Rapat Koordinasi BEM UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2026 (Foto: BEM UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Perdana, Menata Gerak Kolektif Menuju Sustainable Building Movement

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi mengawali masa bakti kepengurusan periode 2025–2026 melalui rangkaian Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSIDA yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (24/12/2025) lalu.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Perdana BEM UNUSIDA yang berlangsung di Ruang 409 Kampus 2 UNUSIDA sebagai penanda dimulainya kerja kolektif Ormawa tingkat universitas.

Rapat koordinasi perdana ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA periode 2025–2026, M. Rafly Afandi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto. Forum berlangsung khidmat dan substantif, menghadirkan semangat awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan arah kerja, serta memperkuat konsolidasi antarkementerian dalam struktur BEM UNUSIDA.

Dalam pemaparannya, Presma Rafly memperkenalkan visi Kabinet Reformist BEM UNUSIDA, yakni Sustainable Building Movement. Visi ini dimaknai sebagai gerakan membangun organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif, serta bertumpu pada daya kolektif. Ia menegaskan bahwa misi utama kabinet adalah mewujudkan organisasi yang berorientasi pada kerja kolektif sekaligus membudayakan proses belajar yang berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kapasitas kader dan institusi.

“Rapat koordinasi perdana ini menjadi ruang awal konsolidasi ide dan energi, sekaligus menegaskan komitmen BEM UNUSIDA periode 2025–2026 untuk bergerak secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat Sustainable Building Movement, BEM UNUSIDA meneguhkan langkahnya dalam membangun organisasi mahasiswa yang relevan, progresif, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Alvin Dwi Yunianto menyampaikan refleksi kritis terkait tantangan menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa BEM UNUSIDA bukanlah organisasi profit, melainkan ruang pengabdian dan pembelajaran bersama. Oleh karena itu, energi kolektif yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi harus menjadi napas utama gerak organisasi. Ia juga memberikan penguatan moral kepada pengurus yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan di tingkat fakultas, seraya menekankan bahwa kualitas diri dapat terus diasah melalui proses dan komitmen.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana penguatan tata kelola organisasi. BEM UNUSIDA berkomitmen melaksanakan rapat koordinasi minimal satu kali setiap bulan, menggelar rapat kerja pra-sinkronisasi program kerja yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, serta merancang sistem meritokrasi hingga ke BEM tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi guna mendukung mobilisasi massa dan penguatan jejaring organisasi.

Rapat kemudian berlanjut dengan sesi brainstorming internal masing-masing kementerian untuk merumuskan rancangan awal program kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan program penguatan kapasitas mahasiswa melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan, konten edukasi isu-isu aktual, serta gerakan EduTech Go To School Movement sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

Kementerian Sosial, Politik, dan Hukum serta Hak Asasi Manusia mengajukan forum pendidikan politik sebagai ruang literasi demokrasi mahasiswa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan merancang program woman leadership inspiratif untuk mendorong peran dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus. Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan penyelenggaraan bazar sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan program sosialisasi kode etik serta standar operasional prosedur organisasi mahasiswa ke BEM tingkat fakultas.

Di bidang eksternal, Kementerian Luar Negeri merancang agenda studi banding serta forum diskusi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Forum BEM DELTA. Kementerian Agama mengusulkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ruang penguatan spiritualitas mahasiswa, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga merencanakan kompetisi olahraga, salah satunya UNUSIDA Futsal Cup, sebagai medium kebersamaan dan sportivitas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Enviro Khidmah Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

Wujud Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Gelar Enviro Khidmah di Masjid Baitussholihin Jabon

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2023 melaksanakan kegiatan Environmental Vision and Islamic Renewal through Khidmah at Masjid Heritage Site (Enviro Khidmah) di Masjid Baitussholihin, Dusun Sawah, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (21/12/2025).

Kegiatan ini berangkat dari kesadaran mahasiswa akan peran strategis Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) sebagaimana ditegaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama (AD/ART NU). Secara konseptual, Enviro Khidmah selaras dengan Program Dasar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo Masa Khidmat 2021–2026, khususnya pada pengembangan pelayanan kesehatan melalui kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pada tingkat desa, keterlibatan struktur NU memiliki mandat pelayanan keagamaan dan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan umat, termasuk dalam penguatan budaya kebersihan serta kesehatan lingkungan masjid. Masjid diposisikan tidak hanya sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Inspirasi kegiatan ini turut diperkuat oleh berkembangnya konten edukatif kebersihan masjid di media sosial, salah satunya melalui akun TikTok @cleanermasjid, yang menyadarkan publik bahwa merawat kesucian dan kenyamanan rumah ibadah merupakan bagian integral dari akhlak dan spiritualitas umat Islam.

Dalam konteks akademik, Enviro Khidmah menjadi bentuk pemenuhan luaran Mata Kuliah Aswaja 4, yang menekankan praktik khidmah nyata kepada lembaga Nahdlatul Ulama, dengan objek pengabdian pada lingkup MWCNU Jabon.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan area Masjid Baitussholihin secara menyeluruh, meliputi ruang shalat, tempat wudlu, kamar mandi, halaman, hingga area makam di sekitar masjid. Aktivitas ini dimaknai sebagai implementasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman, sekaligus sebagai praktik etika lingkungan yang relevan dengan keilmuan Teknik Lingkungan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Syafiq Al Hamdi, menegaskan bahwa Enviro Khidmah dirancang untuk menjembatani nilai keislaman dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Secara keseluruhan, Enviro Khidmah menjadi ruang temu antara dunia akademik, tradisi keagamaan, dan praktik pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memperkuat relasi mahasiswa dengan struktur Nahdlatul Ulama di tingkat lokal, sekaligus menegaskan bahwa khidmah Aswaja dapat diwujudkan melalui aksi-aksi ekologis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa Aswaja tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi diwujudkan dalam khidmah yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Dosen penanggung jawab kegiatan, Iftirohatul Adhimah, M.Pd., menilai Enviro Khidmah sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang penting bagi mahasiswa. Menurutnya, pengabdian berbasis Aswaja harus mampu menjawab tantangan sosial dengan pendekatan yang membumi dan aplikatif.

Bagi mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2023, Enviro Khidmah bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan proses pembentukan kesadaran bahwa merawat masjid berarti merawat lingkungan, dan pada akhirnya merawat peradaban.

“Mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan nilai Aswaja, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan dalam satu gerak khidmah yang sederhana namun bermakna,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial-keagamaan di tingkat akar rumput.

Usai pelaksanaan Shalat Dzuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah makam yang diisi pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Mudzakkir, selaku ta’mir Masjid Baitussholihin. Momentum ini menjadi ruang refleksi spiritual yang menegaskan keterhubungan antara perawatan lingkungan, penghormatan terhadap leluhur, dan penguatan tradisi Islam Nusantara.

Gus Mudzakkir menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan khidmah tersebut. “Masjid adalah pusat peradaban umat. Ketika generasi muda hadir dengan niat membersihkan, mendoakan, dan merawatnya, itu menjadi tanda keberlanjutan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam, Menyulam Solidaritas, Meneguhkan Keluarga Keilmuan dalam ENVIRO CAMP 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam dan Menyulam Solidaritas Antar Sesama

PACET — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerukan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan solidaritas antar sesama anggota. Hal tersebut diserukan usai kegiatan ENVIRO CAMP 2025 sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang pada tahun ini terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0. Kegiatan yang berlangsung di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan lanjutan pembinaan mahasiswa baru dengan pendekatan akademik, emosional, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Teknik Lingkungan UNUSIDA. Adapun peserta utama ENVIRO CAMP 2025 kali ini adalah mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2025. Dinamika kegiatan semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa aktif angkatan 2022 hingga 2024 serta para alumni angkatan 2016 sampai 2019 yang kini telah berkiprah di berbagai sektor dunia kerja, baik yang beririsan langsung dengan bidang teknik lingkungan maupun lintas profesi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami isu-isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas berbasis aksi dan kebersamaan. Mulai dari diskusi keilmuan, edukasi lingkungan, hingga kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap alam dan Ormawa Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kesadaran kolektif dan ditanamkan sejak dini. Menurutnya, mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Merawat alam bukan hanya tugas akademik, tetapi juga panggilan moral. Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan solidaritas antar mahasiswa serta memperkuat keluarga keilmuan Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum refleksi bersama alumni yang berlangsung hingga larut malam. Diskusi dibagi ke dalam tiga forum utama, yaitu refleksi output materi kegiatan, orientasi berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA, serta penguatan motivasi dan mental mahasiswa. Rangkaian ini menegaskan bahwa menjadi mahasiswa teknik lingkungan bukan semata tentang capaian akademik, melainkan juga kesiapan mental, etika, dan solidaritas dalam berproses bersama.

Salah satu pesan reflektif disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, perwakilan mahasiswa angkatan 2023. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar angkatan mahasiswa, sehingga tercipta suasana akademik yang inklusif dan kolaboratif. Nilai kebersamaan yang dibangun diharapkan mampu melahirkan sinergi positif dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di ruang sederhana ini, kita belajar bahwa Teknik Lingkungan bukan hanya soal ilmu dan gelar, tetapi tentang rasa memiliki, persaudaraan, dan keluarga yang saling menguatkan. Semoga kehangatan yang terbangun di ENVIRO CAMP ini tidak berhenti di Pacet, tetapi terus hidup sebagai legacy baik dalam keluarga Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ungkapnya.

Melalui ENVIRO CAMP 2025 menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam membangun ruang orientasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa proses menjadi engineer lingkungan dimulai dari kesadaran merawat alam, diperkuat oleh ilmu pengetahuan, dan dijaga oleh ikatan kekeluargaan yang tumbuh bersama waktu.

Sejalan dengan semangat UNUSIDA sebagai kampus NU, sebagai mahasiwa harus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai keislaman dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Merawat alam dipandang sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Saya harap, kegiatan ini dapat terus menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat solidaritas internal, serta meneguhkan identitas sebagai keluarga keilmuan yang siap berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

ENVIRO CAMP 2025 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

HMTL UNUSIDA Gelar ENVIRO CAMP 2025: Menyemai Orientasi Akademik dan Jejak Alumni untuk Masa Depan Lestari

PACET — Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) UNUSIDA kembali menggelar ENVIRO CAMP 2025, sebuah agenda rutin tahunan yang sarat nilai edukatif dan reflektif. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025) serta terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0 sebagai bagian dari implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Dengan mengusung tema ‘Melangkah Bersama Alam untuk Masa Depan yang Lestari’, ENVIRO CAMP 2025 dirancang tidak hanya sebagai wahana pengenalan lingkungan alam, tetapi juga sebagai ruang dialog akademik antara mahasiswa, dosen, dan alumni terkait dinamika dunia kerja serta peluang pengembangan diri di bidang teknik lingkungan.

Peserta utama kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2025, yang diperkuat kehadirannya oleh mahasiswa aktif angkatan 2022–2024 serta alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 hingga 2019 yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran lintas generasi ini menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.

Alumni Berbagi Jejak Karier dan Realitas Dunia Kerja
Salah satu sesi utama ENVIRO CAMP 2025 adalah penyampaian materi motivasi dan peluang karier di bidang teknik lingkungan yang disampaikan oleh Mokh. Yahya, S.T., alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 yang kini berkiprah di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pemaparannya, Mokh. Yahya menekankan bahwa kompetensi teknik lingkungan memiliki irisan yang luas dengan berbagai sektor, termasuk transportasi dan tata kelola wilayah. Ia membagikan pengalamannya dalam pemetaan serta analisis lingkungan kawasan transportasi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan berkelanjutan.

“Ilmu teknik lingkungan tidak selalu bekerja di balik cerobong atau instalasi pengolahan limbah. Di dunia kerja, kita dituntut mampu membaca ruang, memetakan dampak, dan memastikan pembangunan berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada satu gambaran profesi semata. Menurutnya, fleksibilitas, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama bagi lulusan teknik lingkungan di tengah perubahan dunia kerja yang dinamis.

Tracer Study sebagai Upaya Reflektif Program Studi
Selain forum motivasi, ENVIRO CAMP 2025 juga dimanfaatkan sebagai media tracer study yang diinisiasi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Kehadiran para alumni lintas angkatan menjadi momentum strategis untuk menelusuri jejak lulusan sekaligus memetakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dalam sambutannya, Muchammad Tamyiz menegaskan bahwa tracer study bukan sekadar pendataan administratif, melainkan bagian dari proses reflektif dan evaluatif program studi.

“Melalui pertemuan seperti ini, kami ingin mendengar langsung cerita alumni, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan menjadikannya masukan berharga bagi pengembangan kurikulum. Harapannya, mahasiswa yang hari ini mengikuti ENVIRO CAMP dapat melihat gambaran masa depan mereka secara lebih nyata dan terarah,” ujarnya.

Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Holistik
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Interaksi antara mahasiswa baru, mahasiswa aktif, dan alumni tidak hanya membahas capaian akademik, tetapi juga menyentuh aspek mentalitas, etika kerja, serta peran engineer lingkungan dalam menjawab isu keberlanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui ENVIRO CAMP 2025, Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA dan HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang holistik. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada alam dan lingkungan sekitar, tetapi juga menautkan mereka dengan realitas profesi, jejaring alumni, serta nilai keberlanjutan yang menjadi ruh keilmuan teknik lingkungan.

“Dengan semangat melangkah bersama alam, ENVIRO CAMP 2025 menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi engineer lingkungan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada masa depan yang lestari,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Mahasiswa FAI UNUSIDA Gelar Seminar Bijak Digital Sejak Dini (Foto: FAI UNUSIDA)

Mahasiswa FAI UNUSIDA Gelar Seminar Bijak Digital Sejak Dini, Dampingi Orang Tua Hadapi Tantangan Parenting

SIDOARJO – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan pengasuhan anak (parenting) kini memasuki babak baru. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan seminar edukasi bertajuk ‘Bijak Digital Sejak Dini’ di lembaga RA Al-Qur’an Hidayatulloh Sidoarjo, Jumat (19/12/2025) lalu.

Kegiatan ini bertujuan membantu para orang tua memahami cara menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan tumbuh kembang optimal anak, khususnya pada masa usia emas (golden age). Seminar ini mendapat respons positif dari para wali murid yang hadir, mengingat meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia dini dalam kehidupan sehari-hari.

Data menunjukkan bahwa paparan layar (screen time) pada anak usia dini mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski smartphone menawarkan beragam konten edukatif, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti keterlambatan bicara (speech delay), menurunnya konsentrasi, hingga terbatasnya kemampuan interaksi sosial anak.

Salah satu pemateri, Ziyarotul Ummah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUSIDA, menegaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi.

“Smartphone bukanlah pengasuh elektronik. Kunci utama bagi anak usia dini bukan pada pelarangan total, melainkan pada pembatasan durasi dan pendampingan aktif dari orang tua. Kita ingin anak-anak menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan sekadar konsumen konten yang pasif,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ziyarotul membagikan tiga pilar utama penggunaan smartphone yang bijak bagi anak usia dini. Pertama, durasi yang terukur, di mana anak usia di bawah dua tahun disarankan tidak terpapar layar sama sekali kecuali untuk video call, sementara anak usia 2–5 tahun dibatasi maksimal satu jam per hari dengan konten berkualitas. Kedua, konten yang edukatif dan interaktif, yakni konten yang mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir, bukan tontonan berulang yang bersifat pasif. Ketiga, interaksi dua arah, di mana orang tua diajak untuk turut menemani anak dan berdiskusi tentang konten yang ditonton guna menstimulasi kemampuan bahasa dan kognitif.

Selain fokus pada pengelolaan layar, seminar ini juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dan permainan sensorik di dunia nyata. Keseimbangan antara aktivitas digital dan eksplorasi fisik dinilai sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik kasar dan halus anak.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Ia berharap, berbagai seminar dan panduan praktis seperti ini dapat membantu keluarga Indonesia tetap berdaya, bijak, dan berakhlak di tengah gempuran teknologi digital.

“Semoga melalui pendampingan kepada orang tua dapat semakin bijak dalam membimbing putra-putrinya dalam menggunakan teknologi,” pungkasnya.

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity (Foto: Intan Tiyas - DKV Unusida)

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity, Dorong Kreativitas di Era Digital

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Workshop Visual Identity: Mengeksplorasi Gaya Ilustrasi Mu yang berlangsung di Hall Kampus 2 UNUSIDA lantai 5, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang menjadi bahan ajar mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) di Program Studi DKV UNUSIDA.

Workshop ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan visual sekaligus memperkuat identitas kreatif di tengah pesatnya perkembangan industri digital dan kreatif. Acara tersebut menghadirkan Murtaji Ni’amillah, ilustrator muda yang dikenal dengan gaya visualnya yang ekspresif dan berkarakter.

Dalam sesi pemaparan materi, Ni’am sapaan akrabnya menekankan pentingnya eksplorasi gaya ilustrasi sebagai fondasi utama dalam membangun visual identity, baik untuk kepentingan personal branding maupun pengembangan karya di ranah profesional.

“Ilustrasi bukan hanya gambar, tetapi bahasa visual yang mencerminkan siapa dirimu. Dengan gaya ilustrasi yang konsisten, kamu bisa membangun identitas yang mudah dikenali dan diingat,” ujar Alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri tersebut.

Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari siswa SMA hingga mahasiswa lintas jurusan mengikuti workshop ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan konsep visual identity, praktik langsung eksplorasi gaya ilustrasi, serta diskusi interaktif mengenai peluang karier di bidang desain komunikasi visual.

Dengan tagline #MenjadiKreatifDiEraDigital, mahasiswa tidak hanya memberikan wawasan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas jenjang pendidikan yang mempertemukan talenta muda dengan praktisi industri kreatif. Hal tersebut sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus NU yang terus mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari workshop ini. Sebagai mahasiswa DKV, ia berharap kegiatan dapat terus menjadi penggerak lahirnya talenta-talenta kreatif yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan industri kreatif yang terus tumbuh.

“Saya jadi lebih percaya diri mengekspresikan gaya ilustrasi pribadi. Workshop ini membuka wawasan bahwa visual identity bisa menjadi pintu karier di dunia kreatif,” ungkapnya.

Pelantikan Raya Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ormawa UNUSIDA 2026 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) periode 2026 resmi dilantik pada Rabu, (24/12/2025). Pelantikan ini meliputi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), serta Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UNUSIDA.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus Ormawa UNUSIDA 2026 yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak.

Pelantikan Ormawa ini merupakan rangkaian akhir dari proses demokrasi kampus melalui Pemilu Raya (Pemira) Ormawa UNUSIDA, yang telah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan partisipatif beberapa waktu yang lalu. Melalui Pemira, mahasiswa UNUSIDA diberi ruang untuk menentukan pemimpin organisasinya sebagai wujud praktik demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang bermakna dan membanggakan bagi UNUSIDA. Berbagai capaian institusional dan prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa pengelolaan akademik dan kemahasiswaan berjalan secara sistematis dan produktif.

“UNUSIDA berhasil meraih berbagai pengakuan nasional, mulai dari Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama, capaian Sistem Informasi Kinerja Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) pada klaster baik, hingga masuk kelompok perguruan tinggi berprestasi nasional. Ini bukan prestasi yang dibeli, melainkan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai motor penggerak prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang aktif dan produktif. Kepada pengurus Ormawa yang terpilih melalui Pemira, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Pengurus Ormawa adalah wajah mahasiswa UNUSIDA. Kalian diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta tampil sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam menyebut organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, etika demokrasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong pengurus Ormawa ke depan untuk menjadi mitra strategis universitas dengan menghadirkan program-program yang kreatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, pengurus Ormawa harus menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Ia mendorong agar seluruh elemen organisasi mahasiswa dapat bersinergi menjadi mitra strategis universitas dalam penguatan prestasi akademik maupun non-akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kualitas kehidupan kemahasiswaan.

Selain itu, ia menekankan Ormawa UNUSIDA harus mampu menghadirkan program-program yang inovatif, menjaga etika dan budaya akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi mahasiswa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengembangan potensi diri bagi seluruh mahasiswa.

“Kita membutuhkan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tidak kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai luhur kampus,” pungkasnya.

Pelantikan Ormawa UNUSIDA 2026 ini sekaligus menjadi awal komitmen bersama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman khas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 Resmi Demisioner (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus Ormawa UNUSIDA Tahun 2025 Resmi Demisioner, Pesankan Regenerasi dan Semangat Baru Kepemimpinan

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memasuki masa demisioner seiring berakhirnya kepengurusan periode 2025. Pendemisioneran ini dihadiri oleh seluruh jajaran ketua Ormawa UNUSIDA periode tahun 2025, mulai dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himaprodi, dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNUSIDA, Rabu (24/12/2025).

Presiden BEM UNUSIDA Tahun 2025, M. Burhanuddin Robbani, S.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran kemahasiswaan, serta seluruh civitas akademika yang telah membersamai perjalanan Ormawa selama satu periode kepengurusan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang telah menyelenggarakan seluruh rangkaian Pemilu Raya (Pemira) hingga pelantikan Ormawa secara demokratis dan kondusif. Menurutnya, momentum ini menjadi penanda penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa menuju Ormawa UNUSIDA periode 2026.

“Kepemimpinan akan berhasil jika ada keberlanjutan. Regenerasi adalah kunci agar organisasi terus hidup dan melompat lebih tinggi dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Buhan menekankan bahwa wajah-wajah baru pengurus Ormawa periode 2026 harus hadir dengan semangat baru, keberanian bersuara, dan komitmen menjaga nama baik universitas. Ia mengingatkan agar dinamika dan tantangan yang terjadi pada periode sebelumnya tidak terulang, melainkan dijadikan bahan evaluasi bersama.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Ormawa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia UNUSIDA, termasuk kontribusi dalam mengenalkan kampus kepada calon mahasiswa baru.

“Ormawa tidak hanya bertugas menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan UNUSIDA, salah satunya melalui peran aktif dalam menarik dan menginspirasi calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPM UNUSIDA Tahun 2025, Muhammad Birrul Alim menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh Ormawa periode 2025 atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu membawa Ormawa UNUSIDA semakin gemilang.

Birrul menegaskan bahwa jabatan bukanlah segalanya dalam organisasi, melainkan kontribusi nyata dan dedikasi yang akan meninggalkan jejak kebermanfaatan. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga solidaritas dan merawat organisasi dengan semangat kebersamaan, diibaratkan seperti pohon yang kuat karena akarnya kokoh, batangnya teguh, dan daunnya saling melindungi.

“Tidak terpilih dalam kontestasi bukan berarti tidak bisa berkontribusi. Organisasi membutuhkan orang-orang yang bergerak, bukan hanya menunggu jabatan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya masa kepengurusan Ormawa UNUSIDA 2025, diharapkan kepemimpinan mahasiswa periode 2026 mampu melanjutkan estafet perjuangan, menghadirkan program yang berdampak, serta memperkuat peran Ormawa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengabdian bagi mahasiswa UNUSIDA.

Athfal Hanif Azwara - Alumni DKV UNUSIDA

Jejak Kreatif Athfal Hanif Azwara: Mengubah Estetika Menjadi Strategi di Industri Creative Marketing

Dunia desain komunikasi visual bukan sekadar tentang menciptakan tampilan yang menarik, melainkan bagaimana sebuah pesan mampu menggerakkan audiens dan memberi nilai strategis bagi sebuah jenama. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Athfal Hanif Azwara, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Lulus pada tahun 2022, Hanif sapaan akrabnya, kini menapaki karier profesional sebagai tenaga ahli Creative Marketing di PT Inayalesy Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di UNUSIDA mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di industri kreatif yang terus berkembang.

Menghubungkan Kreativitas dengan Kebutuhan Pasar
Hanif mengungkapkan bahwa bekal ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNUSIDA memberikan fondasi kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Di perusahaan tempatnya bernaung saat ini, ia tidak hanya berperan sebagai desainer visual, tetapi juga terlibat dalam perumusan strategi pemasaran kreatif yang mampu menghubungkan produk dengan emosi konsumen.

“DKV UNUSIDA mengajarkan saya bahwa desain adalah proses pemecahan masalah. Di dunia Creative Marketing, kami dituntut berpikir kritis: bagaimana visual tidak hanya menarik, tetapi juga selaras dengan tujuan bisnis perusahaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman tentang psikologi visual, manajemen branding, dan riset audiens menjadi aspek penting yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Tantangan Era Digital dan Bekal dari UNUSIDA
Bekerja di era digital menuntut kecepatan adaptasi terhadap tren dan teknologi. Menurut Hanif, penguasaan perangkat lunak desain saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan storytelling dan komunikasi visual yang kuat.

Pengalaman berorganisasi serta pendampingan dosen selama kuliah di UNUSIDA turut membentuk mentalitas profesional yang tangguh, komunikatif, dan beretika.

“Keunggulan lulusan UNUSIDA terletak pada nilai etika dan kemaslahatan. Setiap karya tidak hanya berorientasi pada visual, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai alumni, Hanif memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa DKV dan generasi muda UNUSIDA agar memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang eksplorasi dan pembentukan portofolio.

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu menjelajahi bidang-bidang pendukung seperti riset pemasaran, analisis data media sosial, hingga strategi konten digital. Menurutnya, industri kreatif saat ini membutuhkan talenta multidisipliner yang mampu berpikir strategis sekaligus kreatif.

Keberhasilan Athfal Hanif Azwara di PT Inayalesy Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA. Hal ini menegaskan bahwa lulusan S1 DKV UNUSIDA memiliki daya saing tinggi dan mampu menempati posisi strategis di dunia industri, sekaligus membawa semangat inovasi yang berkelanjutan.

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 2, Kupas Tuntas Kajian Teori dan Referensi

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Workshop Proyek Independen Volume 2 dengan fokus pembahasan penulisan kajian teori dan pengelolaan referensi, Selasa (23/12/2025).

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., dan Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., yang membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kajian teori sebagai fondasi penelitian serta pengelolaan referensi ilmiah yang sistematis dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menulis secara teknis, tetapi juga mampu membangun kerangka berpikir ilmiah yang kuat dan relevan dengan topik penelitian. Penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley turut menjadi bagian penting dalam workshop guna meningkatkan kualitas dan etika penulisan karya ilmiah.

Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., dalam materinya menekankan bahwa kajian teori merupakan fondasi utama dalam sebuah penelitian. Menurutnya, kajian teori tidak sekadar rangkuman pendapat para ahli, tetapi menjadi pijakan konseptual yang menentukan arah, kedalaman, dan ketajaman analisis penelitian.

Ia menjelaskan bahwa kajian teori yang kuat akan membantu peneliti memahami posisi penelitiannya di antara penelitian-penelitian sebelumnya, sekaligus memperjelas konsep, variabel, dan kerangka berpikir yang digunakan. Tanpa kajian teori yang memadai, sebuah penelitian berisiko kehilangan fokus dan kekuatan akademiknya.

Selain itu, Achmad Wahyudi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan referensi ilmiah secara sistematis dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa ketertiban dalam mencatat, mengelola, dan menyajikan sumber rujukan merupakan bagian dari etika akademik dan tanggung jawab ilmiah peneliti.

Melalui pemanfaatan aplikasi manajemen referensi, mahasiswa diarahkan untuk menulis secara lebih terstruktur, menghindari plagiarisme, serta memastikan setiap gagasan yang disampaikan memiliki dasar rujukan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kaidah metodologis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas akademik.

Workshop Proyek Independen Vol. 2 menjadi wujud komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendampingi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan akademik, riset, dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP UNUSIDA dalam menciptakan iklim akademik yang produktif, kritis, dan berdaya saing.