Agung Yundi, Analis SDM Aparatur LLDikti Wilayah VII Jawa Timur saat menyampaikan materi dalam LKMM-TM UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Agung Yundi Tekankan Mahasiswa Harus Aktif dan Berdampak

SIDOARJO — Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur, Agung Yundi menjelaskan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi sekaligus pentingnya peran aktif mahasiswa dalam pengembangan kapasitas diri. Hal tersebut disampaikan dalam Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026, di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur KM 5,5 Sidoarjo, (12/5/2026).

Dalam pemaparannya, Agung Yundi menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sistem pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi aktor perubahan yang hadir membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar maupun masa depan dirinya sendiri.

Pria yang merupakan Alumni S1 Ilmu Hukum Universitas Jember dan Alumni S2 Ilmu Hukum Universitas Airlangga tersebut menyampaikan pesan reflektif yang menjadi penutup materinya dan mendapat perhatian besar dari peserta.

“Kalau tidak ingin menganggur saat lulus nanti, maka jangan belajar menjadi penganggur saat masih menjadi mahasiswa. Aktiflah, bergeraklah, mari berdampak,” ujarnya

Lebih lanjut, Agung juga menekankan pentingnya masa kuliah bukan sekadar fase akademik, melainkan momentum membangun kompetensi, pengalaman, serta karakter kepemimpinan. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, forum pelatihan, maupun kegiatan kampus seperti LKMM-TM merupakan investasi penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial di masa mendatang.

Selain itu, Agung juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang saat ini menuntut mahasiswa lebih adaptif, kolaboratif, serta memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Ia menambahkan bahwa LKMM-TM menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter tersebut karena mahasiswa dilatih memahami pola kerja organisasi, pengambilan keputusan, manajemen program, hingga kemampuan komunikasi dan koordinasi tim.

Baca juga:  SMA/SMK Plus Zainuddin Pamekasan Laksanakan Campus Visit ke UNUSIDA, Perkuat Akses Pendidikan dan Wawasan Siswa

“Mahasiswa hari ini harus memiliki nilai tambah. Tidak cukup hanya mengandalkan IPK, tetapi juga pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” jelasnya.

Ia menyebut, LKMM-TM menjadi upaya pengembangan kepemimpinan mahasiswa dalam bentuk pelatihan untuk membentuk mahasiswa yang mampu berpikir strategis, memiliki kemampuan manajerial, serta siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Program ini menjadi salah satu wadah penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kolaborasi di lingkungan mahasiswa UNUSIDA.

“Melalui LKMM-TM ini, kami berupaya mendorong mental untuk memanfaatkan masa studi sebagai proses pembentukan kapasitas diri dan kesiapan menghadapi masa depan. Serta diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang siap memimpin, siap berkontribusi, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.