pendidikan.

Momentum Hardiknas 2026 dipilih sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial. Sinergi antara lembaga pendidikan, tenaga pendidik, peserta didik, serta orang tua menjadi kunci dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Melalui OLC, peserta didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai semata, melainkan juga pada pembentukan karakter, kreativitas, serta semangat inovasi. Hal ini sejalan dengan semangat Hardiknas yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat budaya belajar yang lebih holistik,” kata salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Omni Indonesia.

Baca juga:  HMTL UNUSIDA Bekali Mahasiswa Baru Perancangan Program Nyata dalam Berorganisasi

Dalam kesempatan tersebut Yayasan Pendidikan Omni Indonesia secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para peserta berprestasi. Dengan mengusung nilai pendidikan yang inklusif dan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak ruang pembelajaran yang progresif, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.