Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: FILKOM UNUSIDA)

Dosen Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Ikuti Short Course Cisco Networking Academy di UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi global di bidang teknologi informasi. Sejumlah dosen dari Faculty of Computing and Information Sciences University of Lay Adventists of Kigali (UNILAK) Rwanda mengikuti Short Course Cisco Networking Academy yang diselenggarakan di UNUSIDA, Indonesia melalui zoom meeting, Selasa (23/12/2025).

Short Course Cisco Networking Academy merupakan program pelatihan global yang digagas oleh Cisco Networking Academy, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan di bidang jaringan komputer serta teknologi informasi. Program ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk UNILAK Rwanda.

Melalui program ini, para dosen mendapatkan pembekalan komprehensif terkait jaringan komputer berbasis standar internasional. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta mendorong riset dan inovasi teknologi di lingkungan UNILAK Rwanda.

Dekan Fakultas Ilmu Komputasi dan Informasi UNILAK Rwanda Dr. NYESHEJA M. Enan., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNUSIDA atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dosen yang telah berhasil menyelesaikan program pelatihan tersebut.

“Kami berharap dengan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh melalui Short Course Cisco Networking Academy ini, para dosen dapat menjadi sumber daya yang andal dan kompeten di bidang teknologi informasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di UNILAK Rwanda,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama strategis dengan berbagai universitas dan institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA sekaligus fasilitator dalam kegiatan Short Course Cisco Networking Academy, menyampaikan harapannya agar kerja sama antara kedua universitas dapat terus berlanjut dan berkembang.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA terus meneguhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

“Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada sertifikasi semata, tetapi ke depan dapat merambah ke bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi akademik lainnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa UNUSIDA menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ungkapnya.

Arda menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya dalam memperkuat kolaborasi internasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. UNUSIDA tidak hanya membuka ruang kerja sama dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi dosen lintas negara.

“Program ini diharapkan dapat menjadi wahana pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi,” harapnnya.

Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UNUSIDA dalam mengimplementasikan semangat internasionalisasi kampus, sejalan dengan penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian berbasis teknologi.

“Kami berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan kompetensi digital yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tingkat regional maupun global,” pungksnya

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 Bersama Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., Reviewer Jurnal Nasional (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025, Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Penelitian

SIDOARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing proposal penelitian dosen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi yang berhak (eligible) berhak mengajukan hibah penelitian dengan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang riset dan publikasi ilmiah. Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja LPPM UNUSIDA yang secara konsisten mendampingi para dosen dalam melaksanakan penelitian.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, ia berharap para dosen semakin siap dan percaya diri dalam menyusun proposal hibah BIMA Tahun 2025, sehingga dapat meningkatkan peluang pendanaan sekaligus memperkuat kontribusi riset UNUSIDA bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi peran LPPM UNUSIDA yang terus aktif mendampingi dosen, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan penelitian. Pendampingan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas riset dosen sekaligus kontribusi nyata UNUSIDA bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu narasumber, Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., reviewer jurnal nasional dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menyampaikan berbagai strategi penting dalam penyusunan proposal hibah. Ia menegaskan bahwa penelitian tidak memiliki batasan tema, selama disesuaikan dengan periode dan klaster SINTA dosen.

“Yang terpenting adalah kesesuaian penelitian dengan kapasitas dan rekam jejak dosen di SINTA. Selain itu, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus jelas dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan dalam penelitian merupakan aspek krusial karena akan menentukan kebermanfaatan hasil riset bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya judul penelitian yang menonjolkan unsur digitalisasi, kebaruan teknologi, peningkatan sains, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Dr. Lusy mengingatkan dosen untuk merencanakan jadwal publikasi artikel ilmiah secara matang, termasuk menentukan jurnal nasional tujuan dan menyusun timeline penelitian yang realistis dan terukur.

Dalam penilaian reviewer, lanjutnya, beberapa aspek utama yang diperhatikan meliputi relevansi kepakaran peneliti, rekam jejak publikasi yang dapat ditelusuri melalui Scopus atau SINTA, ketajaman perumusan masalah, adanya inovasi yang kuat pada bagian pendahuluan, serta penggunaan referensi yang mutakhir.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Lusy juga menyampaikan bahwa UNUSIDA patut bersyukur atas capaian Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025, yang menjadi bukti nyata kinerja dan kerja keras sivitas akademika dalam menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa UNUSIDA memiliki komitmen kuat dalam pengembangan riset dan pengabdian yang berdampak. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian ke depan,” pungkasnya.

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

SIDOARJO – Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menerima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 yang diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA dalam kegiatan Coaching Clinic Proposal Hibah Bima Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).

Dalam sambutannya, KH Arli Fauzi sangat mengapresiasi kinerja seluruh civitas academica UNUSIDA yang setiap tahun dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas risetnya. Ia menyebut penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi UNUSIDA untuk terus meningkatkan mutu dosen, kualitas pembelajaran, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh sivitas akademika UNUSIDA yang dari tahun ke tahun mampu meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas riset. Capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus bekerja keras dan berinovasi demi kemajuan perguruan tinggi dan masa depan generasi bangsa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dunia perguruan tinggi akan terus mengalami dinamika, terutama memasuki tahun 2026, yang menuntut peningkatan kapasitas dan kualitas, khususnya bagi para dosen.

“Ilmu pengetahuan, khususnya di perguruan tinggi, akan terus bergerak dinamis. Karena itu, peningkatan kapasitas perguruan tinggi, terutama dosennya, menjadi keniscayaan. Hal ini berkaitan langsung dengan masa depan generasi dan dunia yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengabdian di dunia perguruan tinggi menuntut kesungguhan dan kerja keras yang berkelanjutan. Menurutnya, jika insan akademik tidak mendedikasikan diri secara maksimal pada pengembangan ilmu pengetahuan, maka perguruan tinggi akan tertinggal dari perkembangan zaman.

“Tidak ada pilihan lain selain bekerja keras. Kerja keras itu harus disertai dengan semangat, ketelitian, dan kecermatan. Ketika kita bermalas-malasan, maka kita akan tertinggal. Kapasitas dosen yang tidak berkembang akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kredibilitas perguruan tinggi,” tegasnya.

Kiai Arli juga menyoroti pentingnya strategi, teknik, dan bimbingan dari para akademisi senior yang berpengalaman, terutama dalam penguatan penelitian dan pengembangan keilmuan. Ia menilai bahwa riset bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi bagian dari budaya dan pembiasaan dalam kehidupan akademik.

“Penelitian tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban semata, tetapi harus menjadi bagian dari karakter dan keseharian insan akademik. Ilmu pengetahuan harus memberi manfaat, tidak hanya terbatas pada ruang pendidikan, tetapi juga berdampak bagi kehidupan,” jelasnya.

Selain aspek akademik, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus selalu disertai dengan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.

“Setiap ilmu yang kita pelajari, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap langkah yang kita ambil, tidak lepas dari pertanggungjawaban, termasuk di akhirat kelak. Karena itu, peningkatan kapasitas akademik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.

Wakil Dekan FKIP UNUSIDA, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. (Foto: PGSD UNUSIDA)

Perspektif Pendidikan Modern: Keteladanan Ibu dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Sekolah

Dalam momentum peringatan Hari Ibu, Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa karakter anak usia sekolah tidak dapat dipisahkan dari keteladanan ibu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif pendidikan modern, karakter bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, empatik, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, sekolah memang memiliki peran strategis dalam pengembangan akademik dan sosial anak, namun berbagai kajian pendidikan menunjukkan bahwa keluarga. Terutama ibu yang memegang peran paling menentukan dalam pembentukan karakter anak usia sekolah.

“Di tengah tantangan zaman seperti kecanduan gawai, menurunnya empati sosial, serta pergeseran nilai moral, keteladanan ibu menjadi benteng pertama yang menjaga arah tumbuh kembang kepribadian anak,” ujarnya.

Ibu sebagai Role Model Pertama Pendidikan Karakter

Ia menjelaskan bahwa karakter anak tidak dibentuk melalui nasihat semata, melainkan melalui keteladanan yang konsisten. Hal ini sejalan dengan teori social learning dari Albert Bandura yang menyatakan bahwa anak belajar perilaku melalui observasi dan imitasi.

“Dalam konteks ini, sikap dan perilaku ibu sehari-hari sejatinya adalah ‘kurikulum hidup’ yang terus dibaca dan ditiru oleh anak,” jelasnya.

Beberapa bentuk keteladanan ibu yang sangat berpengaruh antara lain kemampuan mengelola emosi, menunjukkan empati dan kepedulian sosial, menegakkan disiplin dan tanggung jawab, serta membangun budaya literasi dan sikap positif terhadap pendidikan di rumah.

Lebih lanjut, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menekankan bahwa pendidikan modern menempatkan keluarga dan sekolah sebagai mitra sejajar. Kurikulum karakter di sekolah tidak akan efektif tanpa penguatan nilai yang konsisten di rumah. Pendekatan seperti pendidikan holistik, Social-Emotional Learning (SEL), dan positive parenting menegaskan pentingnya stabilitas emosi, empati, komunikasi terbuka, serta penguatan positif yang dimulai dari keluarga.

Dalam era digital, peran ibu menjadi semakin krusial. Anak-anak yang tumbuh sebagai digital natives membutuhkan contoh nyata dalam literasi digital, komunikasi terbuka, serta keseimbangan antara penggunaan teknologi, keluarga, dan kehidupan sosial. Ia menuturkan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak, karakter adalah kurikulumnya, dan keteladanan adalah metode utamanya.

“Ibu bukan hanya pengawas penggunaan gawai, tetapi teladan utama bagaimana teknologi digunakan secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Menguatkan Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter

Arie menegaskan bahwa berbagai riset psikologi dan pendidikan menunjukkan ikatan emosional ibu dan anak membentuk secure attachment yang berdampak langsung pada perilaku dan prestasi belajar. Anak dengan figur ibu yang hangat dan suportif cenderung lebih percaya diri serta memiliki motivasi belajar yang tinggi hingga dewasa.

Sebagai rekomendasi, ia mendorong adanya program parenting berbasis sekolah, pendampingan karakter anak secara kolaboratif antara guru dan orang tua, penguatan literasi keluarga, serta dukungan kesehatan mental bagi ibu.

“Ibu yang sehat secara emosional akan lebih mampu menghadirkan keteladanan yang positif dan konsisten,” tambahnya.

“Pendidikan modern hanya akan berjalan efektif jika keluarga, terutama ibu menjadi pusat pembentukan karakter yang memadukan cinta, keteladanan, dan disiplin dalam komitmen yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Oleh: Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. (Wakil Dekan FKIP UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Gelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Gelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025

SIDOARJO – Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pertemuan Wali Mahasiswa Angkatan 2022–2025 yang dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A, Lingkar Timur, Sidoarjo, Jum’at (19/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Teknik, jajaran kemahasiswaan, dosen, serta para wali mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Mahfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tidak terlepas dari tiga elemen utama. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisitif Fakultas Teknik sebagai upaya memperkuat sinergi antara kampus dan orang tua dalam mendukung keberhasilan akademik maupun non-akademik mahasiswa.

“Keberhasilan belajar mahasiswa ditentukan oleh tiga kesungguhan. Pertama, kesungguhan mahasiswa itu sendiri dalam mencari ilmu. Kedua, kesungguhan bapak ibu dosen dalam mendidik dan membimbing. Ketiga, kesungguhan orang tua dalam mendukung putra-putrinya. Jika salah satu dari tiga elemen ini tidak sungguh-sungguh, maka mustahil mahasiswa dapat sukses dalam belajarnya,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran para wali mahasiswa dalam forum tersebut menjadi wujud nyata dukungan orang tua terhadap proses pendidikan anak-anak mereka. Mahfudzil juga menyinggung pentingnya komunikasi dan kerja sama antara kampus dan wali mahasiswa, khususnya terkait kedisiplinan perkuliahan, kehadiran mahasiswa di kelas, serta kewajiban administrasi, termasuk pelaporan penggunaan dana secara berkala.

“Tanpa kerja sama dari bapak ibu semua, tentu akan menghambat kinerja kami di bidang kemahasiswaan. Karena itu, forum ini sangat penting agar informasi bisa tersampaikan dengan baik dan terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa Fakultas Teknik ke depan akan membentuk forum komunikasi wali mahasiswa sebagai wadah koordinasi yang lebih intensif.

“Setelah ini kami akan mencoba membangun forum bersama wali mahasiswa. Kami akan saling bertukar nomor kontak, baik dengan pimpinan maupun administrasi Fakultas Teknik, sehingga komunikasi bisa lebih mudah dan cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut dikemas secara semi formal, agar tercipta suasana kekeluargaan antara pihak fakultas dan wali mahasiswa. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi erat dengan wali mahasiswa demi menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dan mendukung kesuksesan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Monggo, forum ini kita buat santai dan kekeluargaan. Jika ada pertanyaan atau masukan untuk kami, silakan disampaikan. Fakultas Teknik ini kita bangun bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik juga memaparkan visi dan misi Fakultas Teknik UNUSIDA, yang selaras dengan visi universitas, yakni menjadi fakultas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa yang berwawasan global dan berkelanjutan, berlandaskan akidah Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Adapun misi Fakultas Teknik meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, penguatan tata kelola fakultas yang baik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra.

Selain itu, seluruh wali mahasiswa dikenalkan sistem My Unusida untuk memonitoring aktivitas akademik mahasiswa. Melalui kanal tersebut, setiap orang tua dapat memantau perkembangan akademik, seperti progres nilai di setiap mata kuliah. Ia berharap sinergi antara dosen, mahasiswa, dan orang tua ini dapat menjadi kunci utama dalam mensukseskan studi mahasiswa Fakultas Teknik UNUSIDA

“Keberhasilan mahasiswa tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kampus, tetapi juga pada dukungan dan kerja sama orang tua. Kami di Fakultas Teknik berkomitmen untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter. Namun, upaya tersebut akan lebih optimal apabila didukung oleh peran aktif wali mahasiswa dalam mendampingi dan mengawasi putra-putrinya,” pungkasnya.

Rektor UNUSIDA, H. Fatkul Anam Setelah Menerima Anugerah Diktisaintek 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Raih Gold Winner Kategori Pengabdian kepada Masyarakat di Anugerah Diktisaintek 2025

JAKARTA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Riset dan Pengembangan Diktisaintek 2025, UNUSIDA berhasil meraih Gold Winner dalam Kategori Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA Award) yang dilaksanakan di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jum’at (19/12/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) kepada perguruan tinggi yang menunjukkan kinerja unggul dan konsisten dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. UNUSIDA dinilai sebagai Institusi Perguruan Tinggi Akademik Klaster Pratama/Madya dengan Skor Pengabdian kepada Masyarakat Tertinggi untuk periode 2022–2024.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian Gold Winner BIMA Award pada Anugerah Riset dan Pengembangan Diktisaintek 2025.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh civitas academica UNUSIDA yang terus berkomitmen menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang nyata, relevan, dan berkelanjutan. Bagi kami, pengabdian bukan sekadar kewajiban tridarma, tetapi bentuk khidmah dan tanggung jawab moral perguruan tinggi kepada umat dan bangsa,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Humas UNUSIDA.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat kualitas dan dampak program pengabdian, khususnya yang berbasis nilai keislaman, ke-NU-an, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, capaian ini menegaskan posisi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan riset, tetapi juga kuat dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Berbagai program pengabdian UNUSIDA selama ini dinilai berhasil menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan literasi, inovasi teknologi tepat guna, hingga pengabdian berbasis nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

“Ke depan, UNUSIDA akan terus mendorong kolaborasi dosen dan mahasiswa agar pengabdian yang dilakukan tidak hanya memenuhi indikator kinerja, tetapi benar-benar memberi manfaat luas dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berkeadaban,” tambahnya.

Prestasi ini sekaligus melengkapi deretan capaian UNUSIDA dalam bidang riset, pengabdian, dan penguatan tata kelola tridarma perguruan tinggi. Konsistensi UNUSIDA dalam mengikuti dan meraih pengakuan nasional melalui berbagai program hibah, pendampingan BIMA, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi fondasi kuat atas penghargaan tersebut.

Keberhasilan meraih Gold Winner BIMA Award 2025 menjadi bukti bahwa komitmen UNUSIDA sebagai kampus NU yang religius dengan semangat kewirausahaan atau motto utama Religious Campus with Entrepreneurship Spirit tidak hanya menjadi slogan, tetapi terimplementasi nyata melalui karya dan pengabdian yang berdampak luas.

Ke depan, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas dan keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berkeadaban.

“UNUSIDA berkomitmen menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti di ruang kelas dan jurnal akademik, tetapi hadir sebagai solusi nyata atas persoalan sosial di tengah masyarakat. Setiap riset dan pengabdian yang kami dorong harus mampu menjawab kebutuhan riil, memperkuat kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

Rihlah Riyadloh Mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan (Foto: class_mj2023)

Rihlah Riyadhah ke Makam Auliya’, Mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan

PASURUAN – Mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 kelas A, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), melaksanakan kegiatan Rihlah Riyadhah ke makan auliya’ di sekitar Kota Pasuruan, Sabtu (13/12/2025) lalu. Adapun lokasi ziarah meliputi Makam KH. Abdul Hamid (Mbah Hamid) di Kota Pasuruan dan Makam Mbah Ratu Ayu di Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang dikenal sebagai ulama dan tokoh spiritual yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah dakwah Islam di Jawa Timur.

Rihlah riyadhah ini diprakarsai oleh mahasiswa Manajemen 2023 A ini sebagai bagian dari upaya penguatan nilai spiritual, refleksi diri, serta mempererat kebersamaan antar mahasiswa melalui ziarah ke makam para auliya’.

Rangkaian kegiatan diawali pada pagi hari dengan titik kumpul yang telah ditentukan. Panitia melakukan pengecekan kehadiran peserta serta memberikan pengarahan singkat terkait tata tertib dan teknis kegiatan. Selanjutnya, seluruh peserta berangkat menuju lokasi rihlah menggunakan odong-odong sebagai sarana transportasi. Pemilihan moda transportasi ini menghadirkan suasana yang unik, santai, dan penuh keakraban, sehingga perjalanan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keceriaan.

Sepanjang perjalanan, suasana kekeluargaan tampak begitu kuat. Seluruh mahasiswa tampak terlihat antusias, saling bercengkerama, berdiskusi ringan, serta menjaga sikap santun selama kegiatan berlangsung. Interaksi yang terjalin mencerminkan keharmonisan dan solidaritas yang baik di antara mahasiswa, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial di luar kegiatan akademik.

Setibanya di Makam Mbah Hamid Pasuruan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa, tahlil, dan tawassul yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, penuh ketenangan, dan rasa hormat. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Mbah Ratu Ayu di Bangil untuk melaksanakan rangkaian doa dan ziarah dengan tata cara yang sama.

Secara keseluruhan, kegiatan Rihlah Riyadhah ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Selain memperoleh ketenangan batin dan penguatan spiritual, para peserta juga mendapatkan pengalaman kebersamaan yang mempererat hubungan antar mahasiswa.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan,” ungkap salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Manajemen 2023A UNUSIDA tidak hanya diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ziarah dan doa, tetapi juga meneladani nilai-nilai ketawadhuan, keikhlasan, dan perjuangan para ulama. Rihlah riyadhah ini menjadi salah satu wujud nyata integrasi nilai akademik dan spiritual yang terus ditanamkan di lingkungan kampus.

Enam Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek RI (Foto: Humas UNUSIDA)

6 Dosen UNUSIDA Raih Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kemdiktisaintek

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang akademik dan riset. Kali ini, 6 Dosen UNUSIDA resmi terpilih sebagai Penerima Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan pemerintah terhadap dosen perguruan tinggi yang aktif menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berkontribusi dalam publikasi pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA dalam menguatkan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Adapun dosen UNUSIDA yang menerima bantuan tersebut adalah:

  • A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • Achmad Mufliq, M.Kom. – Dosen Program Studi Sistem Informasi,

  • Medya Ayunda Fitri, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia,

  • M. Mansur Yafi, M.T. – Dosen Program Studi Teknik Industri,

  • Rofiqoh Nirwana, M.Pd.I. – Dosen Program Studi Pendidikan Guru MI,

  • Zahrotul Azizah, S.T., M.T. – Dosen Program Studi Teknik Kimia.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasi, sekaligus memperkuat reputasi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang produktif dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan para dosen ini menunjukkan bahwa UNUSIDA tidak hanya berfokus pada pengembangan pembelajaran, tetapi juga serius mendorong dosen untuk aktif dalam riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dengan raihan Bantuan Publikasi Jurnal Bereputasi Tahun 2025 ini, kami semakin optimistis dalam mewujudkan kampus unggul yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., menegaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki peran strategis, baik bagi dosen maupun institusi perguruan tinggi. Menurutnya, publikasi bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata aplikasi keilmuan dari bidang yang ditekuni.

“Publikasi ilmiah menjadi sarana untuk menunjukkan kontribusi keilmuan dosen sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kualitas perguruan tinggi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (17/12/2025).

Lebih lanjut, Dosen Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA menjelaskan bahwa fokus pengembangan keilmuannya saat ini berada pada bidang rekayasa bioproduk dan bioteknologi berkelanjutan. Riset yang ia kembangkan diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan krisis energi dan pangan yang tengah dihadapi Indonesia.

“Bidang Teknik Kimia memiliki kontribusi besar untuk masyarakat. Banyak topik riset yang dapat diarahkan pada pengembangan energi terbarukan dan ketahanan pangan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional,” jelasnya.

Sebagai dosen yang relatif baru, Aziz sapaan akrabnya membagikan pengalamannya dalam membangun kapasitas akademik. Ia menekankan pentingnya memperbanyak diskusi dan berbagi pengalaman dengan dosen-dosen senior. Menurutnya, proses belajar dari para akademisi yang lebih berpengalaman menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

Ke depan, ia menekankan adanya kolaborasi riset lintas program studi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset agar mereka memperoleh pengalaman akademik yang berharga sejak dini.

“Kolaborasi akan melahirkan riset yang lebih variatif dan berdampak. Mahasiswa juga perlu dilibatkan agar mereka terbiasa dengan budaya riset dan siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus bergerak dinamis,” pungkasnya.

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT di Kampus 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengajuan Lembur melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Tenaga Operasional yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Senin (15/12/2025).

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi sistem dan penguatan PPKPT merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan organisasi perguruan tinggi.

“Pengajuan lembur ini adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja. Dengan sistem yang transparan dan terukur, pimpinan unit dapat melakukan monitoring secara objektif dan mendorong produktivitas yang sehat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa PPKPT bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem kampus yang aman dan beradab.

“Perguruan tinggi harus menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, kita bisa meminimalkan kejadian yang tidak diharapkan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan yang adil dan berani,” tegasnya.

Link Pengaduan Bullying dan Kekerasan Seksual di UNUSIDA Klik disini

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa sistem digital untuk pengajuan lembur ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kepegawaian berbasis digital sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Sebab, UNUSIDA saat ini telah memiliki sejumlah sistem manajemen kepegawaian yang terintegrasi secara digital.

“Di LSDM, kami sudah memiliki SIMPEG yang memuat database karyawan, dashboard kinerja, Key Performance Indicator (KPI), survei kepuasan, dan hari ini kami fokuskan pada pengajuan lembur secara digital,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi pengajuan lembur dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, pengajuan lembur khususnya di unit teknis dan operasional masih menggunakan dokumen kertas.

“Kami melihat penggunaan kertas sebagai bentuk pemborosan. Karena itu, digitalisasi ini juga menjadi implementasi budaya 5R dan 5S di UNUSIDA, sekaligus mendukung upaya kampus dalam menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan kertas,” tambahnya.

Jeziano juga menyampaikan bahwa digitalisasi administrasi kepegawaian membuka peluang UNUSIDA untuk berpartisipasi dalam kompetisi penerapan budaya kerja 5R dan 5S tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Perguruan tinggi di Jawa Timur yang menerapkan 5R dan 5S secara konsisten masih sangat sedikit. Ini menjadi peluang sekaligus motivasi bagi UNUSIDA untuk menjadi pelopor,” ujarnya.

Selain sosialisasi SIMPEG, kegiatan ini juga membahas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Jeziano menegaskan bahwa PPKPT merupakan amanat regulasi nasional yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika.

“Tim Satgas PPKPT terdiri dari unsur SDM, kemahasiswaan, dosen, tenaga teknis, hingga mahasiswa. Tugas utamanya adalah edukasi, pencegahan, serta penanganan kasus kekerasan dan pelecehan, baik verbal maupun nonverbal,” terangnya.

Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta sosialisasi diajak mencoba pengajuan lembur secara digital melalui SIMPEG menggunakan perangkat masing-masing. Sistem ini memungkinkan proses persetujuan dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan unit, sehingga lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital, meningkatkan tata kelola kepegawaian, mendukung kelestarian lingkungan, serta menciptakan kampus yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (MY)

Zahra Jahriah Zainal Alumni PIAUD UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Zahra Jahriah Zainal: Kuliah di PIAUD UNUSIDA Jadi Bekal Membentuk Guru RA yang Percaya Diri dan Profesional

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan profesional. Hal ini tercermin dari kisah inspiratif Zahra Jahriah Zainal, Alumni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Tahun 2025, yang kini mengabdikan diri sebagai guru di RA Insan Madani Surabaya.

Zahra mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman perkuliahan yang ia jalani selama menempuh studi di UNUSIDA. Menurutnya, proses kuliah tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas sebagai calon pendidik.

“Alhamdulillah, kuliah di UNUSIDA memberikan saya banyak pembelajaran berharga, baik akademik maupun spiritual. Pengalaman ini membantu saya lebih percaya diri dan profesional di dunia kerja, dan Alhamdulillah saat ini saya bekerja sesuai dengan jurusan saya,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (16/12/2025).

Sebagai alumni PIAUD, Zahra menilai kesan paling berharga selama kuliah adalah suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Ia merasa dibekali ilmu tentang pendidikan anak usia dini yang diajarkan di UNUSIDA sangat relevan, sekaligus diarahkan menjadi pendidik yang berkarakter religius dan memiliki kepedulian tinggi terhadap tumbuh kembang anak.

Ia juga menegaskan bahwa mata kuliah berbasis praktik menjadi bekal utama dalam menjalankan profesinya saat ini. Mata kuliah seperti strategi pembelajaran PAUD, pengembangan kurikulum, asesmen perkembangan anak, serta microteaching sangat membantu Zahra dalam menjalankan tugasnya sebagai guru RA.

Melalui pengalaman akademik yang aplikatif, ditambah suasana kampus yang mendukung pengembangan diri, membuatnya merasa lebih siap ketika memasuki dunia profesional. Ia mengaku mampu beradaptasi dengan cepat, bekerja secara percaya diri, serta menjalankan tugas secara bertanggung jawab sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Ilmu tersebut sangat relevan dan langsung dapat diterapkan di RA Insan Madani, mulai dari merancang RPPH, mengelola kelas, hingga memahami karakter setiap anak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zahra menekankan pentingnya menempuh pendidikan sesuai dengan jurusan yang diminati. Menurutnya, kuliah yang linier dengan profesi sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan profesionalisme di dunia kerja.

“Kuliah sesuai jurusan itu sangat penting karena membuat saya lebih siap dan yakin menjalankan peran sebagai guru RA, dengan pemahaman yang tepat tentang perkembangan anak dan metode pembelajaran yang sesuai,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Zahra memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa PIAUD UNUSIDA agar benar-benar memanfaatkan masa perkuliahan sebagai proses pembentukan diri. Ia ingin membuktikan bahwa UNUSIDA sebagai kampus NU terus melahirkan lulusan yang religius, profesional, dan siap mengabdi, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini, demi mencetak generasi masa depan yang unggul dan berakhlakul karimah.

“Manfaatkan setiap proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Perbanyak pengalaman praktik, jangan takut belajar dari lapangan, dan tanamkan niat yang tulus dalam mendidik anak. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah akan menjadi bekal berharga saat terjun ke dunia kerja,” pesannya.